Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 25 Agustus 2016

Selain emas, investasi apa yang menarik saat ini?

Editor Kamis, 25/08/2011 21:26 WIB

 

Semua investasi mengandung risiko termasuk emas yang pekan ini menyentuh rekor tertinggi di atas US$1.900 per ounce dan kemudian turun tajam. Lalu, apa pilihan investasi lain yang tetap menguntungkan saat ini?
 
Di tengah tingginya volatilitas harga emas, investor seharusnya bisa memburu alternatif lain dalam berinvestasi. Properti adalah pilihan konservatif yang menguntungkan karena pertumbuhannya yang dinilai bagus dan didukung bunga rendah.
 
"Semua investasi tetap mengandung resiko, nah tergantung masing-masing individu bagaimana mengendalikan resikonya," kata Ariston Tjandra, Kepala Riset Monex Investindo. Dia menilai memilih investasi properti adalah alternatif yang bagus selain emas dan saham.  
 
Hal tersebut didukung kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak menaikkan bunga sehingga membantu pertumbuhan properti Tanah Air. Bahkan, properti yang menarik bukan hanya yang di kota besar. "Perumahan kan sekarang tumbuh di kota kecil dan satelit," ujarnya kepada Bisnis, Kamis malam, 25 Agustus 2011.
 
"Aktivitas investasi di sektor properti meningkat secara perlahan sepanjang tahun ini. Secara global Asia Pasifik masih menjadi pemimpin dalam pertumbuhan ekonomi. Pada tahun ini diperkirakan volume investasi properti di Asia Pasifik sebanyak 430,0% dibandingkan Amerika 134,8% dan Eropa 202,4%," kata Sigrid Zialcita, Managing Director Research Asia Pacific Cushman & Wakefield beberapa waktu lalu.
 
Selain properti, Ariston menyebutkan bahwa mata uang safe haven seperti yen juga memiliki daya tarik. Menurutnya yen biasanya digunakan sebagai alat pembiayaan investasi. 
 
"Investor meminjam dana yen yang berbunga rendah sekali untuk diinvestasikan ke instrumen invetasi yang imbal hasilnya lebih besar," katanya.
 
Sementara itu para analis menilai kenaikan harga emas kali ini karena kekhawatiran investor global atas melambatnya perekonomian dunia, ancaman krisis utang eropa, dan gejolak penurunan peringkat utang AS oleh Standard & Poor beberapa waktu lalu.  
 
Investor berupaya melindungi kekayaannya dari pelemahan di pasar saham dan instrumen finansial berisiko tinggi lainnya dengan memburu aset safe haven. (sut)
 

More From Makro Ekonomi

  • Transaksi Crossing Dapat Diskon

    06:58 WIB

    Bursa Efek Indonesia akhirnya menetapkan keringanan biaya transaksi tutup sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap program pengampunan pajak yang telah dirilis pemerintah

  • MTN Keluarga BUMN Kian Marak

    06:44 WIB

    Jumlah penerbitan surat utang jangka menengah berupa medium term notes (MTN) oleh badan usaha milik negara atau anak usahanya sepanjang Januari-Juli 2016 meningkat 16,25% dibandingkan dengan periode yang sama 2015

  • Ini Sektor Pemberi Return Tinggi

    10:46 WIB

    Pasar obligasi korporasi diyakini masih semarak dengan rencana emisi dari sejumlah perusahaan. Sejauh ini, bagaimana imbal hasil yang diberikan obligasi korporasi jika dilihat per sektor?

  • Bila Sebungkus Jadi Rp50.000

    10:30 WIB

    Heboh kenaikan harga rokok hingga 200% menjadi Rp50.000 sebungkus merebak. Pro dan kontra lonjakan harga rokok mengemuka, terutama di media sosial.

News Feed

  • Urus STNK & BPKB Bisa Online

    Rabu, 24 Agustus 2016 - 14:08 WIB

    Polda Metro Jaya menyiapkan uji coba pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) secara online mulai 1 Januari 2017. Cara itu diyakini dapat memutus rantai pungutan liar dan meningkatkan layanan kepada masyarakat.

  • Bank Mandiri Tunggu Proposal Central Steel

    Rabu, 24 Agustus 2016 - 13:30 WIB

    T Bank Mandiri (Persero) Tbk. berharap PT Central Steel Indonesia bisa memberikan proposal perdamaian yang menarik terkait penyelesaian utangnya setelah mendapatkan status restrukturisasi utang.

  • Melompat dengan Berbagai Jurus

    Rabu, 24 Agustus 2016 - 12:55 WIB

    Pasang-surut bisnis pasti akan dilalui oleh setiap perusahaan kecil maupun besar. Tetapi, dinamikanya, tak banyak perusahaan yang mampu beradaptasi pada setiap perubahan lingkungan bisnis, apalagi mampu bertahan hingga ratusan tahun.

  • 10 Provinsi Kompak Percepat Pembangunan

    Rabu, 24 Agustus 2016 - 12:12 WIB

    Sebanyak 11 provinsi yang berada di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua diminta kompak dan bekerja sama untuk mendukung percepatan pembangunan Kawasan Timur Indonesia.

  • Pembatasan Ekspor Karet Diperpanjang

    Rabu, 24 Agustus 2016 - 10:55 WIB

    Pengurangan alokasi ekspor karet alam oleh tiga negara produsen yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) diperpanjang hingga Desember 2016, dengan harapan harga di pasar tetap berada di level tinggi.

Load More