Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
KONEKTIVITAS KALIMANTAN

Proyek Jalur Utara Dikebut

Yanita Petriella Jum'at, 02/12/2016 11:41 WIB
Peletakan batu pertama proyek rel kereta api di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur pada Kamis 1 Desember 2016.  Direktur Utama PT Kaltim Kawasan Industri Maloy Agus Dwitarto, Bupati Kutai Timur Ismunandar, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Direktur Utama Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia Denis Muratov.

KUTAI TIMUR - Proyek kereta api jalur utara yang menghubungkan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kabupaten Kutai Timur menuju Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara dipacu.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur ditargetkan saling mengoneksikan daerah-daerah di wilayahnya dan mendorong perekonomian daerah.

Selain mengangkut komoditas batu bara dan kelapa sawit, jalur ini akan dimanfaatkan untuk angkutan penumpang warga di wilayah Kaltim.

Pada Kamis (1/12), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama dengan PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) selaku anak perusahaan Blackspace yang berbasis di Rusia melakukan peletakan batu pertama proyek tersebut.

Di mulainya proyek kereta api ini menjadi tonggak sejarah baru di Pulau Kalimantan. "Saya merencanakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy ini 15 tahun lalu. Hari ini menjadi tonggak sejarah adanya kereta api di Pulau Kalimantan untuk pertama kalinya, khususnya Kaltim," ujar Awang saat meletakkan batu pertama proyek itu di KEK Maloy, Kamis (1/12).

"Saya berharap kereta api ini dapat digunakan sebagai kereta api penumpang yang bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI)”.

Dia meminta agar SMGTI bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membebaskan lahan agar tak bermasalah.

"Konektivitas antarwilayah ini harus terbangun agar daerah bisa maju. Pembangunan rel kereta api ini tidak boleh menyimpang dari rencana tata ruang wilayah ," ucap Awang.

 

PENGEMBANGAN

Direktur Utama PT Kaltim Kawasan Industri Maloy Agus Dwitarto menuturkan dalam perkembangan bisnis ke depan seluruh pengembangan trans moda diandalkan mengangkut sejumlah hasil industri di wilayah ini.

"Kawasan Industri dan Pelabuhan Industri Maloy ini, merupakan titik outlet untuk keluar kawasan. Kami perlu sampaikan juga. Ini adalah tonggak sejarah dimulainya proyek kereta kali ini," tuturnya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 56/2009 tentang Perkeretaapian, kereta api ini akan membawa komoditas batu bara.

Namun, saat ini pemerintah daerah berupaya agar ada revisi dalam aturan tersebut sehingga tidak hanya mengangkut komoditas batu bara tetapi juga membawa produk penghiliran kelapa sawit.

"Kami berharap nantinya kereta api ini bisa menjadi moda transportasi yang multipurpose yang bisa mengangkut kargo sehingga pertumbuhan ekonomi lokal bisa segera tumbuh," kata Agus.

Direktur Utama Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) Denis Muratov menambahkan jalur rel kereta api ini akan dibangun dalam dua tahap.

Tahap pertama pembangunan akan digelar di sepanjang 195 kilometer dari wilayah KEK Maloy dan dilanjutkan ke tahap kedua sepanjang 125 kilometer.

"Ada berbagai jenis lokomotif dan gerbong yang dipakai yang nantinya dapat mengangkut berbagai komoditas dan membantu warga di Kaltim," ucapnya.

Sementara itu, rencana pembangunan kereta api yang dilakukan oleh PT Kereta Api Borneo (KAB) akan dimulai dengan membangun pelabuhan di Kawasan Industri Buluminung.

Head of Regional Corporate Affair PT Kereta Api Borneo M. Yadi Sabiannoor  mengatakan pada tahap awal KAB yang merupakan anak perusahaan Russian Railways ini akan membangun pelabuhan terlebih dahulu. Pelabuhan ini dibangun di Kawasan Industri Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

"Jadi prioritas pertamanya bangun pelabuhan dulu, baru technopark. Setelah itu jalur kereta api. Pembangunan kereta api ini prioritas ketiga. Dalam masterplan 2021 pembangunan kereta api akan selesai," ujarnya.

Jalur kereta api jalur selatan ini memiliki panjang jalur selatan yakni 203 kilometer dari Kawasan Industri Buluminung di PPU hingga ke Kutai Barat.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More