Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 31 Juli 2016

Selain emas, investasi apa yang menarik saat ini?

Editor Kamis, 25/08/2011 21:26 WIB

 

Semua investasi mengandung risiko termasuk emas yang pekan ini menyentuh rekor tertinggi di atas US$1.900 per ounce dan kemudian turun tajam. Lalu, apa pilihan investasi lain yang tetap menguntungkan saat ini?
 
Di tengah tingginya volatilitas harga emas, investor seharusnya bisa memburu alternatif lain dalam berinvestasi. Properti adalah pilihan konservatif yang menguntungkan karena pertumbuhannya yang dinilai bagus dan didukung bunga rendah.
 
"Semua investasi tetap mengandung resiko, nah tergantung masing-masing individu bagaimana mengendalikan resikonya," kata Ariston Tjandra, Kepala Riset Monex Investindo. Dia menilai memilih investasi properti adalah alternatif yang bagus selain emas dan saham.  
 
Hal tersebut didukung kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak menaikkan bunga sehingga membantu pertumbuhan properti Tanah Air. Bahkan, properti yang menarik bukan hanya yang di kota besar. "Perumahan kan sekarang tumbuh di kota kecil dan satelit," ujarnya kepada Bisnis, Kamis malam, 25 Agustus 2011.
 
"Aktivitas investasi di sektor properti meningkat secara perlahan sepanjang tahun ini. Secara global Asia Pasifik masih menjadi pemimpin dalam pertumbuhan ekonomi. Pada tahun ini diperkirakan volume investasi properti di Asia Pasifik sebanyak 430,0% dibandingkan Amerika 134,8% dan Eropa 202,4%," kata Sigrid Zialcita, Managing Director Research Asia Pacific Cushman & Wakefield beberapa waktu lalu.
 
Selain properti, Ariston menyebutkan bahwa mata uang safe haven seperti yen juga memiliki daya tarik. Menurutnya yen biasanya digunakan sebagai alat pembiayaan investasi. 
 
"Investor meminjam dana yen yang berbunga rendah sekali untuk diinvestasikan ke instrumen invetasi yang imbal hasilnya lebih besar," katanya.
 
Sementara itu para analis menilai kenaikan harga emas kali ini karena kekhawatiran investor global atas melambatnya perekonomian dunia, ancaman krisis utang eropa, dan gejolak penurunan peringkat utang AS oleh Standard & Poor beberapa waktu lalu.  
 
Investor berupaya melindungi kekayaannya dari pelemahan di pasar saham dan instrumen finansial berisiko tinggi lainnya dengan memburu aset safe haven. (sut)
 

More From Makro Ekonomi

  • Pefindo Raih Mandat Rp30,4 Triliun

    11:18 WIB

    Bergulirnya kebijakan amnesti pajak diyakini akan memotivasi korporasi untuk menerbitkan instrumen surat utang pada semester II/2016. Di sisi lain, mandat penerbitan surat utang yang dikantongi PT Pemeringkat Efek Indonesia saat ini mencapai Rp30,45 triliun

  • Persaingan Sengit Para Manajer Investasi

    08:47 WIB

    Manajer Investasi siap menggulirkan jurus untuk menarik dana deklarasi dan repatriasi hasil tax amnesty yang diproyeksi hingga ribuan triliun rupiah.

  • HMSP & UNVR Tumbuh Dua Digit

    08:40 WIB

    ua raksasa sektor konsumer PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan PT Unilever Indonesia Tbk. membukukan pertumbuhan laba double digit pada semester I/2016, masing-masing 22,7% dan 12,28% secara tahunan.

  • BEI Batal Lakukan Revisi

    09:35 WIB

    Bursa Efek Indonesia batal mengubah aturan batas bawah harga saham Rp50 di pasar reguler.

News Feed

  • Bandara Kualanamu Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal

    Jum'at, 29 Juli 2016 - 16:08 WIB

    Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang dinilai po ten sial untuk melayani pe ngiriman kargo ekspor. Kendati demikian, hingga saat ini bisnis kargo eks por melalui bandara ini be lum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha di Sumut

  • Performa UNTR Masih Tertekan

    Jum'at, 29 Juli 2016 - 16:00 WIB

    Emiten alat berat PT United Tractors Tbk. masih tertekan pelemahan harga komoditas, sehingga laba bersih perseroan turut ambrol 45,59% menjadi Rp1,85 triliun pada paruh pertama tahun ini

  • Realisasi Tembus Rp7,7 Triliun

    Jum'at, 29 Juli 2016 - 15:53 WIB

    PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng telah menyalurkan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah hingga saat ini di angka Rp7,7 triliun, dengan nasabah terbanyak di sektor perdagangan

  • Gateway Sekuritas Ditambah

    Jum'at, 29 Juli 2016 - 15:33 WIB

    Jumlah perusahaan sekuritas yang menjadi pintu masuk dana repatriasi akan ditambah

  • Penjualan Belum Mampu Tembus 70%

    Jum'at, 29 Juli 2016 - 15:23 WIB

    Tingkat penyerapan apartemen Jakarta yang tengah dalam proses konstruksi rata-rata masih kurang dari 70%. Sentimen ekonomi yang kian positif berpeluang meningkatkan penyerapan apartemen-apartemen baru pada kuartal-kuartal masa mendatang

Load More