Navigasi Bisnis Terpercaya

Selasa 28 Maret 2017
EKSPOR KENDARAAN

Neraca Dagang Otomotif Surplus US$80 Juta

Tegar Arief Rabu, 19/10/2016 14:43 WIB
Ilustrasi: Proses produksi mobil di Karawang Assembly Plant (KAP) milik Astra Daihatsu Motor (ADM).

JAKARTA — Kinerja ekspor impor kendaraan dan bagiannya pada September 2016 tercatat surplus US$80,84 juta. Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik, nilai ekspor pada bulan lalu mencapai US$542,50 juta dan impor senilai US$461,66 juta.

Jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu, surplus pada September tahun ini menurun.

Pada September 2015, neraca perdagangan sektor otomotif surplus US$129,64 juta. Saat itu, ekspor mencapai US559,40 juta dan impor senilai US$429,76 juta.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai penurunan surplus neraca perdagangan di sektor otomotif memang telah diprediksi, mengingat kondisi ekonomi global masih belum mengalami perbaikan.

“Ekonomi global belum seperti yang diharapkan. Banyak pihak sudah memprediksi dan sedang berhati-hati,” katanya kepada Bisnis, Selasa (18/10).

Mengacu pada data BPS, kinerja ekspor sebenarnya terbilang mengecewakan. Pada bulan lalu, nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 1,83% dibandingkan dengan capaian pada September tahun lalu. Adapun kinerja impor mengalami kenaikan sebesar 7,42% pada periode yang sama. (lihat tabel)

Meskipun demikian, surplus perdagangan sektor kendaraan dan bagiannya ini cukup melegakan pelaku industri. Menurut Kukuh, yang menjadi tantangan adalah stabilitas ekonomi global yang sangat mempengaruhi distribusi produk ke luar negeri.

“Surplus memang baik, tapi kalau hanya di bulan lalu saja percuma. Perlu juga diamati indikator-indikator ekonomi di negara tujuan,” ujarnya.

BELUM SIGNIFIKAN

PT Astra Daihatsu Motor, salah satu produsen kendaraan yang juga menguasai pasar global mengakui kinerja ekspor sepanjang bulan lalu terbilang stabil. Alasannya, permintaan dari negara tujuan masih belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

“Untuk September capaiannya ada peningkatan, tapi hanya sedikit. Jadi bisa dibilang relatif sama dengan September tahun lalu,” kata Head Corporate Planning Division PT Astra Daihatsu Motor Rudy Ardiman tanpa menyebut volume ekspor selama bulan lalu.

Perusahaan di Indonesia memang tidak bisa serta-merta meningkatkan volume ekspor atau menambah destinasi baru. Sebab kebijakan untuk menentukan volume dan strategi di pasar global ada pada pihak prinsipal.

Gaikindo sebagai asosiasi tidak bisa memaksa prinsipal untuk meningkatkan volume ekspor. Namun pelaku industri meyakini, jika pemerintah segera mengeksekusi penerapan Euro 4, maka secara otomatis laju ekspor akan terdongkrak.

Pemerintah sendiri telah menargetkan peningkatan ekspor mobil pada tahun depan naik 10%. Iklim investasi yang kondusif diyakini akan mampu meyakinkan pihak prinsipal untuk menambah volume ekspor kendaraan produksi dalam negeri.

Secara volume, kinerja ekspor kendaraan utuh atau completely build up (CBU) mengalami penurunan pada tahun ini. Pada semester I/2016, volume ekspor CBU hanya mencapai 93.998 unit, turun dari capaian pada semester I/2015 yang sebanyak 107.831 unit.

Namun demikian, volume ekspor kendaraan terurai atau completely knocked down (CKD) meningkat dari sebanyak 50.488 set pada semester pertama tahun lalu menjadi sebanyak 91.194 set pada periode yang sama tahun ini.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Asuransi Pelat Merah Makin Pede

    Senin, 27 Maret 2017 - 14:59 WIB

    Sejumlah BUMN di sektor jasa keuangan nonbank mematok target pertumbuhan laba bersih signifikan pada tahun ini lantaran disokong strategi ekspansi yang agresif

  • Harga Tembaga Sulit Naik

    Senin, 27 Maret 2017 - 14:01 WIB

    Harga tembaga diperkirakan sulit terdorong untuk menembus level US$6.000 per ton seiring dengan proyeksi bertumbuhnya suplai dari tambang terbesar di dunia

  • Memprediksi Pundi -Pundi AALI

    Senin, 27 Maret 2017 - 13:54 WIB

    Sebagai emiten pemasok minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, pemasukan PT Astra Agro Lestari Tbk. diprediksi semakin menggemuk seiring dengan membaiknya produksi perkebunan.

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    Senin, 27 Maret 2017 - 13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    Senin, 27 Maret 2017 - 13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

Load More