Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
KAWASAN PESISIR TERPADU JAKARTA

Tanggul Laut Terkendala Lahan

Asteria Desi Kartika Sari Jum'at, 02/12/2016 11:24 WIB
Ilustrasi.ncicd.com

JAKARTA— Proyek pembangunan tanggul laut raksasa pada Kawasan Pesisir Terpadu Ibu Kota Nasional atau NCICD Fase A yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal tersendat oleh pembebasan lahan.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan mengatakan meskipun terkendala, pembangunan NCICD Fase A tetap dapat dipercepat.

“Kalau bicara percepatan ya memang harus segera percepatan. Artinya, tahun ini harus tuntas, tetapi belum bisa diprediksi secara detail. Hal ini karena di lapangan ada kendala pembebasan lahan,” ujar Teguh kepada Bisnis, Kamis (1/12).

Pembebasan lahan yang dimaksud itu adalah kasus yang terjadi di Kamal Muara. Dia mengatakan pembebasan lahan di daerah itu tersendat akibat tidak jelasnya surat-surat untuk pembebasan.

Adapun tanggul raksasa yang dibangun di bagian utara Teluk Jakarta ini bertujuan untuk melindungi Jakarta dari banjir. Pada tanggul ini akan dibangun laguna-laguna besar yang menampung aliran dari 13 sungai di Jakarta.

Menurutnya, masih ada beberapa titik pematokan beberapa bidang tanah yang masih menjadi kewajiban pihak lain yang belum diserahkan kepada Pemprov DKI.

“Jadi kami tidak bisa bayar makanya ini yang akan kami jadikan bahan evaluasi untuk 2017,” tuturnya.

Lebih jauh, pemerintah provinsi memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tiga aliran  sungai dan pantai wilayah sistem aliran barat, tengah dan timur.

Secara rinci, bidang sungai dan pantai wilayah sistem aliran barat mencakup pembangunan tanggul pantai pada lokasi Kamal Muara dengan panjang 740 meter. Sementara itu, sistem aliran tengah mencakup pembangunan tanggul pantai pada Muara Baru hingga Luar Batang dengan panjang 1,8 km. Adapun untuk wilayah sistem aliran timur antara lain pembangunan tanggul pantai pada Muara Kali Blencong dengan panjang 1,2 km.

Selain kendala ini, pembangunan tanggul laut juga sempat tertunda akibat lamanya proses pengumuman pemenang lelang kontraktor oleh Badan Pengelola Barang dan Jasa (BPPBJ).

"Kami menargetkan tahun ini, aliran tengah di atas 90%, aliran barat 30%, dan aliran timur bisa 50%," katanya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai dan Pantai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Teuku Iskandar mengatakan pekerjaan proyek NCICD Fase A tersebut lambat.

PENGUATAN TANGGUL

Dia mengatakan pada proyek tanggul laut sepanjang 62 kilometer tersebut, pihak BBWSCC hanya akan memperkuat 4,5 kilometer tanggul pada tahap pertama yang telah dimulai November 2015 hingga April 2018.

“2,2 kilometer di pantai Muara Baru, sementara 2,3 kilometer di pesisir Kali Baru, semua di Jakarta Utara sudah dikerjakan,” kata Iskandar.

Di Kali Baru telah dipasang pipa di 60 titik dengan panjang sekitar 78 meter. Sementara itu, di Muara Baru, sudah terdapat 34 titik dengan pipa panjang 40 meter.

Dia belum dapat memprediksi kapan pekerjaan keseluruhan NCICD dapat dirampungkan lantaran proyek tersebut melibatkan pengembang.

Secara keseluruhan NCICD Fase A membutuhkan dana sekitar Rp900 miliar. Dana tersebut akan disalurkan dari pemerintah pusat, pemerintah kota, bahkan juga perusahaan swasta yang menerima izin pembangunan 17 pulau reklamasi di Teluk Jakarta.

“25% oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta, sementara 75% selebihnya akan didukung oleh para pengembang di sepanjang pantai," tambah Iskandar.

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More