Rabu, 23 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BELANJA DUNIA MAYA: Surga Tanpa Batas

Editor   -   Minggu, 31 Maret 2013, 07:52 WIB

BERITA TERKAIT

Tahun ini jumlah pembelanja online meningkat menjadi 7%-8% dari total jumlah pengguna Internet yang diperkirakan mencapai 80 juta. Itu artinya, jumlah pembelanja online sekitar 5,6 juta sampai 6,4 juta.

Perdagangan online (e-commerce) di Indonesia kian tumbuh subur. Pemodal ventura Ideosource memprediksi nilai transaksi perdagangan online di negeri ini pada 2013 tumbuh 79,7% dibandingkan dengan 2012 menjadi US$478 juta.

Volume transaksi pada 2013 bisa mencapai 19,109 juta kali, meningkat 57,9% dibandingkan dengan prediksi tahun lalu yang sebanyak 12,103 juta. Pada 2014 nilai transaksi diprediksi bakal melonjak hingga US$776 juta dengan jumlah transaksi mencapai 28,648 juta kali.

“Tren perdagangan online tahun ini sangat bagus. Semua e-commerce tumbuh karena mereka agresif,” kata Direktur Ideosource Andi S. Boediman.

Misalnya, Zalora mampu mendulang 1.500-2.000 transaksi saban hari. Menu rut Andi, bila 2 tahun lalu problem industri e-commerce di Tanah Air adalah pembayaran dan logistik, pada 2012 masalah sudah terpecahkan.

E-commerce sudah menggandeng banyak bank dan jalur pembayaran serta menggaet perusahaan bidang pengiriman dan logistik. Tahun ini e-commerce tinggal meningkatkan layanannya.

Andi mengatakan pekerjaan rumah terbesar industri e-commerce saat ini yakni menyosialisasikan e-commerce ke masyarakat. E-commerce harus memberikan
kesadaran kepada masyarakat mengenai menariknya berbelanja via online.

“Tinggal menumbuhkan tingkah laku berbelanja konsumen lewat online. Bila berhasil, proyeksi saya 2 tahun lagi ekosistem e-commerce di Indonesia kuat.”

Salah satu cara untuk menumbuhkan perilaku belanja online yaitu menghilangkan kekhawatiran pengunjung situs. Konkretnya, e-commerce menyediakan layanan
pelanggan sebagai sarana berdiskusi antara dirinya dan pengunjung, misal, lewat yahoo messenger.

“Kadang pengunjung ragu dan ingin bertanya produk. Sarana komunikasi seperti ini sangat membantu. Peran customer service amatlah penting,” kata Andi.
Menurutnya, semua e-commerce di Indonesia sudah punya layanan pelanggan. Ada juga beberapa e-commerce yang me naruh nomor telepon di setiap halaman produk.

Prediksi Andi, pada tahun ini jumlah pembelanja online meningkat menjadi 7%-8% dari total jumlah pengguna Internet yang diperkirakan mencapai 80 juta. Itu
artinya, jumlah pembelanja online sekitar 5,6 juta sampai 6,4 juta. Pada tahun lalu, jumlah pembelanja online sebanyak 6% dari total populasi Internet yaitu 60 juta.

Secara umum, e-commerce di Indonesia pada 2013 tumbuh kuat. Namun, tidak begitu bagi situs daily deals. Prediksi Andi, industri situs daily deals stagnan tahun ini.

Bisa menjadi stagnan karena situs macam ini tidak memiliki hubungan baik dengan penyedia barang diskon. “Hubungan mereka tidak panjang. Mau seberapa banyak supplier menyediakan produk diskon? Untuk mendapatkan ba rang bagus dengan harga diskon, ada batas nya,” ujar Andi.

Pembeli pun akan merasa barang-barang di situs daily deals tidak lagi bagus. Kalau sudah begini, pembeli pindah ke e-commerce lain yang menyediakan barang
tak berdiskon, tapi berkualitas bagus.

TRAFIK PENGUNJUNG

Besarnya potensi perdagangan online membuat PT Global Digital Niaga, perusahaan e-commerce Blibli.com, optimistis trafi k pengunjung bisa meningkat tiga kali lipat pada tahun ini dibandingkan dengan 2012.

Menurut Kusuma Martanto, CEO PT Global Digital Niaga, target itu dapat tercapai asalkan ekosistem perdagangan online terbentuk sempurna. Ekosistem
ini mencakup strategi bisnis, posisi mitra, pembayaran, regulasi, dan dukungan konsumen.

Sayang, Kusuma enggan membeberkan trafik pengunjung Blibli. Dia hanya berucap dalam sebulan bisa jutaan pengunjung hadir di situs anak usaha Djarum
Group itu.

Agar target tercapai, perusahaan bakal memperbanyak jaringan bank dan institusipembayaran sebagai metode pembayaran tahun ini. Sampai saat ini Blibli.com menerima pembayaran melalui kartu kredit Master dan Visa yang diterbitkan bank-bank di Indonesia, Internet banking, dan transfer ke virtual account.

“Kami tambah jaringan supaya bisa mencakup masyarakat lebih luas lagi. Belum tentu semua orang punya kartu kredit, misalnya, maka kami berikan alternatif pembayaran lain,” kata Kusuma.

Untuk menyentuh pasar anak muda perusahaan menyediakan cara pembayaran mobile, yakni XL Tunai. Cara pembayaran ini, menurut Kusuma, merupakan kebiasaan anak muda yang selalu dekat dengan ponsel dan rajin membeli pulsa.

Dengan begitu, anak muda dimudahkan berbelanja di Blibli via ponsel. Sementara itu, Zalora Indonesia, e-commerce di bawah PT Fashion Eservices
Indonesia, juga punya strategi jitu bersaing di bisnis perdagangan online. Managing Director PT Fashion Eservices Indonesia Catherine Hindra mengatakan perusahaan tetap fokus di produk-produk fashion dengan sasaran pasar berusia 18-40 tahun.

E-commerce yang sudah menetapkan fokusnya dinilai Catherine lebih mudah dikenal masyarakat. Perusahaan pun dapat menampilkan lebih banyak produk yang
menjadi fokusnya. Hingga saat ini Zalora Indonesia memiliki 30.000 produk.

“Tawaran kami adalah menyediakan produk-produk menarik, bukan cuma ragam, melainkan juga kualitas. Harga pun menarik,” ujar Catherine.

Harga produk yang ditawarkan Zalora Indonesia berkisar kurang dari Rp100.000 hingga Rp1 juta. Catherine menuturkan tahun ini perusahaan akan memperbanyak
produk yang hanya bisa diperoleh di Zalora alias brand private. Perusahaan juga akan memoles layanan via mobile.

“Kami akan memperbaiki sistem navigasi dan tampilan Zalora di mobile. Ternyata selama ini pengunjung kami tidak hanya datang lewat personal computer dan
tablet, melainkan juga ponsel.”

Di sisi pembayaran, perusahaan masih mengandalkan tiga jalur pembayaran, yakni kartu kredit, bayar tunai saat barang diantar (cash-on-delivery/ CoD), dan
transfer bank.

Menurut Catherine, perusahaan terus memperluas layanan CoD di banyak kota di Indonesia. Sampai saat ini sudah 57 kota dirambah CoD.

Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan posisi September tahun lalu. Saat itu CoD berlaku hanya di Jabodetabek Surabaya, Medan, Makassar, Semarang, Denpasar, Yogyakarta, dan Bandung.

“Hipotesa kami, konsumen kerap raguragu saat berbelanja online. Namun, lewat CoD, konsumen bisa memegang barang dan memilihnya. Kalau mantap, beli. Jika
tidak beli, tidak apa-apa,” ujar Catherine.

Situs belanja lainnya yaitu Fimelashop.com, situs penjualan baju dan keperluan rumah tangga juga menjanjikan kemudahan bagi konsumennya.

Lila Cokronagoro, General Manager Fimelashop.com, mengatakan macet memang menjadi salah satu faktor pendukung usaha situs penjualan baju dan keperluan
rumah tangga yang dia tangani. “Macet ju ga menjadi alasan seseorang mencari dan memesan barang lewat online,” ujarnya.

Menurut Lila, selain macet, ada empat faktor lain yang turut membuat situsbelanja online bermunculan. Pertama, semakin banyaknya layanan sejenis di
mancanegara yang turut mempengaruhi tren di dalam negeri.

Kedua, akses Internet yang semakin cepat dan semakin dibutuhkan seiring dengan semakin banyak masyarakat yang menggunakannya.

Ketiga, kemudahan moda pembayaran yang fl eksibel dan tergantung dari konsumen. Menurut Lila, beberapa jenis pembayaran yang diterima situs belanjanya
adalah bayar ketika barang sampai (cash on delivery), kartu kredit, dan transfer yang bisa dilakukan dari beberapa aksi, baik ATM, mobile banking, dan Internet
banking. “Untuk kartu kredit memang masih jarang karena masyarakat belum terlalu percaya.”

Keempat, diskon toko online yang lebih besar dibandingkan dengan gerai fi sik dari merek yang sama. Dia menjelaskan diskon yang lebih besar disebabkan oleh kerja sama dengan merchant dan brand yang memang menyasar online shop untuk memasarkan barang yang relatif sudah lewat booming trend-nya (past season).

Sampai saat ini sudah lebih dari 250 merchant yang bekerja sama dengan situs yang masih satu grup dengan situs majalah fashion Fimela.com yang dicetuskan Dian Muljadi dan Bernhard Subiakto itu.

Jumlah itu, lanjut Lila, jauh di atas jumlah merchant yang bekerja sama ketika awal peluncuran situs Fimelashop.com tahun lalu, yaitu sebanyak 127 merek.

Karena merek dan merchant yang banyak bekerja sama dan menjamin kondisi barang, maka dia menjamin keaslian barang yang dijual dalam situsnya dan
tidak ada istilah barang KW atau abal-abal.

Menurutnya, tingkat kunjungan di Fimelashop.com mencapai 13.000 per hari, pageviews 35.000-70.000 per hari, dan browsing 4-5 menit yang menghasilkan
rata-rata 15 transaksi per hari. “Cakupan kami juga luas. Konsumen kami sudah ada dari Batam sampai Papua.”

Situs belanja yang merupakan anak usaha media online Adadiskon.com yakni Plusku.com yang bergerak di bidang usaha penjualan layanan spa, kesehatan dan
kecantikan, terjadi peningkatan transaksi dari tahun ke tahun.

Layanan e-commerce yang didirikan sejak Maret 2012 mengalami pertumbuhan rata-rata 20% transaksi setiap bulan.

Aswin Tanoe Utomo, Direktur Adadiskon yang membawahi Plusku.com, mengatakan perkembangan bisnis toko online sangat prospektif di Indonesia. Pertumbuhan di sektor ini terjadi sangat cepat.

Plusku.com berkonsentrasi pada segmen perempuan yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Rata-rata anggota yang mendaftar berusia 18-35 tahun.

Saat ini, Plusku sudah ada di beberapa kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, Balikpapan dan kota-kota besar lainnya.


Source : RAHAYUNINGSIH, GLORIA N. DOLOROSA, IRVIN AVRIANO A. & SUKIRNO

Editor : Other

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.