Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
BISNIS INDONESIA BANKING AWARD 2016

Bertahan & Bertumbuh Saat Kondisi Keruh

Annisa Sulistyo Rini & Hendri T. Asworo Kamis, 20/10/2016 07:43 WIB
Wakil Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Soebronto Laras (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto (kanan)menyerahkan buku Indonesia Banking Watch 20162017 kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad pada acara Bisnis Indonesia Banking Award 2016 di Jakarta, Rabu (19/10).

Tahun ini adalah periode penuh tantangan bagi industri perbankan di Tanah Air. Di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang belum sepenuhnya pulih, kinerja bank mendapatkan tekanan.

Kredit perbankan melambat, profitabilitas tertekan, hingga ancaman terhadap peningkatan pembiayaan bermasalah.

Hingga Juli 2016, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan laba perbankan secara industri sebesar 9,79% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Penyaluran kredit hingga Agustus 2016 masih menunjukkan perlambatan dengan pertumbuhan sebesar 6,7% secara tahunan, turun dari pencapaian bulan sebelumnya 7,6%.

Kondisi itu kian menantang dengan peningkatan rasio kredit bermasalah perbankan yang mencapai 3,2% pada Agustus 2016.

Namun, di tengah kondisi tersebut, beberapa bank masih mampu bertahan dan menunjukkan kinerja yang positif.

Harian Bisnis Indonesia memberikan apresiasi terhadap bank yang bisa menjaga kinerja positif melalui Bisnis Indonesia Banking Award 2016.

Penghargaan ini merupakan transformasi dari Bisnis Indonesia Efficiency Award yang dilaksanakan sejak 2007 dengan penilaian yang diperluas. Tidak hanya dari tingkat efisiensi bank, tetapi juga performa bank secara keseluruhan.

“Dalam kondisi ekonomi sekarang ini dan persaingan yang semakin ketat, banyak bank-bank yang melakukan efisiensi, kerja keras, dan terus melakukan inovasi. Apresiasi ini diberikan sebagai penghargaan agar bank yang menerima penghargaan bisa terus menjadi lebih baik,” ujar Presiden Direktur Bisnis IndonesiaBig Media Group Lulu Terianto.

Penghargaan diberikan kepada bank berdasarkan pengelompokan dari kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) I, BUKU II, BUKU III, dan BUKU IV, serta perbankan syariah.

Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Arif Budisusilo menyatakan melalui penghargaan ini Bisnis Indonesia berharap industri perbankan nasional berkembang semakin baik ke depan.

“Kami juga berharap Bisnis Indonesia bisa memberikan kontribusi ke perkembangan perbankan yang lebih sustainable,” tegasnya.

Malam penghargaan Bisnis Indonesia Banking Award 2016 kali ini juga memberikan apresiasi kepada bankir terbaik dan penghargaan khusus, di mana proses seleksi dan penilaiannya dilakukan oleh sidang pleno Dewan Redaksi Bisnis Indonesia.

Salah satu juri Bisnis Indonesia Banking Award 2016 yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan Kadin Indonesia Sigit Pramono menuturkan penilaian dilakukan atas beberapa kriteria, di antaranya bank harus memiliki rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah 5%, kinerja penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga, serta return on asset (ROA).

“Dalam proses keputusan terakhir kali, kami juga mempertimbangkan margin bunga bersih bank serta posisi rasio NPL untuk menentukan bank-bank yang diberi penghargaan,” kata Sigit.

Selain Arif Budisusilo (mewakili media) dan Sigit Pramono (praktisi perbankan/Kadin Indonesia), Dewan Juri Bisnis Indonesia Banking Award 2016diisioleh Mas Achmad Daniri (praktisi GCG/ Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance) dan Ruslan Prijadi (akademisi dari Universitas Indonesia).

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More