Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017

EDITORIAL BISNIS: Berkibar di Bisnis Perhotelan

Editor Jum'at, 28/09/2012 17:01 WIB

Laporan hasil riset bertajuk Business Tra­­­vel­­ler Research Accor Asia Pacific yang dirilis pekan ini merupakan kabar gembira bagi para pelaku bisnis pariwisata, tak terkecuali di In­­­­donesia.Persoalannya, mampukah kita memanfa­­­atkan potensi besar tersebut untuk memajukan in­­­­dustri pariwisata nasional dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan hidup ma­­­sya­rakat.Pertanyaan ini sangat layak diajukan karena ri­­­set tersebut—digarap selama semester pertama 2012—dengan tegas menyebutkan bahwa Indo­ne­­­sia adalah salah satu negara yang memiliki prospek bisnis menjanjikan di bidang perhotelan di ka­­­­wasan Asia Pasifik.Para pelaku industri perhotelan global menatap Indonesia dengan mata berbinar seiring dengan per­­­tumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat.Tidak heran bila jaringan perhotelan mancanegara bersiap melakukan ekspansi untuk menancapkan bendera bisnisnya di Indonesia. Bagi asing yang sudah lebih dulu hadir di Tanah Air, strategi selanjutnya adalah melebarkan sayap ke sejumlah kota-kota besar dengan berbagai produk dan brand yang sesuai dengan target pasar yang dituju.Sungguh keliru bila ada yang beranggapan pa­­­sar hotel berbintang di Jakarta sudah jenuh. Mes­­­ki sudah dikepung rapat oleh berbagai ho­­­­tel berbintang nan mewah, Ibu Kota negara ter­­nyata ma­­­sih tetap menjanjikan. Alhasil kini mulai ma­­­rak hotel bertarif ‘ter­­jangkau’ yang ke­­­rap disebut budget hotel dengan kenyamanan tersendiri.Nama-nama asing mentereng ber­­­tebar­an sebagai pe­­­ngelola hotel yang di­­­miliki pengusaha na­­sional. Sejumlah posisi kun­­­ci umumnya diisi oleh eksekutif dari mancanegara, karena dianggap le­­­bih mumpuni dibandingkan dengan profesional anak negeri.Sebagai konse­ku­en­­si dari perekonomian global, kehadiran bendera asing dalam per­­ca­tur­­an bisnis di Indonesia memang tidak mungkin lagi dihindari.Namun, lucu juga bila porsi besar dari pesatnya perkembangan industri perhotelan ini lagi-lagi hanya dinikmati entitas dan sumber daya asing. Bukankah kita yang seharusnya lebih ­menguasai medan?Oleh karena itu, kita berharap penetrasi pengu­saha nasional di bidang perhotelan yang sedang tumbuh pesat ini dapat lebih signifikan lagi, baik dari aspek kepemilikan, pengelolaan, dan ketersediaan SDM berkualitas dari pasar tenaga kerja do­­­mestik.Terbukti bahwa kekuatan modal saja belum cu­­­kup untuk membawa bendera nasional berkibar gagah di negeri sendiri tanpa diimbangi dengan rekam jejak, jejaring, profesionalisme, kualitas SDM, dan strategi promosi serta pemasaran yang piawai.Ini merupakan tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pemangku kepentingan yang berke­cimpung dalam industri perhotelan. Sebenarnya tidak bisa dibilang baru pula pekerjaan rumah ini tetapi kita selalu lemah dalam hal eksekusinya. Kita harus bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalan ini.Sebuah kebanggaan tersendiri bila perusahaan manajemen perhotelan nasional tidak hanya mampu berkiprah di Tanah Air, tetapi juga diakui reputasinya di negeri orang.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More