Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 11 Desember 2016
EMITEN INDUSTRI BARANG KONSUMSI

Adu Gurih di Mi Instan Premium

Novita Sari Simamora Kamis, 20/10/2016 07:44 WIB
Mi kuah.

Modifikasi produk mi instan untuk mengincar pangsa pasar kelas menengah ke atas semakin gencar dilakukan. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir penjualan industri mi instan sempat terkontraksi.

Adalah produk Bakmi Mewah dari PT Mayora Indah Tbk. dan Indomie Premium Real Meat dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., yang tengah “menggurihkan” pasar.

Kawula muda yang selama ini doyan mi instan kini gencar membincangkan dua produk yang dijajakan di pasar de ngan kisaran harga Rp6.500-Rp8.000 per bungkus tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, ekspansi kedua produk tersebut begitu masif di jaringan-jaringan toko peritel eceran hingga warung-warung areal perumahan. Strategi pemasaran dan penjualan pun saling beradu.

Teknik penjualan yang dilakukan juga ber variasi, misalnya saja di beberapa gerai toko produk Indomie Real Meat menawarkan harga Rp7.500 per bungkus, akan tetapi harga akan turun bila membeli dua bungkus menjadi Rp12.000. Diskon menjadi daya tarik konsumen untuk mencicipi produk premium itu.

Perkembangan bisnis mi instan sebe nar nya begitu-begitu saja. Minat tetap ada tetapi belum bisa dikatakan meningkat.

Analis PT Daewoo Securities Indonesia Dang Maulida memaparkan yang terjadi di beberapa negara saat ini adalah fenomena produk mi instan mulai ditinggalkan.

Hal itu seiring dengan pendapatan masyarakatnya yang kian meningkat sehingga pilihan selera makan pun semakin bervariasi.

Faktanya, Indofood saat ini mencatatkan penjualan mi instan dengan kisaran harga Rp2.000-an per kemasan mulai stagnan bahkan penjualan secara industri pun membukukan data yang terkontraksi.

Namun, kehadiran mi instan premium dengan harga hampir empat kali lipat secara perlahan menjadi mulai menguasai daftar menu makanan instan di keluarga keluarga, terutama kalangan muda.

"Fenomena menarik. Saat ini, pasar kelas menengah ingin menikmati mi dengan cara yang unik,” tutur Dang Maulida, baru-baru ini.

Sebelum hadirnya dua produk premium ter sebut, katanya, pasar kelas menengah yang sering disebut dengan generasi produktif lebih doyan mengonsumsi produk mi yang unik seperti Bakmi GM dan mi gerobak yang dijajakan di pinggir jalan.

Selera memang dinamis dan akan terus berubah. Penggemar mi kini ingin menikmati produk mi yang unik tersebut de ngan cara yang mudah, bikin sendiri, hemat tetapi berkelas, instan tentunya.

Menurut Dang Maulida, baik Mayora yang berkode saham MYOR dan Indofood CBP (ICBP) memahami perubahan konstelasi selera publik dan langsung ingin mengambil ceruk pasar tersebut.

Pembeli produk Bakmi Mewah atau Indomie Real Meat pun bisa menikmati makanan dengan rasa yang konsisten dan disimpan untuk jangka panjang. Dang Maulida menilai kondisi ‘hemat yang berkelas’ itu pun menjadi peluang bagi produsen.

Dia mengamati penjualan mi cup dengan kisaran harga Rp4.000 dan mi premium direspons secara positif oleh pasar. Kondisi tersebut membuat Buana Ca pital dalam riset mereka baru-baru ini memproyeksikan pertumbuhan volume mi instan premium produksi ICBP bakal bisa mencapai 12% hingga akhir tahun ini.

DUA DIGIT

Analis Buana Capital Andre Suntono memperkirakan penjualan mi instan dan konsolidasi ICBP hingga akhir tahun bisa tumbuh 14,2% (year on year) menjadi Rp24 triliun.

Secara korporasi, penjualan mi instan berkontribusi 64,3% dari penjualan bersih ICBP. Buana Capital pun memproyeksikan pertumbuhan total penjualan bersih ICBP mencapai 17% hingga akhir tahun atau akan berkisar Rp37,3 triliun.

Pertumbuhan penjualan bisa mencapai dua digit karena Grup Salim itu telah merilis 32 produk baru dengan pertumbuhan ratarata penjualan mencapai 5%
year on year. Menurut Andre, ICBP masih akan terus menjadi pemimpin pasar karena adanya inovasi produk yang berkelanjutan, dan strategi harga.

“Sejak 2 tahun yang lalu, mi ICBP menghadapi perampingan atau bahkan pertumbuhan volume datar, karena penetrasi pasar yang sudah luas hingga 75% dari pangsa pasar. ICBP melalui inovasi produk dengan meluncurkan produk-produk baru, membantu perusahaan untuk menghasilkan volume penjualan baru yang meningkatkan volume secara keseluruhan,” tulisnya dalan riset.

Tahun ini, Buana Capital memproyeksikan penjualan mi premium akan menembus pasar yang lebih jauh yakni kelas menengah ke atas. Menurutnya,
meskipun ada peningkatan average selling price (ASP), produk premium masih tetap dijangkau oleh masyarakat.

So, dengan sejumlah proyeksi positif tersebut, ICBP juga mau tak mau harus mengakui kehadiran MYOR, dan mungkin pula emiten produsen makanan lainnya yang ingin berebut kegurihan pasar mi instan.

More From Makro Ekonomi

  • Galang Dana Abadi Via Reksa Dana

    09:42 WIB

    Reksa dana semakin dilirik untuk menggalang dana abadi institusi sosial, kesehatan, keagamaan, hingga pendidikan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya ada empat produk endowment fund baru yang diluncurkan

  • Atraksi yang Belum Kelar

    01:00 WIB

    PT Bumi Resources Tbk. tak pernah berhenti menjadi buah bibir. Ibarat kereta halilintar di Dunia Fantasy Ancol, mungkin begitu gambaran pergerakan harga saham BUMI sejak go public.

  • Emiten Masih Konservatif

    08:30 WIB

    Meski harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mulai rebound, sejumlah emiten masih memasang target konservatif pada 2017

  • Trump Effect Hanya Sementara

    08:45 WIB

    Bursa Efek Indonesia yakin kondisi tertekannya indeks harga saham gabungan akibat Trump Effect tidak akan berlangsung lama

News Feed

  • Data China Terus Membaik

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 05:47 WIB

    China kembali membukukan perbaikan dalam data ekonomi terbarunya. Kondisi itu meredakan kekhawatiran terjadinya penurunan ekonomi negara tersebut.

  • Tak Ragu Kejar WP Kakap

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 03:42 WIB

    Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.

  • Mendambakan Industri Kreatif Kian Kinclong

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 01:01 WIB

    Data perkembangan industri kreatif yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik, pekan ini, semakin memberi keyakinan bahwa industri ini layak dijadikan sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

  • Indonesia Menang Atas Churchill

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:00 WIB

    Pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai US$1,31 miliar setelah International Centre for Settlement of Investments Disputes (ICSID) menolak gugatan arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty Ltd.

  • CPGT Cari Suntikan Dana Segar

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:53 WIB

    PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Load More