Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 23 Juli 2016

RAMADAN DAN IDULFITRI Lahirkan Bisnis yang Inovatif

Editor Rabu, 15/08/2012 22:02 WIB

DALAM perspektif Islam, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Dalam bahasa pengusaha inilah waktunya Allah SWT  sedang mengobral pahala dan menyediakan banyak "door prize". Namun obral  dan 'door prize' nya jauh lebih berlipat daripada yang dijanjikan para pedagang dan pengusaha.Jika pedagang hanya bisa memberi korting tertinggi maksimal hanya sampai 70%-80% atau buy one get one, buy one get two, maka kata para ustadz dan ulama, Allah SWT menyediakan ganjaran kelipatan 70 atas semua kebaikan yang dilakukan umatnya selama bulan Ramadan. Dan jangan lupa, ada satu malam yang paling ditunggu dan diburu umat Islam, yaitu Lailatul Qodar. Malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Kalau kita menghitungnya, setiap tahun ada 12 bulan, maka 1.000 bulan sama dengan 83 tahun. Luar biasa!Dari perspektif pengusaha, Ramadan juga bulan yang penuh berkah dan bisa melahirkan berbagai bisnis yang inovatif. Setidaknya ada enam alasan yang mendasarinya, yakni faktor silaturahmi, kebersahajaan yang mendorong lahirnya ide, waktu hidup/terjaga manusia yang lebih panjang, THR, zakat dan sedekah serta doa.Komposisi six in oneSilaturahmi, dalam berbagai ceramah para ustadz dikatakan akan mendatangkan rezeki, menambah ilmu dan memperpanjang umur. Bagi yang jeli dalam memanfaatkan momentum Ramadan, hal ini benar adanya. Selama bulan Ramadan banyak kalangan pejabat maupun pengusaha yang melakukan buka bersama dan tarawih berjemaah. Pintu-pintu yang selama ini tertutup menjadi terbuka. Bagi yang pandai melakukan lobi maupun marketing, saat ini merupakan kesempatan emas. Sebab biasanya pada bulan Ramadan, orang juga lebih mudah diajak bicara, bersedia membantu dan makin dermawan.Ritual pulang mudik yang merupakan forum silaturahmi paling akbar, juga menggerakkan ekonomi yang luar biasa besar. Penjualan maupun penyewaan kendaraan bermotor meningkat tajam, industri transportasi mulai dari darat, laut hingga udara panen besar. Industri garmen, makanan, minuman juga mendulang penjualan yang sangat tinggi. Kiriman uang dari kota ke desa, maupun dari mancanegara ke kampung asal para pekerja memberi kontribusi besar dan menggerakkan perekonomian nasional. Inilah berkah nyata silaturahmi.Industri telekomunikasi juga ramai-ramai memanfaatkan peluang saat Ramadan dengan memberi diskon selama sahur. Komunikasi selama Ramadan dan Idulfitri meningkat sangat tajam. Banyak saudara maupun kerabat yang selama ini tidak terhubung, tiba-tiba kontak kembali. Mulai dari sekadar mengucapkan selamat Ramadan dan Idulfitri, sampai obrolan lain yang tidak pernah terjadi di luar masa ini.Selama bulan Ramadan kita tidak hanya dilatih menahan rasa haus dan lapar, namun juga yang paling berat adalah mengendalikan hawa nafsu. Kita dianjurkan untuk banyak membaca kitab suci Al Quran dan berdzikir. Kondisi yang bersahaja, hawa nafsu yang terkendali dan pikiran yang jernih karena banyak mengaji dan berdzikir, biasanya akan melahirkan berbagai ide dan gagasan bisnis yang kadang tak pernah terpikir sebelumnya.Waktu hidup manusia lebih panjang karena pada bulan Ramadan banyak di antara kita yang terjaga, setidaknya untuk bangun sahur. Sementara yang tingkat ibadahnya tinggi, malam-malamnya diisi dengan tadarus dan shalat malam. Makin panjang waktu manusia terjaga, bagi kalangan pengusaha maupun pedagang akan memunculkan peluang bisnis baru. Sebab bagaimanapun banyak kebutuhan yang harus dipenuhi ketika manusia terjaga, mulai dari konsumsi sampai peralatan penunjang ibadah lainnya.Coba juga perhatikan untuk jam tayang televisi. Jika semula yang disebut waktu prime time di mana harga slot iklan sangat mahal, adalah pada sore hingga menjelang malam hari. Maka selama ramadhan, prime time bertambah saat menjelang sahur, sampai menjelang shalat subuh. Jadi revenue iklan bagi media, terutama media elektronik juga kian meningkat.Tunjangan hari raya (THR), faktor yang satu ini sangat menentukan dalam menggenjot angka konsumsi dan penjualan selama Ramadhan dan menjelang Idulfitri. Dengan THR para pekerja bisa memperbaiki rumah, membeli pakaian baru, dan membeli kue lebaran. Bagi pengusaha THR juga mendorong untuk lebih giat menghasilkan untung yang besar sehingga dapat memenuhi kewajiban  terhadap karyawannya.Dalam bulan ramadhan biasanya orang juga lebih banyak bersedekah. Sementara menjelang Idulfitri ada satu kewajiban yang harus dipenuhi yakni membayar zakat fitrah. Selain itu biasanya banyak umat Islam yang membayarkan zakat mal (harta) dan perusahaannya bersamaan dengan pembayaran zakat fitrah. Uang hasil zakat fitrah , zakat mal dan sedekah ini oleh banyak lembaga pengelola zakat tidak hanya dibagikan kepada para fakir miskin dan yang berhak menerima zakat, namun juga ada yang diarahkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, sebagai modal bergulir.Dampak dari zakat, infak, sedekah ini sungguh luar biasa besar. Inilah pengertian trickle down effect yang sesungguhnya. Orang-orang yang memiliki harta lebih, membagikan kepada mereka yang kekurangan dengan perasaan ikhlas karena didorong semangat ketakwaan. Selama bulan Ramadan, buying power dari kalangan miskin meningkat tinggi karena faktor zakat, infak dan sedekah tadi. Situasi ini kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama Ramadahan dan Idulfitri.Yang terakhir adalah faktor yang sangat penting, doa. Selama bulan Ramadhan doa kita juga dijanjikan akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam  Islam kita diajarkan untuk berusaha sekeras mungkin, setelah itu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah SWT. Dampak dari keyakinan terhadap doa ini biasanya sangat signifikan. Seseorang merasa sangat yakin usahanya akan menjadi lebih mudah berhasil karena disertai doa. Terbukti kemudian memang perpaduan antara kerja keras, sedekah dan doa tadi menjadi rumus yang ampuh dalam meraih kesuksesan maupun usaha. *)Penulis adalah Wakil Ketua Umum Kadin bidang Organisasi dan Chairman Bakrie Center Foundation  

More From Makro Ekonomi

  • Kompetisi Jadi Lebih Sehat

    10:23 WIB

    Persaingan antarperusahaan sekuritas diharapkan menjadi lebih sehat setelah adanya kesepakatan penetapan batas minimum fee dalam jasa perantara perdagangan efek sebesar 0,2% dari total nilai transaksi.

  • Emiten Menanti Efek Tax Amnesty

    09:56 WIB

    Sejumlah emiten memproyeksi kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty belum akan berdampak signifikan terhadap penjualan properti pada paruh kedua 2016.

  • Meramal Nasib APLN di Teluk Jakarta

    10:25 WIB

    "Agung Podomoro untuk Harmoni", sepenggal kalimat itu barangkali akrab di telinga pemirsa stasiun televisi. Penggalan jingle perusahaan pengembang PT Agung Podomoro Land Tbk. itu memang kerap menyemarakkan pariwara di televisi, terutama di program Property in Harmony.

  • OJK Suntik Insentif

    10:18 WIB

    toritas Jasa Keuangan resmi menurunkan batas minimal dana kelolaan instrumen investasi kontrak pengelolaan dana (KPD) dari Rp10 miliar menjadi Rp5 miliar dan telah merestui rencana BEI memberikan insentif aksi tender offer di lantai bursa.

News Feed

  • Menakar Keindahan Suaka Pajak

    Jum'at, 22 Juli 2016 - 14:52 WIB

    RI semakin gencar menarik dana milik para pengusaha agar berputar di dalam negeri.

  • Shima Seiki Hong Kong & Jepang Protes

    Jum'at, 22 Juli 2016 - 14:43 WIB

    Sejumlah kreditur separatis mengajukan keberatan atas daftar pembagian harta pailit PT Jaba Garmindo dan Djoni Gunawan yang dinilai jauh lebih rendah dari jumlah tagihan.

  • Jabar Batalkan Perda Naker di 3 Daerah

    Jum'at, 22 Juli 2016 - 14:20 WIB

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatalkan Peraturan Daerah terkait dengan ketenagakerjaan di Karawang, Kota Bekasi dan Kota Cimahi.

  • Kontrak Operator Direstrukturisasi 2017

    Jum'at, 22 Juli 2016 - 13:30 WIB

    Perusahaan Daerah Air Minum DKI Jakarta atau PAM Jaya menyiapkan skema restrukturisasi kontrak kerja sama pengelolaan air dengan dua operator yaitu Palyja dan Aetra.

  • Permohonan Belum Terdaftar

    Jum'at, 22 Juli 2016 - 12:11 WIB

    Pimpinan Mahkamah Konstitusi belum dapat memastikan kapan sidang perdana gugatan terhadap uji materi UU Pengampunan Pajak digelar. Tiga permohonan itu baru memiliki nomor pendaftaran dan belum teregistrasi.

Load More