Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 23 Februari 2017
BISNIS INDONESIA BANKING AWARD 2016

Bertahan & Bertumbuh Saat Kondisi Keruh

Annisa Sulistyo Rini & Hendri T. Asworo Kamis, 20/10/2016 07:43 WIB
Wakil Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Soebronto Laras (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto (kanan)menyerahkan buku Indonesia Banking Watch 20162017 kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad pada acara Bisnis Indonesia Banking Award 2016 di Jakarta, Rabu (19/10).

Tahun ini adalah periode penuh tantangan bagi industri perbankan di Tanah Air. Di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang belum sepenuhnya pulih, kinerja bank mendapatkan tekanan.

Kredit perbankan melambat, profitabilitas tertekan, hingga ancaman terhadap peningkatan pembiayaan bermasalah.

Hingga Juli 2016, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan laba perbankan secara industri sebesar 9,79% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Penyaluran kredit hingga Agustus 2016 masih menunjukkan perlambatan dengan pertumbuhan sebesar 6,7% secara tahunan, turun dari pencapaian bulan sebelumnya 7,6%.

Kondisi itu kian menantang dengan peningkatan rasio kredit bermasalah perbankan yang mencapai 3,2% pada Agustus 2016.

Namun, di tengah kondisi tersebut, beberapa bank masih mampu bertahan dan menunjukkan kinerja yang positif.

Harian Bisnis Indonesia memberikan apresiasi terhadap bank yang bisa menjaga kinerja positif melalui Bisnis Indonesia Banking Award 2016.

Penghargaan ini merupakan transformasi dari Bisnis Indonesia Efficiency Award yang dilaksanakan sejak 2007 dengan penilaian yang diperluas. Tidak hanya dari tingkat efisiensi bank, tetapi juga performa bank secara keseluruhan.

“Dalam kondisi ekonomi sekarang ini dan persaingan yang semakin ketat, banyak bank-bank yang melakukan efisiensi, kerja keras, dan terus melakukan inovasi. Apresiasi ini diberikan sebagai penghargaan agar bank yang menerima penghargaan bisa terus menjadi lebih baik,” ujar Presiden Direktur Bisnis IndonesiaBig Media Group Lulu Terianto.

Penghargaan diberikan kepada bank berdasarkan pengelompokan dari kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) I, BUKU II, BUKU III, dan BUKU IV, serta perbankan syariah.

Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Arif Budisusilo menyatakan melalui penghargaan ini Bisnis Indonesia berharap industri perbankan nasional berkembang semakin baik ke depan.

“Kami juga berharap Bisnis Indonesia bisa memberikan kontribusi ke perkembangan perbankan yang lebih sustainable,” tegasnya.

Malam penghargaan Bisnis Indonesia Banking Award 2016 kali ini juga memberikan apresiasi kepada bankir terbaik dan penghargaan khusus, di mana proses seleksi dan penilaiannya dilakukan oleh sidang pleno Dewan Redaksi Bisnis Indonesia.

Salah satu juri Bisnis Indonesia Banking Award 2016 yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan Kadin Indonesia Sigit Pramono menuturkan penilaian dilakukan atas beberapa kriteria, di antaranya bank harus memiliki rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah 5%, kinerja penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga, serta return on asset (ROA).

“Dalam proses keputusan terakhir kali, kami juga mempertimbangkan margin bunga bersih bank serta posisi rasio NPL untuk menentukan bank-bank yang diberi penghargaan,” kata Sigit.

Selain Arif Budisusilo (mewakili media) dan Sigit Pramono (praktisi perbankan/Kadin Indonesia), Dewan Juri Bisnis Indonesia Banking Award 2016diisioleh Mas Achmad Daniri (praktisi GCG/ Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance) dan Ruslan Prijadi (akademisi dari Universitas Indonesia).

More From Makro Ekonomi

  • The Magnificent Seven Kini Terdiskon

    11:05 WIB

    Tujuh saham yang membukukan return fantastis (magnificent) pada tahun lalu, kini terjerembab ke zona merah sepanjang tahun berjalan (year to date)

  • Berharap Properti Bangkit Lagi

    11:00 WIB

    Pertumbuhan pasar properti yang melempem dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu faktor penekan kinerja produsen semen. Apakah tren ini akan terus berlanjut pada tahun ini?

  • Reksa Dana Syariah Offshore Layak Dilirik

    14:16 WIB

    Mayoritas bursa global sepanjang tahun berjalan membukukan kinerja yang lebih kinclong dibandingkan dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Produk reksa dana syariah offshore pun layak untuk dilirik.

  • Satu Hela Nafas Lega UNSP

    14:13 WIB

    Setelah mengantongi izin pemegang saham untuk menggelar reverse stock, emiten perkebunan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. segera menggelar restrukturisasi utang yang ditargetkan mampu mencapai titik temu dengan para kreditur pada semester I/2017.

News Feed

  • MA Memilih Tak Berfatwa

    Rabu, 22 Februari 2017 - 12:10 WIB

    Mahkamah Agung memilih sikap netral dan enggan mengeluarkan fatwa terkait dengan pandangan hukum atas status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dimohonkan pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

  • TLKM Terganjal KPPU

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:45 WIB

    Investigator KPPU mengklaim telah menemukan bukti kuat bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. melakukan pelanggaran monopoli, dengan mengambil keuntungan posisi dominan hingga menerapkan perjanjian tertutup.

  • Bank Menengah Tergiur Infrastruktur

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:45 WIB

    Bank papan tengah tertarik untuk menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur yang saat ini gencar dijalankan pemerintah. Terlebih lagi ketersediaan likuiditas mereka dinilai berlebih setelah kredit tahun lalu melambat

  • Berlomba-Lomba Tawarkan KTA

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:40 WIB

    Kredit tanpa agunan menjadi primadona tersendiri saat kebutuhan dana jangka pendek mendekat. Merespons kebutuhan itu, beberapa bank menjadikan salah satu produk konsumer tersebut sebagai penyokong kinerja kredit konsumsi

  • Kebutuhan Dana Tunai Jadi Pemicu

    Rabu, 22 Februari 2017 - 11:36 WIB

    Setelah sempat menurun 2,8% pada akhir 2015, nilai klaim dan manfaat yang dibayar indusri asuransi jiwa melonjak 32,4% pada akhir tahun lalu yang diperkirakan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan uang tunai oleh masyarakat

Load More