Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Mei 2016

Selain emas, investasi apa yang menarik saat ini?

Editor Kamis, 25/08/2011 21:26 WIB

 

Semua investasi mengandung risiko termasuk emas yang pekan ini menyentuh rekor tertinggi di atas US$1.900 per ounce dan kemudian turun tajam. Lalu, apa pilihan investasi lain yang tetap menguntungkan saat ini?
 
Di tengah tingginya volatilitas harga emas, investor seharusnya bisa memburu alternatif lain dalam berinvestasi. Properti adalah pilihan konservatif yang menguntungkan karena pertumbuhannya yang dinilai bagus dan didukung bunga rendah.
 
"Semua investasi tetap mengandung resiko, nah tergantung masing-masing individu bagaimana mengendalikan resikonya," kata Ariston Tjandra, Kepala Riset Monex Investindo. Dia menilai memilih investasi properti adalah alternatif yang bagus selain emas dan saham.  
 
Hal tersebut didukung kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak menaikkan bunga sehingga membantu pertumbuhan properti Tanah Air. Bahkan, properti yang menarik bukan hanya yang di kota besar. "Perumahan kan sekarang tumbuh di kota kecil dan satelit," ujarnya kepada Bisnis, Kamis malam, 25 Agustus 2011.
 
"Aktivitas investasi di sektor properti meningkat secara perlahan sepanjang tahun ini. Secara global Asia Pasifik masih menjadi pemimpin dalam pertumbuhan ekonomi. Pada tahun ini diperkirakan volume investasi properti di Asia Pasifik sebanyak 430,0% dibandingkan Amerika 134,8% dan Eropa 202,4%," kata Sigrid Zialcita, Managing Director Research Asia Pacific Cushman & Wakefield beberapa waktu lalu.
 
Selain properti, Ariston menyebutkan bahwa mata uang safe haven seperti yen juga memiliki daya tarik. Menurutnya yen biasanya digunakan sebagai alat pembiayaan investasi. 
 
"Investor meminjam dana yen yang berbunga rendah sekali untuk diinvestasikan ke instrumen invetasi yang imbal hasilnya lebih besar," katanya.
 
Sementara itu para analis menilai kenaikan harga emas kali ini karena kekhawatiran investor global atas melambatnya perekonomian dunia, ancaman krisis utang eropa, dan gejolak penurunan peringkat utang AS oleh Standard & Poor beberapa waktu lalu.  
 
Investor berupaya melindungi kekayaannya dari pelemahan di pasar saham dan instrumen finansial berisiko tinggi lainnya dengan memburu aset safe haven. (sut)
 

More From Makro Ekonomi

  • Eximbank Oversubscribed 2 Kali

    09:27 WIB

    Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) membukukan penawaran obligasi tahap I senilai Rp8 triliun, atau kelebihan permintaan dua kali.

  • Bangun Mal Tetap Menguntungkan

    09:23 WIB

    Sejumlah emiten properti tetap gencar membangun pusat perbelanjaan baru tahun ini kendati tren pertumbuhan ekonom masih melandai.

  • PPh Final Agar Diterapkan

    09:33 WIB

    Asosiasi Manajer Investasi Indonesia meminta pemerintah dapat menerapkan pajak penghasilan (PPh) final atas keuntungan investasi melalui instrumen reksa dana.

  • Emiten Perikanan Berpotensi Melejit

    09:26 WIB

    Fokus pemerintah Indonesia untuk mendorong sektor maritim dan membasmi illegal fishing diproyeksikan membawa angin segar bagi emiten sektor perikanan di Bursa Efek Indonesia.

News Feed

  • Pembebasan Lahan Bergerak Lagi

    Rabu, 25 Mei 2016 - 18:44 WIB

    Setelah tersendat selama beberapa bulan akibat habisnya anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proses pembebasan lahan untuk sejumlah ruas tol mulai berjalan.

  • Cegah Sebelum Menjadi Wabah

    Rabu, 25 Mei 2016 - 18:27 WIB

    PEMBANGUNAN infrastruktur sanitasi belum menjadi prioritas meski pemerintah telah menargetkan terciptanya akses sanitasi layak sebagaimana amanat UU Nomor 17/2027 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJMN) 20052025.

  • DJP & Polda Jabar Akan Tindak Tegas

    Rabu, 25 Mei 2016 - 18:12 WIB

    Direktorat Jenderal Pajak memastikan pelaksanaan tahun penegakan hukum pada tahun ini sudah semakin siap diterapkan, khususnya di Jawa Barat, seiring dengan telah disosialisasikannya addendum, pedoman kerja, dan implementasi kerja sama antara Ditjen Pajak dan Polri kepada kedua belah pihak hingga level bawah.

  • DKI Diminta Segera Ambil Alih

    Rabu, 25 Mei 2016 - 18:12 WIB

    Pemprov DKI Jakarta harus berani segera mengambil alih pengelolaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang dengan melayangkan surat peringatan terakhir (SP3) kepada PT Godang Tua Jaya (GTJ) selaku pengelola saat ini.

  • Bali Berdayakan BUMDes

    Rabu, 25 Mei 2016 - 18:04 WIB

    Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali berencana menambah pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Lembaga Perkreditan Desa (LPD), dan koperasi guna menjadi pengawas dalam penyaluran gas elpiji tersebut kepada masyarakat.

Load More