Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
PENGEMBANGAN BANDARA

Proyek Ahmad Yani Segera Bergulir Lagi

Ringkang Gumiwang Rabu, 30/11/2016 10:15 WIB
Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang
AKARTA — PT Angkasa Pura I memproyeksikan proses lelang pekerjaan untuk pembangunan terminal Bandara Ahmad Yani Semarang senilaiRp989,9 miliar akan rampung  pada Februari 2017 Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura (AP) I Israwadi mengatakan progres lelang Terminal Bandara Ahmad Yani tengah dalam masa penilaian teknis.
 
“Sebenarnya target Februari sudah ditunjuk. Namun, kami evaluasi untuk bisa dipercepat, sehingga Januari itu bisa segera ditunjuk. Sekarang masih  proses pengadaan. Ada penilaian teknis,” katanya di Jakarta, Selasa (29/11).
 
Dia memaparkan sedikitnya ada 13 tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan pemenang lelang antara lain pengumuman pentek, membuka penawaran harga (sampul 2), koreksi aritmatika, klarifikasi penawaran harga, dan evaluasi kewajaran harga. Selanjutnya, laporan hasil lelang, usulan penetapan pemenang, evaluasi oleh Team Evaluation Project Strategis (TEPS), penetapan pemenang, masa sanggah empat hari, bayar jaminan pe laksanaan dan biaya dokumen, serta kontrak kerja sama.
 
“Tahapan yang harus dilalui memang cukup banyak karena kami harus meyakinkan bahwa proses pemilihan kontraktor dilakukan dengan hati-hati, sehingga tepat mutu, tepat harga dan tepat waktu penyelesaian,” tuturnya.
 
Pengembangan Bandara Ahmad Yani terdiri dari empat paket yaitu paket I yang meliputi pembuatan jalan akses dan perbaikan lahan. Progres pekerjaan paket II saat ini baru sekitar 70%, dan ditargetkan rampung Desember 2016. Untuk paket II yang meliputi pekerjaan membangun fasilitas tempat parkir pesawat (apron) dan jalur penghubung antara landas pacu dengan apron (taxiway). Adapun, pekerjaan paket II telah selesai.
 
Dengan demikian, luas apron Ahmad Yani kini mencapai 72.500 m2, naik 150% dari sebelumnya seluas 29.032 m2 . Dengan luas apron itu, bandara mampu menampung 10 pesawat berbadan sempit, dan dua pesawat berbadan lebar. Untuk paket III meliputi pembangunan terminal. Rencananya, terminal Ahmad Yani bakal diperluas hingga 58.652 m 2 , sehingga mampu menampung sebanyak enam ju ta penumpang, naik 650% dari sebelumnya hanya 800.000 penumpang.
 
Khusus paket IV akan meliputi pembangunan kantor dan gedung operasional. Bila tidak ada aral melintang, pekerjaan paket IV akan dimulai Maret 2017, dan rampung  pada September-Oktober 2018. Dari seluruh paket pekerjaan tersebut, nilai investasi yang digelontorkan API mencapai Rp2,1 triliun. Asal tahu saja, pengembangan Ahmad Yani telah dilakukan sejak 2014 yang lalu, dan ditargetkan rampung pada 2018.
 
MENDESAK
AP I telah memprioritaskan pengembangan lima bandara hingga 2020 yaitu Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Ahmad Yani, Yogyakarta Baru Kulonprogo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar. Finance & Information Director PT AP I Novrihandri mengatakan kondisi kelima bandara itu sudah mendesak untuk dikembangkan guna menjaga kualitas layanan tetap baik, sekaligus mengimbangi laju pertumbuhan industri penerbangan nasional.
 
“Kebutuhan dana Rp25 triliun akan digunakan untuk mengembangkan lima bandara, dimana saat ini kondisinya itu sudah mengalami lack of capacity, sehingga kualitas pelayanan bandara bagi penumpang juga bakal menurun,” ujarnya.
 
Selain itu, pengembangan kelima bandara juga untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah pengguna jasa bandara pada masa mendatang. Apalagi, pangsa pasar pengguna jasa angkutan udara di Indonesia saat ini masih terbilang kecil. Dia mencatat pengguna jasa angkutan udara dari Indonesia kini baru 44% dari total jumlah penduduk Indonesia, sementara Jepang sudah mencapai 83% dari total penduduk negara itu sebesar 127 juta orang. “Singapura saja pengguna ang kutan udaranya itu malah sampai 500% dari total penduduk Singapura. Ini artinya, peluang jumlah pengguna angkutan udara di Indonesia ma sih sangat terbuka lebar untuk ber kembang,” ujarnya.
 

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More