Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 11 Desember 2016

HASIL SEMENTARA PILEG: PDI-P Tidak Dominan, Pasar Merespons Negatif

Editor Jum'at, 11/04/2014 07:41 WIB
 Bursa Efek Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kompak melemah akibat raihan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) versi hitung cepat dalam pemilu legislatif yang di bawah ekspektasi pasar dan memicu ketidakpastian.

Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 3,16% atau sebesar 155,68 poin ke level 4.765,73.Sementara itu, rupiah melemah 0,61% ke level 11.357,5 per dolar AS di Bloomberg Dollar Index, sedangkan Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di angka 11.342.

Di bursa regional, indeks Nikkei Jepang menguat 0,43 poin menjadi 14.300,12, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,51% menjadi 23.186,96, dan indeks Straits Times Singapura turun 0,2% menuju 3.203,58.

Edwin Sebayang, analis PT MNC Securities, mengatakan secara umum IHSG terpuruk karena ekspektasi pelaku pasar PDIP dapat meraih suara besar di atas 20% tidak tercapai, sehingga mereka melakukan aksi jual.

Dengan kurang maksimalnya raihan suara PDIP, lanjutnya, jalan calon presiden dari partai berlambang banteng tersebut yaitu Joko Widodo untuk melenggang ke tampuk kekuasaan nomor satu di negeri ini diperkirakan akan sedikit terjal.

“Sekarang pasar mempertanyakan bagaimana langkah PDIP nanti. Bagaimana bentuk koalisinya dan apakah Jokowi mampu memenangkan pemilihan presiden,” ujarnya, seperti dikutip Harian Bisnis Indonesia, Jumat (11/4/2014).

Hal senada juga diamini oleh Dini Agmivia, analis PT Maybank Kim Eng Securities, Moleonoto, Managing Director PT Indo Premier Securities, dan Satrio Utomo, analis Universal Broker Indonesia.

"Pasar modal regional sebenarnya positif, tetapi sentimen pemilu saat ini memang menjadi faktor dominan yang menyebabkan indeks jatuh," kata Satrio.

Dia menuturkan dana asing di pasar modal dalam negeri pun ikut berkurang seiring dengan munculnya ketidakpastian hasil sejumlah penghitungan cepat pemilu. Saat ini, pasar modal tinggal menunggu proses koalisi yang akan dilakukan partai politik.

10 Saham Penyumbang Penurunan Indeks Terbesar

Kode

Perubahan Harga

Poin Indeks

ASII

-500

-21,95

BBRI

-750

-19,87

BMRI

-600

-15,03

INTP

-2.225

-8,88

TLKM

-70

-7,65

SMGR

-1.125

-7,23

BBNI

-290

-5,8

GGRM

-1.550

-3,23

BSDE

-145

-2,75

CPIN

-140

-2,49

Sumber: Bloomberg

Menurutnya, perekonomian Indonesia yang mem baik masih memberikan kepercayaan diri bagi pelaku pasar untuk menanamkan modalnya di di bursa saham. "Untungnya neraca perdagangan dalam negeri surplus, sehingga perbaikan ekonomi masih bisa bertahan selama satu bulan," ujarnya.

Lebih jauh, Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri, mengatakan secara teknikal IHSG saat ini memang harus terkoreksi. Pasalnya, selama ini indeks telah mengalami penguatan yang cukup tinggi.

Sementara itu, pasar obligasi tidak terlalu merespons hasil hitung cepat sementara pemilu legistlatif yang ditandai tidak berubahnya imbal hasil obligasi negara bertenor 10 tahun yang berada di level 7,82%. Hanya imbal obligasi bertenor 20 tahun yang naik tipis 2 basis poin.

PROPERTI & INFRASTRUKTUR

Pada perdagangan kemarin, semua sektor di IHSG jeblok. Adapun, sektor properti turun paling dalam sebesar 6,47% dan disusul industri dasar sebesar 5,55%.

Edwin Sebayang mengatakan ada dua penyebab sektor properti dan infrastruktur terpuruk. Pertama, lanjutnya, secara valuasi, harga saham-saham di kedua sektor tersebut terbilang sudah terlalu mahal sehingga pelaku pasar mulai menjualnya.

“Penyebab kedua karena ekspektasi jika Jokowi menjadi presiden, maka sektor ini yang paling akan diuntungkan karena Jokowi diyakini akan meningkatkan pembangunan infrastruktur."

Selengkapnya baca di Harian Bisnis Indonesia edisi Jumat (11/4/2014) atau di http://epaper.bisnis.com/epaper/detail/view/79/edisi-harian

More From Makro Ekonomi

  • Galang Dana Abadi Via Reksa Dana

    09:42 WIB

    Reksa dana semakin dilirik untuk menggalang dana abadi institusi sosial, kesehatan, keagamaan, hingga pendidikan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya ada empat produk endowment fund baru yang diluncurkan

  • Atraksi yang Belum Kelar

    01:00 WIB

    PT Bumi Resources Tbk. tak pernah berhenti menjadi buah bibir. Ibarat kereta halilintar di Dunia Fantasy Ancol, mungkin begitu gambaran pergerakan harga saham BUMI sejak go public.

  • Emiten Masih Konservatif

    08:30 WIB

    Meski harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mulai rebound, sejumlah emiten masih memasang target konservatif pada 2017

  • Trump Effect Hanya Sementara

    08:45 WIB

    Bursa Efek Indonesia yakin kondisi tertekannya indeks harga saham gabungan akibat Trump Effect tidak akan berlangsung lama

News Feed

  • Data China Terus Membaik

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 05:47 WIB

    China kembali membukukan perbaikan dalam data ekonomi terbarunya. Kondisi itu meredakan kekhawatiran terjadinya penurunan ekonomi negara tersebut.

  • Tak Ragu Kejar WP Kakap

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 03:42 WIB

    Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.

  • Mendambakan Industri Kreatif Kian Kinclong

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 01:01 WIB

    Data perkembangan industri kreatif yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik, pekan ini, semakin memberi keyakinan bahwa industri ini layak dijadikan sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

  • Indonesia Menang Atas Churchill

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:00 WIB

    Pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai US$1,31 miliar setelah International Centre for Settlement of Investments Disputes (ICSID) menolak gugatan arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty Ltd.

  • CPGT Cari Suntikan Dana Segar

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:53 WIB

    PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Load More