Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017

Tingkat Bunga Naik, Deposito 1 Bulan Diserbu

Editor Kamis, 18/07/2013 06:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Kenaikan suku bunga acuan BI Rate membawa dampak pada perilaku nasabah yang cenderung mengalihkan dana mereka ke produk simpanan deposito dengan jangka waktu yang lebih pendek antara 1—3 bulan.

Dari data yang dihimpun Bisnis, dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk simpanan deposito berjangka waktu 1 bulan mengalami lonjakan hingga 1 6,21% selama kurun 5 bulan pertama 2013 dengan nilai dana kelolaan dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas) mencapai Rp936,48 triliun.

Dalam kurun waktu yang sama, simpanan deposito berjangka waktu di atas 12 bulan turun tajam hingga 23,62% dari posisi Rp109,38 triliun pada akhir Desember 2012 menjadi Rp143,2 triliun sampai dengan Mei 2013.

Ekonom Universitas Atma Jaya Jakarta A. Prasetyantoko mengatakan kencangnya peralihan dana simpanan deposito nasabah ke produk dengan jangka waktu lebih pendek, menunjukkan adanya kecenderungan nasabah menanti penyesuaian suku bunga simpanan deposito.

“Kalau mereka menyimpan ke simpanan jangka waktu 12 bulan, ada ketakutan mereka akan kehilangan kesempatan saat bank melakukan penyesuaian bunga. Makanya, memilih simpanan jangka pendek,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (17/7/2013).

Selain itu, dia menuturkan kondisi pasar modal yang sempat terkoreksi dalam kurun waktu Mei—Juni 2013 juga menjadi pertimbangan pemilik dana mengalihkan ke simpanan jangka waktu 1 bulan.

Pertimbangannya, lanjut dia, saat pasar obligasi maupun pasar saham relatif menarik, pemilik dana lebih cepat untuk mengambil peluang melakukan investasi dengan menarik simpanan depositonya.

“Secara umum pasar yang belum stabil membuat nasabah ingin dananya bisa diambil cepat. Harga saham kan sempat turun, harga obligasi
juga menarik sehingga saat ada peluang masuk ke instrumen investasi lain mereka akan cepat ambil peluang itu,” tuturnya.

Hingga Mei 2013, produk simpanan deposito berjangka waktu 6 bu lan terkoreksi tipis 0,82% menjadi Rp151,51 triliun dari sebelumnya
Rp152,77 triliun pada akhir 2012.

Jika dilihat dari sisi bunga yang ditawarkan per Mei 2013, simpanan deposito dengan jangka waktu 1 bulan tercatat 5,48% untuk mata uang
rupiah dan 1,42% untuk simpanan dalam bentuk valas.

Bunga simpanan tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan deposito jangka waktu di atas 12 bulan. Bunga simpanan deposito jangka waktu 12 bulan dalam bentuk rupiah tercatat 5,77% dan valas 2,1% per Mei tahun ini.

Pengalihan dana nasabah ke simpanan deposito berjangka 1 bulan ini, bertolak belakang dengan karakteristik pada periode Desember
2011—Mei 2012. “Bunga simpanan deposito jangka waktu 1 bulan sudah kami naikkan menjadi 5,5%,” kata Direktur PT Bank Central Asia Tbk Henry Koenaifi.

Suku bunga simpanan deposito jangka waktu 1 bulan BCA naik 2,25% dari posisi 3,25% pada akhir Desember 2012 menjadi 5,5% mulai awal Mei 2013. Demikian pula untuk simpanan deposito 3 bulan yang naik dari 3,5% akhir 2012 menjadi 4,5% berdasarkan data terbaru.

Dirut BCA Jahja Setiaatmadja menambahkan selama 2 bulan terakhir pihaknya meraup Rp4 triliun dari deposan. “Tidak sampai Rp10 triliun,
karena bank lain juga menaikkan bunga.”

M. Doddy Ariefianto, Kepala Sub-Divisi Risiko Perekonomian dan Sistem Perbankan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mengatakan bank
berupaya membuat nasabah loyal dengan menyesuaikan suku bunga deposito yang tenornya lebih pendek.

Doddy menyebutkan bank yang selama ini lebih fokus memupuk tabungan sebagai dana murah berpotensi besar kehilangan nasabah apabila tidak melakukan penyesuaian suku bunga simanan dalam waktu cepat.

Menurut Doddy, kemungkinan nasabah mengalihkan depositonya ke bank lain begitu terbuka, apalagi dengan iming-iming suku bunga
dan insentif berupa hadiah. Oleh karenanya, bank memilih menyesuaikan suku bunga deposito dengan tenor singkat terlebih dulu.

Doddy melihat persaingan perebutan simpanan antarbank masih cukup tajam saat ini, apalagi kebutuhan likuiditas untuk ekspansi kredit begitu tunggi.

Bank, lanjutnya, juga harus memiliki likuiditas siaga untuk mengantisipasi pencairan undisbursed loan dalam waktu berdekatan.

“Kami melihat presentase undisbursed loan cukup besar, mencapai sekitar 30%. Sebelum krisis 2008, presentase undisbursed loan sekitar
20% terhadap total pinjaman.”

KENAIKAN BUNGA KREDIT

Doddy mengatakan peralihan penempatan deposito juga menjadi sinyal kenaikan suku bunga kredit semakin cepat. Menurutnya, setiap bank memiliki waktu penyesuaian kenaikan suku bunga setiap perubahan BI Rate.

Ka Jit, Senior Corporate Executive PT Bank OCBC NISP Tbk, mengatakan peningkatan minat deposito tenor 1 bulan dan 3 bulan terjadi
karena nasabah cenderung ingin bisa menarik dana dengan cepat.

“Kebutuhan di pasar untuk deposito tenor 1 bulan dan 3 bulan semakin besar. Kalau dari sisi bank, sebenarnya lebih suka memiliki banyak
dana deposito dengan tenor panjang agar likuiditas aman,” ujarnya.

Nasabah, lanjutnya, menganggap deposito tenor 1 bulan dan 3 bulan cenderung lebih fleksibel, sehingga bisa menarik dana lebih cepat.

Dia mengatakan bank juga sudah menyiapkan strategi suku bunga sebagai respons kenaikan BI Rate sebesar 75 basis poin dalam 2 bulan.
Beberapa bank, lanjutnya, lebih memilih menyesuaikan suku bunga deposito tenor 1 bulan dan 3 bulan, agar bisa lebih mudah mengatur
strategi baru apabila ada perubahan kebijakan lagi.

“Suku bunga sudah pasti naik, baik kredit maupun simpanan. Nasabah juga butuh dana untuk melunasi kredit dengan segera. Oleh
karenanya, deposito dengan tenor singkat menjadi lebih banyak peminatnya,” katanya. (Stefanus Arief Setiaji/Roberto Purba/Novita Sari Simamora/Fahmi Achmad)

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More