Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
SISTEM BUKA TUTUP

Ekspor Kepiting Bertelur Berpeluang Dibuka

Sri Mas Sari Rabu, 30/11/2016 11:16 WIB
Hasil tangkapan nelayan Teluk Jakarta berupa aneka ikan laut dan kepiting rajungan.
JAKARTA — Peluang ekspor kepiting betina bertelur dibuka setelah muncul desakan dari pelaku usaha pada periode tertentu  Pemerintah akan memperbolehkan penangkapan kepiting bertelur itu pada musim tertentu, saat komoditas bernomor pos tarif 0306.24.10.00 itu memiliki nilai ekonomi tinggi. Draf perubahan Peraturan
Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1/2015 menyebutkan penangkapan atau pengeluaran kepiting dalam kondisi bertelur diperbolehkan pada awal Desember 2016 hingga akhir Februari 2017 dengan lebar karapas di atas 15 cm.
 
Penangkapan dan pengeluaran (ekspor) kepiting bertelur dilarang kembali pada Maret—November 2017. Pada periode tersebut, hanya kepiting tidak bertelur dengan lebar karapas di atas 15 cm atau berat di atas 350 gram per ekor. Pelaksana Tugas Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar menjelaskan, sistem buka tutup (open-close season) dari aspek manajemen sumber daya dapat dilakukan.
 
“Namun, sementara di-review lagi berdasarkan input scientific dan dilihat manfaatnya. Belum final,” jelasnya, Selasa (29/11). Sehari sebelumnya, KKP mengadakan konsultasi publik penyusunan rancangan Permen KP tentang Penangkapan dan Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan, yang menghadirkan para pemang ku kepentingan, mulai dari nelayan, pengepul, eksportir, produsen kepiting kaleng, hingga pemerintah daerah.
 
Dalam pertemuan itu, sebagian besar pelaku usaha menyampaikan agar aturan tersebut mempertimbangkan karakteristik unik setiap daerah. Pelaku usaha juga meminta
pemerintah agar menerapkan sistem buka tutup ketimbang melarang sama sekali. Saat ditanya waktu yang dibutuhkan oleh KKP untuk meninjau dan mempertimbangkan usulan pemangku kepentingan, Zulficar menegaskan, mak simal beberapa pekan lagi keluar.
 
Berbeda dengan kepiting, draf revisi aturan penangkapan dan ekspor lobster dan rajungan masih sama dengan regulasi saat ini. Lobster yang boleh ditangkap dan diekspor harus dalam kondisi tidak bertelur, memiliki panjang karapas di atas 8 cm atau berat di atas 300 gram per ekor. Sementara itu, rajungan yang boleh ditangkap dan diekspor harus dalam kondisi tidak ber telur, memiliki lebar karapas di atas 10 cm atau berat di atas 55 gram per ekor.
 
Ketentuan itu dikecualikan untuk kepentingan pen didikan, penelitian, dan pengembangan.Setiap orang yang telanjur menangkap lobster, kepiting, dan rajungan bertelur  atau berukuran tidak sesuai dengan ketentuan, wajib melepaskannya jika masih hidup. Jika lobster, kepiting, dan rajungan bertelur itu mati, orang tersebut wajib melaporkannya kepada Dirjen Per ikanan Tangkap melalui kepala pelabuhan pang kalan yang tercantum dalam surat izin penangkapan ikan (SIPI).
 
PEMIJAHAN
Peneliti pada Balai Riset Perikanan Perairan Umum Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) KKP Ngurah N. Wiadnyana menjelaskan, penetapan lebar karapas  minimal 15 cm sesungguhnya untuk memberikan kesempatan kepiting bakau untuk melakukan paling tidak sekali pemijahan. Induk betina yang siap memijah yang selama ini tertangkap mempunyai rentanglebar karapas 9,1—17,1 cm dengan berat 170—870 gram per ekor.
 
Pada kondisi banyak makanan, lebar karapas kepiting bakau dapat mencapai 24 cm dengan berat 3,5 kg. “Dulu tidak ada pengendalian. Makin lama makin menurun ukurannya. Produksi juga menurun,” kata Wiadnyana. Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron memandang Permen KP No. 1/2015 hanya menekankan aspek  ekologis.
 
Dampak positifnya, akan terjadi keseimbangan sumber daya perikanan ke depan. Namun, dampak negatifnya akan terjadi gejolak sosial ekonomi nelayan. Di sisi lain, kata dia, program pemerintah tentang konservasi perairan sebagai salah satu upaya pemulihan stok sumber daya ikan kurang berjalan. Padahal, konsep itu sangat jitu memulihkan sumber daya ikan tanpa menimbulkan gejolak sosial ekonomi masyarakat.
 
“Kalau melihat masa lalu, memang seperti mobil tanpa rem, bablas. Kemudian melihat Permen ini, semuanya seperti digembok. Bagaimana kalau lebih baik kita izinkan mobil ini jalan, tetapi kita kasih traffic light,” ungkapnya. Dia mengusulkan, sebaiknya Menteri Kelautan dan Perikanan membuat peraturan yang mempertimbangkan tiga aspek sekaligus, yakni ekologis, ekonomi, dan sosial. Anggota Fraksi Partai Demokrat ini berpendapat sistem buka tutup merupakan gagasan yang baik untuk diterapkan.
 

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More