Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
EFEK TRUMP

Kebingungan Pasar Hanya Sementara

Veronika Yasinta Jum'at, 02/12/2016 10:39 WIB

JAKARTA--Bank Indonesia memprediksi perilaku pasar yang bingung terhadap ‘efek Trump’ akan berakhir pada Januari 2017 setelah kabinet bentukan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump terbentuk.

Selain itu, Otoritas Moneter juga masih mempunyai ruang yang cukup untuk melonggarkan suku bunga sebagai langkah antisipatif potensi resesi ekonomi di AS.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan setelah pasar melewati volatilitas yang diprediksi berakhir pada Januari 2017, maka ekonomi memasuki masa normal. Dia menuturkan ekonomi domestik juga harus memiliki kondisi makro yang sehat dengan inflasi kisaran 3%.

Dengan inflasi yang tak mencapai 4% pada tahun depan, dia meyakini periode kebijakan moneter yang longgar sepanjang tahun ini dapat terus berlangsung.  Hingga akhir tahun ini, inflasi masih ada di kisaran 3%-3,2%.

"Penting untuk pemerintah seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan pada waktu memformulasikan pengurangan subsidi listrik pada 2017 berapa besarannya itu yang kita hitung dampaknya ke inflasi 2017," katanya, di Jakarta, Kamis (1/12).

Selain itu, ekonomi China juga akan menentukan harga komoditas sehingga denyut bisnis di Sumatra dan Kalimantan akan terpengaruh secara langsung.  Namun, BI meyakini pemulihan ekonomi China masih akan berlanjut pada 2017.

Tahun depan, China juga menggelar sidang Partai Komunis sehingga dipastikan Negeri Panda itu akan menjaga perekonomian. Pemulihan pertumbuhan ekonomi China diperkirakan masih berlanjut di level 6,5%-6,7% pada 2017.

Perbaikan harga komoditas itu lantas dapat memperbaiki defisit transaksi berjalan yang diproyeksikan di kisaran 2%-2,5% pada tahun depan. Selain itu, Mirza juga menyebutkan masuknya portofolio dan repatriasi dana dari amnesti pajak membuat neraca pembayaran surplus US$10 miliar pada tahun ini.

"Portofolio inflow sudah mulai kembali, plus repatriasi. Overall balance of payment ya bisa jauh lebih baik dibandingkan 2015. Waktu itu full year defisit US$1 miliar," ucap Mirza.

 

Kebijakan AS

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menjelaskan hingga akhir tahun Bank Sentral masih memiliki peluang melonggarkan kebijakan moneter sambil menunggu keputusan kebijakan ekonomi AS. BI 7-day Reverse Repo Rate bisa diturunkan hingga ke level 4,5% atau turun lagi 25 basis poin.

Dia menyebutkan suku bunga acuan juga dapat dipangkas hingga 4% hingga semester pertama 2017. Pelonggaran kebijakan moneter diyakini dapat meredam efek resesi ekonomi di AS yang secara historis terjadi saat Partai Republik menguasai pemerintahan.

"Mumpung mood dari pelaku usaha membaik. Konsumen juga membaik, kita harus andalkan ekonomi dalam negeri," ujarnya.

Lana melihat dari delapan resesi AS sejak 50 tahun terakhir, tujuh di antaranya berasal dari Partai Republik. Kebijakan partai tersebut condong ke penurunan tarif pajak, menambah belanja militer sehingga harga minyak naik serta mengerek inflasi tinggi.

Kebijakan itu bisa menyebabkan penurunan ekonomi lebih tajam. Secara siklus, dia meyakini resesi di AS bisa terjadi pada 2-3 tahun ke depan sehingga kewaspadaan pengelolaan kebijakan ekonomi domestik harus dilakukan.

"Jadi ketika ekonomi kita tumbuh artinya semacam menabung, sehingga ketika AS resesi kita punya kekuatan ekonomi," katanya. 

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More