Sabtu, 02 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Benahi Daya Saing Airline Kita

Administrator   -   Selasa, 27 November 2012, 00:58 WIB

BERITA TERKAIT

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa peroleh­­an omzet angkutan logistik di Indonesia yang diperkirakan tembus US$150 miliar se­­panjang tahun ini berdiri di atas landasan yang ra­­­puh.

Kemilau bisnis logistik nasional sejauh ini se­­­­ba­gian besar ternyata masih dinikmati perusahaan asing atau multinasional. Mereka unggul karena didukung sumber daya manusia (SDM) dan mo­­dal besar. Prasyarat utama dalam berkompetisi inilah yang mengganjal kalangan perusahaan logistik na­­­si­o­nal. Pasal­nya, pelaku usaha anak negeri yang ber­gerak di bidang jasa tersebut kekurangan SDM mumpuni di sektor logistik.

Kondisi ini, seperti diakui Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Bandara Soekarno-Hatta, me­­­­­­­­­rupakan titik lemah pengusaha nasional dalam bersaing dengan asing. Padahal, pada saat yang sama pebisnis nasional harus menghadapi medan laga baru berupa pemberlakuan liberalisasi dan sekaligus integrasi sektor logistik Asean 2013.

Minimnya ketersediaan SDM andal bidang lo­­­gistik membuat perusahaan nasional hanya mam­pu menggarap proyek skala kecil dan mene­ngah, sementara pemain asing serta perusahaan multinasional le­­luasa melakoni jaringan regional serta global.

Kita patut prihatin terhadap masalah serius yang dihadapi perusahaan logistik nasional tersebut. Tahun 2012 tak lama lagi berakhir, di­­­­gantikan oleh era baru kompetisi di tingkat regional (Ase­­an). Dan, ter­nyata, Indo­nesia ja­­­uh dari siap! Apa­kah kita cukup puas ha­­nya sebagai pe­­­non­ton?

Tidak hanya menjelang liberalisasi sektor logistik Asean (2013) Indonesia terlihat keteteran. Ketika negara lain benar-benar fight untuk meng­antisipasi liberalisasi perdagangan atau pa­­­­sar bebas, yang ter­gam­­­bar dari soliditas antara pemerintah dan dunia usaha, kita justru menghadapinya dengan bersikap ‘biasa-biasa saja’.

Se­­­olah semuanya sudah berjalan sebagaimana lazimnya. Seolah tidak ada lagi yang perlu dikha­wa­tir­kan.

Sadarlah, lomba sesungguhnya sudah di depan mata. Tak ada pilihan lain, dunia usaha nasional bidang logistik harus tancap gas dalam sisa waktu yang ada untuk memacu efisiensi bisnis agar ke­­­mam­puan daya saingnya membaik.

Pada saat yang sama, pemerintah juga dituntut untuk mendukung sepenuhnya kesiapan perusahaan nasional dalam menghadapi liberalisasi di segala sektor. Bila sampai kesulitan mendapatkan ide baru, apa susahnya mencontek terobosan yang dilakukan negara tetangga.

Di Singapura dan Thailand misalnya, upaya yang ditempuh sangat membumi. Pemerintah memberikan subsidi kepada institusi yang menyediakan mata pelajaran tentang logistik. Alhasil, da­­­­­­­­­­­­lam tempo yang tidak terlalu lama, ketersediaan tenaga profesional bidang logistik bertumbuh. Si­­ngapura jauh lebih maju lagi, karena menggratiskan semua kursus di bidang tersebut.

Strategi menyerang seperti ini harus segera di­­­jalankan mengingat kita terlambat mengantisipasi liberalisasi. Pemerintah dan dunia usaha logistik hendaknya berjalan beriringan untuk menjawab tantangan nyata yang sudah di depan mata.

Be­­­nahi berbagai kelemahan, pacu profesionalisme dan daya saing!


Editor : Other

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER