Kamis, 28 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa 24 September 2013 Seksi Utama

Reporter   -   Selasa, 24 September 2013, 05:18 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com,  JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa 24 September 2013. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Utama

Hal 1.
PAJAK PROPERTI: Lebih dari 9.000 WP Kurang Bayar

Ditjen Pajak mengungkapkan jumlah wajib pajak (WP) sektor properti yang tidak membayar pajak dari nilai transaksi sebenarnya mencapai lebih dari 9.000 wajib pajak


PENYANGGA TANJUNG PRIOK: Pelabuhan Cilamaya Telan Rp23,9 Triliun

Kementerian Perhubungan mengisyaratkan segera membuka tender pembangunan tahap pertama Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat, senilai Rp23,9 triliun setelah semua proses persiap an awal rencana pembangunan pelabuhan itu selesai.


SUBSIDI BUMN: Klaim PLN Dikoreksi Rp6,78 Triliun

PT Perusahaan Lis trik Negara (Persero) menjadi BUMN penyalur subsidi dengan porsi koreksi terbesar, yakni Rp6,78 triliun atau setara 6,16% dari klaim yang diajukannya ke pemerintah untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp110,11 triliun.

Hal 2. OPINI: INDUSTRI OTOMOTIF: Mobil Murah yang Tidak Murah
Firdaus Cahyadi Knowledge Manager for Sustainable Development, OneWorld-Indonesia
Akhirnya produsen otomotif memproduksi mobil murah dan ramah lingkungan low cost green car (LCGC). Setidaknya sudah dua produsen otomotif yang meluncurkan mobil jenis LCGC. Pertanyaan berikutnya adalah benarkah mobil LCGC itu murah dan ramah lingkungan?

Hal 3.SUBSIDI BBM RAPBN 2014: Beban Pemerintahan Baru Bertambah
Pemerintah berencana mengalihkan sebagi an beban subsidi BBM tahun depan menjadi beban subsidi tahun berikutnya, atau ke pemerintah hasil Pemilu 2014.

Hal 4. KEBANGKITAN CHINA: Pasar Kian Optimistis
Kebangkitan ekonomi China kian terkonfirmasi setelah data manufaktur September di negara tersebut melonjak ke rekor tertinggi dalam 6 bulan, melebihi estimasi para analis.

Hal 5. KELUHAN KONSUMEN: Pengaduan Soal Perumahan Masuk 5 Besar
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan permasalahan yang menyangkut perumahan menjadi salah satu pengaduan terbesar selama ini.

Hal 6. GULA RAFINASI: BPK: Kuota Melebihi Kebutuhan
Audit pendahuluan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan fakta bahwa kebutuhan industri makanan dan minuman terhadap gula rafinasi tidak sebesar kuota yang diberikan pemerintah.

Hal 7. PENGEMBANGAN MIGAS BARU:8 Blok Shale Gas Siap Ditawarkan
Pemerintah berencana mempercepat pengembangan shale gas dengan menawar kan delapan wilayah kerja atau blok shale gas baru kepada perusahaan migas yang sudah melakukan studi bersama pemerintah.

Hal 8. LARANGAN INDEN RUMAH KEDUA: Pengembang di Malang Terpukul
Larangan inden beli rumah kedua di - pre diksikan akan memukul pengembang rumah me - ne ngah-mewah di Malang karena likuiditas me reka menjadi tidak lancar.

Hal 09. Iklan Prospektus Obligasi PT Jasa MArga

Hal 10. MILAN 1-2 NAPOLI:Patahkan kutukan San Siro
Napoli mengakhiri kutukan tak pernah menang di San Siro sejak 1986, seusai mempermalukan AC Milan dengan skor 2-1 pada giornata keempat Seri-A musim i

Hal 11. SENGKETA UTANG:PKPU Atas Bakrieland Kandas
Upaya Bank of New York Mellon cabang London dalam mengajukan permohonanpenundaan kewajiban pembayaranutang (PKPU) terhadap PT Bakrieland Development Tbk. kandas setelah Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonantersebut.

Hal 12. SELEKSI HAKIM AGUNG: DPR Panggil Komisioner KY soal Percobaan Suap
Komisi III DPR memanggil komisioner Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh soal pengakuan percobaan suap pada seleksi calon hakim agung tahun 2012 yang melibatkan anggota Komisi III.

 


Source : Langgeng Wibowo

Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.