Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 11 Desember 2016
PENGEMBANGAN BANDARA

Proyek Ahmad Yani Segera Bergulir Lagi

Ringkang Gumiwang Rabu, 30/11/2016 10:15 WIB
Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang
AKARTA — PT Angkasa Pura I memproyeksikan proses lelang pekerjaan untuk pembangunan terminal Bandara Ahmad Yani Semarang senilaiRp989,9 miliar akan rampung  pada Februari 2017 Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura (AP) I Israwadi mengatakan progres lelang Terminal Bandara Ahmad Yani tengah dalam masa penilaian teknis.
 
“Sebenarnya target Februari sudah ditunjuk. Namun, kami evaluasi untuk bisa dipercepat, sehingga Januari itu bisa segera ditunjuk. Sekarang masih  proses pengadaan. Ada penilaian teknis,” katanya di Jakarta, Selasa (29/11).
 
Dia memaparkan sedikitnya ada 13 tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan pemenang lelang antara lain pengumuman pentek, membuka penawaran harga (sampul 2), koreksi aritmatika, klarifikasi penawaran harga, dan evaluasi kewajaran harga. Selanjutnya, laporan hasil lelang, usulan penetapan pemenang, evaluasi oleh Team Evaluation Project Strategis (TEPS), penetapan pemenang, masa sanggah empat hari, bayar jaminan pe laksanaan dan biaya dokumen, serta kontrak kerja sama.
 
“Tahapan yang harus dilalui memang cukup banyak karena kami harus meyakinkan bahwa proses pemilihan kontraktor dilakukan dengan hati-hati, sehingga tepat mutu, tepat harga dan tepat waktu penyelesaian,” tuturnya.
 
Pengembangan Bandara Ahmad Yani terdiri dari empat paket yaitu paket I yang meliputi pembuatan jalan akses dan perbaikan lahan. Progres pekerjaan paket II saat ini baru sekitar 70%, dan ditargetkan rampung Desember 2016. Untuk paket II yang meliputi pekerjaan membangun fasilitas tempat parkir pesawat (apron) dan jalur penghubung antara landas pacu dengan apron (taxiway). Adapun, pekerjaan paket II telah selesai.
 
Dengan demikian, luas apron Ahmad Yani kini mencapai 72.500 m2, naik 150% dari sebelumnya seluas 29.032 m2 . Dengan luas apron itu, bandara mampu menampung 10 pesawat berbadan sempit, dan dua pesawat berbadan lebar. Untuk paket III meliputi pembangunan terminal. Rencananya, terminal Ahmad Yani bakal diperluas hingga 58.652 m 2 , sehingga mampu menampung sebanyak enam ju ta penumpang, naik 650% dari sebelumnya hanya 800.000 penumpang.
 
Khusus paket IV akan meliputi pembangunan kantor dan gedung operasional. Bila tidak ada aral melintang, pekerjaan paket IV akan dimulai Maret 2017, dan rampung  pada September-Oktober 2018. Dari seluruh paket pekerjaan tersebut, nilai investasi yang digelontorkan API mencapai Rp2,1 triliun. Asal tahu saja, pengembangan Ahmad Yani telah dilakukan sejak 2014 yang lalu, dan ditargetkan rampung pada 2018.
 
MENDESAK
AP I telah memprioritaskan pengembangan lima bandara hingga 2020 yaitu Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Ahmad Yani, Yogyakarta Baru Kulonprogo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar. Finance & Information Director PT AP I Novrihandri mengatakan kondisi kelima bandara itu sudah mendesak untuk dikembangkan guna menjaga kualitas layanan tetap baik, sekaligus mengimbangi laju pertumbuhan industri penerbangan nasional.
 
“Kebutuhan dana Rp25 triliun akan digunakan untuk mengembangkan lima bandara, dimana saat ini kondisinya itu sudah mengalami lack of capacity, sehingga kualitas pelayanan bandara bagi penumpang juga bakal menurun,” ujarnya.
 
Selain itu, pengembangan kelima bandara juga untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah pengguna jasa bandara pada masa mendatang. Apalagi, pangsa pasar pengguna jasa angkutan udara di Indonesia saat ini masih terbilang kecil. Dia mencatat pengguna jasa angkutan udara dari Indonesia kini baru 44% dari total jumlah penduduk Indonesia, sementara Jepang sudah mencapai 83% dari total penduduk negara itu sebesar 127 juta orang. “Singapura saja pengguna ang kutan udaranya itu malah sampai 500% dari total penduduk Singapura. Ini artinya, peluang jumlah pengguna angkutan udara di Indonesia ma sih sangat terbuka lebar untuk ber kembang,” ujarnya.
 

More From Makro Ekonomi

  • Galang Dana Abadi Via Reksa Dana

    09:42 WIB

    Reksa dana semakin dilirik untuk menggalang dana abadi institusi sosial, kesehatan, keagamaan, hingga pendidikan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya ada empat produk endowment fund baru yang diluncurkan

  • Atraksi yang Belum Kelar

    01:00 WIB

    PT Bumi Resources Tbk. tak pernah berhenti menjadi buah bibir. Ibarat kereta halilintar di Dunia Fantasy Ancol, mungkin begitu gambaran pergerakan harga saham BUMI sejak go public.

  • Emiten Masih Konservatif

    08:30 WIB

    Meski harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mulai rebound, sejumlah emiten masih memasang target konservatif pada 2017

  • Trump Effect Hanya Sementara

    08:45 WIB

    Bursa Efek Indonesia yakin kondisi tertekannya indeks harga saham gabungan akibat Trump Effect tidak akan berlangsung lama

News Feed

  • Data China Terus Membaik

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 05:47 WIB

    China kembali membukukan perbaikan dalam data ekonomi terbarunya. Kondisi itu meredakan kekhawatiran terjadinya penurunan ekonomi negara tersebut.

  • Tak Ragu Kejar WP Kakap

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 03:42 WIB

    Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.

  • Mendambakan Industri Kreatif Kian Kinclong

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 01:01 WIB

    Data perkembangan industri kreatif yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik, pekan ini, semakin memberi keyakinan bahwa industri ini layak dijadikan sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

  • Indonesia Menang Atas Churchill

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:00 WIB

    Pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai US$1,31 miliar setelah International Centre for Settlement of Investments Disputes (ICSID) menolak gugatan arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty Ltd.

  • CPGT Cari Suntikan Dana Segar

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:53 WIB

    PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Load More