Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 11 Desember 2016
EKSPOR KENDARAAN

Neraca Dagang Otomotif Surplus US$80 Juta

Tegar Arief Rabu, 19/10/2016 14:43 WIB
Ilustrasi: Proses produksi mobil di Karawang Assembly Plant (KAP) milik Astra Daihatsu Motor (ADM).

JAKARTA — Kinerja ekspor impor kendaraan dan bagiannya pada September 2016 tercatat surplus US$80,84 juta. Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik, nilai ekspor pada bulan lalu mencapai US$542,50 juta dan impor senilai US$461,66 juta.

Jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu, surplus pada September tahun ini menurun.

Pada September 2015, neraca perdagangan sektor otomotif surplus US$129,64 juta. Saat itu, ekspor mencapai US559,40 juta dan impor senilai US$429,76 juta.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai penurunan surplus neraca perdagangan di sektor otomotif memang telah diprediksi, mengingat kondisi ekonomi global masih belum mengalami perbaikan.

“Ekonomi global belum seperti yang diharapkan. Banyak pihak sudah memprediksi dan sedang berhati-hati,” katanya kepada Bisnis, Selasa (18/10).

Mengacu pada data BPS, kinerja ekspor sebenarnya terbilang mengecewakan. Pada bulan lalu, nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 1,83% dibandingkan dengan capaian pada September tahun lalu. Adapun kinerja impor mengalami kenaikan sebesar 7,42% pada periode yang sama. (lihat tabel)

Meskipun demikian, surplus perdagangan sektor kendaraan dan bagiannya ini cukup melegakan pelaku industri. Menurut Kukuh, yang menjadi tantangan adalah stabilitas ekonomi global yang sangat mempengaruhi distribusi produk ke luar negeri.

“Surplus memang baik, tapi kalau hanya di bulan lalu saja percuma. Perlu juga diamati indikator-indikator ekonomi di negara tujuan,” ujarnya.

BELUM SIGNIFIKAN

PT Astra Daihatsu Motor, salah satu produsen kendaraan yang juga menguasai pasar global mengakui kinerja ekspor sepanjang bulan lalu terbilang stabil. Alasannya, permintaan dari negara tujuan masih belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

“Untuk September capaiannya ada peningkatan, tapi hanya sedikit. Jadi bisa dibilang relatif sama dengan September tahun lalu,” kata Head Corporate Planning Division PT Astra Daihatsu Motor Rudy Ardiman tanpa menyebut volume ekspor selama bulan lalu.

Perusahaan di Indonesia memang tidak bisa serta-merta meningkatkan volume ekspor atau menambah destinasi baru. Sebab kebijakan untuk menentukan volume dan strategi di pasar global ada pada pihak prinsipal.

Gaikindo sebagai asosiasi tidak bisa memaksa prinsipal untuk meningkatkan volume ekspor. Namun pelaku industri meyakini, jika pemerintah segera mengeksekusi penerapan Euro 4, maka secara otomatis laju ekspor akan terdongkrak.

Pemerintah sendiri telah menargetkan peningkatan ekspor mobil pada tahun depan naik 10%. Iklim investasi yang kondusif diyakini akan mampu meyakinkan pihak prinsipal untuk menambah volume ekspor kendaraan produksi dalam negeri.

Secara volume, kinerja ekspor kendaraan utuh atau completely build up (CBU) mengalami penurunan pada tahun ini. Pada semester I/2016, volume ekspor CBU hanya mencapai 93.998 unit, turun dari capaian pada semester I/2015 yang sebanyak 107.831 unit.

Namun demikian, volume ekspor kendaraan terurai atau completely knocked down (CKD) meningkat dari sebanyak 50.488 set pada semester pertama tahun lalu menjadi sebanyak 91.194 set pada periode yang sama tahun ini.

More From Makro Ekonomi

  • Galang Dana Abadi Via Reksa Dana

    09:42 WIB

    Reksa dana semakin dilirik untuk menggalang dana abadi institusi sosial, kesehatan, keagamaan, hingga pendidikan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya ada empat produk endowment fund baru yang diluncurkan

  • Atraksi yang Belum Kelar

    01:00 WIB

    PT Bumi Resources Tbk. tak pernah berhenti menjadi buah bibir. Ibarat kereta halilintar di Dunia Fantasy Ancol, mungkin begitu gambaran pergerakan harga saham BUMI sejak go public.

  • Emiten Masih Konservatif

    08:30 WIB

    Meski harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mulai rebound, sejumlah emiten masih memasang target konservatif pada 2017

  • Trump Effect Hanya Sementara

    08:45 WIB

    Bursa Efek Indonesia yakin kondisi tertekannya indeks harga saham gabungan akibat Trump Effect tidak akan berlangsung lama

News Feed

  • Data China Terus Membaik

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 05:47 WIB

    China kembali membukukan perbaikan dalam data ekonomi terbarunya. Kondisi itu meredakan kekhawatiran terjadinya penurunan ekonomi negara tersebut.

  • Tak Ragu Kejar WP Kakap

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 03:42 WIB

    Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.

  • Mendambakan Industri Kreatif Kian Kinclong

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 01:01 WIB

    Data perkembangan industri kreatif yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik, pekan ini, semakin memberi keyakinan bahwa industri ini layak dijadikan sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

  • Indonesia Menang Atas Churchill

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:00 WIB

    Pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai US$1,31 miliar setelah International Centre for Settlement of Investments Disputes (ICSID) menolak gugatan arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty Ltd.

  • CPGT Cari Suntikan Dana Segar

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:53 WIB

    PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Load More