Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 11 Desember 2016
KONSOLIDASI PERUSAHAAN

Holding BUMN Maritim Meluncur 2017

Hadijah Alaydrus Rabu, 30/11/2016 10:11 WIB
Kementerian BUMN
JAKARTA — Kementerian BUMN menargetkan pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN kemaritiman yang terdiri atas BUMN pelabuhan, perkapalan dan kawasan  industri bisa direalisasikan pada 2017. Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Per- hubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan mengatakan pihaknya tengah mengkaji keterlibatan perusahaan pelat merah dari pelabuhan, perkapalan dan kawasan industri untuk bergabung dalam holding BUMN kemaritiman itu.
 
Dari BUMN pelabuhan, menurutnya, terdiri atas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV, BUMN pelayaran terdiri dari PT Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Djakarta Lloyd. Untuk BUMN sektor kawasan industri adalah PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan operator kawasan industri pelat merah lainnya.
 
Holding BUMN kemaritiman merupakan bagian dari renca- na pembentukan tujuh holding BUMN di Indonesia. “Kalau 2016 bisa lancar ya 2016, tapi startsemua di 2017 semua bekerjanya,” katanya seusai penandatanganan nota kesepahaman integrated billing system PT Pelindo I, II, III, IV serta enam bank, Selasa (29/11). Pontas memprioritaskan holding BUMN perusahaan tambang bisa dilaksanakan terlebih dahulu. Holding BUMN itu juga membutuhkan persiapan yang matang. Adapun persiapan yang harus dilakukan yaitu penyusunan strategi utama, benchmarking , sosialisasi, termasuk pembahasan dengan pemangku kepentingan.
 
Selain itu, dia menegaskan pihaknya harus menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 44/2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada BUMN dan Perseroan Terbatas. Nantinya, Pontas menyatakan realisasi rencana pengabungan perusahaan pelat merah di sektor maritim juga akan dilandasi PP tersendiri yang terkait dengan pembentukan perusahaan induk BUMN sektor maritim.
 
Saat ini, Kementerian BUMN belum membuat Rancangan Peraturan Pemerintah untuk holding BUMN maritim tersebut. “ Draftnya belum, baru energi dan tambang.” Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya sebelumnya mengata- kan holding BUMN maritim bisa menurunkan biaya logistik kare- na ada efisiensi. Apalagi, lanjutnya, holding itu menggabungkan BUMN pelabuh- an, perkapalan, dan kawasan industri. Namun, dia belum bisa menjelaskan lebih lengkap tentang holding itu dengan alasan masih dalam kajian.
 
SISTEM TERINTEGRASI
Sementara itu, Pontas juga menyatakan implementasi penuh sistem pembayaran terintegrasi atau integrated billing System (IBS) di seluruh pelabuhan milik PT Pelindo I-IV masih menunggu integrasi Indonesia National Single Window (INSW) dan Inaportnet. Saat ini, BUMN pelabuhan melakukan kerja sama meng- integrasikan INSW, Inaportnet  dan proses sistem operasi terminal.
 
“Kalau tidak terintegrasi IBS tidak bisa jalan. Kita satukan seluruh service level agreement . Kita dalam key performance index yang sama,” paparnya. Dia menargetkan proses pembayaran dalam semua jasa pelabuh- an selesai dalam satu menit deng- an menggunakan IBS yang akan diterapkan di semua pelabuhan di bawah operasi BUMN. Dengan integrasi IBS, INSW serta Inaportnet, Pontas yakin pela yanan di pelabuhan dapat lebih cepat lagi sehingga pelanggan diuntungkan.
 
“Pelayanannya akan sama di Belawan, Tanjung Priok, Makassar dan Surabaya,” ungkapnya.
 
Direktur Keuangan PT Pelindo II Iman Rachman mengungkap- kan pihaknya tidak bisa menung- gu INSW selesai atau terintegrasi penuh dengan Inaportnet. Atas dasar itu, dia menuturkan Pelindo I-IV harus menyiapkan prosesnya sejak awal, termasuk kerjasama dengan perbankan nasional. Langkah pengembangan IBS itu dimulai dengan penandata- nganan nota kesepahaman tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Cash Management Dalam Rangka Mendukung Penerapan IBS. MoU itu melibatkan tiga bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan tiga bank swasta yaitu
Bank BCA, Bank CIMB NIAGA dan Bank Bukopin.
 
IBS merupakan program Kementerian BUMN untuk mengintegrasikan Sistem Pelayanan Jasa Kepelabuhan di seluruh pela- buhan BUMN secara online guna mengoptimalkan  biaya logistik. Elvyn G. Masassya juga menga- takan, standardisasi sistem men- cakup IBS dan Inaportnet telah diuji coba di Pelabuhan Tanjung Priok dan  diimplementasikan pula di tiga pelabuhan utama yak- ni Belawan, Tanjung Perak, dan Makassar.
 
“Secara bertahap, IBS akan diterapkan untuk semua jasa layanan, di semua lokasi pelabuhan dan untuk semua pengguna jasa

More From Makro Ekonomi

  • Galang Dana Abadi Via Reksa Dana

    09:42 WIB

    Reksa dana semakin dilirik untuk menggalang dana abadi institusi sosial, kesehatan, keagamaan, hingga pendidikan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya ada empat produk endowment fund baru yang diluncurkan

  • Atraksi yang Belum Kelar

    01:00 WIB

    PT Bumi Resources Tbk. tak pernah berhenti menjadi buah bibir. Ibarat kereta halilintar di Dunia Fantasy Ancol, mungkin begitu gambaran pergerakan harga saham BUMI sejak go public.

  • Emiten Masih Konservatif

    08:30 WIB

    Meski harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mulai rebound, sejumlah emiten masih memasang target konservatif pada 2017

  • Trump Effect Hanya Sementara

    08:45 WIB

    Bursa Efek Indonesia yakin kondisi tertekannya indeks harga saham gabungan akibat Trump Effect tidak akan berlangsung lama

News Feed

  • Data China Terus Membaik

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 05:47 WIB

    China kembali membukukan perbaikan dalam data ekonomi terbarunya. Kondisi itu meredakan kekhawatiran terjadinya penurunan ekonomi negara tersebut.

  • Tak Ragu Kejar WP Kakap

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 03:42 WIB

    Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.

  • Mendambakan Industri Kreatif Kian Kinclong

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 01:01 WIB

    Data perkembangan industri kreatif yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik, pekan ini, semakin memberi keyakinan bahwa industri ini layak dijadikan sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

  • Indonesia Menang Atas Churchill

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:00 WIB

    Pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai US$1,31 miliar setelah International Centre for Settlement of Investments Disputes (ICSID) menolak gugatan arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty Ltd.

  • CPGT Cari Suntikan Dana Segar

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:53 WIB

    PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Load More