Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
KONTRAK BLOK TUBAN

PetroChina Ingin Bertahan

Duwi Setiya Ariyanti Rabu, 30/11/2016 11:03 WIB
Logo perusahaan migas Petrochina di kantor pusanya di Beijing
JAKARTA — PetroChina, perusahaan minyak dan gas bumi asal China, masih berminat untuk bermitra dengan Pertamina untuk mengelola Blok Tuban di Jawa Timur.
PetroChina bermitra dengan PT Pertamina (Persero) dalam menge- lola Blok Tuban dengan skema kerja sama operasi ( joint operating body /JOB). Vice President  Partnership & Government Relations PT PetroChina International Indonesia Budi Setiadi mengatakan, pihaknya masih berminat memperpanjang kontrak yang akan berakhir pada Februari 2018.
 
Dia menilai, blok tersebut masih potensial untuk dikembangkan. Dengan bentuk kerja sama bagi hasil produksi JOB, PetroChina dan Pertamina bermitra dan kedua
nya menjadi operator dalam melakukan kegiatan hulu migas. Biasanya, terdapat satu operator dalam sebuah wilayah kerja ken- dati terdapat beberapa kontraktor yang memiliki saham partisipasi. Saat ini, terdapat beberapa mo delkerja sama operasi bersama se pertiJOB Tuban (Pertamina—PetroChina), JOB Salawati (Pertamina— PetroChina), JOB Ogan Komering (Pertamina—Talisman), JOB Simenggaris (Pertamina—Medco), dan JOB Tomori (Pertamina—Medco).
 
“PetroChina masih berminat melanjutkan kemitraan dengan Pertamina dalam pengelolaan Blok Tuban setelah kontrak PSC berakhir pada Februari 2018,” ujarnya saat dihu- bungiBisnis , Selasa (29/11).
 
Produksi migas dari Blok Tuban berasal dari Lapangan Mudi dan Lapangan Sukowati. Produksi minyak dari Blok Tuban mencapai 28.000 barel per hari (bph). Produksi JOB Salawati di Papua hanya 2.000 bph. Produksi dari Blok Salawati untuk menyuplai ke- butuhan minyak ke Kilang Kasim. Produksi harian rata-rata mi nyak dan gas dari semua blok yang dimiliki PetroChina saat ini dalam kisar- an 83.000 barel setara minyak per hari (barrel oil equiva lent per day /boepd). PetroChina mengoperatori Blok Bangko, Jambi yang ditarget menghasilkan migas 52.938 boepd dan Blok Jabung, Jambi.
 
Budi berharap perusahaan dapat mempertahankan produksi migas pada tahun depan melalui pengeboran sumur pengembangan. Selain itu, kegiatan seperti penyelesaian survei seismik 3D dengan luas 320 kilometer persegi masih dilakukan. “Kami berupaya mempertahankan jumlah produksi melalui pengembangan sumur.”
 
AJUKAN PROPOSAL
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Gunung Sardjono Hadi mengatakan, pihaknya telah mengajukan proposal yang menya- takan anak perusahaan Pertamina tersebut masih berminat mengelola Blok Tuban dan Blok Ogan Ko mering. Gunung menjelaskan, pihaknya tertarik untuk menjadi operator pada perpanjangan kontrak Blok
Ogan Komering dan Blok Tuban yang kini dioperasikan da lam bentuk JOB. Pertamina dan Kementerian ESDM, katanya, telah membahas pengelolaan Blok Tuban dan Ogan Komering.
 
Berdasarkan data KementerianESDM, Blok Tuban dioperatori oleh JOB Pertamina— Petrochina East Java dengan produksi 5.257,10 Mboed. Dari sisi cadangan terbukti, terdapat 27.884 mstb minyak dan 20,60 bscf gas. Sementara itu, Blok Ogan Komering diopera- tori JOB Pertamina—Talisman Ogan Komering dengan produksi 2.746,48 Mboepd. Dari sisi cadangan P1, terdapat 3.191 mstb minyak dan 18,80 bscf gas.
 
Nantinya, ujar Gunung, wilayah kerja tersebut tak lagi menggunakan skema JOB, tetapi kembali dalam bentuk kontrak bagi hasil seperti biasanya. Artinya, bila mitra dalam penge- lolaan blok tersebut masih bermi- nat, harus membeli saham parti- sipasi yang nantinya ditawarkan setelah blok dikembalikan kepada pemerintah.
 

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More