Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 23 Februari 2017

BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa 24 September 2013 Seksi Utama

Reporter Selasa, 24/09/2013 05:18 WIB

Bisnis.com,  JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa 24 September 2013. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Utama

Hal 1.
PAJAK PROPERTI: Lebih dari 9.000 WP Kurang Bayar

Ditjen Pajak mengungkapkan jumlah wajib pajak (WP) sektor properti yang tidak membayar pajak dari nilai transaksi sebenarnya mencapai lebih dari 9.000 wajib pajak


PENYANGGA TANJUNG PRIOK: Pelabuhan Cilamaya Telan Rp23,9 Triliun

Kementerian Perhubungan mengisyaratkan segera membuka tender pembangunan tahap pertama Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat, senilai Rp23,9 triliun setelah semua proses persiap an awal rencana pembangunan pelabuhan itu selesai.


SUBSIDI BUMN: Klaim PLN Dikoreksi Rp6,78 Triliun

PT Perusahaan Lis trik Negara (Persero) menjadi BUMN penyalur subsidi dengan porsi koreksi terbesar, yakni Rp6,78 triliun atau setara 6,16% dari klaim yang diajukannya ke pemerintah untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp110,11 triliun.

Hal 2. OPINI: INDUSTRI OTOMOTIF: Mobil Murah yang Tidak Murah
Firdaus Cahyadi Knowledge Manager for Sustainable Development, OneWorld-Indonesia
Akhirnya produsen otomotif memproduksi mobil murah dan ramah lingkungan low cost green car (LCGC). Setidaknya sudah dua produsen otomotif yang meluncurkan mobil jenis LCGC. Pertanyaan berikutnya adalah benarkah mobil LCGC itu murah dan ramah lingkungan?

Hal 3.SUBSIDI BBM RAPBN 2014: Beban Pemerintahan Baru Bertambah
Pemerintah berencana mengalihkan sebagi an beban subsidi BBM tahun depan menjadi beban subsidi tahun berikutnya, atau ke pemerintah hasil Pemilu 2014.

Hal 4. KEBANGKITAN CHINA: Pasar Kian Optimistis
Kebangkitan ekonomi China kian terkonfirmasi setelah data manufaktur September di negara tersebut melonjak ke rekor tertinggi dalam 6 bulan, melebihi estimasi para analis.

Hal 5. KELUHAN KONSUMEN: Pengaduan Soal Perumahan Masuk 5 Besar
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan permasalahan yang menyangkut perumahan menjadi salah satu pengaduan terbesar selama ini.

Hal 6. GULA RAFINASI: BPK: Kuota Melebihi Kebutuhan
Audit pendahuluan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan fakta bahwa kebutuhan industri makanan dan minuman terhadap gula rafinasi tidak sebesar kuota yang diberikan pemerintah.

Hal 7. PENGEMBANGAN MIGAS BARU:8 Blok Shale Gas Siap Ditawarkan
Pemerintah berencana mempercepat pengembangan shale gas dengan menawar kan delapan wilayah kerja atau blok shale gas baru kepada perusahaan migas yang sudah melakukan studi bersama pemerintah.

Hal 8. LARANGAN INDEN RUMAH KEDUA: Pengembang di Malang Terpukul
Larangan inden beli rumah kedua di - pre diksikan akan memukul pengembang rumah me - ne ngah-mewah di Malang karena likuiditas me reka menjadi tidak lancar.

Hal 09. Iklan Prospektus Obligasi PT Jasa MArga

Hal 10. MILAN 1-2 NAPOLI:Patahkan kutukan San Siro
Napoli mengakhiri kutukan tak pernah menang di San Siro sejak 1986, seusai mempermalukan AC Milan dengan skor 2-1 pada giornata keempat Seri-A musim i

Hal 11. SENGKETA UTANG:PKPU Atas Bakrieland Kandas
Upaya Bank of New York Mellon cabang London dalam mengajukan permohonanpenundaan kewajiban pembayaranutang (PKPU) terhadap PT Bakrieland Development Tbk. kandas setelah Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonantersebut.

Hal 12. SELEKSI HAKIM AGUNG: DPR Panggil Komisioner KY soal Percobaan Suap
Komisi III DPR memanggil komisioner Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh soal pengakuan percobaan suap pada seleksi calon hakim agung tahun 2012 yang melibatkan anggota Komisi III.

 

More From Makro Ekonomi

  • The Magnificent Seven Kini Terdiskon

    11:05 WIB

    Tujuh saham yang membukukan return fantastis (magnificent) pada tahun lalu, kini terjerembab ke zona merah sepanjang tahun berjalan (year to date)

  • Berharap Properti Bangkit Lagi

    11:00 WIB

    Pertumbuhan pasar properti yang melempem dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu faktor penekan kinerja produsen semen. Apakah tren ini akan terus berlanjut pada tahun ini?

  • Reksa Dana Syariah Offshore Layak Dilirik

    14:16 WIB

    Mayoritas bursa global sepanjang tahun berjalan membukukan kinerja yang lebih kinclong dibandingkan dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Produk reksa dana syariah offshore pun layak untuk dilirik.

  • Satu Hela Nafas Lega UNSP

    14:13 WIB

    Setelah mengantongi izin pemegang saham untuk menggelar reverse stock, emiten perkebunan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. segera menggelar restrukturisasi utang yang ditargetkan mampu mencapai titik temu dengan para kreditur pada semester I/2017.

News Feed

  • MA Memilih Tak Berfatwa

    Rabu, 22 Februari 2017 - 12:10 WIB

    Mahkamah Agung memilih sikap netral dan enggan mengeluarkan fatwa terkait dengan pandangan hukum atas status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dimohonkan pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

  • TLKM Terganjal KPPU

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:45 WIB

    Investigator KPPU mengklaim telah menemukan bukti kuat bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. melakukan pelanggaran monopoli, dengan mengambil keuntungan posisi dominan hingga menerapkan perjanjian tertutup.

  • Bank Menengah Tergiur Infrastruktur

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:45 WIB

    Bank papan tengah tertarik untuk menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur yang saat ini gencar dijalankan pemerintah. Terlebih lagi ketersediaan likuiditas mereka dinilai berlebih setelah kredit tahun lalu melambat

  • Berlomba-Lomba Tawarkan KTA

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:40 WIB

    Kredit tanpa agunan menjadi primadona tersendiri saat kebutuhan dana jangka pendek mendekat. Merespons kebutuhan itu, beberapa bank menjadikan salah satu produk konsumer tersebut sebagai penyokong kinerja kredit konsumsi

  • Kebutuhan Dana Tunai Jadi Pemicu

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:36 WIB

    Setelah sempat menurun 2,8% pada akhir 2015, nilai klaim dan manfaat yang dibayar indusri asuransi jiwa melonjak 32,4% pada akhir tahun lalu yang diperkirakan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan uang tunai oleh masyarakat

Load More