Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
KONSOLIDASI PERUSAHAAN

Holding BUMN Maritim Meluncur 2017

Hadijah Alaydrus Rabu, 30/11/2016 10:11 WIB
Kementerian BUMN
JAKARTA — Kementerian BUMN menargetkan pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN kemaritiman yang terdiri atas BUMN pelabuhan, perkapalan dan kawasan  industri bisa direalisasikan pada 2017. Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Per- hubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan mengatakan pihaknya tengah mengkaji keterlibatan perusahaan pelat merah dari pelabuhan, perkapalan dan kawasan industri untuk bergabung dalam holding BUMN kemaritiman itu.
 
Dari BUMN pelabuhan, menurutnya, terdiri atas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV, BUMN pelayaran terdiri dari PT Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Djakarta Lloyd. Untuk BUMN sektor kawasan industri adalah PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan operator kawasan industri pelat merah lainnya.
 
Holding BUMN kemaritiman merupakan bagian dari renca- na pembentukan tujuh holding BUMN di Indonesia. “Kalau 2016 bisa lancar ya 2016, tapi startsemua di 2017 semua bekerjanya,” katanya seusai penandatanganan nota kesepahaman integrated billing system PT Pelindo I, II, III, IV serta enam bank, Selasa (29/11). Pontas memprioritaskan holding BUMN perusahaan tambang bisa dilaksanakan terlebih dahulu. Holding BUMN itu juga membutuhkan persiapan yang matang. Adapun persiapan yang harus dilakukan yaitu penyusunan strategi utama, benchmarking , sosialisasi, termasuk pembahasan dengan pemangku kepentingan.
 
Selain itu, dia menegaskan pihaknya harus menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 44/2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada BUMN dan Perseroan Terbatas. Nantinya, Pontas menyatakan realisasi rencana pengabungan perusahaan pelat merah di sektor maritim juga akan dilandasi PP tersendiri yang terkait dengan pembentukan perusahaan induk BUMN sektor maritim.
 
Saat ini, Kementerian BUMN belum membuat Rancangan Peraturan Pemerintah untuk holding BUMN maritim tersebut. “ Draftnya belum, baru energi dan tambang.” Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya sebelumnya mengata- kan holding BUMN maritim bisa menurunkan biaya logistik kare- na ada efisiensi. Apalagi, lanjutnya, holding itu menggabungkan BUMN pelabuh- an, perkapalan, dan kawasan industri. Namun, dia belum bisa menjelaskan lebih lengkap tentang holding itu dengan alasan masih dalam kajian.
 
SISTEM TERINTEGRASI
Sementara itu, Pontas juga menyatakan implementasi penuh sistem pembayaran terintegrasi atau integrated billing System (IBS) di seluruh pelabuhan milik PT Pelindo I-IV masih menunggu integrasi Indonesia National Single Window (INSW) dan Inaportnet. Saat ini, BUMN pelabuhan melakukan kerja sama meng- integrasikan INSW, Inaportnet  dan proses sistem operasi terminal.
 
“Kalau tidak terintegrasi IBS tidak bisa jalan. Kita satukan seluruh service level agreement . Kita dalam key performance index yang sama,” paparnya. Dia menargetkan proses pembayaran dalam semua jasa pelabuh- an selesai dalam satu menit deng- an menggunakan IBS yang akan diterapkan di semua pelabuhan di bawah operasi BUMN. Dengan integrasi IBS, INSW serta Inaportnet, Pontas yakin pela yanan di pelabuhan dapat lebih cepat lagi sehingga pelanggan diuntungkan.
 
“Pelayanannya akan sama di Belawan, Tanjung Priok, Makassar dan Surabaya,” ungkapnya.
 
Direktur Keuangan PT Pelindo II Iman Rachman mengungkap- kan pihaknya tidak bisa menung- gu INSW selesai atau terintegrasi penuh dengan Inaportnet. Atas dasar itu, dia menuturkan Pelindo I-IV harus menyiapkan prosesnya sejak awal, termasuk kerjasama dengan perbankan nasional. Langkah pengembangan IBS itu dimulai dengan penandata- nganan nota kesepahaman tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Cash Management Dalam Rangka Mendukung Penerapan IBS. MoU itu melibatkan tiga bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan tiga bank swasta yaitu
Bank BCA, Bank CIMB NIAGA dan Bank Bukopin.
 
IBS merupakan program Kementerian BUMN untuk mengintegrasikan Sistem Pelayanan Jasa Kepelabuhan di seluruh pela- buhan BUMN secara online guna mengoptimalkan  biaya logistik. Elvyn G. Masassya juga menga- takan, standardisasi sistem men- cakup IBS dan Inaportnet telah diuji coba di Pelabuhan Tanjung Priok dan  diimplementasikan pula di tiga pelabuhan utama yak- ni Belawan, Tanjung Perak, dan Makassar.
 
“Secara bertahap, IBS akan diterapkan untuk semua jasa layanan, di semua lokasi pelabuhan dan untuk semua pengguna jasa

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More