Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017

Bisnis Indonesia edisi cetak Rabu (21/5/2014)-Seksi Utama

Fatkhul Maskur Rabu, 21/05/2014 05:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Rabu, 21 Mei 2014. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Utama

Hal 1. SENTIMEN PEMILU PRESIDEN: Pasar Dibayangi Ketidakpastian

Daya tahan indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal mengalami berbagai ujian berat hingga masa transisi pemerintahan baru dan berakhirnya momentum sell in May and go away pada periode Oktober

PROYEKSI PEREKONOMIAN 2014–2015: Balada Inkonsistensi Kebijakan Ekonomi

Ajang Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada awal Mei lalu telah mengirimkan sinyal bahwa kebijakan pengetatan fiskal yang diterapkan pemerintah sejak tahun lalu akan tetap dikondisikan untuk dilanjutkan pemerintah baru tahun depan.

Hal 2. OPINI: Dominasi Impor Pangan Berbahaya

Purbayu Budi Santosa, Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, menyatakan kondisi impor pangan yang makin membesar dalam jangka menengah apalagi jangka panjang sungguh memprihatinkan dan membahayakan.

Hal 3. RISIKO PENGETATAN MONETER AS: Pemerintah Masih Optimistis

Pemerintah berasumsi nilai tukar rupiah sepanjang 2015 berkisar Rp11.500- Rp12.000 per dolar Amerika Serikat atau tidak jauh berbeda dengan tahun ini kendati ada ancaman kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Hal 4.PENGETATAN MONETER AS: The Fed Didesak Naikkan Suku Bunga

Kebijakan penetapan tingkat suku bunga rendah dalam jangka waktu lama oleh bank sentral Amerika Se - ri kat dinilai dapat menimbulkan risiko bagi perekonomian.

Hal 5. HUNIAN BERIMBANG: Kebijakan Tanpa Eksekusi?

“UU Perumahan dan Kawasan Permukiman itu sudah disahkan 3 tahun lalu. Namun, menjelang masa akhir jabatan , eksekusi kawasan hunian berimbang tidak berjalan. Jalan di tempat.”

Hal 6. JELANG MEA 2015: Inovasi Berkelanjutan, Kunci Daya Saing

Pengusaha lokal didorong me ning - katkan kualitas relasi dengan berbagai pihak untuk menghasilkan inovasi dan kinerja berkelanjutan guna bersaing menghadapi serbuan produk luar ne geri dalam implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai akhir tahun depan.

Hal 7. DANA CASH TERBATAS: PLN Rem Pengerjaan Proyek Listrik

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mulai menerapkan pelambatan pengerjaan sejumlah proyek kelistrikan termasuk penambahan sambungan listrik pelanggan baru akibat ketiadaan dana tunai.

Hal 8. BAHAN BAKU FARMASI: Budi Daya Jamur Didorong

Kementerian Pertanian mendorong petani untuk membudidayakan jamur, mengingat berbagai jenis usaha saat ini mulai membutuhkan, termasuk industri farmasi.

Hal 09. TARGET INVESTASI: Pemprov NTB Harus Kerja Keras

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih harus bekerja keras untuk mencapai realisasi investasi 2014 senilai Rp6,5 triliun.

Hal 10. BUMN INSIGHT: SARANA MULTI INFRASTRUKTUR :Aksi Cepat Katalisator Proyek Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Namun, tak jarang proyek-proyek ini mangkrak akibat kekurangan pendanaan.

Hal 11.KASUS UTANG: Kreditur Restui Perpanjangan PKPU CSM

Perusahaan layanan jasa telekomunikasi PT Citra Sari Makmur kembali mendapat perpanjangan masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) selama 21 hari.

Hal 12. PEMILU PRESIDEN 2014: Demokrat Tetap Tidak Memihak

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan bakal capres Gerindra Prabowo Subianto pada Senin (19/5) malam tidak menghasilkan kesepakatan soal koalisi.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More