Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 28 Juli 2016

Pandangan Ekonomi Capres 2014

Editor Jum'at, 31/05/2013 07:04 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA -- Pemilihan presiden masih sekitar 1,5 tahun lagi tetapi perhatian terhadap hal ini sudah sangat
besar dari pelaku serta analis ekonomi dalam dan luar negeri.Mereka pada umumnya bertanya apa yang  menjadi pandangan para Capres (Calon Presiden) me ngenai kebijakan ekonomi mereka.

Apakah akan terjadi perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi nan tinya dan bagai mana prospek ekonomi ke depan.

Dari survei yang dilakukan CSIS, Capres yang berada pada posisi atas adalah Joko Widodo, Megawati dan Prabowo. Kemudian disusul oleh Abu rizal Bakrie, Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Hatta Rajasa.

Sedangkan Capres yang kemungkinan akan diorbitkan dalam konvensi Partai Demokrat antara lain adalah Dahlan Iskan,
Gita Wir ja wan, Pramono Edie dan Chaerul Tanjung.

Pandangan ekonomi Jokowi sangat menekankan pada mengangkat perekonomian dan kesejahteraan golongan bawah (melalui kesehatan dan pendidikan) dan menekankan pada pembangunan prasarana umum, seperti transportasi massal.
Pandangan ekonomi Megawati kita ketahui ketika ia menjadi Presiden.

Sekali pun pada dasarnya adalah nasionalisme ekonomi tetapi dalam prakteknya lebih pragmatis.

Tentu saja perhatian yang besar dibe rikan kepada peningkatan kesejahteraan wong cilik.

Pandangan ekonomi Prabowo adalah kental dengan semangat nasional isme, melihat ke dalam kepentingan nasional, dan cenderung antiasing.

Retorikanya adalah juga pada memperkuat peran petani.

Pandangan ekonomi Aburizal Bakrie sebagaimana kita ketahui dari platform Golkar adalah membangun negara kesejahteraan dalam jangka panjang, dengan mendorong pertumbuhan tinggi melalui kekuatan SDM dan tekno logi.

Perhatian juga diberikan pada pembangunan desa dan kewiraswastaan.

Jusuf Kalla memberikan penekanan pada kekuatan ekonomi nasi onal, pengusaha nasional, khususnya pribumi, dan pemerataan wilayah (khususnya kawasan timur).

Hatta Rajasa sebagaimana kiprahnya sebagai Menko Perekonomian jelas memberikan penekanan pada pertumbuhan
tinggi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan secara drastis melalui kebijak an aktif pemerintah, serta mengintegrasikan perekonomian nasional melalui pembangunan koridor di daerah-daerah.

Pandangan ekonomi Mahfud be lum banyak kita ketahui, tetapi pada saat ia menjadi Ketua MK maka nuansa kepentingan
nasional sangat kuat. Tentu saja pemihakannya pada golongan bawah juga kuat.

Dahlan Iskan pandangan ekonominya kita ketahui terutama dalam perannya sebagai Menteri BUMN. Ia mengutamakan pada kekuatan ekonomi nasional dengan BUMN di depan serta mendorong perkembangan ekonomi golongan bawah.

Menarik untuk disimak Capres yang semakin banyak disebut yaitu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional) Chaerul Tanjung.

KEKUATAN PRODUKSI

Gita Wirjawan semakin jelas pandangan ekonominya dengan me nye imbangkan kekuatan dalam negeri dan modal asing (serta impor). Ia semakin gencar mengarahkan pada kekuatan produksi dan distribusi dalam negeri, dengan sikap realistis terhadap investor asing yang harus tunduk pada aturan Indonesia.

Perhatiannya juga semakin kuat pada pemberdayaan pelaku ekonomi UMKM dalam menciptakan kesempatan kerja dan kebijakan aktif pemerintah dalam mengurangi kemiskinan.

Chaerul Tanjung melihat prospek perekonomian Indonesia yang baik dalam jangka panjang yang memberikan
peluang besar bagi ekonomi Indonesia untuk berkembang dan maju.

Dia juga menekankan pada mengatasi ketimpangan, dan pengurangan signifikan pengang guran dan kemiskinan
dengan kebijakan aktif pemerintah.

Melihat secara garis besar pandangan ekonomi para capres, tampaknya mereka mempunyai komitmen kuat bagi kelanjutan pembangunan dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan peran serta yang lebih besar dari kekuatan ekonomi
nasional serta masyarakat luas.

Perbedaan mereka adalah pada penekanan dan pilihan kebijakan dan nantinya adalah kemampuan dalam implementasi.

 

Penulis: Umar Juoro

Peneliti senior Cides & Habibie Centre

More From Makro Ekonomi

  • Persaingan Sengit Para Manajer Investasi

    08:47 WIB

    Manajer Investasi siap menggulirkan jurus untuk menarik dana deklarasi dan repatriasi hasil tax amnesty yang diproyeksi hingga ribuan triliun rupiah.

  • HMSP & UNVR Tumbuh Dua Digit

    08:40 WIB

    ua raksasa sektor konsumer PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan PT Unilever Indonesia Tbk. membukukan pertumbuhan laba double digit pada semester I/2016, masing-masing 22,7% dan 12,28% secara tahunan.

  • BEI Batal Lakukan Revisi

    09:35 WIB

    Bursa Efek Indonesia batal mengubah aturan batas bawah harga saham Rp50 di pasar reguler.

  • Emiten Masih Pede Capai Target

    09:28 WIB

    Sejumlah emiten kawasan industri masih optimistis memenuhi target hingga akhir tahun ini kendati realisasi penjualan pada paruh pertama 2016 terbilang rendah.

News Feed

  • Dari Presdir hingga Politisi

    Kamis, 28 Juli 2016 - 11:20 WIB

    Setengah berkelakar, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menuding Menteri Sekretaris Negara Pratikno berbuat curang.

  • Soroja Molor, Cisumdawu Tunggu APBN

    Kamis, 28 Juli 2016 - 10:58 WIB

    Penuntasan proyek fisik Jalan tol SoreangPasirkoja (Soroja) dan Cileunyi SumedangDawuan (Cisumdawu) terganjal kondisi cuaca dan pendanaan.

  • Dari Dana Desa Hingga Urbanisasi

    Kamis, 28 Juli 2016 - 10:38 WIB

    Sejumlah ekonom dan jajaran pemerintahan di daerah berharap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mampu mengawal kebijakan pusat untuk memperbaiki pengelolaan dana desa serta mempercepat gerak pembangunan di perdesaan.

  • KPPU & Kadin Genjot Notifikasi Merger

    Kamis, 28 Juli 2016 - 10:20 WIB

    Komisi Pegawas Persaingan Usaha bersama dengan Kamar Dagang dan Industri akan menggenjot jumlah pelaku usaha agar melaporkan aktivitas merger dan akuisisi ke lembaga yang berwenang.

  • Transaksi Berprinsip Syariah Masih Minim

    Kamis, 28 Juli 2016 - 10:10 WIB

    Volume transaksi pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah atau PUAS masih minim meski Bank Indonesia telah mengembangkan peraturan mengenai hal tersebut sejak tahun lalu.

Load More