Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
EKSPOR KENDARAAN

Neraca Dagang Otomotif Surplus US$80 Juta

Tegar Arief Rabu, 19/10/2016 14:43 WIB
Ilustrasi: Proses produksi mobil di Karawang Assembly Plant (KAP) milik Astra Daihatsu Motor (ADM).

JAKARTA — Kinerja ekspor impor kendaraan dan bagiannya pada September 2016 tercatat surplus US$80,84 juta. Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik, nilai ekspor pada bulan lalu mencapai US$542,50 juta dan impor senilai US$461,66 juta.

Jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu, surplus pada September tahun ini menurun.

Pada September 2015, neraca perdagangan sektor otomotif surplus US$129,64 juta. Saat itu, ekspor mencapai US559,40 juta dan impor senilai US$429,76 juta.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai penurunan surplus neraca perdagangan di sektor otomotif memang telah diprediksi, mengingat kondisi ekonomi global masih belum mengalami perbaikan.

“Ekonomi global belum seperti yang diharapkan. Banyak pihak sudah memprediksi dan sedang berhati-hati,” katanya kepada Bisnis, Selasa (18/10).

Mengacu pada data BPS, kinerja ekspor sebenarnya terbilang mengecewakan. Pada bulan lalu, nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 1,83% dibandingkan dengan capaian pada September tahun lalu. Adapun kinerja impor mengalami kenaikan sebesar 7,42% pada periode yang sama. (lihat tabel)

Meskipun demikian, surplus perdagangan sektor kendaraan dan bagiannya ini cukup melegakan pelaku industri. Menurut Kukuh, yang menjadi tantangan adalah stabilitas ekonomi global yang sangat mempengaruhi distribusi produk ke luar negeri.

“Surplus memang baik, tapi kalau hanya di bulan lalu saja percuma. Perlu juga diamati indikator-indikator ekonomi di negara tujuan,” ujarnya.

BELUM SIGNIFIKAN

PT Astra Daihatsu Motor, salah satu produsen kendaraan yang juga menguasai pasar global mengakui kinerja ekspor sepanjang bulan lalu terbilang stabil. Alasannya, permintaan dari negara tujuan masih belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

“Untuk September capaiannya ada peningkatan, tapi hanya sedikit. Jadi bisa dibilang relatif sama dengan September tahun lalu,” kata Head Corporate Planning Division PT Astra Daihatsu Motor Rudy Ardiman tanpa menyebut volume ekspor selama bulan lalu.

Perusahaan di Indonesia memang tidak bisa serta-merta meningkatkan volume ekspor atau menambah destinasi baru. Sebab kebijakan untuk menentukan volume dan strategi di pasar global ada pada pihak prinsipal.

Gaikindo sebagai asosiasi tidak bisa memaksa prinsipal untuk meningkatkan volume ekspor. Namun pelaku industri meyakini, jika pemerintah segera mengeksekusi penerapan Euro 4, maka secara otomatis laju ekspor akan terdongkrak.

Pemerintah sendiri telah menargetkan peningkatan ekspor mobil pada tahun depan naik 10%. Iklim investasi yang kondusif diyakini akan mampu meyakinkan pihak prinsipal untuk menambah volume ekspor kendaraan produksi dalam negeri.

Secara volume, kinerja ekspor kendaraan utuh atau completely build up (CBU) mengalami penurunan pada tahun ini. Pada semester I/2016, volume ekspor CBU hanya mencapai 93.998 unit, turun dari capaian pada semester I/2015 yang sebanyak 107.831 unit.

Namun demikian, volume ekspor kendaraan terurai atau completely knocked down (CKD) meningkat dari sebanyak 50.488 set pada semester pertama tahun lalu menjadi sebanyak 91.194 set pada periode yang sama tahun ini.

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More