Navigasi Bisnis Terpercaya

Senin 25 Juli 2016

HASIL SEMENTARA PILEG: PDI-P Tidak Dominan, Pasar Merespons Negatif

Editor Jum'at, 11/04/2014 07:41 WIB
 Bursa Efek Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kompak melemah akibat raihan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) versi hitung cepat dalam pemilu legislatif yang di bawah ekspektasi pasar dan memicu ketidakpastian.

Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 3,16% atau sebesar 155,68 poin ke level 4.765,73.Sementara itu, rupiah melemah 0,61% ke level 11.357,5 per dolar AS di Bloomberg Dollar Index, sedangkan Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di angka 11.342.

Di bursa regional, indeks Nikkei Jepang menguat 0,43 poin menjadi 14.300,12, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,51% menjadi 23.186,96, dan indeks Straits Times Singapura turun 0,2% menuju 3.203,58.

Edwin Sebayang, analis PT MNC Securities, mengatakan secara umum IHSG terpuruk karena ekspektasi pelaku pasar PDIP dapat meraih suara besar di atas 20% tidak tercapai, sehingga mereka melakukan aksi jual.

Dengan kurang maksimalnya raihan suara PDIP, lanjutnya, jalan calon presiden dari partai berlambang banteng tersebut yaitu Joko Widodo untuk melenggang ke tampuk kekuasaan nomor satu di negeri ini diperkirakan akan sedikit terjal.

“Sekarang pasar mempertanyakan bagaimana langkah PDIP nanti. Bagaimana bentuk koalisinya dan apakah Jokowi mampu memenangkan pemilihan presiden,” ujarnya, seperti dikutip Harian Bisnis Indonesia, Jumat (11/4/2014).

Hal senada juga diamini oleh Dini Agmivia, analis PT Maybank Kim Eng Securities, Moleonoto, Managing Director PT Indo Premier Securities, dan Satrio Utomo, analis Universal Broker Indonesia.

"Pasar modal regional sebenarnya positif, tetapi sentimen pemilu saat ini memang menjadi faktor dominan yang menyebabkan indeks jatuh," kata Satrio.

Dia menuturkan dana asing di pasar modal dalam negeri pun ikut berkurang seiring dengan munculnya ketidakpastian hasil sejumlah penghitungan cepat pemilu. Saat ini, pasar modal tinggal menunggu proses koalisi yang akan dilakukan partai politik.

10 Saham Penyumbang Penurunan Indeks Terbesar

Kode

Perubahan Harga

Poin Indeks

ASII

-500

-21,95

BBRI

-750

-19,87

BMRI

-600

-15,03

INTP

-2.225

-8,88

TLKM

-70

-7,65

SMGR

-1.125

-7,23

BBNI

-290

-5,8

GGRM

-1.550

-3,23

BSDE

-145

-2,75

CPIN

-140

-2,49

Sumber: Bloomberg

Menurutnya, perekonomian Indonesia yang mem baik masih memberikan kepercayaan diri bagi pelaku pasar untuk menanamkan modalnya di di bursa saham. "Untungnya neraca perdagangan dalam negeri surplus, sehingga perbaikan ekonomi masih bisa bertahan selama satu bulan," ujarnya.

Lebih jauh, Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri, mengatakan secara teknikal IHSG saat ini memang harus terkoreksi. Pasalnya, selama ini indeks telah mengalami penguatan yang cukup tinggi.

Sementara itu, pasar obligasi tidak terlalu merespons hasil hitung cepat sementara pemilu legistlatif yang ditandai tidak berubahnya imbal hasil obligasi negara bertenor 10 tahun yang berada di level 7,82%. Hanya imbal obligasi bertenor 20 tahun yang naik tipis 2 basis poin.

PROPERTI & INFRASTRUKTUR

Pada perdagangan kemarin, semua sektor di IHSG jeblok. Adapun, sektor properti turun paling dalam sebesar 6,47% dan disusul industri dasar sebesar 5,55%.

Edwin Sebayang mengatakan ada dua penyebab sektor properti dan infrastruktur terpuruk. Pertama, lanjutnya, secara valuasi, harga saham-saham di kedua sektor tersebut terbilang sudah terlalu mahal sehingga pelaku pasar mulai menjualnya.

“Penyebab kedua karena ekspektasi jika Jokowi menjadi presiden, maka sektor ini yang paling akan diuntungkan karena Jokowi diyakini akan meningkatkan pembangunan infrastruktur."

Selengkapnya baca di Harian Bisnis Indonesia edisi Jumat (11/4/2014) atau di http://epaper.bisnis.com/epaper/detail/view/79/edisi-harian

More From Makro Ekonomi

  • Rupiah Stabil di Kisaran Rp13.100/US$

    09:08 WIB

    Mata uang Garuda stabil di bawah level 13.100 per dolar AS pada penutupan perdagangan akhir pekan seiring dengan ekspektasi masuknya dana repatriasi tax amnesty. Sentimen ini diperkirakan berlanjut menopang penguatan rupiah minggu depan.

  • Stock Split Kian Ramai

    08:58 WIB

    Belasan emiten melakukan stock split untuk meningkatkan likuiditas dan transaksi saham serta mengundang investor ritel.

  • Kompetisi Jadi Lebih Sehat

    10:23 WIB

    Persaingan antarperusahaan sekuritas diharapkan menjadi lebih sehat setelah adanya kesepakatan penetapan batas minimum fee dalam jasa perantara perdagangan efek sebesar 0,2% dari total nilai transaksi.

  • Emiten Menanti Efek Tax Amnesty

    09:56 WIB

    Sejumlah emiten memproyeksi kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty belum akan berdampak signifikan terhadap penjualan properti pada paruh kedua 2016.

News Feed

  • Ini Gaya Amsterdam

    Senin, 25 Juli 2016 - 10:56 WIB

    Tak ingin ketinggalan dari Paris dan Berlin, perlahan tetapi pasti Amsterdam dengan pendekatan yang berbeda memaksa perusahaan-perusahaan raksasa, yang berminat meninggalkan London pascaBrexit, untuk melirik Ibukota Belanda itu.

  • Berbagi Jaringan Dibutuhkan

    Senin, 25 Juli 2016 - 10:50 WIB

    Industri seluler membutuhkan kebijakan berbagi jaringan aktif (Network sharing) untuk meningkatkan efisiensi sumberdaya alam terbatas (frekuensi) dan membuka pemerataan layanan broadband bagi masyarakat.

  • Investasi di 15 Zona Diproyeksi Rp68 Triliun

    Senin, 25 Juli 2016 - 10:42 WIB

    Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah DKI Jakarta atau PD PAL Jaya menawarkan investasi instalasi pengolahan air limbah kepada investor asing yang proyeksi totalnya membutuhkan Rp68 triliun untuk 15 zona.

  • Kebijakan Minus Diversifikasi

    Senin, 25 Juli 2016 - 10:26 WIB

    Pemerintah dinilai oleh sebagian anggota legislatif masih terlalu fokus pada kebijakan pangan melalui peningkatan produksi pertanian tanpa mengimbanginya dengan diversifikasi produk.

  • Astra Honda Motor Tolak Bukti KPPU

    Senin, 25 Juli 2016 - 10:05 WIB

    PT Astra Honda Motor menampik bukti yang dibeberkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha terkait dugaan kartel sepeda motor jenis skuter matik 110cc-125cc.Perusahaan yang te

Load More