Navigasi Bisnis Terpercaya

Jum'at 27 Mei 2016

EDITORIAL BISNIS: Berkibar di Bisnis Perhotelan

Editor Jum'at, 28/09/2012 17:01 WIB

Laporan hasil riset bertajuk Business Tra­­­vel­­ler Research Accor Asia Pacific yang dirilis pekan ini merupakan kabar gembira bagi para pelaku bisnis pariwisata, tak terkecuali di In­­­­donesia.Persoalannya, mampukah kita memanfa­­­atkan potensi besar tersebut untuk memajukan in­­­­dustri pariwisata nasional dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan hidup ma­­­sya­rakat.Pertanyaan ini sangat layak diajukan karena ri­­­set tersebut—digarap selama semester pertama 2012—dengan tegas menyebutkan bahwa Indo­ne­­­sia adalah salah satu negara yang memiliki prospek bisnis menjanjikan di bidang perhotelan di ka­­­­wasan Asia Pasifik.Para pelaku industri perhotelan global menatap Indonesia dengan mata berbinar seiring dengan per­­­tumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat.Tidak heran bila jaringan perhotelan mancanegara bersiap melakukan ekspansi untuk menancapkan bendera bisnisnya di Indonesia. Bagi asing yang sudah lebih dulu hadir di Tanah Air, strategi selanjutnya adalah melebarkan sayap ke sejumlah kota-kota besar dengan berbagai produk dan brand yang sesuai dengan target pasar yang dituju.Sungguh keliru bila ada yang beranggapan pa­­­sar hotel berbintang di Jakarta sudah jenuh. Mes­­­ki sudah dikepung rapat oleh berbagai ho­­­­tel berbintang nan mewah, Ibu Kota negara ter­­nyata ma­­­sih tetap menjanjikan. Alhasil kini mulai ma­­­rak hotel bertarif ‘ter­­jangkau’ yang ke­­­rap disebut budget hotel dengan kenyamanan tersendiri.Nama-nama asing mentereng ber­­­tebar­an sebagai pe­­­ngelola hotel yang di­­­miliki pengusaha na­­sional. Sejumlah posisi kun­­­ci umumnya diisi oleh eksekutif dari mancanegara, karena dianggap le­­­bih mumpuni dibandingkan dengan profesional anak negeri.Sebagai konse­ku­en­­si dari perekonomian global, kehadiran bendera asing dalam per­­ca­tur­­an bisnis di Indonesia memang tidak mungkin lagi dihindari.Namun, lucu juga bila porsi besar dari pesatnya perkembangan industri perhotelan ini lagi-lagi hanya dinikmati entitas dan sumber daya asing. Bukankah kita yang seharusnya lebih ­menguasai medan?Oleh karena itu, kita berharap penetrasi pengu­saha nasional di bidang perhotelan yang sedang tumbuh pesat ini dapat lebih signifikan lagi, baik dari aspek kepemilikan, pengelolaan, dan ketersediaan SDM berkualitas dari pasar tenaga kerja do­­­mestik.Terbukti bahwa kekuatan modal saja belum cu­­­kup untuk membawa bendera nasional berkibar gagah di negeri sendiri tanpa diimbangi dengan rekam jejak, jejaring, profesionalisme, kualitas SDM, dan strategi promosi serta pemasaran yang piawai.Ini merupakan tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pemangku kepentingan yang berke­cimpung dalam industri perhotelan. Sebenarnya tidak bisa dibilang baru pula pekerjaan rumah ini tetapi kita selalu lemah dalam hal eksekusinya. Kita harus bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalan ini.Sebuah kebanggaan tersendiri bila perusahaan manajemen perhotelan nasional tidak hanya mampu berkiprah di Tanah Air, tetapi juga diakui reputasinya di negeri orang.

More From Makro Ekonomi

  • Emiten Tetap Ekspansif

    07:55 WIB

    Alokasi belanja modal dari sejumlah emiten pada tahun ini terlihat cukup ekspansif seiring dengan ekspektasi membaiknya perekonomian Tanah Air.

  • Consumer Goods Jadi Primadona

    07:50 WIB

    Momentum puasa dan lebaran diproyeksi membuat sektor consumer goods bakal menjadi primadona saat Indeks harga saham gabungan menghadapi kemungkinan tekanan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

  • Investor Belum Antusias

    06:12 WIB

    Meski otoritas gencar menyosialisasikan dan memberikan insentif investasi di instrumen syariah, investor masih belum antusias berinvestasi dalam instrumen reksa dana syariah.

  • Obligasi BUMN Siap Banjiri Pasar

    06:01 WIB

    Sejumlah badan usaha milik negara mulai menyiapkan aksi korporasi mencari dana alternatif dari penerbitan obligasi selain pola lama mengandalkan pinjaman dari perbankan.

News Feed

  • Evaluasi Publik KPI Dipersoalkan

    Jum'at, 27 Mei 2016 - 09:10 WIB

    Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran mengkritik kesungguhan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam melakukan evaluasi dengar pendapat terkait dengan proses perpanjangan izin penyiaran 10 stasiun televisi yang berakhir pada tahun ini

  • Rekomendasi KY Mentah di MA

    Jum'at, 27 Mei 2016 - 08:52 WIB

    Komisi Yudisial menyambut baik pembahasan Rancangan Undang-Undang Jabatan Hakim yang baru-baru ini dibahas di DPR, terutama terkait dengan penguatan kewenangan eksekutorial mereka.

  • Asuransi Umum Andalkan Belanja Pemerintah

    Jum'at, 27 Mei 2016 - 08:45 WIB

    Asosiasi Asuransi Umum Indonesia optimistis perolehan premi pada triwulan II/2016 dapat tumbuh dua kali lipat dibandingkan triwulan I/2015 seiring meningkatnya belanja pemerintah.

  • NPL Sektor Tambang Meroket

    Jum'at, 27 Mei 2016 - 08:34 WIB

    Bank Indonesia menyatakan rasio kredit bermasalah sektor pertambangan dan penggalian di Kalimantan Timur pada triwulan I/2016 telah menyentuh 20%.

  • Pembiayaan Perkebunan Prospektif

    Jum'at, 27 Mei 2016 - 08:25 WIB

    Pelaku industri perbankan menilai pembiayaan ke sektor perkebunan kelapa sawit berpotensi membaik pada tahun ini.

Load More