Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
DEWAN SAWIT

Banyak Faktor Pengaruhi Harga CPO

Dara Aziliya Jum'at, 02/12/2016 13:48 WIB

Para analis menyebut 2016 merupakan tahun di mana mereka sangat sering mengubah proyeksi harga CPO. Berbagai faktor, terutama ketidakpastian yang kerap timbul dari negara-negara OPEC membuat harga CPO sangat fluktuatif. Lalu faktor apa aja yang mungkin mempengaruhi harga minyak nabati itu pada tahun depan? Berikut paparan wawancara Bisnis dengan Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia, Derom Bangun.

 

Bagaimana Anda melihat dampak dari keputusan OPEC untuk memangkas produksi minyak mentah?

Setelah keputusan itu kemarin, harga crude oil (CO) Brent sudah naik 0,6%, kalau WTI sudah sampai US$49 lebih. Dari pengumuman itu sah, sudah ada reaksi pasar. Dampak sebenarnya akan terlihat jelas saat keputusan pemangkasan produksinya dilaksanakan.

Biasanya kalau harga CO naik, harga CPO juga ikut naik. Akibatnya mungkin subsidi yang diperlukan untuk biodiesel dengan asumsi harga CPO kita naik sedikit, dana B20 akan dapat menyubsidi lebih banyak. Itu bisa berarti penyerapan CPO untuk biodiesel akan lebih banyak.

Nah itu akan mendorong harga CPO. Tapi tetap kita harus menunggu 1-2 minggu untuk melihat dampak keputusan OPEC. Harus diperhatikan juga negara produsen lain yang tidak tergabung OPEC, seperti Rusia. Apakah yakin mereka akan pangkas produksinya?

 

Kalau harga CO terkerek, bagaimana dampaknya pada perdagangan CPO di pasar global?

Saat IPOC kita mendengar harga semester I/2017 akan lebih baik dari semester II tahun ini. Di semester II saat panen memang akan ada penurunan, tapi itu pola yang biasa terjadi. Yang jelas, sampai Desemper ini harga CPO masih cukup kuat.

Kalau benar harga CO naik, tidak hanya biodiesel Indonesia yang terpengaruh. Di Eropa, mereka menggunakan minyak rapeseed untuk biodieselnya. Kalau selisih harga dengan CO menyempit, mereka akan serap lebih banyak rapeseed untuk biodiesel, di sana kebutuhan biodieselnya sampai 6 juta kiloliter per tahun.

Dampaknya, minyak rapeseed yang digunakan untuk industri mamin akan turun sehingga mereka akan membutuhkan lebih banyak CPO untuk subsitusinya. Nanti mereka bisa memasukkan lebih banyak CPO. Biasanya mekanismenya seperti itu.

 

Bagaimana dengan pasar besar yang lain?

Nah harus kita perhatikan juga faktor-faktor lain. Di Amerika Serikat misalnya, di 2016 ini, penanaman kedelai agak sedikit menurun arealnya. Tahun lalu, petani di AS itu mikir-mikir untuk menanam areal mereka dengan kedelai atau jagung karena faktor harganya yang lebih baik.

Petani di sana lalu sebagian besar menanam jagung karena harganya lebih menarik. Memang di posisi tahun lalu, harga jagung lebih bagus. Hal itu menyebabkan produksi kedelai turun. Kebutuhan CPO di AS mungkin akan naik.

Lalu Tiongkok itu pasar besar kita. Kalau lihat laporannya, mereka akan menambah stok CPO yang sekarang semakin menipis. Di Tiongkok, mereka menyimpan stok CPO dalam jumlah besar. Di sana bisa mencapai 900.000 ton yang harus dijadikan cadangan.

Tiongkok sempat membeli cukup banyak pada September kemarin, tapi sekarang stoknya sudah menurun sekali sehingga harus beli lagi untuk berjaga-jaga. Hal-hal seperti ini juga ikut memengaruhi harga CPO global.

 

Dengan asumsi produksi CPO di pangkas, bisa di level berapa harga CPO tahun depan?

Harga CPO sekarang sudah cukup baik, di level US$767 per hari ini . Saya rasa harganya bisa US$790 di Januari saat panen di tingkat terkecilnya. Kalau mempertimbangkan harga di semester II, masih cukup jauh ya.

Yang jelas saat musim panen memang harga menurun. Harga sekarang sudah cukup bagus. Kami tidak berharap harga CPO bisa sampai US$1.000 per ton seperti yang pernah kita alami pada 2010 kemarin.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More