Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 11 Desember 2016
KAWASAN PESISIR TERPADU JAKARTA

Tanggul Laut Terkendala Lahan

Asteria Desi Kartika Sari Jum'at, 02/12/2016 11:24 WIB
Ilustrasi.ncicd.com

JAKARTA— Proyek pembangunan tanggul laut raksasa pada Kawasan Pesisir Terpadu Ibu Kota Nasional atau NCICD Fase A yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal tersendat oleh pembebasan lahan.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan mengatakan meskipun terkendala, pembangunan NCICD Fase A tetap dapat dipercepat.

“Kalau bicara percepatan ya memang harus segera percepatan. Artinya, tahun ini harus tuntas, tetapi belum bisa diprediksi secara detail. Hal ini karena di lapangan ada kendala pembebasan lahan,” ujar Teguh kepada Bisnis, Kamis (1/12).

Pembebasan lahan yang dimaksud itu adalah kasus yang terjadi di Kamal Muara. Dia mengatakan pembebasan lahan di daerah itu tersendat akibat tidak jelasnya surat-surat untuk pembebasan.

Adapun tanggul raksasa yang dibangun di bagian utara Teluk Jakarta ini bertujuan untuk melindungi Jakarta dari banjir. Pada tanggul ini akan dibangun laguna-laguna besar yang menampung aliran dari 13 sungai di Jakarta.

Menurutnya, masih ada beberapa titik pematokan beberapa bidang tanah yang masih menjadi kewajiban pihak lain yang belum diserahkan kepada Pemprov DKI.

“Jadi kami tidak bisa bayar makanya ini yang akan kami jadikan bahan evaluasi untuk 2017,” tuturnya.

Lebih jauh, pemerintah provinsi memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tiga aliran  sungai dan pantai wilayah sistem aliran barat, tengah dan timur.

Secara rinci, bidang sungai dan pantai wilayah sistem aliran barat mencakup pembangunan tanggul pantai pada lokasi Kamal Muara dengan panjang 740 meter. Sementara itu, sistem aliran tengah mencakup pembangunan tanggul pantai pada Muara Baru hingga Luar Batang dengan panjang 1,8 km. Adapun untuk wilayah sistem aliran timur antara lain pembangunan tanggul pantai pada Muara Kali Blencong dengan panjang 1,2 km.

Selain kendala ini, pembangunan tanggul laut juga sempat tertunda akibat lamanya proses pengumuman pemenang lelang kontraktor oleh Badan Pengelola Barang dan Jasa (BPPBJ).

"Kami menargetkan tahun ini, aliran tengah di atas 90%, aliran barat 30%, dan aliran timur bisa 50%," katanya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai dan Pantai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Teuku Iskandar mengatakan pekerjaan proyek NCICD Fase A tersebut lambat.

PENGUATAN TANGGUL

Dia mengatakan pada proyek tanggul laut sepanjang 62 kilometer tersebut, pihak BBWSCC hanya akan memperkuat 4,5 kilometer tanggul pada tahap pertama yang telah dimulai November 2015 hingga April 2018.

“2,2 kilometer di pantai Muara Baru, sementara 2,3 kilometer di pesisir Kali Baru, semua di Jakarta Utara sudah dikerjakan,” kata Iskandar.

Di Kali Baru telah dipasang pipa di 60 titik dengan panjang sekitar 78 meter. Sementara itu, di Muara Baru, sudah terdapat 34 titik dengan pipa panjang 40 meter.

Dia belum dapat memprediksi kapan pekerjaan keseluruhan NCICD dapat dirampungkan lantaran proyek tersebut melibatkan pengembang.

Secara keseluruhan NCICD Fase A membutuhkan dana sekitar Rp900 miliar. Dana tersebut akan disalurkan dari pemerintah pusat, pemerintah kota, bahkan juga perusahaan swasta yang menerima izin pembangunan 17 pulau reklamasi di Teluk Jakarta.

“25% oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta, sementara 75% selebihnya akan didukung oleh para pengembang di sepanjang pantai," tambah Iskandar.

More From Makro Ekonomi

  • Galang Dana Abadi Via Reksa Dana

    09:42 WIB

    Reksa dana semakin dilirik untuk menggalang dana abadi institusi sosial, kesehatan, keagamaan, hingga pendidikan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya ada empat produk endowment fund baru yang diluncurkan

  • Atraksi yang Belum Kelar

    01:00 WIB

    PT Bumi Resources Tbk. tak pernah berhenti menjadi buah bibir. Ibarat kereta halilintar di Dunia Fantasy Ancol, mungkin begitu gambaran pergerakan harga saham BUMI sejak go public.

  • Emiten Masih Konservatif

    08:30 WIB

    Meski harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mulai rebound, sejumlah emiten masih memasang target konservatif pada 2017

  • Trump Effect Hanya Sementara

    08:45 WIB

    Bursa Efek Indonesia yakin kondisi tertekannya indeks harga saham gabungan akibat Trump Effect tidak akan berlangsung lama

News Feed

  • Data China Terus Membaik

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 05:47 WIB

    China kembali membukukan perbaikan dalam data ekonomi terbarunya. Kondisi itu meredakan kekhawatiran terjadinya penurunan ekonomi negara tersebut.

  • Tak Ragu Kejar WP Kakap

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 03:42 WIB

    Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.

  • Mendambakan Industri Kreatif Kian Kinclong

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 01:01 WIB

    Data perkembangan industri kreatif yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik, pekan ini, semakin memberi keyakinan bahwa industri ini layak dijadikan sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

  • Indonesia Menang Atas Churchill

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:00 WIB

    Pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai US$1,31 miliar setelah International Centre for Settlement of Investments Disputes (ICSID) menolak gugatan arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty Ltd.

  • CPGT Cari Suntikan Dana Segar

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:53 WIB

    PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Load More