Navigasi Bisnis Terpercaya

Jum'at 30 September 2016

Pandangan Ekonomi Capres 2014

Editor Jum'at, 31/05/2013 07:04 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA -- Pemilihan presiden masih sekitar 1,5 tahun lagi tetapi perhatian terhadap hal ini sudah sangat
besar dari pelaku serta analis ekonomi dalam dan luar negeri.Mereka pada umumnya bertanya apa yang  menjadi pandangan para Capres (Calon Presiden) me ngenai kebijakan ekonomi mereka.

Apakah akan terjadi perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi nan tinya dan bagai mana prospek ekonomi ke depan.

Dari survei yang dilakukan CSIS, Capres yang berada pada posisi atas adalah Joko Widodo, Megawati dan Prabowo. Kemudian disusul oleh Abu rizal Bakrie, Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Hatta Rajasa.

Sedangkan Capres yang kemungkinan akan diorbitkan dalam konvensi Partai Demokrat antara lain adalah Dahlan Iskan,
Gita Wir ja wan, Pramono Edie dan Chaerul Tanjung.

Pandangan ekonomi Jokowi sangat menekankan pada mengangkat perekonomian dan kesejahteraan golongan bawah (melalui kesehatan dan pendidikan) dan menekankan pada pembangunan prasarana umum, seperti transportasi massal.
Pandangan ekonomi Megawati kita ketahui ketika ia menjadi Presiden.

Sekali pun pada dasarnya adalah nasionalisme ekonomi tetapi dalam prakteknya lebih pragmatis.

Tentu saja perhatian yang besar dibe rikan kepada peningkatan kesejahteraan wong cilik.

Pandangan ekonomi Prabowo adalah kental dengan semangat nasional isme, melihat ke dalam kepentingan nasional, dan cenderung antiasing.

Retorikanya adalah juga pada memperkuat peran petani.

Pandangan ekonomi Aburizal Bakrie sebagaimana kita ketahui dari platform Golkar adalah membangun negara kesejahteraan dalam jangka panjang, dengan mendorong pertumbuhan tinggi melalui kekuatan SDM dan tekno logi.

Perhatian juga diberikan pada pembangunan desa dan kewiraswastaan.

Jusuf Kalla memberikan penekanan pada kekuatan ekonomi nasi onal, pengusaha nasional, khususnya pribumi, dan pemerataan wilayah (khususnya kawasan timur).

Hatta Rajasa sebagaimana kiprahnya sebagai Menko Perekonomian jelas memberikan penekanan pada pertumbuhan
tinggi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan secara drastis melalui kebijak an aktif pemerintah, serta mengintegrasikan perekonomian nasional melalui pembangunan koridor di daerah-daerah.

Pandangan ekonomi Mahfud be lum banyak kita ketahui, tetapi pada saat ia menjadi Ketua MK maka nuansa kepentingan
nasional sangat kuat. Tentu saja pemihakannya pada golongan bawah juga kuat.

Dahlan Iskan pandangan ekonominya kita ketahui terutama dalam perannya sebagai Menteri BUMN. Ia mengutamakan pada kekuatan ekonomi nasional dengan BUMN di depan serta mendorong perkembangan ekonomi golongan bawah.

Menarik untuk disimak Capres yang semakin banyak disebut yaitu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional) Chaerul Tanjung.

KEKUATAN PRODUKSI

Gita Wirjawan semakin jelas pandangan ekonominya dengan me nye imbangkan kekuatan dalam negeri dan modal asing (serta impor). Ia semakin gencar mengarahkan pada kekuatan produksi dan distribusi dalam negeri, dengan sikap realistis terhadap investor asing yang harus tunduk pada aturan Indonesia.

Perhatiannya juga semakin kuat pada pemberdayaan pelaku ekonomi UMKM dalam menciptakan kesempatan kerja dan kebijakan aktif pemerintah dalam mengurangi kemiskinan.

Chaerul Tanjung melihat prospek perekonomian Indonesia yang baik dalam jangka panjang yang memberikan
peluang besar bagi ekonomi Indonesia untuk berkembang dan maju.

Dia juga menekankan pada mengatasi ketimpangan, dan pengurangan signifikan pengang guran dan kemiskinan
dengan kebijakan aktif pemerintah.

Melihat secara garis besar pandangan ekonomi para capres, tampaknya mereka mempunyai komitmen kuat bagi kelanjutan pembangunan dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan peran serta yang lebih besar dari kekuatan ekonomi
nasional serta masyarakat luas.

Perbedaan mereka adalah pada penekanan dan pilihan kebijakan dan nantinya adalah kemampuan dalam implementasi.

 

Penulis: Umar Juoro

Peneliti senior Cides & Habibie Centre

More From Makro Ekonomi

  • Pefindo Cermati Sektor Properti & Komoditas

    10:17 WIB

    Prospek penjualan properti yang masih tertekan dan tantangan yang masih berat bagi sektor komoditas membuat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencermati prospek utang kedua sektor tersebut

  • Memaknai 1 Dekade ORI

    08:44 WIB

    Sudah 10 tahun pemerintah menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) sebagai instrumen menarik untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pamor ORI kian melambung bahkan menjadi incaran para investor pasar modal

  • Emiten Dibayangi La Nina

    08:31 WIB

    Mayoritas saham emiten sawit tumbuh positif sepanjang tahun berjalan. Namun, prospek kinerja perkebunan dibayangi oleh fenomena La Nina yang diproyeksi terjadi pada periode Oktober 2016 hingga Maret 2017

  • 2 Perusahaan Urung IPO

    11:01 WIB

    Dua korporasi mengurungkan rencananya untuk menggelar IPO saham. Mereka adalah PT Anugerah Berkah Madani Tbk. dan PT Megapower Makmur. Anugerah Berkah Madani malah sudah sampai tahap penawaran awal setelah mendapat pernyataan praefektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 15 Agustus 2016

News Feed

  • Menikmati Harmoni di Melbourne

    Jum'at, 30 September 2016 - 20:43 WIB

    Gerimis dalam dekapan suhu dingin 11 derajat celcius menusuk sendi tulang di pagi hari. Tullamarine International Airport, Melbourne sedang diguyur rinai hujan pertengahan September.

  • SUSNO DUADJI: KPPU Jangan Garuk Yang Tidak Gatal

    Jum'at, 30 September 2016 - 17:14 WIB

    ?KPPU jangan menggaruk yang tidak gatal,? ujar Ketua Komite Pemantau dan Pengawas Pertanian Indonesia Susno Duadji.\n\n

  • Kejagung Siap Sita Aset Supersemar

    Jum'at, 30 September 2016 - 13:20 WIB

    Kejaksaan Agung mengakui anggaran untuk mengeksekusi aset milik Yayasan Supersemar sudah disetujui Kementerian Keuangan, sehingga pelaksanaan eksekusi segera bisa dilakukan.

  • Perjanjian Marubeni-Sugar Group Diklaim Batal

    Jum'at, 30 September 2016 - 12:48 WIB

    PT Indolampung Perkasa, anak usaha Sugar Group Company, bersikukuh perjanjian pinjaman dengan Marubeni telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung sehingga tidak bisa dijadikan dasar permohonan restrukturisasi utang.

  • Menuju Sertifikasi Produk Halal

    Jum'at, 30 September 2016 - 12:35 WIB

    Kehadiran Undang-Undang No. 33/2014 Tentang Jaminan Produk Halal menandai era baru sertifikasi produk barang dan jasa di Tanah Air. Namun, pelaksanaannya tidak semulus yang diperkirakan.

Load More