Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 28 Mei 2016

ANALISIS EKONOMI: Kiamat kecil industri minuman ringan dimulai

Tusrisep Jum'at, 14/09/2012 07:42 WIB

ANDA penyuka minuman ringan? Mungkin dalam waktu dekat siap-siap saja merasakan sulitnya membeli minuman bergula, berperisa atau bersoda ini di supermarket dan minimarket di sekitar Anda.

Wali Kota New York Michael Bloomberg dengan restu dewan kota mulai hari ini telah memberlakukan larangan parsial bagi minuman ringan. Dengan regulasi ini, minuman ringan hanya boleh dijual di gerai makanan cepat saji, tempat olahraga, dan bioskop, tapi tidak di supermarket atau toko-toko.

Meski boleh dijual di sejumlah titik, itupun terdapat pembatasan. Porsi minuman soda maksimum 16 ons atau setara 453 mililiter atau satu cangkir di restoran cepat saji dan lainnya dan tempat-tempat hiburan umum seperti stadion.

Alasan aturan ini semata-mata urusan kesehatan. Menurut statistik resmi, sekitar 6.000 orang di kota berjuluk Big Apple itu meninggal setiap tahun akibat kegemukan (obesitas) dan penyakit-penyakit turunan akibat gula (diabetes).

"New York akan segera mengurangi konsumsi kalori dan akhirnya mulai mengubah gelombang epidemi obesitas yang menghancurkan kesehatan banyak warga kami," kata kepala kesehatan kota New York Thomas Farley seperti dikutip dari ABC, hari ini.

Jelas keputusan ini ditentang presiden industri makanan dan minuman AS, Liz Berman yang menilai aturan itu bersifat diskriminasi. “Ini menyedihkan bahwa dewan ingin membatasi pilihan kita. Kami cukup cerdas untuk membuat keputusan sendiri tentang apa yang harus makan dan minum."

Berman menilai putusan ini diskriminasi karena meski jumlah porsi dibatasi, tidak ada aturan yang menghentikan orang dari membeli minuman sebanyak yang mereka suka dengan mengisi wadah yang lebih kecil.

Larangan tersebut juga tidak mencakup minuman yang dijual di supermarket atau minuman susu atau buah yang kenyataannya banyak juga yang mengandung sejumlah besar gula.

Jika Amerika sudah memulai membatasi minuman ringan, bukan tidak mungkin segera terjadi di Indonesia seperti halnya nasib rokok. Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menemukan pola obesitas dan diabetes antara Amerika dan Indonesia mirip.

Bahkan jika dibandingkan beberapa negara Eropa seperti Portugal, Spanyol dan Jerman, tingkat obesitas masyarakat di Indonesia cenderung lebih tinggi. Hal tersebut disebabkan pengaruh lifestyle, tingkat aktivitas yang cenderung sedentary (tidak aktif) dan asupan makanan yang berubah  dari menu tradisional ke makanan siap saji.

Dalam catatan Rabobank International hingga 2010, pasar minuman ringan di Indonesia senilai US$6,5 miliar dengan total penjualan mencapai 17,5 miliar liter. Secara volume, minuman dalam botol menguasai 83% dari total penjualan sekitar 17,5 miliar liter. Diprediksi pertumbuhan minuman ringan di Indonesia mencapai 4,5% per tahun untuk lima tahun mendatang. (Bsi)

More From Makro Ekonomi

  • Emiten Tetap Ekspansif

    07:55 WIB

    Alokasi belanja modal dari sejumlah emiten pada tahun ini terlihat cukup ekspansif seiring dengan ekspektasi membaiknya perekonomian Tanah Air.

  • Consumer Goods Jadi Primadona

    07:50 WIB

    Momentum puasa dan lebaran diproyeksi membuat sektor consumer goods bakal menjadi primadona saat Indeks harga saham gabungan menghadapi kemungkinan tekanan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

  • Investor Belum Antusias

    06:12 WIB

    Meski otoritas gencar menyosialisasikan dan memberikan insentif investasi di instrumen syariah, investor masih belum antusias berinvestasi dalam instrumen reksa dana syariah.

  • Obligasi BUMN Siap Banjiri Pasar

    06:01 WIB

    Sejumlah badan usaha milik negara mulai menyiapkan aksi korporasi mencari dana alternatif dari penerbitan obligasi selain pola lama mengandalkan pinjaman dari perbankan.

News Feed

  • Produsen Susu Dituntut Genjot Mutu

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 14:10 WIB

    Industri peternakan sapi dan pengolahan susu di Tanah Air dituntut mampu mengisi peluang sekaligus menjawab tantangan produksi, peningkatan bahan baku dan mutu secara signifikan untuk dapat menekan angka impor.

  • Jambi Usulkan Bentuk Pertambangan Rakyat

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 13:43 WIB

    Pembentukan wilayah pertambangan rakyat dinilai bisa menjadi solusi untuk menanggulangi penambangan emas tanpa izin yang marak terjadi di sejumlah daerah salah satunya Provinsi Jambi.

  • GWSA Pangkas Capex 55%

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 13:30 WIB

    Emiten properti PT Greenwood Sejahtera Tbk. memangkas rencana anggaran belanja modal perseroan dari Rp450 miliar menjadi sekitar Rp200 miliar pada 2016.

  • BRI Genjot Fee Based Income

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 12:53 WIB

    Bank milik pemerintah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menggenjot sistem pembayaran elektronik demi mengejar pertumbuhan fee based income.

  • Honda Jazz Salip Toyota Yaris

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 07:50 WIB

    Sepanjang April tahun ini, Honda Jazz melesat paling kencang di antara kendaraan segmen hatchback lain. Capaian ini sekaligus menggeser posisi Toyota Yaris yang selama tiga bulan sebelumnya memimpin pasar hatchback.

Load More