Navigasi Bisnis Terpercaya

Senin 26 September 2016

EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Benahi Daya Saing Airline Kita

Administrator Selasa, 27/11/2012 00:58 WIB

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa peroleh­­an omzet angkutan logistik di Indonesia yang diperkirakan tembus US$150 miliar se­­panjang tahun ini berdiri di atas landasan yang ra­­­puh.

Kemilau bisnis logistik nasional sejauh ini se­­­­ba­gian besar ternyata masih dinikmati perusahaan asing atau multinasional. Mereka unggul karena didukung sumber daya manusia (SDM) dan mo­­dal besar. Prasyarat utama dalam berkompetisi inilah yang mengganjal kalangan perusahaan logistik na­­­si­o­nal. Pasal­nya, pelaku usaha anak negeri yang ber­gerak di bidang jasa tersebut kekurangan SDM mumpuni di sektor logistik.

Kondisi ini, seperti diakui Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Bandara Soekarno-Hatta, me­­­­­­­­­rupakan titik lemah pengusaha nasional dalam bersaing dengan asing. Padahal, pada saat yang sama pebisnis nasional harus menghadapi medan laga baru berupa pemberlakuan liberalisasi dan sekaligus integrasi sektor logistik Asean 2013.

Minimnya ketersediaan SDM andal bidang lo­­­gistik membuat perusahaan nasional hanya mam­pu menggarap proyek skala kecil dan mene­ngah, sementara pemain asing serta perusahaan multinasional le­­luasa melakoni jaringan regional serta global.

Kita patut prihatin terhadap masalah serius yang dihadapi perusahaan logistik nasional tersebut. Tahun 2012 tak lama lagi berakhir, di­­­­gantikan oleh era baru kompetisi di tingkat regional (Ase­­an). Dan, ter­nyata, Indo­nesia ja­­­uh dari siap! Apa­kah kita cukup puas ha­­nya sebagai pe­­­non­ton?

Tidak hanya menjelang liberalisasi sektor logistik Asean (2013) Indonesia terlihat keteteran. Ketika negara lain benar-benar fight untuk meng­antisipasi liberalisasi perdagangan atau pa­­­­sar bebas, yang ter­gam­­­bar dari soliditas antara pemerintah dan dunia usaha, kita justru menghadapinya dengan bersikap ‘biasa-biasa saja’.

Se­­­olah semuanya sudah berjalan sebagaimana lazimnya. Seolah tidak ada lagi yang perlu dikha­wa­tir­kan.

Sadarlah, lomba sesungguhnya sudah di depan mata. Tak ada pilihan lain, dunia usaha nasional bidang logistik harus tancap gas dalam sisa waktu yang ada untuk memacu efisiensi bisnis agar ke­­­mam­puan daya saingnya membaik.

Pada saat yang sama, pemerintah juga dituntut untuk mendukung sepenuhnya kesiapan perusahaan nasional dalam menghadapi liberalisasi di segala sektor. Bila sampai kesulitan mendapatkan ide baru, apa susahnya mencontek terobosan yang dilakukan negara tetangga.

Di Singapura dan Thailand misalnya, upaya yang ditempuh sangat membumi. Pemerintah memberikan subsidi kepada institusi yang menyediakan mata pelajaran tentang logistik. Alhasil, da­­­­­­­­­­­­lam tempo yang tidak terlalu lama, ketersediaan tenaga profesional bidang logistik bertumbuh. Si­­ngapura jauh lebih maju lagi, karena menggratiskan semua kursus di bidang tersebut.

Strategi menyerang seperti ini harus segera di­­­jalankan mengingat kita terlambat mengantisipasi liberalisasi. Pemerintah dan dunia usaha logistik hendaknya berjalan beriringan untuk menjawab tantangan nyata yang sudah di depan mata.

Be­­­nahi berbagai kelemahan, pacu profesionalisme dan daya saing!

More From Makro Ekonomi

  • MI Tak Takut Bersaing

    11:02 WIB

    Para manajer investasi optimistis penghapusan pajak bunga obligasi pemerintah tidak akan membuat reksa dana berbasis obligasi negara menjadi sepi peminat. Pengelolaan yang aktif diyakini bakal memberikan return yang lebih tinggi.

  • Adu Target di Babak Akhir

    10:58 WIB

    Tanggal di September kini tinggal menghitung jari dan kuartal keempat akan segera tiba. Di kuartal yang kerap disebut sebagai babak penghabisan ini, persaingan di antara kalangan pengembang properti bakal sengit karena pipeline produk anyar bakal dirilis sepanjang kuartal terakhir.

  • ORI013 Tawarkan Kupon 6,75%

    10:07 WIB

    Obligasi Ritel Indonesia Seri ORI013 yang akan terbit pada 29 September tahun ini diketahui menawarkan kupon 6,5%6,75%

  • Struktur Organisasi Dirampungkan

    10:01 WIB

    Pemerintah tengah merampungkan kajian struktur organisasi yang tepat untuk holding BUMN serta menyiapkan aturan pelaksana agar skema tersebut dapat diimplementasikan pada akhir 2016

News Feed

  • FBTW 2016, Indonesia Masih Nikmati Surplus dari Victoria

    Senin, 26 September 2016 - 15:17 WIB

    Negara Bagian Victoria merupakan pengekspor utama produk makanan dan minuman Australia. Victoria merupakan bagian kecil dari Negeri Kanguru, hanya 3% dari total wilayah negara benua itu.

  • Mobil Korea Selatan Mulai Bergerak

    Senin, 26 September 2016 - 15:02 WIB

    Kinerja penjualan pabrikan asal Korea Selatan pada bulan lalu mulai menunjukkan perbaikan, dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan total penjualan mobil asal Negeri Ginseng itu mencapai 259 unit.

  • Impor Pangan Direlaksasi

    Senin, 26 September 2016 - 14:14 WIB

    Pemerintah akan merelaksasi impor produk segar asal tumbuhan sehingga pelaku usaha tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan keamanan pangan di negara asal.

  • Kontrak Jual Beli Listrik Diteken Tahun Ini

    Senin, 26 September 2016 - 14:05 WIB

    PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan kontrak jual beli listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Jawa 5 diteken tahun ini setelah PT Indonesia Power, selaku pengembang, menyelesaikan proses selesai mitra.

  • Angkasa Pura I dan II Dapat Limpahan 12 Bandara

    Senin, 26 September 2016 - 13:53 WIB

    Kementerian Perhubungan berencana melimpahkan kewajiban pengelolaan 12 unit bandara kepada PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II untuk meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah.

Load More