Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017

EDITORIAL BISNIS: Berkibar di Bisnis Perhotelan

Editor Jum'at, 28/09/2012 17:01 WIB

Laporan hasil riset bertajuk Business Tra­­­vel­­ler Research Accor Asia Pacific yang dirilis pekan ini merupakan kabar gembira bagi para pelaku bisnis pariwisata, tak terkecuali di In­­­­donesia.Persoalannya, mampukah kita memanfa­­­atkan potensi besar tersebut untuk memajukan in­­­­dustri pariwisata nasional dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan hidup ma­­­sya­rakat.Pertanyaan ini sangat layak diajukan karena ri­­­set tersebut—digarap selama semester pertama 2012—dengan tegas menyebutkan bahwa Indo­ne­­­sia adalah salah satu negara yang memiliki prospek bisnis menjanjikan di bidang perhotelan di ka­­­­wasan Asia Pasifik.Para pelaku industri perhotelan global menatap Indonesia dengan mata berbinar seiring dengan per­­­tumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat.Tidak heran bila jaringan perhotelan mancanegara bersiap melakukan ekspansi untuk menancapkan bendera bisnisnya di Indonesia. Bagi asing yang sudah lebih dulu hadir di Tanah Air, strategi selanjutnya adalah melebarkan sayap ke sejumlah kota-kota besar dengan berbagai produk dan brand yang sesuai dengan target pasar yang dituju.Sungguh keliru bila ada yang beranggapan pa­­­sar hotel berbintang di Jakarta sudah jenuh. Mes­­­ki sudah dikepung rapat oleh berbagai ho­­­­tel berbintang nan mewah, Ibu Kota negara ter­­nyata ma­­­sih tetap menjanjikan. Alhasil kini mulai ma­­­rak hotel bertarif ‘ter­­jangkau’ yang ke­­­rap disebut budget hotel dengan kenyamanan tersendiri.Nama-nama asing mentereng ber­­­tebar­an sebagai pe­­­ngelola hotel yang di­­­miliki pengusaha na­­sional. Sejumlah posisi kun­­­ci umumnya diisi oleh eksekutif dari mancanegara, karena dianggap le­­­bih mumpuni dibandingkan dengan profesional anak negeri.Sebagai konse­ku­en­­si dari perekonomian global, kehadiran bendera asing dalam per­­ca­tur­­an bisnis di Indonesia memang tidak mungkin lagi dihindari.Namun, lucu juga bila porsi besar dari pesatnya perkembangan industri perhotelan ini lagi-lagi hanya dinikmati entitas dan sumber daya asing. Bukankah kita yang seharusnya lebih ­menguasai medan?Oleh karena itu, kita berharap penetrasi pengu­saha nasional di bidang perhotelan yang sedang tumbuh pesat ini dapat lebih signifikan lagi, baik dari aspek kepemilikan, pengelolaan, dan ketersediaan SDM berkualitas dari pasar tenaga kerja do­­­mestik.Terbukti bahwa kekuatan modal saja belum cu­­­kup untuk membawa bendera nasional berkibar gagah di negeri sendiri tanpa diimbangi dengan rekam jejak, jejaring, profesionalisme, kualitas SDM, dan strategi promosi serta pemasaran yang piawai.Ini merupakan tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pemangku kepentingan yang berke­cimpung dalam industri perhotelan. Sebenarnya tidak bisa dibilang baru pula pekerjaan rumah ini tetapi kita selalu lemah dalam hal eksekusinya. Kita harus bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalan ini.Sebuah kebanggaan tersendiri bila perusahaan manajemen perhotelan nasional tidak hanya mampu berkiprah di Tanah Air, tetapi juga diakui reputasinya di negeri orang.

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More