Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 28 September 2016

HASIL SEMENTARA PILEG: PDI-P Tidak Dominan, Pasar Merespons Negatif

Editor Jum'at, 11/04/2014 07:41 WIB
 Bursa Efek Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kompak melemah akibat raihan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) versi hitung cepat dalam pemilu legislatif yang di bawah ekspektasi pasar dan memicu ketidakpastian.

Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 3,16% atau sebesar 155,68 poin ke level 4.765,73.Sementara itu, rupiah melemah 0,61% ke level 11.357,5 per dolar AS di Bloomberg Dollar Index, sedangkan Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di angka 11.342.

Di bursa regional, indeks Nikkei Jepang menguat 0,43 poin menjadi 14.300,12, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,51% menjadi 23.186,96, dan indeks Straits Times Singapura turun 0,2% menuju 3.203,58.

Edwin Sebayang, analis PT MNC Securities, mengatakan secara umum IHSG terpuruk karena ekspektasi pelaku pasar PDIP dapat meraih suara besar di atas 20% tidak tercapai, sehingga mereka melakukan aksi jual.

Dengan kurang maksimalnya raihan suara PDIP, lanjutnya, jalan calon presiden dari partai berlambang banteng tersebut yaitu Joko Widodo untuk melenggang ke tampuk kekuasaan nomor satu di negeri ini diperkirakan akan sedikit terjal.

“Sekarang pasar mempertanyakan bagaimana langkah PDIP nanti. Bagaimana bentuk koalisinya dan apakah Jokowi mampu memenangkan pemilihan presiden,” ujarnya, seperti dikutip Harian Bisnis Indonesia, Jumat (11/4/2014).

Hal senada juga diamini oleh Dini Agmivia, analis PT Maybank Kim Eng Securities, Moleonoto, Managing Director PT Indo Premier Securities, dan Satrio Utomo, analis Universal Broker Indonesia.

"Pasar modal regional sebenarnya positif, tetapi sentimen pemilu saat ini memang menjadi faktor dominan yang menyebabkan indeks jatuh," kata Satrio.

Dia menuturkan dana asing di pasar modal dalam negeri pun ikut berkurang seiring dengan munculnya ketidakpastian hasil sejumlah penghitungan cepat pemilu. Saat ini, pasar modal tinggal menunggu proses koalisi yang akan dilakukan partai politik.

10 Saham Penyumbang Penurunan Indeks Terbesar

Kode

Perubahan Harga

Poin Indeks

ASII

-500

-21,95

BBRI

-750

-19,87

BMRI

-600

-15,03

INTP

-2.225

-8,88

TLKM

-70

-7,65

SMGR

-1.125

-7,23

BBNI

-290

-5,8

GGRM

-1.550

-3,23

BSDE

-145

-2,75

CPIN

-140

-2,49

Sumber: Bloomberg

Menurutnya, perekonomian Indonesia yang mem baik masih memberikan kepercayaan diri bagi pelaku pasar untuk menanamkan modalnya di di bursa saham. "Untungnya neraca perdagangan dalam negeri surplus, sehingga perbaikan ekonomi masih bisa bertahan selama satu bulan," ujarnya.

Lebih jauh, Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri, mengatakan secara teknikal IHSG saat ini memang harus terkoreksi. Pasalnya, selama ini indeks telah mengalami penguatan yang cukup tinggi.

Sementara itu, pasar obligasi tidak terlalu merespons hasil hitung cepat sementara pemilu legistlatif yang ditandai tidak berubahnya imbal hasil obligasi negara bertenor 10 tahun yang berada di level 7,82%. Hanya imbal obligasi bertenor 20 tahun yang naik tipis 2 basis poin.

PROPERTI & INFRASTRUKTUR

Pada perdagangan kemarin, semua sektor di IHSG jeblok. Adapun, sektor properti turun paling dalam sebesar 6,47% dan disusul industri dasar sebesar 5,55%.

Edwin Sebayang mengatakan ada dua penyebab sektor properti dan infrastruktur terpuruk. Pertama, lanjutnya, secara valuasi, harga saham-saham di kedua sektor tersebut terbilang sudah terlalu mahal sehingga pelaku pasar mulai menjualnya.

“Penyebab kedua karena ekspektasi jika Jokowi menjadi presiden, maka sektor ini yang paling akan diuntungkan karena Jokowi diyakini akan meningkatkan pembangunan infrastruktur."

Selengkapnya baca di Harian Bisnis Indonesia edisi Jumat (11/4/2014) atau di http://epaper.bisnis.com/epaper/detail/view/79/edisi-harian

More From Makro Ekonomi

  • 2 Perusahaan Urung IPO

    11:01 WIB

    Dua korporasi mengurungkan rencananya untuk menggelar IPO saham. Mereka adalah PT Anugerah Berkah Madani Tbk. dan PT Megapower Makmur. Anugerah Berkah Madani malah sudah sampai tahap penawaran awal setelah mendapat pernyataan praefektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 15 Agustus 2016

  • Anak BUMN Disiapkan Masuk Bursa

    10:53 WIB

    Sejumlah anak usaha BUMN berencana melakukan aksi korporasi berupa penawaran umum perdana saham (IPO) sebagai salah satu jalan mempercepat ekspansi usaha

  • Cuan dari Emiten Baru

    11:18 WIB

    Sembilan dari sepuluh saham emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun ini menorehkan kinerja positif. Saham PT Capital Financial Indonesia Tbk. melesat paling tinggi 228,88% sejak menggelar initial public offering/IPO.

  • Emiten Batu Bara Mulai Membara

    10:42 WIB

    Lonjakan harga batu bara di pasar global sejak awal tahun hingga 36,67% menjadi tumpuan kinerja emiten komoditas batu hitam sepanjang sisa periode 2016.

News Feed

  • Pasar Otomotif Kian Percaya Diri

    Rabu, 28 September 2016 - 12:53 WIB

    Penguatan nilai tukar rupiah terha-dap dolar Amerika Serikat mampu memberikan keyakinan konsumen roda empat di negeri, bahkan pasar diperkirakan bisa menggapai pertumbuhan di atas perkiraan sekitar 5%

  • Pasar Pakan Ikan Tumbuh 8%

    Rabu, 28 September 2016 - 12:23 WIB

    Kendati sentra perikanan budi daya sempat terganggu akibat kekeringan, penjualan pakan ikan hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai 1,3 juta ton atau naik sekitar 8% dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu

  • Harga Batu Bara Lebih Fleksibel

    Rabu, 28 September 2016 - 12:20 WIB

    Pengusaha tambang batu bara dan pengembang pembangkit listrik mulut tambang lebih fleksibel dalam menetapkan harga komoditas itu yang akan dijadikan sebagai bahan baku pembangkit.

  • Ekspedisi Jadi Anak Tiri

    Rabu, 28 September 2016 - 12:17 WIB

    Perkembangan bisnis pengiriman barang melalui udara yang diangkut pesawat khusus kargo di Indonesia dinilai masih lambat karena pemerintah cenderung lebih memperhati-kan kepentingan angkutan penumpan

  • 146 Peraturan Direlaksasi

    Rabu, 28 September 2016 - 12:05 WIB

    Pemerintah akan melakukan deregulasi sekitar 146 aturan terkait perizinan dan persyaratan usaha di bidang transportasi dan perhubungan

Load More