Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
EMITEN INDUSTRI BARANG KONSUMSI

Adu Gurih di Mi Instan Premium

Novita Sari Simamora Kamis, 20/10/2016 07:44 WIB
Mi kuah.

Modifikasi produk mi instan untuk mengincar pangsa pasar kelas menengah ke atas semakin gencar dilakukan. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir penjualan industri mi instan sempat terkontraksi.

Adalah produk Bakmi Mewah dari PT Mayora Indah Tbk. dan Indomie Premium Real Meat dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., yang tengah “menggurihkan” pasar.

Kawula muda yang selama ini doyan mi instan kini gencar membincangkan dua produk yang dijajakan di pasar de ngan kisaran harga Rp6.500-Rp8.000 per bungkus tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, ekspansi kedua produk tersebut begitu masif di jaringan-jaringan toko peritel eceran hingga warung-warung areal perumahan. Strategi pemasaran dan penjualan pun saling beradu.

Teknik penjualan yang dilakukan juga ber variasi, misalnya saja di beberapa gerai toko produk Indomie Real Meat menawarkan harga Rp7.500 per bungkus, akan tetapi harga akan turun bila membeli dua bungkus menjadi Rp12.000. Diskon menjadi daya tarik konsumen untuk mencicipi produk premium itu.

Perkembangan bisnis mi instan sebe nar nya begitu-begitu saja. Minat tetap ada tetapi belum bisa dikatakan meningkat.

Analis PT Daewoo Securities Indonesia Dang Maulida memaparkan yang terjadi di beberapa negara saat ini adalah fenomena produk mi instan mulai ditinggalkan.

Hal itu seiring dengan pendapatan masyarakatnya yang kian meningkat sehingga pilihan selera makan pun semakin bervariasi.

Faktanya, Indofood saat ini mencatatkan penjualan mi instan dengan kisaran harga Rp2.000-an per kemasan mulai stagnan bahkan penjualan secara industri pun membukukan data yang terkontraksi.

Namun, kehadiran mi instan premium dengan harga hampir empat kali lipat secara perlahan menjadi mulai menguasai daftar menu makanan instan di keluarga keluarga, terutama kalangan muda.

"Fenomena menarik. Saat ini, pasar kelas menengah ingin menikmati mi dengan cara yang unik,” tutur Dang Maulida, baru-baru ini.

Sebelum hadirnya dua produk premium ter sebut, katanya, pasar kelas menengah yang sering disebut dengan generasi produktif lebih doyan mengonsumsi produk mi yang unik seperti Bakmi GM dan mi gerobak yang dijajakan di pinggir jalan.

Selera memang dinamis dan akan terus berubah. Penggemar mi kini ingin menikmati produk mi yang unik tersebut de ngan cara yang mudah, bikin sendiri, hemat tetapi berkelas, instan tentunya.

Menurut Dang Maulida, baik Mayora yang berkode saham MYOR dan Indofood CBP (ICBP) memahami perubahan konstelasi selera publik dan langsung ingin mengambil ceruk pasar tersebut.

Pembeli produk Bakmi Mewah atau Indomie Real Meat pun bisa menikmati makanan dengan rasa yang konsisten dan disimpan untuk jangka panjang. Dang Maulida menilai kondisi ‘hemat yang berkelas’ itu pun menjadi peluang bagi produsen.

Dia mengamati penjualan mi cup dengan kisaran harga Rp4.000 dan mi premium direspons secara positif oleh pasar. Kondisi tersebut membuat Buana Ca pital dalam riset mereka baru-baru ini memproyeksikan pertumbuhan volume mi instan premium produksi ICBP bakal bisa mencapai 12% hingga akhir tahun ini.

DUA DIGIT

Analis Buana Capital Andre Suntono memperkirakan penjualan mi instan dan konsolidasi ICBP hingga akhir tahun bisa tumbuh 14,2% (year on year) menjadi Rp24 triliun.

Secara korporasi, penjualan mi instan berkontribusi 64,3% dari penjualan bersih ICBP. Buana Capital pun memproyeksikan pertumbuhan total penjualan bersih ICBP mencapai 17% hingga akhir tahun atau akan berkisar Rp37,3 triliun.

Pertumbuhan penjualan bisa mencapai dua digit karena Grup Salim itu telah merilis 32 produk baru dengan pertumbuhan ratarata penjualan mencapai 5%
year on year. Menurut Andre, ICBP masih akan terus menjadi pemimpin pasar karena adanya inovasi produk yang berkelanjutan, dan strategi harga.

“Sejak 2 tahun yang lalu, mi ICBP menghadapi perampingan atau bahkan pertumbuhan volume datar, karena penetrasi pasar yang sudah luas hingga 75% dari pangsa pasar. ICBP melalui inovasi produk dengan meluncurkan produk-produk baru, membantu perusahaan untuk menghasilkan volume penjualan baru yang meningkatkan volume secara keseluruhan,” tulisnya dalan riset.

Tahun ini, Buana Capital memproyeksikan penjualan mi premium akan menembus pasar yang lebih jauh yakni kelas menengah ke atas. Menurutnya,
meskipun ada peningkatan average selling price (ASP), produk premium masih tetap dijangkau oleh masyarakat.

So, dengan sejumlah proyeksi positif tersebut, ICBP juga mau tak mau harus mengakui kehadiran MYOR, dan mungkin pula emiten produsen makanan lainnya yang ingin berebut kegurihan pasar mi instan.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More