Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
BISNIS INDONESIA BANKING AWARD 2016

Bertahan & Bertumbuh Saat Kondisi Keruh

Annisa Sulistyo Rini & Hendri T. Asworo Kamis, 20/10/2016 07:43 WIB
Wakil Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Soebronto Laras (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto (kanan)menyerahkan buku Indonesia Banking Watch 20162017 kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad pada acara Bisnis Indonesia Banking Award 2016 di Jakarta, Rabu (19/10).

Tahun ini adalah periode penuh tantangan bagi industri perbankan di Tanah Air. Di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang belum sepenuhnya pulih, kinerja bank mendapatkan tekanan.

Kredit perbankan melambat, profitabilitas tertekan, hingga ancaman terhadap peningkatan pembiayaan bermasalah.

Hingga Juli 2016, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan laba perbankan secara industri sebesar 9,79% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Penyaluran kredit hingga Agustus 2016 masih menunjukkan perlambatan dengan pertumbuhan sebesar 6,7% secara tahunan, turun dari pencapaian bulan sebelumnya 7,6%.

Kondisi itu kian menantang dengan peningkatan rasio kredit bermasalah perbankan yang mencapai 3,2% pada Agustus 2016.

Namun, di tengah kondisi tersebut, beberapa bank masih mampu bertahan dan menunjukkan kinerja yang positif.

Harian Bisnis Indonesia memberikan apresiasi terhadap bank yang bisa menjaga kinerja positif melalui Bisnis Indonesia Banking Award 2016.

Penghargaan ini merupakan transformasi dari Bisnis Indonesia Efficiency Award yang dilaksanakan sejak 2007 dengan penilaian yang diperluas. Tidak hanya dari tingkat efisiensi bank, tetapi juga performa bank secara keseluruhan.

“Dalam kondisi ekonomi sekarang ini dan persaingan yang semakin ketat, banyak bank-bank yang melakukan efisiensi, kerja keras, dan terus melakukan inovasi. Apresiasi ini diberikan sebagai penghargaan agar bank yang menerima penghargaan bisa terus menjadi lebih baik,” ujar Presiden Direktur Bisnis IndonesiaBig Media Group Lulu Terianto.

Penghargaan diberikan kepada bank berdasarkan pengelompokan dari kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) I, BUKU II, BUKU III, dan BUKU IV, serta perbankan syariah.

Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Arif Budisusilo menyatakan melalui penghargaan ini Bisnis Indonesia berharap industri perbankan nasional berkembang semakin baik ke depan.

“Kami juga berharap Bisnis Indonesia bisa memberikan kontribusi ke perkembangan perbankan yang lebih sustainable,” tegasnya.

Malam penghargaan Bisnis Indonesia Banking Award 2016 kali ini juga memberikan apresiasi kepada bankir terbaik dan penghargaan khusus, di mana proses seleksi dan penilaiannya dilakukan oleh sidang pleno Dewan Redaksi Bisnis Indonesia.

Salah satu juri Bisnis Indonesia Banking Award 2016 yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan Kadin Indonesia Sigit Pramono menuturkan penilaian dilakukan atas beberapa kriteria, di antaranya bank harus memiliki rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah 5%, kinerja penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga, serta return on asset (ROA).

“Dalam proses keputusan terakhir kali, kami juga mempertimbangkan margin bunga bersih bank serta posisi rasio NPL untuk menentukan bank-bank yang diberi penghargaan,” kata Sigit.

Selain Arif Budisusilo (mewakili media) dan Sigit Pramono (praktisi perbankan/Kadin Indonesia), Dewan Juri Bisnis Indonesia Banking Award 2016diisioleh Mas Achmad Daniri (praktisi GCG/ Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance) dan Ruslan Prijadi (akademisi dari Universitas Indonesia).

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More