Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 31 Agustus 2016

EDITORIAL BISNIS: Berkibar di Bisnis Perhotelan

Editor Jum'at, 28/09/2012 17:01 WIB

Laporan hasil riset bertajuk Business Tra­­­vel­­ler Research Accor Asia Pacific yang dirilis pekan ini merupakan kabar gembira bagi para pelaku bisnis pariwisata, tak terkecuali di In­­­­donesia.Persoalannya, mampukah kita memanfa­­­atkan potensi besar tersebut untuk memajukan in­­­­dustri pariwisata nasional dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan hidup ma­­­sya­rakat.Pertanyaan ini sangat layak diajukan karena ri­­­set tersebut—digarap selama semester pertama 2012—dengan tegas menyebutkan bahwa Indo­ne­­­sia adalah salah satu negara yang memiliki prospek bisnis menjanjikan di bidang perhotelan di ka­­­­wasan Asia Pasifik.Para pelaku industri perhotelan global menatap Indonesia dengan mata berbinar seiring dengan per­­­tumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat.Tidak heran bila jaringan perhotelan mancanegara bersiap melakukan ekspansi untuk menancapkan bendera bisnisnya di Indonesia. Bagi asing yang sudah lebih dulu hadir di Tanah Air, strategi selanjutnya adalah melebarkan sayap ke sejumlah kota-kota besar dengan berbagai produk dan brand yang sesuai dengan target pasar yang dituju.Sungguh keliru bila ada yang beranggapan pa­­­sar hotel berbintang di Jakarta sudah jenuh. Mes­­­ki sudah dikepung rapat oleh berbagai ho­­­­tel berbintang nan mewah, Ibu Kota negara ter­­nyata ma­­­sih tetap menjanjikan. Alhasil kini mulai ma­­­rak hotel bertarif ‘ter­­jangkau’ yang ke­­­rap disebut budget hotel dengan kenyamanan tersendiri.Nama-nama asing mentereng ber­­­tebar­an sebagai pe­­­ngelola hotel yang di­­­miliki pengusaha na­­sional. Sejumlah posisi kun­­­ci umumnya diisi oleh eksekutif dari mancanegara, karena dianggap le­­­bih mumpuni dibandingkan dengan profesional anak negeri.Sebagai konse­ku­en­­si dari perekonomian global, kehadiran bendera asing dalam per­­ca­tur­­an bisnis di Indonesia memang tidak mungkin lagi dihindari.Namun, lucu juga bila porsi besar dari pesatnya perkembangan industri perhotelan ini lagi-lagi hanya dinikmati entitas dan sumber daya asing. Bukankah kita yang seharusnya lebih ­menguasai medan?Oleh karena itu, kita berharap penetrasi pengu­saha nasional di bidang perhotelan yang sedang tumbuh pesat ini dapat lebih signifikan lagi, baik dari aspek kepemilikan, pengelolaan, dan ketersediaan SDM berkualitas dari pasar tenaga kerja do­­­mestik.Terbukti bahwa kekuatan modal saja belum cu­­­kup untuk membawa bendera nasional berkibar gagah di negeri sendiri tanpa diimbangi dengan rekam jejak, jejaring, profesionalisme, kualitas SDM, dan strategi promosi serta pemasaran yang piawai.Ini merupakan tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pemangku kepentingan yang berke­cimpung dalam industri perhotelan. Sebenarnya tidak bisa dibilang baru pula pekerjaan rumah ini tetapi kita selalu lemah dalam hal eksekusinya. Kita harus bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalan ini.Sebuah kebanggaan tersendiri bila perusahaan manajemen perhotelan nasional tidak hanya mampu berkiprah di Tanah Air, tetapi juga diakui reputasinya di negeri orang.

More From Makro Ekonomi

  • RDPT Masih Paling Unggul

    07:37 WIB

    Reksa dana pendapatan tetap mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun berjalan. Jumlah reksa dana pendapatan tetap bertambah 32 produk dan dana kelolaan naik Rp19,19 triliun menjadi Rp67,7 triliun hingga 8 Agustus 2016

  • Segmen High End Diprediksi Stabil

    07:27 WIB

    Industri perdagangan eceran yang menyasar segmen kelas menengah ke atas diprediksikan akan membukukan pendapatan yang stabil sepanjang kuartal III/2016

  • Desi Arryani Pimpin JSMR

    09:58 WIB

    Nahkoda perusahaan jalan tol milik negara, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berganti orang setelah dua direktur yakni Adityawarman dan Achiran Pandu Djajanto diberhentikan dari jabatan

  • Investor Asing Wait and See

    09:48 WIB

    Pernyataan hawkish Gubernur Federal Reserve Janet Louise Yellen pada akhir pekan lalu membuat investor asing melepas portofolio di lantai bursa. Pelaku pasar asing mengambil langkah wait and see

News Feed

  • Kesulitan, BPJSTK Gandeng Swasta

    Rabu, 31 Agustus 2016 - 11:18 WIB

    Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJSTK bakal bekerja sama dengan penyedia program dana pensiun swasta guna meningkatkan kepesertaan masyarakat segmen menengah ke atas yang selama ini sulit diraih.

  • Mulai Panas di Partai Mega

    Rabu, 31 Agustus 2016 - 11:15 WIB

    Dinamika politik di tubuh PDI Perjuangan semakin menarik menyusul dicopotnya Plt. Ketua PDI Perjuangan DKI Jakarta Bambang Dwi Hartono oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

  • Indosat Arahkan ke Arbitrase

    Rabu, 31 Agustus 2016 - 11:13 WIB

    PT Indosat Tbk. menyatakan sengketa utang dengan PT Lintas Teknologi Indonesia seharusnya diselesaikan melalui jalur arbitrase sesuai perjanjian perdamaian yang disepakati.

  • Pemodal Diarahkan Gandeng Riset Perguruan Tinggi

    Rabu, 31 Agustus 2016 - 11:11 WIB

    Pengembangan investasi di berbagai sektor usaha di Sulawesi Selatan akan diarahkan dengan melibatkan riset perguruan tinggi untuk menunjang kegiatan bisnis di provinsi tersebut.

  • DKI Ajukan 9 BUMD

    Rabu, 31 Agustus 2016 - 11:06 WIB

    Sebanyak sembilan badan usaha milik daerah atau BUMD DKI Jakarta diusul-kan mendapat suntikan modal melalui skema penyertaan modal pemerintah pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2016.

Load More