Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 11 Desember 2016
BISNIS INDONESIA BANKING AWARD 2016

Bertahan & Bertumbuh Saat Kondisi Keruh

Annisa Sulistyo Rini & Hendri T. Asworo Kamis, 20/10/2016 07:43 WIB
Wakil Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Soebronto Laras (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto (kanan)menyerahkan buku Indonesia Banking Watch 20162017 kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad pada acara Bisnis Indonesia Banking Award 2016 di Jakarta, Rabu (19/10).

Tahun ini adalah periode penuh tantangan bagi industri perbankan di Tanah Air. Di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang belum sepenuhnya pulih, kinerja bank mendapatkan tekanan.

Kredit perbankan melambat, profitabilitas tertekan, hingga ancaman terhadap peningkatan pembiayaan bermasalah.

Hingga Juli 2016, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan laba perbankan secara industri sebesar 9,79% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Penyaluran kredit hingga Agustus 2016 masih menunjukkan perlambatan dengan pertumbuhan sebesar 6,7% secara tahunan, turun dari pencapaian bulan sebelumnya 7,6%.

Kondisi itu kian menantang dengan peningkatan rasio kredit bermasalah perbankan yang mencapai 3,2% pada Agustus 2016.

Namun, di tengah kondisi tersebut, beberapa bank masih mampu bertahan dan menunjukkan kinerja yang positif.

Harian Bisnis Indonesia memberikan apresiasi terhadap bank yang bisa menjaga kinerja positif melalui Bisnis Indonesia Banking Award 2016.

Penghargaan ini merupakan transformasi dari Bisnis Indonesia Efficiency Award yang dilaksanakan sejak 2007 dengan penilaian yang diperluas. Tidak hanya dari tingkat efisiensi bank, tetapi juga performa bank secara keseluruhan.

“Dalam kondisi ekonomi sekarang ini dan persaingan yang semakin ketat, banyak bank-bank yang melakukan efisiensi, kerja keras, dan terus melakukan inovasi. Apresiasi ini diberikan sebagai penghargaan agar bank yang menerima penghargaan bisa terus menjadi lebih baik,” ujar Presiden Direktur Bisnis IndonesiaBig Media Group Lulu Terianto.

Penghargaan diberikan kepada bank berdasarkan pengelompokan dari kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) I, BUKU II, BUKU III, dan BUKU IV, serta perbankan syariah.

Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Arif Budisusilo menyatakan melalui penghargaan ini Bisnis Indonesia berharap industri perbankan nasional berkembang semakin baik ke depan.

“Kami juga berharap Bisnis Indonesia bisa memberikan kontribusi ke perkembangan perbankan yang lebih sustainable,” tegasnya.

Malam penghargaan Bisnis Indonesia Banking Award 2016 kali ini juga memberikan apresiasi kepada bankir terbaik dan penghargaan khusus, di mana proses seleksi dan penilaiannya dilakukan oleh sidang pleno Dewan Redaksi Bisnis Indonesia.

Salah satu juri Bisnis Indonesia Banking Award 2016 yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan Kadin Indonesia Sigit Pramono menuturkan penilaian dilakukan atas beberapa kriteria, di antaranya bank harus memiliki rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah 5%, kinerja penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga, serta return on asset (ROA).

“Dalam proses keputusan terakhir kali, kami juga mempertimbangkan margin bunga bersih bank serta posisi rasio NPL untuk menentukan bank-bank yang diberi penghargaan,” kata Sigit.

Selain Arif Budisusilo (mewakili media) dan Sigit Pramono (praktisi perbankan/Kadin Indonesia), Dewan Juri Bisnis Indonesia Banking Award 2016diisioleh Mas Achmad Daniri (praktisi GCG/ Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance) dan Ruslan Prijadi (akademisi dari Universitas Indonesia).

More From Makro Ekonomi

  • Galang Dana Abadi Via Reksa Dana

    09:42 WIB

    Reksa dana semakin dilirik untuk menggalang dana abadi institusi sosial, kesehatan, keagamaan, hingga pendidikan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya ada empat produk endowment fund baru yang diluncurkan

  • Atraksi yang Belum Kelar

    01:00 WIB

    PT Bumi Resources Tbk. tak pernah berhenti menjadi buah bibir. Ibarat kereta halilintar di Dunia Fantasy Ancol, mungkin begitu gambaran pergerakan harga saham BUMI sejak go public.

  • Emiten Masih Konservatif

    08:30 WIB

    Meski harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mulai rebound, sejumlah emiten masih memasang target konservatif pada 2017

  • Trump Effect Hanya Sementara

    08:45 WIB

    Bursa Efek Indonesia yakin kondisi tertekannya indeks harga saham gabungan akibat Trump Effect tidak akan berlangsung lama

News Feed

  • Data China Terus Membaik

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 05:47 WIB

    China kembali membukukan perbaikan dalam data ekonomi terbarunya. Kondisi itu meredakan kekhawatiran terjadinya penurunan ekonomi negara tersebut.

  • Tak Ragu Kejar WP Kakap

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 03:42 WIB

    Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.

  • Mendambakan Industri Kreatif Kian Kinclong

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 01:01 WIB

    Data perkembangan industri kreatif yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik, pekan ini, semakin memberi keyakinan bahwa industri ini layak dijadikan sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

  • Indonesia Menang Atas Churchill

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:00 WIB

    Pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai US$1,31 miliar setelah International Centre for Settlement of Investments Disputes (ICSID) menolak gugatan arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty Ltd.

  • CPGT Cari Suntikan Dana Segar

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:53 WIB

    PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Load More