Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017

HASIL SEMENTARA PILEG: PDI-P Tidak Dominan, Pasar Merespons Negatif

Editor Jum'at, 11/04/2014 07:41 WIB
 Bursa Efek Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kompak melemah akibat raihan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) versi hitung cepat dalam pemilu legislatif yang di bawah ekspektasi pasar dan memicu ketidakpastian.

Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 3,16% atau sebesar 155,68 poin ke level 4.765,73.Sementara itu, rupiah melemah 0,61% ke level 11.357,5 per dolar AS di Bloomberg Dollar Index, sedangkan Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di angka 11.342.

Di bursa regional, indeks Nikkei Jepang menguat 0,43 poin menjadi 14.300,12, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,51% menjadi 23.186,96, dan indeks Straits Times Singapura turun 0,2% menuju 3.203,58.

Edwin Sebayang, analis PT MNC Securities, mengatakan secara umum IHSG terpuruk karena ekspektasi pelaku pasar PDIP dapat meraih suara besar di atas 20% tidak tercapai, sehingga mereka melakukan aksi jual.

Dengan kurang maksimalnya raihan suara PDIP, lanjutnya, jalan calon presiden dari partai berlambang banteng tersebut yaitu Joko Widodo untuk melenggang ke tampuk kekuasaan nomor satu di negeri ini diperkirakan akan sedikit terjal.

“Sekarang pasar mempertanyakan bagaimana langkah PDIP nanti. Bagaimana bentuk koalisinya dan apakah Jokowi mampu memenangkan pemilihan presiden,” ujarnya, seperti dikutip Harian Bisnis Indonesia, Jumat (11/4/2014).

Hal senada juga diamini oleh Dini Agmivia, analis PT Maybank Kim Eng Securities, Moleonoto, Managing Director PT Indo Premier Securities, dan Satrio Utomo, analis Universal Broker Indonesia.

"Pasar modal regional sebenarnya positif, tetapi sentimen pemilu saat ini memang menjadi faktor dominan yang menyebabkan indeks jatuh," kata Satrio.

Dia menuturkan dana asing di pasar modal dalam negeri pun ikut berkurang seiring dengan munculnya ketidakpastian hasil sejumlah penghitungan cepat pemilu. Saat ini, pasar modal tinggal menunggu proses koalisi yang akan dilakukan partai politik.

10 Saham Penyumbang Penurunan Indeks Terbesar

Kode

Perubahan Harga

Poin Indeks

ASII

-500

-21,95

BBRI

-750

-19,87

BMRI

-600

-15,03

INTP

-2.225

-8,88

TLKM

-70

-7,65

SMGR

-1.125

-7,23

BBNI

-290

-5,8

GGRM

-1.550

-3,23

BSDE

-145

-2,75

CPIN

-140

-2,49

Sumber: Bloomberg

Menurutnya, perekonomian Indonesia yang mem baik masih memberikan kepercayaan diri bagi pelaku pasar untuk menanamkan modalnya di di bursa saham. "Untungnya neraca perdagangan dalam negeri surplus, sehingga perbaikan ekonomi masih bisa bertahan selama satu bulan," ujarnya.

Lebih jauh, Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri, mengatakan secara teknikal IHSG saat ini memang harus terkoreksi. Pasalnya, selama ini indeks telah mengalami penguatan yang cukup tinggi.

Sementara itu, pasar obligasi tidak terlalu merespons hasil hitung cepat sementara pemilu legistlatif yang ditandai tidak berubahnya imbal hasil obligasi negara bertenor 10 tahun yang berada di level 7,82%. Hanya imbal obligasi bertenor 20 tahun yang naik tipis 2 basis poin.

PROPERTI & INFRASTRUKTUR

Pada perdagangan kemarin, semua sektor di IHSG jeblok. Adapun, sektor properti turun paling dalam sebesar 6,47% dan disusul industri dasar sebesar 5,55%.

Edwin Sebayang mengatakan ada dua penyebab sektor properti dan infrastruktur terpuruk. Pertama, lanjutnya, secara valuasi, harga saham-saham di kedua sektor tersebut terbilang sudah terlalu mahal sehingga pelaku pasar mulai menjualnya.

“Penyebab kedua karena ekspektasi jika Jokowi menjadi presiden, maka sektor ini yang paling akan diuntungkan karena Jokowi diyakini akan meningkatkan pembangunan infrastruktur."

Selengkapnya baca di Harian Bisnis Indonesia edisi Jumat (11/4/2014) atau di http://epaper.bisnis.com/epaper/detail/view/79/edisi-harian

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More