Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 28 Mei 2016

Tingkat Bunga Naik, Deposito 1 Bulan Diserbu

Editor Kamis, 18/07/2013 06:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Kenaikan suku bunga acuan BI Rate membawa dampak pada perilaku nasabah yang cenderung mengalihkan dana mereka ke produk simpanan deposito dengan jangka waktu yang lebih pendek antara 1—3 bulan.

Dari data yang dihimpun Bisnis, dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk simpanan deposito berjangka waktu 1 bulan mengalami lonjakan hingga 1 6,21% selama kurun 5 bulan pertama 2013 dengan nilai dana kelolaan dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas) mencapai Rp936,48 triliun.

Dalam kurun waktu yang sama, simpanan deposito berjangka waktu di atas 12 bulan turun tajam hingga 23,62% dari posisi Rp109,38 triliun pada akhir Desember 2012 menjadi Rp143,2 triliun sampai dengan Mei 2013.

Ekonom Universitas Atma Jaya Jakarta A. Prasetyantoko mengatakan kencangnya peralihan dana simpanan deposito nasabah ke produk dengan jangka waktu lebih pendek, menunjukkan adanya kecenderungan nasabah menanti penyesuaian suku bunga simpanan deposito.

“Kalau mereka menyimpan ke simpanan jangka waktu 12 bulan, ada ketakutan mereka akan kehilangan kesempatan saat bank melakukan penyesuaian bunga. Makanya, memilih simpanan jangka pendek,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (17/7/2013).

Selain itu, dia menuturkan kondisi pasar modal yang sempat terkoreksi dalam kurun waktu Mei—Juni 2013 juga menjadi pertimbangan pemilik dana mengalihkan ke simpanan jangka waktu 1 bulan.

Pertimbangannya, lanjut dia, saat pasar obligasi maupun pasar saham relatif menarik, pemilik dana lebih cepat untuk mengambil peluang melakukan investasi dengan menarik simpanan depositonya.

“Secara umum pasar yang belum stabil membuat nasabah ingin dananya bisa diambil cepat. Harga saham kan sempat turun, harga obligasi
juga menarik sehingga saat ada peluang masuk ke instrumen investasi lain mereka akan cepat ambil peluang itu,” tuturnya.

Hingga Mei 2013, produk simpanan deposito berjangka waktu 6 bu lan terkoreksi tipis 0,82% menjadi Rp151,51 triliun dari sebelumnya
Rp152,77 triliun pada akhir 2012.

Jika dilihat dari sisi bunga yang ditawarkan per Mei 2013, simpanan deposito dengan jangka waktu 1 bulan tercatat 5,48% untuk mata uang
rupiah dan 1,42% untuk simpanan dalam bentuk valas.

Bunga simpanan tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan deposito jangka waktu di atas 12 bulan. Bunga simpanan deposito jangka waktu 12 bulan dalam bentuk rupiah tercatat 5,77% dan valas 2,1% per Mei tahun ini.

Pengalihan dana nasabah ke simpanan deposito berjangka 1 bulan ini, bertolak belakang dengan karakteristik pada periode Desember
2011—Mei 2012. “Bunga simpanan deposito jangka waktu 1 bulan sudah kami naikkan menjadi 5,5%,” kata Direktur PT Bank Central Asia Tbk Henry Koenaifi.

Suku bunga simpanan deposito jangka waktu 1 bulan BCA naik 2,25% dari posisi 3,25% pada akhir Desember 2012 menjadi 5,5% mulai awal Mei 2013. Demikian pula untuk simpanan deposito 3 bulan yang naik dari 3,5% akhir 2012 menjadi 4,5% berdasarkan data terbaru.

Dirut BCA Jahja Setiaatmadja menambahkan selama 2 bulan terakhir pihaknya meraup Rp4 triliun dari deposan. “Tidak sampai Rp10 triliun,
karena bank lain juga menaikkan bunga.”

M. Doddy Ariefianto, Kepala Sub-Divisi Risiko Perekonomian dan Sistem Perbankan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mengatakan bank
berupaya membuat nasabah loyal dengan menyesuaikan suku bunga deposito yang tenornya lebih pendek.

Doddy menyebutkan bank yang selama ini lebih fokus memupuk tabungan sebagai dana murah berpotensi besar kehilangan nasabah apabila tidak melakukan penyesuaian suku bunga simanan dalam waktu cepat.

Menurut Doddy, kemungkinan nasabah mengalihkan depositonya ke bank lain begitu terbuka, apalagi dengan iming-iming suku bunga
dan insentif berupa hadiah. Oleh karenanya, bank memilih menyesuaikan suku bunga deposito dengan tenor singkat terlebih dulu.

Doddy melihat persaingan perebutan simpanan antarbank masih cukup tajam saat ini, apalagi kebutuhan likuiditas untuk ekspansi kredit begitu tunggi.

Bank, lanjutnya, juga harus memiliki likuiditas siaga untuk mengantisipasi pencairan undisbursed loan dalam waktu berdekatan.

“Kami melihat presentase undisbursed loan cukup besar, mencapai sekitar 30%. Sebelum krisis 2008, presentase undisbursed loan sekitar
20% terhadap total pinjaman.”

KENAIKAN BUNGA KREDIT

Doddy mengatakan peralihan penempatan deposito juga menjadi sinyal kenaikan suku bunga kredit semakin cepat. Menurutnya, setiap bank memiliki waktu penyesuaian kenaikan suku bunga setiap perubahan BI Rate.

Ka Jit, Senior Corporate Executive PT Bank OCBC NISP Tbk, mengatakan peningkatan minat deposito tenor 1 bulan dan 3 bulan terjadi
karena nasabah cenderung ingin bisa menarik dana dengan cepat.

“Kebutuhan di pasar untuk deposito tenor 1 bulan dan 3 bulan semakin besar. Kalau dari sisi bank, sebenarnya lebih suka memiliki banyak
dana deposito dengan tenor panjang agar likuiditas aman,” ujarnya.

Nasabah, lanjutnya, menganggap deposito tenor 1 bulan dan 3 bulan cenderung lebih fleksibel, sehingga bisa menarik dana lebih cepat.

Dia mengatakan bank juga sudah menyiapkan strategi suku bunga sebagai respons kenaikan BI Rate sebesar 75 basis poin dalam 2 bulan.
Beberapa bank, lanjutnya, lebih memilih menyesuaikan suku bunga deposito tenor 1 bulan dan 3 bulan, agar bisa lebih mudah mengatur
strategi baru apabila ada perubahan kebijakan lagi.

“Suku bunga sudah pasti naik, baik kredit maupun simpanan. Nasabah juga butuh dana untuk melunasi kredit dengan segera. Oleh
karenanya, deposito dengan tenor singkat menjadi lebih banyak peminatnya,” katanya. (Stefanus Arief Setiaji/Roberto Purba/Novita Sari Simamora/Fahmi Achmad)

More From Makro Ekonomi

  • Emiten Tetap Ekspansif

    07:55 WIB

    Alokasi belanja modal dari sejumlah emiten pada tahun ini terlihat cukup ekspansif seiring dengan ekspektasi membaiknya perekonomian Tanah Air.

  • Consumer Goods Jadi Primadona

    07:50 WIB

    Momentum puasa dan lebaran diproyeksi membuat sektor consumer goods bakal menjadi primadona saat Indeks harga saham gabungan menghadapi kemungkinan tekanan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

  • Investor Belum Antusias

    06:12 WIB

    Meski otoritas gencar menyosialisasikan dan memberikan insentif investasi di instrumen syariah, investor masih belum antusias berinvestasi dalam instrumen reksa dana syariah.

  • Obligasi BUMN Siap Banjiri Pasar

    06:01 WIB

    Sejumlah badan usaha milik negara mulai menyiapkan aksi korporasi mencari dana alternatif dari penerbitan obligasi selain pola lama mengandalkan pinjaman dari perbankan.

News Feed

  • Honda Jazz Salip Toyota Yaris

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 07:50 WIB

    Sepanjang April tahun ini, Honda Jazz melesat paling kencang di antara kendaraan segmen hatchback lain. Capaian ini sekaligus menggeser posisi Toyota Yaris yang selama tiga bulan sebelumnya memimpin pasar hatchback.

  • JK: Eksekusi Proyek KA 2017

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 07:41 WIB

    Proyek kereta api berkecepatan sedang rute JakartaSurabaya diupayakan mulai dieksekusi pada 2017, segera setelah Pemerintah Jepang menyetujui proposal yang ditawarkan Pemerintah Indonesia.

  • MIDI Siapkan Rp900 Miliar

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 07:33 WIB

    Emiten perdagangan ritel PT Midi Utama Indonesia Tbk. merencanakan penambahan 255 gerai baru pada tahun ini dengan total belanja modal sebesar Rp900 miliar.

  • BI Bakal Sesuaikan Batas Bawah LFR

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 07:22 WIB

    Bank Indonesia berencana untuk menyesuaikan batas bawah rasio pinjaman terhadap pendanaan atau loan to funding ratio (LFR).

  • RUU Rampung Tiga Pekan Lagi

    Sabtu, 28 Mei 2016 - 07:14 WIB

    Pemerintah mengestimasi pembahasan hingga pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak selesai pada pekan kedua Juni sehingga bisa mulai efektif pada 1 Juli 2016.

Load More