Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
MUNAS REI XV

Pengembang Fokus Bangun Rumah MBR!

Ipak Ayu H Nurcaya Rabu, 30/11/2016 10:08 WIB
“Politik kita memang sedikit naik tensi, tetapi ini wajar dalam suasana pemilihan kepala daerah. Namun, sekarang kita yang di sini fokus saja terus bekerja membuat rumah  untuk rakyat!” Presiden Joko Widodo Kalimat menyampaikan kalimat itu di hadapan ratusan pengembang yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) sebelum membuka Musyawarah Nasional REI XV 2016 di Jakarta, Selasa (29/11).
 
Menurut Kepala Negara, konsolidasi kenegaraan sangat penting dilakukan untukmembentuk negara ini semakin kuat dan dewasa ke depannya. Presiden pun mengapresiasi
terselenggaranya Munas REI sebagai bentuk budaya dialog yang kondusif. Jokowi, sapaan akrab Presiden, menuturkan, pemerintah akan terus membuka komunikasi kepada seluruh pihak bila menyangkut kepentingan masyarakat Indonesia. Dirinya kembali menginstruksikan agar pengembang terus fokus pada pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
 
“Saya dengar dari Menteri PUPR kalau bac-klog kita masih 11,40 juta unit, ini bukan angka yang ke
cil. Kita harus segera selesaikan,” tegas nya.
 
Menurut Presiden, Indonesia sudah memiliki modal yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2016 tercatat 5,02% dan di prediksi menjadi 5,01% pada kuar tal terakhir tahun ini. Tak hanya itu, inflasi yang pada tahun lalu 3,30% dan diprediksi menjadi 3,50% juga akan menjadi kun ci kemudahan pembangunan se lanjutnya. Di sisi lain, Indonesia juga baru saja berhasil melalui kebijakan pengampunan pajak periode pertama dengan deklarasi Rp3.483 triliun
dan tebusan Rp98,80 triliun.
 
Presiden berharap agar para pengembang memanfaatkan sisa waktu untuk pelaksanaan kebijakan pengampunan pajak sebab tarif yang diberlakukan masih rendah atau 3%. Saat ini baru 5% dari wajib pajak yang mengikuti program tersebut. Sementara itu, sektor keuangan terus diperkuat, Presiden juga menjanjikan kemudahan dalam
kegiatan pembangunan. Salah satu nya melalui Paket Kebijakan Ekonomi XIII yang memandatkan penyederhanaan perizinan dari sebelumnya 33 izin menjadi 11 izin. Tak hanya itu, waktu perizinan juga di persingkat dari 900 hari menjadi 44 hari.
 
“Saya tahu kita semua menantikan peraturan pemerintahnya. Saya sudah kejar Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi untuk segera menyelesaikannya sehingga Desember nanti bisa rampung. Intinya, pemerintah akan terbuka dengan dialog. Jadi, lebih baik dibicarakan daripada mengeluh di medsos ,” ujar Jokowi.
 
Upaya tersebut, lanjut Presiden, untuk mempercepat penyediaan rumah bagi MBR dengan harga yang terjangkau. Menurut data Badan Pusat Statistik, saat ini ada 3,10 juta rumah tangga yang mempunyai hunian lebih dari satu unit.
 
FOKUS PENGEMBANG
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI Eddy Hussy mengatakan, pengembangan hunian bagi MBR akan terus menjadi tujuan asosiasi yang memiliki anggota lebih dari
3.000 pengembang dan tersebar seluruh provinsi. Dari jumlah pengembang sebanyak itu, 80% di antaranya masih memilih segmen menengah bawah sebagai sasaran utama.
 
Akan tetapi, kebijakan penyaluran subsidi dalam bentuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP membutuhkan skema yang lebih luas lagi. Hal itu untuk menunjang kebutuhan masyarakat urban yang memiliki pendapatan menengah atau sekitar Rp4,50 juta–Rp7 juta per bulan dan membutuhkan hunian di sekitar perkotaan.
Meski demikian, Eddy tetap mengapresiasi kinerja pemerintah pusat yang terus mendorong sektor industri properti semakin lebih baik lagi.
 
Dia mengklaim, dalam masa kerjanya sebagai Ketua Umum REI selama 2014–2016, pembangunan rumah MBR mencetak angka 1,10 juta unit atau meningkat dari periode sebelumnya (2010–2013) yang hanya 500.000 unit. “Kami juga apresiasi dengan sejumlah kebijakan penurunan tarif pajak BPHTB dari 5% menjadi 2,50%, dan kami masih menunggu penurunan tarif pajak untuk KIK DIRE yang selama ini di anggap belum kompetitif.”
 
Eddy menjelaskan, pemerintah pusat pun diharapkan terus melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah mengenai hal tersebut sebab dengan tarif kontrak investasi kolektif dana investasi real estat (KIK DIRE) yang rendah bukan berarti mengurangi pendapatan daerah. Dia pun menuturkan, REI akan selalu menjadi mitra terdepan bagi pemerintah dalam mewujudkan industri perumahan dan properti yang baik.
 
Sementara itu, dalam Munas REI XV 2016, Eddy akan segera melepas jabatan sebagai Ketua Umum DPP REI. Menurutnya, siapapun yang terpilih menjadi ketua REI periode 2016–2019 harus mampu melanjutkan iklim organisasi yang kondusif.
 
Tak hanya itu, sebagaimana instruksi Presiden untuk tetap fokus pada pembangunan rumah MBR, ketua umum REI yang baru harus mampu menjadi jembatan antar pelaku
kepentingan industri guna mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More