Navigasi Bisnis Terpercaya

Selasa 30 Agustus 2016

ANALISIS EKONOMI: Kiamat kecil industri minuman ringan dimulai

Tusrisep Jum'at, 14/09/2012 07:42 WIB

ANDA penyuka minuman ringan? Mungkin dalam waktu dekat siap-siap saja merasakan sulitnya membeli minuman bergula, berperisa atau bersoda ini di supermarket dan minimarket di sekitar Anda.

Wali Kota New York Michael Bloomberg dengan restu dewan kota mulai hari ini telah memberlakukan larangan parsial bagi minuman ringan. Dengan regulasi ini, minuman ringan hanya boleh dijual di gerai makanan cepat saji, tempat olahraga, dan bioskop, tapi tidak di supermarket atau toko-toko.

Meski boleh dijual di sejumlah titik, itupun terdapat pembatasan. Porsi minuman soda maksimum 16 ons atau setara 453 mililiter atau satu cangkir di restoran cepat saji dan lainnya dan tempat-tempat hiburan umum seperti stadion.

Alasan aturan ini semata-mata urusan kesehatan. Menurut statistik resmi, sekitar 6.000 orang di kota berjuluk Big Apple itu meninggal setiap tahun akibat kegemukan (obesitas) dan penyakit-penyakit turunan akibat gula (diabetes).

"New York akan segera mengurangi konsumsi kalori dan akhirnya mulai mengubah gelombang epidemi obesitas yang menghancurkan kesehatan banyak warga kami," kata kepala kesehatan kota New York Thomas Farley seperti dikutip dari ABC, hari ini.

Jelas keputusan ini ditentang presiden industri makanan dan minuman AS, Liz Berman yang menilai aturan itu bersifat diskriminasi. “Ini menyedihkan bahwa dewan ingin membatasi pilihan kita. Kami cukup cerdas untuk membuat keputusan sendiri tentang apa yang harus makan dan minum."

Berman menilai putusan ini diskriminasi karena meski jumlah porsi dibatasi, tidak ada aturan yang menghentikan orang dari membeli minuman sebanyak yang mereka suka dengan mengisi wadah yang lebih kecil.

Larangan tersebut juga tidak mencakup minuman yang dijual di supermarket atau minuman susu atau buah yang kenyataannya banyak juga yang mengandung sejumlah besar gula.

Jika Amerika sudah memulai membatasi minuman ringan, bukan tidak mungkin segera terjadi di Indonesia seperti halnya nasib rokok. Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menemukan pola obesitas dan diabetes antara Amerika dan Indonesia mirip.

Bahkan jika dibandingkan beberapa negara Eropa seperti Portugal, Spanyol dan Jerman, tingkat obesitas masyarakat di Indonesia cenderung lebih tinggi. Hal tersebut disebabkan pengaruh lifestyle, tingkat aktivitas yang cenderung sedentary (tidak aktif) dan asupan makanan yang berubah  dari menu tradisional ke makanan siap saji.

Dalam catatan Rabobank International hingga 2010, pasar minuman ringan di Indonesia senilai US$6,5 miliar dengan total penjualan mencapai 17,5 miliar liter. Secara volume, minuman dalam botol menguasai 83% dari total penjualan sekitar 17,5 miliar liter. Diprediksi pertumbuhan minuman ringan di Indonesia mencapai 4,5% per tahun untuk lima tahun mendatang. (Bsi)

More From Makro Ekonomi

  • IPO Keluarga BUMN Dinanti

    09:15 WIB

    Jumlah anak usaha BUMN yang melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai akhir 2016 kemungkinan tidak berbeda dibandingkan dengan situasi pada 2015 dan 2014

  • Turnover Ratio SBN Melandai

    08:59 WIB

    Rasio perputaran (turnover ratio) surat berharga negara pada 2017 diproyeksi melandai seiring dengan minimnya penerbitan SBN seri benchmark pada tahun depan

  • 34 BUMN Masuk 6 Holding

    06:42 WIB

    Sebanyak 34 BUMN disiapkan oleh pemerintah untuk masuk ke dalam 6 investment holding sektor bank, energi, tambang, jalan tol dan konstruksi, perumahan serta pangan yang bakal dibentuk pada 2016

  • MEDC Turunkan Target Dana

    06:41 WIB

    Emiten minyak dan gas milik Arifin Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk., menurunkan target peroleh an dana rights issue dari Rp4,65 triliun menjadi Rp1,94 triliun

News Feed

  • Ken 'Membalas' Viral

    Selasa, 30 Agustus 2016 - 08:01 WIB

    Obrolan di grup whatsapp Jumat (26/8) ramai. Salah satu anggota grup ada yang melempar pertanyaan terkait dengan program pengampunan pajak yang di gelar pemerintah. Ada yang sudah ikut TA [tax am nesty], prosesnya lama enggak, kira-kira begitu per tanyaan dari satu anggota.

  • Nilai Pinjaman Terus Menurun

    Selasa, 30 Agustus 2016 - 07:55 WIB

    Nilai pinjaman yang diterima multifinance terus menurun hingga pertengahan 2016 kendati kucuran dari perbankan dalam negeri terus bertumbuh

  • BCA Dominasi Pengumpulan Dana Tebusan

    Selasa, 30 Agustus 2016 - 07:39 WIB

    Sejak program pengampunan pajak bergulir pada 1 Juli 2016, dana tebusan dari deklarasi maupun repatriasi mulai mengalir ke industri perbankan di Tanah Air

  • Bank Mandiri Cari Utang Hingga Rp26 Triliun

    Selasa, 30 Agustus 2016 - 06:45 WIB

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bakal mencari sumber pendanaan untuk ekspansi tahun depan yang berasal dari pinjaman bilateral lembaga keuangan luar negeri senilai US$1 miliarUS$2 miliar

  • Ekspor Mobil Utuh Merosot 12%

    Senin, 29 Agustus 2016 - 16:41 WIB

    Kinerja ekspor kendaraan roda empat dalam bentuk utuh periode Januari sampai Juli tercatat sebanyak 106.089 unit, melemah 12,1% dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu sekitar 120.760 unit.

Load More