Navigasi Bisnis Terpercaya

Selasa 24 Januari 2017

RAMADAN DAN IDULFITRI Lahirkan Bisnis yang Inovatif

Editor Rabu, 15/08/2012 22:02 WIB

DALAM perspektif Islam, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Dalam bahasa pengusaha inilah waktunya Allah SWT  sedang mengobral pahala dan menyediakan banyak "door prize". Namun obral  dan 'door prize' nya jauh lebih berlipat daripada yang dijanjikan para pedagang dan pengusaha.Jika pedagang hanya bisa memberi korting tertinggi maksimal hanya sampai 70%-80% atau buy one get one, buy one get two, maka kata para ustadz dan ulama, Allah SWT menyediakan ganjaran kelipatan 70 atas semua kebaikan yang dilakukan umatnya selama bulan Ramadan. Dan jangan lupa, ada satu malam yang paling ditunggu dan diburu umat Islam, yaitu Lailatul Qodar. Malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Kalau kita menghitungnya, setiap tahun ada 12 bulan, maka 1.000 bulan sama dengan 83 tahun. Luar biasa!Dari perspektif pengusaha, Ramadan juga bulan yang penuh berkah dan bisa melahirkan berbagai bisnis yang inovatif. Setidaknya ada enam alasan yang mendasarinya, yakni faktor silaturahmi, kebersahajaan yang mendorong lahirnya ide, waktu hidup/terjaga manusia yang lebih panjang, THR, zakat dan sedekah serta doa.Komposisi six in oneSilaturahmi, dalam berbagai ceramah para ustadz dikatakan akan mendatangkan rezeki, menambah ilmu dan memperpanjang umur. Bagi yang jeli dalam memanfaatkan momentum Ramadan, hal ini benar adanya. Selama bulan Ramadan banyak kalangan pejabat maupun pengusaha yang melakukan buka bersama dan tarawih berjemaah. Pintu-pintu yang selama ini tertutup menjadi terbuka. Bagi yang pandai melakukan lobi maupun marketing, saat ini merupakan kesempatan emas. Sebab biasanya pada bulan Ramadan, orang juga lebih mudah diajak bicara, bersedia membantu dan makin dermawan.Ritual pulang mudik yang merupakan forum silaturahmi paling akbar, juga menggerakkan ekonomi yang luar biasa besar. Penjualan maupun penyewaan kendaraan bermotor meningkat tajam, industri transportasi mulai dari darat, laut hingga udara panen besar. Industri garmen, makanan, minuman juga mendulang penjualan yang sangat tinggi. Kiriman uang dari kota ke desa, maupun dari mancanegara ke kampung asal para pekerja memberi kontribusi besar dan menggerakkan perekonomian nasional. Inilah berkah nyata silaturahmi.Industri telekomunikasi juga ramai-ramai memanfaatkan peluang saat Ramadan dengan memberi diskon selama sahur. Komunikasi selama Ramadan dan Idulfitri meningkat sangat tajam. Banyak saudara maupun kerabat yang selama ini tidak terhubung, tiba-tiba kontak kembali. Mulai dari sekadar mengucapkan selamat Ramadan dan Idulfitri, sampai obrolan lain yang tidak pernah terjadi di luar masa ini.Selama bulan Ramadan kita tidak hanya dilatih menahan rasa haus dan lapar, namun juga yang paling berat adalah mengendalikan hawa nafsu. Kita dianjurkan untuk banyak membaca kitab suci Al Quran dan berdzikir. Kondisi yang bersahaja, hawa nafsu yang terkendali dan pikiran yang jernih karena banyak mengaji dan berdzikir, biasanya akan melahirkan berbagai ide dan gagasan bisnis yang kadang tak pernah terpikir sebelumnya.Waktu hidup manusia lebih panjang karena pada bulan Ramadan banyak di antara kita yang terjaga, setidaknya untuk bangun sahur. Sementara yang tingkat ibadahnya tinggi, malam-malamnya diisi dengan tadarus dan shalat malam. Makin panjang waktu manusia terjaga, bagi kalangan pengusaha maupun pedagang akan memunculkan peluang bisnis baru. Sebab bagaimanapun banyak kebutuhan yang harus dipenuhi ketika manusia terjaga, mulai dari konsumsi sampai peralatan penunjang ibadah lainnya.Coba juga perhatikan untuk jam tayang televisi. Jika semula yang disebut waktu prime time di mana harga slot iklan sangat mahal, adalah pada sore hingga menjelang malam hari. Maka selama ramadhan, prime time bertambah saat menjelang sahur, sampai menjelang shalat subuh. Jadi revenue iklan bagi media, terutama media elektronik juga kian meningkat.Tunjangan hari raya (THR), faktor yang satu ini sangat menentukan dalam menggenjot angka konsumsi dan penjualan selama Ramadhan dan menjelang Idulfitri. Dengan THR para pekerja bisa memperbaiki rumah, membeli pakaian baru, dan membeli kue lebaran. Bagi pengusaha THR juga mendorong untuk lebih giat menghasilkan untung yang besar sehingga dapat memenuhi kewajiban  terhadap karyawannya.Dalam bulan ramadhan biasanya orang juga lebih banyak bersedekah. Sementara menjelang Idulfitri ada satu kewajiban yang harus dipenuhi yakni membayar zakat fitrah. Selain itu biasanya banyak umat Islam yang membayarkan zakat mal (harta) dan perusahaannya bersamaan dengan pembayaran zakat fitrah. Uang hasil zakat fitrah , zakat mal dan sedekah ini oleh banyak lembaga pengelola zakat tidak hanya dibagikan kepada para fakir miskin dan yang berhak menerima zakat, namun juga ada yang diarahkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, sebagai modal bergulir.Dampak dari zakat, infak, sedekah ini sungguh luar biasa besar. Inilah pengertian trickle down effect yang sesungguhnya. Orang-orang yang memiliki harta lebih, membagikan kepada mereka yang kekurangan dengan perasaan ikhlas karena didorong semangat ketakwaan. Selama bulan Ramadan, buying power dari kalangan miskin meningkat tinggi karena faktor zakat, infak dan sedekah tadi. Situasi ini kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama Ramadahan dan Idulfitri.Yang terakhir adalah faktor yang sangat penting, doa. Selama bulan Ramadhan doa kita juga dijanjikan akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam  Islam kita diajarkan untuk berusaha sekeras mungkin, setelah itu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah SWT. Dampak dari keyakinan terhadap doa ini biasanya sangat signifikan. Seseorang merasa sangat yakin usahanya akan menjadi lebih mudah berhasil karena disertai doa. Terbukti kemudian memang perpaduan antara kerja keras, sedekah dan doa tadi menjadi rumus yang ampuh dalam meraih kesuksesan maupun usaha. *)Penulis adalah Wakil Ketua Umum Kadin bidang Organisasi dan Chairman Bakrie Center Foundation  

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Mengejar Target 392 Kilometer

    Selasa, 24 Januari 2017 - 09:52 WIB

    Tahun lalu, realisasi pengoperasian jalan tol baru tergolong sangat rendah. Dari 136 kilometer jalan tol yang ditargetkan beroperasi, hanya sepanjang 44 kilometer yang terealisasi atau 32%. Itu pun semuanya berasal dari jalan tol yang dibangun swasta.

  • Infrastruktur Jadi Kunci

    Selasa, 24 Januari 2017 - 09:44 WIB

    Produsen semen berusaha menekan selisih harga lewat pembangunan pabrik-pabrik pengepakan baru. Namun, wacana semen satu harga hanya bisa terealisasi lewat pembangunan infrastruktur

  • Penjualan Turun 0,3%

    Selasa, 24 Januari 2017 - 09:34 WIB

    Penurunan pasar sepeda motor di dalam negeri menekan capaian di level regional. Penjualan roda dua di Asean sepanjang JanuariNovember 2016 menurun 0,3%.

  • Pelat Merah Turut Berkontribusi

    Selasa, 24 Januari 2017 - 09:25 WIB

    Sejumlah perusahaan pelat merah yang menjalankan bisnis logistik digandeng pemerintah untuk ikut mengembangkan sentra-sentra kelautan dan perikanan terpadu atau SKPT yang akan dibangun di 12 pulau terluar tahun ini.

  • Investasi Makin Tak Menarik

    Selasa, 24 Januari 2017 - 09:14 WIB

    Tarif listrik berbasis energi baru dan terbarukan di Tanah Air bakal turun signifikan setelah pemerintah dalam waktu dekat menetapkan harga listrik energi hijau itu maksimal 85% dari biaya pokok produksi atau BPP listrik regional PLN.

Load More