Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 23 Februari 2017

EDITORIAL BISNIS: Berkibar di Bisnis Perhotelan

Editor Jum'at, 28/09/2012 17:01 WIB

Laporan hasil riset bertajuk Business Tra­­­vel­­ler Research Accor Asia Pacific yang dirilis pekan ini merupakan kabar gembira bagi para pelaku bisnis pariwisata, tak terkecuali di In­­­­donesia.Persoalannya, mampukah kita memanfa­­­atkan potensi besar tersebut untuk memajukan in­­­­dustri pariwisata nasional dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan hidup ma­­­sya­rakat.Pertanyaan ini sangat layak diajukan karena ri­­­set tersebut—digarap selama semester pertama 2012—dengan tegas menyebutkan bahwa Indo­ne­­­sia adalah salah satu negara yang memiliki prospek bisnis menjanjikan di bidang perhotelan di ka­­­­wasan Asia Pasifik.Para pelaku industri perhotelan global menatap Indonesia dengan mata berbinar seiring dengan per­­­tumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat.Tidak heran bila jaringan perhotelan mancanegara bersiap melakukan ekspansi untuk menancapkan bendera bisnisnya di Indonesia. Bagi asing yang sudah lebih dulu hadir di Tanah Air, strategi selanjutnya adalah melebarkan sayap ke sejumlah kota-kota besar dengan berbagai produk dan brand yang sesuai dengan target pasar yang dituju.Sungguh keliru bila ada yang beranggapan pa­­­sar hotel berbintang di Jakarta sudah jenuh. Mes­­­ki sudah dikepung rapat oleh berbagai ho­­­­tel berbintang nan mewah, Ibu Kota negara ter­­nyata ma­­­sih tetap menjanjikan. Alhasil kini mulai ma­­­rak hotel bertarif ‘ter­­jangkau’ yang ke­­­rap disebut budget hotel dengan kenyamanan tersendiri.Nama-nama asing mentereng ber­­­tebar­an sebagai pe­­­ngelola hotel yang di­­­miliki pengusaha na­­sional. Sejumlah posisi kun­­­ci umumnya diisi oleh eksekutif dari mancanegara, karena dianggap le­­­bih mumpuni dibandingkan dengan profesional anak negeri.Sebagai konse­ku­en­­si dari perekonomian global, kehadiran bendera asing dalam per­­ca­tur­­an bisnis di Indonesia memang tidak mungkin lagi dihindari.Namun, lucu juga bila porsi besar dari pesatnya perkembangan industri perhotelan ini lagi-lagi hanya dinikmati entitas dan sumber daya asing. Bukankah kita yang seharusnya lebih ­menguasai medan?Oleh karena itu, kita berharap penetrasi pengu­saha nasional di bidang perhotelan yang sedang tumbuh pesat ini dapat lebih signifikan lagi, baik dari aspek kepemilikan, pengelolaan, dan ketersediaan SDM berkualitas dari pasar tenaga kerja do­­­mestik.Terbukti bahwa kekuatan modal saja belum cu­­­kup untuk membawa bendera nasional berkibar gagah di negeri sendiri tanpa diimbangi dengan rekam jejak, jejaring, profesionalisme, kualitas SDM, dan strategi promosi serta pemasaran yang piawai.Ini merupakan tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pemangku kepentingan yang berke­cimpung dalam industri perhotelan. Sebenarnya tidak bisa dibilang baru pula pekerjaan rumah ini tetapi kita selalu lemah dalam hal eksekusinya. Kita harus bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalan ini.Sebuah kebanggaan tersendiri bila perusahaan manajemen perhotelan nasional tidak hanya mampu berkiprah di Tanah Air, tetapi juga diakui reputasinya di negeri orang.

More From Makro Ekonomi

  • The Magnificent Seven Kini Terdiskon

    11:05 WIB

    Tujuh saham yang membukukan return fantastis (magnificent) pada tahun lalu, kini terjerembab ke zona merah sepanjang tahun berjalan (year to date)

  • Berharap Properti Bangkit Lagi

    11:00 WIB

    Pertumbuhan pasar properti yang melempem dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu faktor penekan kinerja produsen semen. Apakah tren ini akan terus berlanjut pada tahun ini?

  • Reksa Dana Syariah Offshore Layak Dilirik

    14:16 WIB

    Mayoritas bursa global sepanjang tahun berjalan membukukan kinerja yang lebih kinclong dibandingkan dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Produk reksa dana syariah offshore pun layak untuk dilirik.

  • Satu Hela Nafas Lega UNSP

    14:13 WIB

    Setelah mengantongi izin pemegang saham untuk menggelar reverse stock, emiten perkebunan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. segera menggelar restrukturisasi utang yang ditargetkan mampu mencapai titik temu dengan para kreditur pada semester I/2017.

News Feed

  • MA Memilih Tak Berfatwa

    Rabu, 22 Februari 2017 - 12:10 WIB

    Mahkamah Agung memilih sikap netral dan enggan mengeluarkan fatwa terkait dengan pandangan hukum atas status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dimohonkan pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

  • TLKM Terganjal KPPU

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:45 WIB

    Investigator KPPU mengklaim telah menemukan bukti kuat bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. melakukan pelanggaran monopoli, dengan mengambil keuntungan posisi dominan hingga menerapkan perjanjian tertutup.

  • Bank Menengah Tergiur Infrastruktur

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:45 WIB

    Bank papan tengah tertarik untuk menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur yang saat ini gencar dijalankan pemerintah. Terlebih lagi ketersediaan likuiditas mereka dinilai berlebih setelah kredit tahun lalu melambat

  • Berlomba-Lomba Tawarkan KTA

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:40 WIB

    Kredit tanpa agunan menjadi primadona tersendiri saat kebutuhan dana jangka pendek mendekat. Merespons kebutuhan itu, beberapa bank menjadikan salah satu produk konsumer tersebut sebagai penyokong kinerja kredit konsumsi

  • Kebutuhan Dana Tunai Jadi Pemicu

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:36 WIB

    Setelah sempat menurun 2,8% pada akhir 2015, nilai klaim dan manfaat yang dibayar indusri asuransi jiwa melonjak 32,4% pada akhir tahun lalu yang diperkirakan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan uang tunai oleh masyarakat

Load More