Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
KAWASAN PESISIR TERPADU JAKARTA

Tanggul Laut Terkendala Lahan

Asteria Desi Kartika Sari Jum'at, 02/12/2016 11:24 WIB
Ilustrasi.ncicd.com

JAKARTA— Proyek pembangunan tanggul laut raksasa pada Kawasan Pesisir Terpadu Ibu Kota Nasional atau NCICD Fase A yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal tersendat oleh pembebasan lahan.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan mengatakan meskipun terkendala, pembangunan NCICD Fase A tetap dapat dipercepat.

“Kalau bicara percepatan ya memang harus segera percepatan. Artinya, tahun ini harus tuntas, tetapi belum bisa diprediksi secara detail. Hal ini karena di lapangan ada kendala pembebasan lahan,” ujar Teguh kepada Bisnis, Kamis (1/12).

Pembebasan lahan yang dimaksud itu adalah kasus yang terjadi di Kamal Muara. Dia mengatakan pembebasan lahan di daerah itu tersendat akibat tidak jelasnya surat-surat untuk pembebasan.

Adapun tanggul raksasa yang dibangun di bagian utara Teluk Jakarta ini bertujuan untuk melindungi Jakarta dari banjir. Pada tanggul ini akan dibangun laguna-laguna besar yang menampung aliran dari 13 sungai di Jakarta.

Menurutnya, masih ada beberapa titik pematokan beberapa bidang tanah yang masih menjadi kewajiban pihak lain yang belum diserahkan kepada Pemprov DKI.

“Jadi kami tidak bisa bayar makanya ini yang akan kami jadikan bahan evaluasi untuk 2017,” tuturnya.

Lebih jauh, pemerintah provinsi memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tiga aliran  sungai dan pantai wilayah sistem aliran barat, tengah dan timur.

Secara rinci, bidang sungai dan pantai wilayah sistem aliran barat mencakup pembangunan tanggul pantai pada lokasi Kamal Muara dengan panjang 740 meter. Sementara itu, sistem aliran tengah mencakup pembangunan tanggul pantai pada Muara Baru hingga Luar Batang dengan panjang 1,8 km. Adapun untuk wilayah sistem aliran timur antara lain pembangunan tanggul pantai pada Muara Kali Blencong dengan panjang 1,2 km.

Selain kendala ini, pembangunan tanggul laut juga sempat tertunda akibat lamanya proses pengumuman pemenang lelang kontraktor oleh Badan Pengelola Barang dan Jasa (BPPBJ).

"Kami menargetkan tahun ini, aliran tengah di atas 90%, aliran barat 30%, dan aliran timur bisa 50%," katanya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai dan Pantai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Teuku Iskandar mengatakan pekerjaan proyek NCICD Fase A tersebut lambat.

PENGUATAN TANGGUL

Dia mengatakan pada proyek tanggul laut sepanjang 62 kilometer tersebut, pihak BBWSCC hanya akan memperkuat 4,5 kilometer tanggul pada tahap pertama yang telah dimulai November 2015 hingga April 2018.

“2,2 kilometer di pantai Muara Baru, sementara 2,3 kilometer di pesisir Kali Baru, semua di Jakarta Utara sudah dikerjakan,” kata Iskandar.

Di Kali Baru telah dipasang pipa di 60 titik dengan panjang sekitar 78 meter. Sementara itu, di Muara Baru, sudah terdapat 34 titik dengan pipa panjang 40 meter.

Dia belum dapat memprediksi kapan pekerjaan keseluruhan NCICD dapat dirampungkan lantaran proyek tersebut melibatkan pengembang.

Secara keseluruhan NCICD Fase A membutuhkan dana sekitar Rp900 miliar. Dana tersebut akan disalurkan dari pemerintah pusat, pemerintah kota, bahkan juga perusahaan swasta yang menerima izin pembangunan 17 pulau reklamasi di Teluk Jakarta.

“25% oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta, sementara 75% selebihnya akan didukung oleh para pengembang di sepanjang pantai," tambah Iskandar.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More