Minggu, 23 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Bisnis Indonesia edisi Cetak Jumat (21/2/2014) Seksi Utama

Fatkhul Maskur   -   Jum'at, 21 Februari 2014, 02:20 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Jumat, 21 Februari 2014. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Utama

Hal 1. PENAIKAN TARIF LISTRIK: Pebisnis Protes Keras

Pebisnis manufaktur mengancam akan mengajukan gugatan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Agung bila pemerintah berkeras menaikkan tarif listrik golongan industri skala besar pada 1 Mei 2014.

IMPOR BERAS: Sistem Impor Dirombak

Menyusul kisruh beras impor beberapa waktu lalu, pemerintah akhirnya merombak sistem importasi komoditas tersebut untuk mencegah kasus serupa terulang dan membendung banjir beras impor.

JAMINAN PROYEK MONOREL: Jakarta Monorail Hanya Sanggupi Rp75 Miliar

PT Jakarta Monorail (JM), per usahaan di bawah bendera Ortus Holdings milik pengusaha Edward Soerya djaya, mengusulkan nilai jaminan pelaksanaan proyek transportasi massal berbasis rel tunggal (monorel) sebesar 0,5% dari total nilai investasi.

Hal 2. UU PERDAGANGAN: Menjaga Pasar dan Daya Saing Dalam Negeri

Pengesahan RUU Perdagangan Indonesia oleh DPR pada 11 Februari 2014 merupakan sejarah baru di sektor perdagangan nasional.

Aunur Rofiq, Ketua DPP PPP Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan/Pebisnis Sektor Pertambangan dan Perkebunan.

Hal 3. FUNDAMENTAL EKONOMI NASIONAL: Kemampuan Bayar Utang Kian Melemah

Kemampuan membayar utang luar negeri Indonesia melemah karena pertumbuhan utang me laju lebih kencang daripada kecepatan pe nyempitan defisit transaksi berjalan pada kuartal IV/2013.

Hal 4. SNI PRODUK MAINAN: Baru 1% Produk Ber-SNI

Menjelang implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk mainan anak pada 30 April 2014, tercatat baru sekitar 1% pelaku usaha yang sudah mengantongi sertifikasi produk penggunaan tanda (SPPT) SNI hingga saat ini.

Hal 5. KONTRAK TAMBANG: Renegosiasi Tuntas 2014

Pemerintah menjanjikan proses renegosiasi kontrak pertambangan yang semula dijanjikan selesai pada akhir 2013 kembali dijadwalkan untuk dituntaskan pada tahun ini dengan melibatkan 112 perusahaan pemegang KK dan PKP2B.

Hal 6-7. IKLAN

Hal 8. RUMAH BERSUBSIDI: Harga Jual di Atas Rp88 Juta

Ketidakjelasan penetapan harga baru rumah subsidi membuat pengembang mulai menjual rumah subsidi lebih mahal dibandingkan dengan harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp88 juta.

Hal 9. INFRASTRUKTUR PELABUHAN: Pengusaha Jateng Desak Pembenahan

Kalangan pengusaha ekspor impor Jawa Tengah mendesak pemerintah setempat membenahi infrastruktur guna menekan bea pengiriman barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Hal 10. LAPORAN KHUSUS

AKUISISI BANK: Menanti Juragan Baru BTN

“Lihat dulu aturannya.” Kalimat singkat, tetapi penuh makna itu lepas dari bibir Deputi Bidang Jasa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo saat dikepung wartawan dalam satu acara pada Jumat (14/2).

Hal 11. KASUS PENERBANGAN: Lion Air Ajukan Gugatan Balik

PT Lion Mentari Airlines balik meminta ganti rugi sedikitnya Rp1 triliun kepada Benny Putra Wijaya, sub agen tiket penerbangan, terkait batalnya penerbangan jemaah umroh PT Kharissa Permai Holiday.

Hal 12. SKANDAL MK: Dituduh Terima Rp62,7 Miliar, Akil Geram

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar akhirnya duduk sebagai pesakitan di kursi terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (20/2).


Source : Bisnis Indonesia, Jumat (21/2/2014)

Editor : Fatkhul Maskur

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.