Navigasi Bisnis Terpercaya

Selasa 30 Agustus 2016

Pandangan Ekonomi Capres 2014

Editor Jum'at, 31/05/2013 07:04 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA -- Pemilihan presiden masih sekitar 1,5 tahun lagi tetapi perhatian terhadap hal ini sudah sangat
besar dari pelaku serta analis ekonomi dalam dan luar negeri.Mereka pada umumnya bertanya apa yang  menjadi pandangan para Capres (Calon Presiden) me ngenai kebijakan ekonomi mereka.

Apakah akan terjadi perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi nan tinya dan bagai mana prospek ekonomi ke depan.

Dari survei yang dilakukan CSIS, Capres yang berada pada posisi atas adalah Joko Widodo, Megawati dan Prabowo. Kemudian disusul oleh Abu rizal Bakrie, Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Hatta Rajasa.

Sedangkan Capres yang kemungkinan akan diorbitkan dalam konvensi Partai Demokrat antara lain adalah Dahlan Iskan,
Gita Wir ja wan, Pramono Edie dan Chaerul Tanjung.

Pandangan ekonomi Jokowi sangat menekankan pada mengangkat perekonomian dan kesejahteraan golongan bawah (melalui kesehatan dan pendidikan) dan menekankan pada pembangunan prasarana umum, seperti transportasi massal.
Pandangan ekonomi Megawati kita ketahui ketika ia menjadi Presiden.

Sekali pun pada dasarnya adalah nasionalisme ekonomi tetapi dalam prakteknya lebih pragmatis.

Tentu saja perhatian yang besar dibe rikan kepada peningkatan kesejahteraan wong cilik.

Pandangan ekonomi Prabowo adalah kental dengan semangat nasional isme, melihat ke dalam kepentingan nasional, dan cenderung antiasing.

Retorikanya adalah juga pada memperkuat peran petani.

Pandangan ekonomi Aburizal Bakrie sebagaimana kita ketahui dari platform Golkar adalah membangun negara kesejahteraan dalam jangka panjang, dengan mendorong pertumbuhan tinggi melalui kekuatan SDM dan tekno logi.

Perhatian juga diberikan pada pembangunan desa dan kewiraswastaan.

Jusuf Kalla memberikan penekanan pada kekuatan ekonomi nasi onal, pengusaha nasional, khususnya pribumi, dan pemerataan wilayah (khususnya kawasan timur).

Hatta Rajasa sebagaimana kiprahnya sebagai Menko Perekonomian jelas memberikan penekanan pada pertumbuhan
tinggi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan secara drastis melalui kebijak an aktif pemerintah, serta mengintegrasikan perekonomian nasional melalui pembangunan koridor di daerah-daerah.

Pandangan ekonomi Mahfud be lum banyak kita ketahui, tetapi pada saat ia menjadi Ketua MK maka nuansa kepentingan
nasional sangat kuat. Tentu saja pemihakannya pada golongan bawah juga kuat.

Dahlan Iskan pandangan ekonominya kita ketahui terutama dalam perannya sebagai Menteri BUMN. Ia mengutamakan pada kekuatan ekonomi nasional dengan BUMN di depan serta mendorong perkembangan ekonomi golongan bawah.

Menarik untuk disimak Capres yang semakin banyak disebut yaitu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional) Chaerul Tanjung.

KEKUATAN PRODUKSI

Gita Wirjawan semakin jelas pandangan ekonominya dengan me nye imbangkan kekuatan dalam negeri dan modal asing (serta impor). Ia semakin gencar mengarahkan pada kekuatan produksi dan distribusi dalam negeri, dengan sikap realistis terhadap investor asing yang harus tunduk pada aturan Indonesia.

Perhatiannya juga semakin kuat pada pemberdayaan pelaku ekonomi UMKM dalam menciptakan kesempatan kerja dan kebijakan aktif pemerintah dalam mengurangi kemiskinan.

Chaerul Tanjung melihat prospek perekonomian Indonesia yang baik dalam jangka panjang yang memberikan
peluang besar bagi ekonomi Indonesia untuk berkembang dan maju.

Dia juga menekankan pada mengatasi ketimpangan, dan pengurangan signifikan pengang guran dan kemiskinan
dengan kebijakan aktif pemerintah.

Melihat secara garis besar pandangan ekonomi para capres, tampaknya mereka mempunyai komitmen kuat bagi kelanjutan pembangunan dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan peran serta yang lebih besar dari kekuatan ekonomi
nasional serta masyarakat luas.

Perbedaan mereka adalah pada penekanan dan pilihan kebijakan dan nantinya adalah kemampuan dalam implementasi.

 

Penulis: Umar Juoro

Peneliti senior Cides & Habibie Centre

More From Makro Ekonomi

  • IPO Keluarga BUMN Dinanti

    09:15 WIB

    Jumlah anak usaha BUMN yang melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai akhir 2016 kemungkinan tidak berbeda dibandingkan dengan situasi pada 2015 dan 2014

  • Turnover Ratio SBN Melandai

    08:59 WIB

    Rasio perputaran (turnover ratio) surat berharga negara pada 2017 diproyeksi melandai seiring dengan minimnya penerbitan SBN seri benchmark pada tahun depan

  • 34 BUMN Masuk 6 Holding

    06:42 WIB

    Sebanyak 34 BUMN disiapkan oleh pemerintah untuk masuk ke dalam 6 investment holding sektor bank, energi, tambang, jalan tol dan konstruksi, perumahan serta pangan yang bakal dibentuk pada 2016

  • MEDC Turunkan Target Dana

    06:41 WIB

    Emiten minyak dan gas milik Arifin Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk., menurunkan target peroleh an dana rights issue dari Rp4,65 triliun menjadi Rp1,94 triliun

News Feed

  • Ekspor Mobil Utuh Merosot 12%

    Senin, 29 Agustus 2016 - 16:41 WIB

    Kinerja ekspor kendaraan roda empat dalam bentuk utuh periode Januari sampai Juli tercatat sebanyak 106.089 unit, melemah 12,1% dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu sekitar 120.760 unit.

  • Astra Agro Masuk Bisnis Penggemukan Sapi

    Senin, 29 Agustus 2016 - 16:29 WIB

    Salah satu raksasa perkebunan sawit di Tanah Air, PT Astra Agro Lestari Tbk., mulai menjajakiinvestasi di sektor penggemukan sapi potong.

  • Dana Jaminan Diturunkan

    Senin, 29 Agustus 2016 - 15:27 WIB

    PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana menurunkan dana jaminan yang harus disiapkan perusahaan swasta lokal sebagai syarat berpartisipasi dalam tender proyek kelistrikan khususnya pembangkit listrik 35.000 megawatt.

  • Sriwijaya Air Perkuat Rute China

    Senin, 29 Agustus 2016 - 12:54 WIB

    Maskapai Sriwijaya Air memperbanyak jumlah rute berjadwal dari dan ke China menjadi enam rute dari sebelumnya empat rute seiring dengan tingginya minat wisatawan Nigeri Tirai Bambu itu berkunjung ke Indonesia.

  • Pelindo II Bakal Jaring Pelayaran Asing

    Senin, 29 Agustus 2016 - 12:24 WIB

    PT Pelabuhan Indonesia II menyiapkan program khusus guna mendongkrak kinerja New Priok Container Terminal One di Pelabuhan Tanjung Priok setelah beroperasi mulai 18 Agustus 2016.

Load More