Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 11 Desember 2016
KONEKTIVITAS KALIMANTAN

Proyek Jalur Utara Dikebut

Yanita Petriella Jum'at, 02/12/2016 11:41 WIB
Peletakan batu pertama proyek rel kereta api di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur pada Kamis 1 Desember 2016.  Direktur Utama PT Kaltim Kawasan Industri Maloy Agus Dwitarto, Bupati Kutai Timur Ismunandar, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Direktur Utama Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia Denis Muratov.

KUTAI TIMUR - Proyek kereta api jalur utara yang menghubungkan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kabupaten Kutai Timur menuju Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara dipacu.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur ditargetkan saling mengoneksikan daerah-daerah di wilayahnya dan mendorong perekonomian daerah.

Selain mengangkut komoditas batu bara dan kelapa sawit, jalur ini akan dimanfaatkan untuk angkutan penumpang warga di wilayah Kaltim.

Pada Kamis (1/12), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama dengan PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) selaku anak perusahaan Blackspace yang berbasis di Rusia melakukan peletakan batu pertama proyek tersebut.

Di mulainya proyek kereta api ini menjadi tonggak sejarah baru di Pulau Kalimantan. "Saya merencanakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy ini 15 tahun lalu. Hari ini menjadi tonggak sejarah adanya kereta api di Pulau Kalimantan untuk pertama kalinya, khususnya Kaltim," ujar Awang saat meletakkan batu pertama proyek itu di KEK Maloy, Kamis (1/12).

"Saya berharap kereta api ini dapat digunakan sebagai kereta api penumpang yang bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI)”.

Dia meminta agar SMGTI bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membebaskan lahan agar tak bermasalah.

"Konektivitas antarwilayah ini harus terbangun agar daerah bisa maju. Pembangunan rel kereta api ini tidak boleh menyimpang dari rencana tata ruang wilayah ," ucap Awang.

 

PENGEMBANGAN

Direktur Utama PT Kaltim Kawasan Industri Maloy Agus Dwitarto menuturkan dalam perkembangan bisnis ke depan seluruh pengembangan trans moda diandalkan mengangkut sejumlah hasil industri di wilayah ini.

"Kawasan Industri dan Pelabuhan Industri Maloy ini, merupakan titik outlet untuk keluar kawasan. Kami perlu sampaikan juga. Ini adalah tonggak sejarah dimulainya proyek kereta kali ini," tuturnya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 56/2009 tentang Perkeretaapian, kereta api ini akan membawa komoditas batu bara.

Namun, saat ini pemerintah daerah berupaya agar ada revisi dalam aturan tersebut sehingga tidak hanya mengangkut komoditas batu bara tetapi juga membawa produk penghiliran kelapa sawit.

"Kami berharap nantinya kereta api ini bisa menjadi moda transportasi yang multipurpose yang bisa mengangkut kargo sehingga pertumbuhan ekonomi lokal bisa segera tumbuh," kata Agus.

Direktur Utama Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) Denis Muratov menambahkan jalur rel kereta api ini akan dibangun dalam dua tahap.

Tahap pertama pembangunan akan digelar di sepanjang 195 kilometer dari wilayah KEK Maloy dan dilanjutkan ke tahap kedua sepanjang 125 kilometer.

"Ada berbagai jenis lokomotif dan gerbong yang dipakai yang nantinya dapat mengangkut berbagai komoditas dan membantu warga di Kaltim," ucapnya.

Sementara itu, rencana pembangunan kereta api yang dilakukan oleh PT Kereta Api Borneo (KAB) akan dimulai dengan membangun pelabuhan di Kawasan Industri Buluminung.

Head of Regional Corporate Affair PT Kereta Api Borneo M. Yadi Sabiannoor  mengatakan pada tahap awal KAB yang merupakan anak perusahaan Russian Railways ini akan membangun pelabuhan terlebih dahulu. Pelabuhan ini dibangun di Kawasan Industri Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

"Jadi prioritas pertamanya bangun pelabuhan dulu, baru technopark. Setelah itu jalur kereta api. Pembangunan kereta api ini prioritas ketiga. Dalam masterplan 2021 pembangunan kereta api akan selesai," ujarnya.

Jalur kereta api jalur selatan ini memiliki panjang jalur selatan yakni 203 kilometer dari Kawasan Industri Buluminung di PPU hingga ke Kutai Barat.

More From Makro Ekonomi

  • Galang Dana Abadi Via Reksa Dana

    09:42 WIB

    Reksa dana semakin dilirik untuk menggalang dana abadi institusi sosial, kesehatan, keagamaan, hingga pendidikan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya ada empat produk endowment fund baru yang diluncurkan

  • Atraksi yang Belum Kelar

    01:00 WIB

    PT Bumi Resources Tbk. tak pernah berhenti menjadi buah bibir. Ibarat kereta halilintar di Dunia Fantasy Ancol, mungkin begitu gambaran pergerakan harga saham BUMI sejak go public.

  • Emiten Masih Konservatif

    08:30 WIB

    Meski harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mulai rebound, sejumlah emiten masih memasang target konservatif pada 2017

  • Trump Effect Hanya Sementara

    08:45 WIB

    Bursa Efek Indonesia yakin kondisi tertekannya indeks harga saham gabungan akibat Trump Effect tidak akan berlangsung lama

News Feed

  • Data China Terus Membaik

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 05:47 WIB

    China kembali membukukan perbaikan dalam data ekonomi terbarunya. Kondisi itu meredakan kekhawatiran terjadinya penurunan ekonomi negara tersebut.

  • Tak Ragu Kejar WP Kakap

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 03:42 WIB

    Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.

  • Mendambakan Industri Kreatif Kian Kinclong

    Sabtu, 10 Desember 2016 - 01:01 WIB

    Data perkembangan industri kreatif yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik, pekan ini, semakin memberi keyakinan bahwa industri ini layak dijadikan sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

  • Indonesia Menang Atas Churchill

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:00 WIB

    Pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai US$1,31 miliar setelah International Centre for Settlement of Investments Disputes (ICSID) menolak gugatan arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty Ltd.

  • CPGT Cari Suntikan Dana Segar

    Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:53 WIB

    PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Load More