Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017

DAFTAR CALEG 2014: Pemilih Pemula Engga Tertarik

Martin Sihombing Sabtu, 22/06/2013 16:49 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Daftar Calon Sementara bakal calon anggota legislatif untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 belum menjadi layaknya halaman mode pada majalah remaja bagi sebagian besar pemilih pemula aktif di Tanah Air.

Padahal, pemilih pemula aktif yang jumlahnya tergolong besar di Indonesia idealnya memantau figur yang terpampang dalam Daftar Calon Sementara (DCS) sebelum menyalurkan suaranya.

Hal ini penting bagi mereka, agar suara yang tersalurkan kelak tidak terbuang sia-sia hanya karena salah pilih sebab mencoblos wakil rakyat bukan seperti memilih kucing dalam karung.

Apalagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memublikasikan nama-nama bakal Caleg yang termuat dalam DCS yang telah diserahkan oleh 12 partai politik yang ikut serta dalam Pemilu 2014.

Sebanyak 6.576 nama yang masuk dalam DCS tersebut diumumkan KPU melalui website resmi KPU, www.kpu.go.id.

"KPU mempublikasikan nama-nama tersebut supaya diketahui oleh publik, parpol dan masing-masing bakal calon. Dan kami memuat dalam web resmi KPU www.kpu.go.id," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik.

Sebanyak 6.576 berkas bakal caleg DPR RI telah diterima oleh KPU dari 12 partai politik yang akan bertarung pada pemilu 2014 mendatang. Dari jumlah tersebut, 2.434 adalah bakal caleg perempuan dan 4.142 adalah bakal caleg laki-laki.

Melalui website dan tempat-tempat tertentu itulah, idealnya pemilih pemula juga aktif mencari tahu siapa calon-calon yang akan dijagokannya untuk duduk di kursi dewan perwakilan.

Pilih Kualitas DCS menjadi ajang yang baik bagi pemilih pemula aktif untuk mengetahui siapa bacaleg yang akan bertarung memperebutkan kursi menuju dewan perwakilan.

Sebab DCS setidaknya memuat berbagai informasi singkat tentang bacaleg yang akan mengikuti bursa pemilihan anggota dewan.

Pemilih pemula diharapkan mampu membedakan calon-calon yang memang berkualitas dan kompeten di bidangnya.

Sekadar populer dengan nama yang begitu beken bukan jaminan seseorang mampu menjadi penyambung lidah rakyat yang baik.

Pakar Politik dari Universitas Andalas, Syaiful Wahab, mengatakan pendidikan politik (civic education) yang terstruktur dan kontinyu bagi kaum muda perlu digelar untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu.

"Kebijakan ini penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu khususnya kaum muda dengan menggunakan hak suaranya. Berdasarkan data 2009 tingkat pertisipasi masyarakat baru 71 persen pada 2014 diharapkan meningkat 72 persen," katanya.

Menurut Syaiful, selama ini pendidikan politik untuk pemilih pemula sebagian besar diperoleh dari informasi media massa yang sebagian besar justru menampilkan sisi buruk dari perilaku elite politik, dan hal itu sangat mudah mempengaruhi minat pemilih pemula.

Syaiful Wahab yang juga Ketua Jurusan Ilmu Politik FI-SIP Unand itu mengatakan, sisi buruk perilaku elite politik yang sering diekspos media masa juga termasuk kecurangan dalam proses pemilihan, dan lainnya yang dianggap berita hangat dan menarik.

“Hal ini, tentu saja mengakibatkan pendidikan politik kepada para pemilih menjadi tidak optimal,” katanya.

Pemilih pemula cenderung menjadi kecewa, bahkan apatis terhadap pemilihan. Karena itu pendidikan politik yang sehat, terstruktur dan kontinyu perlu dilakukan sejak dini.

Saat ini dinilai perlu meningkatkan minat pemilih pemula melalui berbagai terobosan kreatif agar partisipasi pemula dalam memilih meningkat.

"Itu bisa dilakukan melaluilomba karya tulis tentang pemilu, lomba membuat poster pemilu atau lomba debat politik yang dilakukan di kalangan pelajar untuk menggali ekspresi mereka tentang pemilu dan politik," katanya.

Pemilih pemula umumnya adalah mereka yang baru berusia 17 tahun, yang untuk pertama kalinya memperoleh hak dan dapat menggunakan hak tersebut untuk memilih.

Para pemilih pemula (kaum muda) biasanya memiliki perilaku yang berbeda dengan mereka yang lebih dewasa yang telah memiliki pengalaman mengikuti proses pemilihan umum (pemilu legislatif ataupun pilkada).

"Cara lainnya untuk meningkatkan partisipasinya juga harus mengetahui perilakunya. Pemilih pemula sebagian besar saat ini gemar menggunakan teknologi informasi, misalnya internet ataupun telepon genggam," katanya.

Sosialisasi melalui media internet atau mengoptimalkan teknologi komunikasi juga dinilai mampu menarik atau memengaruhi kaum muda agar lebih responsif atau proaktif mengikuti proses pemilihan.

Melalui media ini diharapkan para pemilih pemula dapat mengetahui apa, siapa, bagaimana, kapan, dan dimana pemilihan akan dilaksanakan.

Saat ini sudah ada beberapa elite politik atau kandidat yang memanfaatkan jalur tersebut sayangnya masih cenderung bersifat pasif.

Oleh karena itu, akses menuju lokasi TPS harus dipermudah karena pemilih pemula umumnya selalu menginginkan segala sesuatu yang praktis dan mudah.

Berbagai Cara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bertekad untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula guna menjadi bagian pada pesta demokrasi pada 2014.

"Kami saat ini sedang membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula untuk ikut berperan serta dalam pemilu tahun depan," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Freddy H Tulung.

Ia mengatakan, pihaknya mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam pemilu 2014.

Hal itu karena ada dugaan tingkat partisipasi pemilih pemula menurun dari pemilu sebelumnya.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi yang antara lain bimbingan teknis, dialog, membuat pesan masyarakat (PSA), dan memasang iklan di media-media.

"Kami melakukan sosialisasi di daerah-daerah dengan target adalah mahasiswa dan organisasi kepemudaan supaya mereka dapat menggunakan hak pilihnya tahun depan," katanya.

Merespon hal itu, Anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengatakan, pihaknya siap mendukung berbagai program pemerintah untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam Pemilu 2014.

Pihaknya bahkan siap memperjuangkan penambahan anggaran untuk keperluan sosialisasi pemilu demi meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya pemilih pemula aktif.

"Kami merasa anggaran yang diajukan oleh kementerian ini, untuk melakukan sosialisasi masih kurang. Jumlah Rp50 miliar yang diminta tidak akan cukup dalam melakukan kegiatan tersebut di seluruh wilayah Indoensia,"katanya.

Berbagai upaya itu kemudian akan terus dilakukan sampai menjelang pemilu digelar, salah satunya demi membuat para bakal calon anggota dewan sepopuler bintang remaja agar pemilu menjadi sesuatu yang "gaul" bagi mereka. (Antara/msb)

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More