Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017

Pandangan Ekonomi Capres 2014

Editor Jum'at, 31/05/2013 07:04 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA -- Pemilihan presiden masih sekitar 1,5 tahun lagi tetapi perhatian terhadap hal ini sudah sangat
besar dari pelaku serta analis ekonomi dalam dan luar negeri.Mereka pada umumnya bertanya apa yang  menjadi pandangan para Capres (Calon Presiden) me ngenai kebijakan ekonomi mereka.

Apakah akan terjadi perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi nan tinya dan bagai mana prospek ekonomi ke depan.

Dari survei yang dilakukan CSIS, Capres yang berada pada posisi atas adalah Joko Widodo, Megawati dan Prabowo. Kemudian disusul oleh Abu rizal Bakrie, Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Hatta Rajasa.

Sedangkan Capres yang kemungkinan akan diorbitkan dalam konvensi Partai Demokrat antara lain adalah Dahlan Iskan,
Gita Wir ja wan, Pramono Edie dan Chaerul Tanjung.

Pandangan ekonomi Jokowi sangat menekankan pada mengangkat perekonomian dan kesejahteraan golongan bawah (melalui kesehatan dan pendidikan) dan menekankan pada pembangunan prasarana umum, seperti transportasi massal.
Pandangan ekonomi Megawati kita ketahui ketika ia menjadi Presiden.

Sekali pun pada dasarnya adalah nasionalisme ekonomi tetapi dalam prakteknya lebih pragmatis.

Tentu saja perhatian yang besar dibe rikan kepada peningkatan kesejahteraan wong cilik.

Pandangan ekonomi Prabowo adalah kental dengan semangat nasional isme, melihat ke dalam kepentingan nasional, dan cenderung antiasing.

Retorikanya adalah juga pada memperkuat peran petani.

Pandangan ekonomi Aburizal Bakrie sebagaimana kita ketahui dari platform Golkar adalah membangun negara kesejahteraan dalam jangka panjang, dengan mendorong pertumbuhan tinggi melalui kekuatan SDM dan tekno logi.

Perhatian juga diberikan pada pembangunan desa dan kewiraswastaan.

Jusuf Kalla memberikan penekanan pada kekuatan ekonomi nasi onal, pengusaha nasional, khususnya pribumi, dan pemerataan wilayah (khususnya kawasan timur).

Hatta Rajasa sebagaimana kiprahnya sebagai Menko Perekonomian jelas memberikan penekanan pada pertumbuhan
tinggi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan secara drastis melalui kebijak an aktif pemerintah, serta mengintegrasikan perekonomian nasional melalui pembangunan koridor di daerah-daerah.

Pandangan ekonomi Mahfud be lum banyak kita ketahui, tetapi pada saat ia menjadi Ketua MK maka nuansa kepentingan
nasional sangat kuat. Tentu saja pemihakannya pada golongan bawah juga kuat.

Dahlan Iskan pandangan ekonominya kita ketahui terutama dalam perannya sebagai Menteri BUMN. Ia mengutamakan pada kekuatan ekonomi nasional dengan BUMN di depan serta mendorong perkembangan ekonomi golongan bawah.

Menarik untuk disimak Capres yang semakin banyak disebut yaitu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional) Chaerul Tanjung.

KEKUATAN PRODUKSI

Gita Wirjawan semakin jelas pandangan ekonominya dengan me nye imbangkan kekuatan dalam negeri dan modal asing (serta impor). Ia semakin gencar mengarahkan pada kekuatan produksi dan distribusi dalam negeri, dengan sikap realistis terhadap investor asing yang harus tunduk pada aturan Indonesia.

Perhatiannya juga semakin kuat pada pemberdayaan pelaku ekonomi UMKM dalam menciptakan kesempatan kerja dan kebijakan aktif pemerintah dalam mengurangi kemiskinan.

Chaerul Tanjung melihat prospek perekonomian Indonesia yang baik dalam jangka panjang yang memberikan
peluang besar bagi ekonomi Indonesia untuk berkembang dan maju.

Dia juga menekankan pada mengatasi ketimpangan, dan pengurangan signifikan pengang guran dan kemiskinan
dengan kebijakan aktif pemerintah.

Melihat secara garis besar pandangan ekonomi para capres, tampaknya mereka mempunyai komitmen kuat bagi kelanjutan pembangunan dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan peran serta yang lebih besar dari kekuatan ekonomi
nasional serta masyarakat luas.

Perbedaan mereka adalah pada penekanan dan pilihan kebijakan dan nantinya adalah kemampuan dalam implementasi.

 

Penulis: Umar Juoro

Peneliti senior Cides & Habibie Centre

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More