Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
SEKTOR E-COMMERCE

Peluang Besar, Pasar Masih Terpusat

Annisa Margrit Rabu, 30/11/2016 10:03 WIB
Ecommerce
JAKARTA — Penetrasi e-commerce di Indonesia masih jauh dari potensinya. Kendati terus tumbuh, para pelaku usaha di sektor ini masih enggan menyasar pasar kota-kota besar lain- nya, selain Jakarta.
 
CFO PT KinerjaPay Indonesia Frans Budi Pranata mengungkapkan saat ini nilai transaksi e-commerce Tanah Air masih sekitar 1% dari total transaksi ritel yang terjadi.
Kecilnya nilai transaksi e-commerce disektor ritel ini dipengaruhi oleh cakupan pasar yang digarap oleh pelaku usaha di sektor tersebut. Para pelaku usaha e-commerce
sejauh ini masih fokus menggarap pasar Jakarta.
 
“Kalau mereka hanya fokus di Jakarta, itu sangat sulit. Mereka harus masuk ke Papua, Malang, Bali, atau Medan. ini yang so far
sangat tersentralisasi dan belum ada upaya yang masif di kota-kota besar lain, masih di Jakarta,” ujar dia, Selasa (29/11). Di sisi lain, transaksi e-commerce di Tanah Air
di targetkan mencapai US$130 miliar pada 2020. “Untuk mencapai target itu, penetrasi harus ditingkatkan.”
 
Berdasarkan perhitungan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), total omzet ritel modern sepanjang 2015 mencapai Rp181 triliun. Jika digabungkan dengan penjualan makanan dan minuman (mamin), angka trans- aksi mencapai Rp1.300 triliun.
 
Menurut Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey, transaksi e-commerce
di negara lain sudah menyentuh kisaran 8%–12%. Infrastruktur yang belum maksimal menjadi salah satu kendala pengembangan e-commerce didalam negeri, ditambah dengan umur ketentuan mengenai transaksi dagang elektronik yang masih belia karena baru diluncurkan.Seperti diketahui, pemerintah baru menerbitkan peta jalan e-commerce dan paket kebijakan khusus sektor ini pada awal November 2016.
 
Untuk mempercepat pertumbuhan, lanjut Roy, pemerintah harus segera menelurkan petunjuk pelaksana serta petunjuk teknisnya. Hal ini juga penting untuk menggencarkan penetrasi sektor tersebut. Adapun, pelaku usaha ritel telah melakukan konvergensi sendiri dengan membuka lini bisnis e-commerce agar tidak kehilangan
pasar.
 
“Persaingan harga, peraturan, culture shock ,lifestyle memang jadi tantangan. Akan tetapi, pangsa pasar fisik dan online akan berbeda,” tuturnya. Aprindo menekankan pentingnya memberikan perlindungan kepada e-commerce lokal agar dapat tetap berjalan meski menghadapi persaingan dari e-commerce yang berbasis di luar negeri. Di sisi lain, peta jalan e-commerce mencantumkan tujuh isu yang mesti diselesaikan agar tidak lagi menjadi hambatan.
 
Ketujuh isu tersebut adalah pendidikan dan sumber daya manusia, logistik,perpajakan, perlindungan konsumen, pendanaan, infrastruktur komunikasi, serta keamanan
siber.
 
PENDANAAN ASING
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Keanggotan Organisasi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Jusuf Adimarta mengatakan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) efektif mendorong perkembangan sektor ini karena banyak pendanaan dari investor asing yang masuk ke Indonesia. Dalam revisi tersebut, porsi kepemilikan asing di sektor ini bervariasi antara 49% hingga 85%.
 
Porsi 49% diperbolehkan antara lain untuk sektor pendukung seperti penyelenggaraan pos dan sektor transportasi yang melibatkan on demand service . Sementara itu, untuk modal ventura diizinkan sampai 85%. Sembari mendorong penetrasi, perlindungan terhadap konsu- men juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mesti dipatuhi oleh e-commerce , seperti tidak menjual barang dari black market (BM), harus menyertakan buku panduan berbahasa Indonesia ketika menjual barang kepada konsumen, serta menjual barang yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More