Navigasi Bisnis Terpercaya

Senin 26 September 2016

Selain emas, investasi apa yang menarik saat ini?

Editor Kamis, 25/08/2011 21:26 WIB

 

Semua investasi mengandung risiko termasuk emas yang pekan ini menyentuh rekor tertinggi di atas US$1.900 per ounce dan kemudian turun tajam. Lalu, apa pilihan investasi lain yang tetap menguntungkan saat ini?
 
Di tengah tingginya volatilitas harga emas, investor seharusnya bisa memburu alternatif lain dalam berinvestasi. Properti adalah pilihan konservatif yang menguntungkan karena pertumbuhannya yang dinilai bagus dan didukung bunga rendah.
 
"Semua investasi tetap mengandung resiko, nah tergantung masing-masing individu bagaimana mengendalikan resikonya," kata Ariston Tjandra, Kepala Riset Monex Investindo. Dia menilai memilih investasi properti adalah alternatif yang bagus selain emas dan saham.  
 
Hal tersebut didukung kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak menaikkan bunga sehingga membantu pertumbuhan properti Tanah Air. Bahkan, properti yang menarik bukan hanya yang di kota besar. "Perumahan kan sekarang tumbuh di kota kecil dan satelit," ujarnya kepada Bisnis, Kamis malam, 25 Agustus 2011.
 
"Aktivitas investasi di sektor properti meningkat secara perlahan sepanjang tahun ini. Secara global Asia Pasifik masih menjadi pemimpin dalam pertumbuhan ekonomi. Pada tahun ini diperkirakan volume investasi properti di Asia Pasifik sebanyak 430,0% dibandingkan Amerika 134,8% dan Eropa 202,4%," kata Sigrid Zialcita, Managing Director Research Asia Pacific Cushman & Wakefield beberapa waktu lalu.
 
Selain properti, Ariston menyebutkan bahwa mata uang safe haven seperti yen juga memiliki daya tarik. Menurutnya yen biasanya digunakan sebagai alat pembiayaan investasi. 
 
"Investor meminjam dana yen yang berbunga rendah sekali untuk diinvestasikan ke instrumen invetasi yang imbal hasilnya lebih besar," katanya.
 
Sementara itu para analis menilai kenaikan harga emas kali ini karena kekhawatiran investor global atas melambatnya perekonomian dunia, ancaman krisis utang eropa, dan gejolak penurunan peringkat utang AS oleh Standard & Poor beberapa waktu lalu.  
 
Investor berupaya melindungi kekayaannya dari pelemahan di pasar saham dan instrumen finansial berisiko tinggi lainnya dengan memburu aset safe haven. (sut)
 

More From Makro Ekonomi

  • MI Tak Takut Bersaing

    11:02 WIB

    Para manajer investasi optimistis penghapusan pajak bunga obligasi pemerintah tidak akan membuat reksa dana berbasis obligasi negara menjadi sepi peminat. Pengelolaan yang aktif diyakini bakal memberikan return yang lebih tinggi.

  • Adu Target di Babak Akhir

    10:58 WIB

    Tanggal di September kini tinggal menghitung jari dan kuartal keempat akan segera tiba. Di kuartal yang kerap disebut sebagai babak penghabisan ini, persaingan di antara kalangan pengembang properti bakal sengit karena pipeline produk anyar bakal dirilis sepanjang kuartal terakhir.

  • ORI013 Tawarkan Kupon 6,75%

    10:07 WIB

    Obligasi Ritel Indonesia Seri ORI013 yang akan terbit pada 29 September tahun ini diketahui menawarkan kupon 6,5%6,75%

  • Struktur Organisasi Dirampungkan

    10:01 WIB

    Pemerintah tengah merampungkan kajian struktur organisasi yang tepat untuk holding BUMN serta menyiapkan aturan pelaksana agar skema tersebut dapat diimplementasikan pada akhir 2016

News Feed

  • FBTW 2016, Indonesia Masih Nikmati Surplus dari Victoria

    Senin, 26 September 2016 - 15:17 WIB

    Negara Bagian Victoria merupakan pengekspor utama produk makanan dan minuman Australia. Victoria merupakan bagian kecil dari Negeri Kanguru, hanya 3% dari total wilayah negara benua itu.

  • Mobil Korea Selatan Mulai Bergerak

    Senin, 26 September 2016 - 15:02 WIB

    Kinerja penjualan pabrikan asal Korea Selatan pada bulan lalu mulai menunjukkan perbaikan, dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan total penjualan mobil asal Negeri Ginseng itu mencapai 259 unit.

  • Impor Pangan Direlaksasi

    Senin, 26 September 2016 - 14:14 WIB

    Pemerintah akan merelaksasi impor produk segar asal tumbuhan sehingga pelaku usaha tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan keamanan pangan di negara asal.

  • Kontrak Jual Beli Listrik Diteken Tahun Ini

    Senin, 26 September 2016 - 14:05 WIB

    PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan kontrak jual beli listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Jawa 5 diteken tahun ini setelah PT Indonesia Power, selaku pengembang, menyelesaikan proses selesai mitra.

  • Angkasa Pura I dan II Dapat Limpahan 12 Bandara

    Senin, 26 September 2016 - 13:53 WIB

    Kementerian Perhubungan berencana melimpahkan kewajiban pengelolaan 12 unit bandara kepada PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II untuk meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah.

Load More