Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
KONSOLIDASI PERUSAHAAN

Holding BUMN Maritim Meluncur 2017

Hadijah Alaydrus Rabu, 30/11/2016 10:11 WIB
Kementerian BUMN
JAKARTA — Kementerian BUMN menargetkan pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN kemaritiman yang terdiri atas BUMN pelabuhan, perkapalan dan kawasan  industri bisa direalisasikan pada 2017. Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Per- hubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan mengatakan pihaknya tengah mengkaji keterlibatan perusahaan pelat merah dari pelabuhan, perkapalan dan kawasan industri untuk bergabung dalam holding BUMN kemaritiman itu.
 
Dari BUMN pelabuhan, menurutnya, terdiri atas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV, BUMN pelayaran terdiri dari PT Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Djakarta Lloyd. Untuk BUMN sektor kawasan industri adalah PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan operator kawasan industri pelat merah lainnya.
 
Holding BUMN kemaritiman merupakan bagian dari renca- na pembentukan tujuh holding BUMN di Indonesia. “Kalau 2016 bisa lancar ya 2016, tapi startsemua di 2017 semua bekerjanya,” katanya seusai penandatanganan nota kesepahaman integrated billing system PT Pelindo I, II, III, IV serta enam bank, Selasa (29/11). Pontas memprioritaskan holding BUMN perusahaan tambang bisa dilaksanakan terlebih dahulu. Holding BUMN itu juga membutuhkan persiapan yang matang. Adapun persiapan yang harus dilakukan yaitu penyusunan strategi utama, benchmarking , sosialisasi, termasuk pembahasan dengan pemangku kepentingan.
 
Selain itu, dia menegaskan pihaknya harus menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 44/2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada BUMN dan Perseroan Terbatas. Nantinya, Pontas menyatakan realisasi rencana pengabungan perusahaan pelat merah di sektor maritim juga akan dilandasi PP tersendiri yang terkait dengan pembentukan perusahaan induk BUMN sektor maritim.
 
Saat ini, Kementerian BUMN belum membuat Rancangan Peraturan Pemerintah untuk holding BUMN maritim tersebut. “ Draftnya belum, baru energi dan tambang.” Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya sebelumnya mengata- kan holding BUMN maritim bisa menurunkan biaya logistik kare- na ada efisiensi. Apalagi, lanjutnya, holding itu menggabungkan BUMN pelabuh- an, perkapalan, dan kawasan industri. Namun, dia belum bisa menjelaskan lebih lengkap tentang holding itu dengan alasan masih dalam kajian.
 
SISTEM TERINTEGRASI
Sementara itu, Pontas juga menyatakan implementasi penuh sistem pembayaran terintegrasi atau integrated billing System (IBS) di seluruh pelabuhan milik PT Pelindo I-IV masih menunggu integrasi Indonesia National Single Window (INSW) dan Inaportnet. Saat ini, BUMN pelabuhan melakukan kerja sama meng- integrasikan INSW, Inaportnet  dan proses sistem operasi terminal.
 
“Kalau tidak terintegrasi IBS tidak bisa jalan. Kita satukan seluruh service level agreement . Kita dalam key performance index yang sama,” paparnya. Dia menargetkan proses pembayaran dalam semua jasa pelabuh- an selesai dalam satu menit deng- an menggunakan IBS yang akan diterapkan di semua pelabuhan di bawah operasi BUMN. Dengan integrasi IBS, INSW serta Inaportnet, Pontas yakin pela yanan di pelabuhan dapat lebih cepat lagi sehingga pelanggan diuntungkan.
 
“Pelayanannya akan sama di Belawan, Tanjung Priok, Makassar dan Surabaya,” ungkapnya.
 
Direktur Keuangan PT Pelindo II Iman Rachman mengungkap- kan pihaknya tidak bisa menung- gu INSW selesai atau terintegrasi penuh dengan Inaportnet. Atas dasar itu, dia menuturkan Pelindo I-IV harus menyiapkan prosesnya sejak awal, termasuk kerjasama dengan perbankan nasional. Langkah pengembangan IBS itu dimulai dengan penandata- nganan nota kesepahaman tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Cash Management Dalam Rangka Mendukung Penerapan IBS. MoU itu melibatkan tiga bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan tiga bank swasta yaitu
Bank BCA, Bank CIMB NIAGA dan Bank Bukopin.
 
IBS merupakan program Kementerian BUMN untuk mengintegrasikan Sistem Pelayanan Jasa Kepelabuhan di seluruh pela- buhan BUMN secara online guna mengoptimalkan  biaya logistik. Elvyn G. Masassya juga menga- takan, standardisasi sistem men- cakup IBS dan Inaportnet telah diuji coba di Pelabuhan Tanjung Priok dan  diimplementasikan pula di tiga pelabuhan utama yak- ni Belawan, Tanjung Perak, dan Makassar.
 
“Secara bertahap, IBS akan diterapkan untuk semua jasa layanan, di semua lokasi pelabuhan dan untuk semua pengguna jasa

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More