Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
KONEKTIVITAS KALIMANTAN

Proyek Jalur Utara Dikebut

Yanita Petriella Jum'at, 02/12/2016 11:41 WIB
Peletakan batu pertama proyek rel kereta api di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur pada Kamis 1 Desember 2016.  Direktur Utama PT Kaltim Kawasan Industri Maloy Agus Dwitarto, Bupati Kutai Timur Ismunandar, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Direktur Utama Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia Denis Muratov.

KUTAI TIMUR - Proyek kereta api jalur utara yang menghubungkan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kabupaten Kutai Timur menuju Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara dipacu.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur ditargetkan saling mengoneksikan daerah-daerah di wilayahnya dan mendorong perekonomian daerah.

Selain mengangkut komoditas batu bara dan kelapa sawit, jalur ini akan dimanfaatkan untuk angkutan penumpang warga di wilayah Kaltim.

Pada Kamis (1/12), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama dengan PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) selaku anak perusahaan Blackspace yang berbasis di Rusia melakukan peletakan batu pertama proyek tersebut.

Di mulainya proyek kereta api ini menjadi tonggak sejarah baru di Pulau Kalimantan. "Saya merencanakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy ini 15 tahun lalu. Hari ini menjadi tonggak sejarah adanya kereta api di Pulau Kalimantan untuk pertama kalinya, khususnya Kaltim," ujar Awang saat meletakkan batu pertama proyek itu di KEK Maloy, Kamis (1/12).

"Saya berharap kereta api ini dapat digunakan sebagai kereta api penumpang yang bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI)”.

Dia meminta agar SMGTI bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membebaskan lahan agar tak bermasalah.

"Konektivitas antarwilayah ini harus terbangun agar daerah bisa maju. Pembangunan rel kereta api ini tidak boleh menyimpang dari rencana tata ruang wilayah ," ucap Awang.

 

PENGEMBANGAN

Direktur Utama PT Kaltim Kawasan Industri Maloy Agus Dwitarto menuturkan dalam perkembangan bisnis ke depan seluruh pengembangan trans moda diandalkan mengangkut sejumlah hasil industri di wilayah ini.

"Kawasan Industri dan Pelabuhan Industri Maloy ini, merupakan titik outlet untuk keluar kawasan. Kami perlu sampaikan juga. Ini adalah tonggak sejarah dimulainya proyek kereta kali ini," tuturnya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 56/2009 tentang Perkeretaapian, kereta api ini akan membawa komoditas batu bara.

Namun, saat ini pemerintah daerah berupaya agar ada revisi dalam aturan tersebut sehingga tidak hanya mengangkut komoditas batu bara tetapi juga membawa produk penghiliran kelapa sawit.

"Kami berharap nantinya kereta api ini bisa menjadi moda transportasi yang multipurpose yang bisa mengangkut kargo sehingga pertumbuhan ekonomi lokal bisa segera tumbuh," kata Agus.

Direktur Utama Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) Denis Muratov menambahkan jalur rel kereta api ini akan dibangun dalam dua tahap.

Tahap pertama pembangunan akan digelar di sepanjang 195 kilometer dari wilayah KEK Maloy dan dilanjutkan ke tahap kedua sepanjang 125 kilometer.

"Ada berbagai jenis lokomotif dan gerbong yang dipakai yang nantinya dapat mengangkut berbagai komoditas dan membantu warga di Kaltim," ucapnya.

Sementara itu, rencana pembangunan kereta api yang dilakukan oleh PT Kereta Api Borneo (KAB) akan dimulai dengan membangun pelabuhan di Kawasan Industri Buluminung.

Head of Regional Corporate Affair PT Kereta Api Borneo M. Yadi Sabiannoor  mengatakan pada tahap awal KAB yang merupakan anak perusahaan Russian Railways ini akan membangun pelabuhan terlebih dahulu. Pelabuhan ini dibangun di Kawasan Industri Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

"Jadi prioritas pertamanya bangun pelabuhan dulu, baru technopark. Setelah itu jalur kereta api. Pembangunan kereta api ini prioritas ketiga. Dalam masterplan 2021 pembangunan kereta api akan selesai," ujarnya.

Jalur kereta api jalur selatan ini memiliki panjang jalur selatan yakni 203 kilometer dari Kawasan Industri Buluminung di PPU hingga ke Kutai Barat.

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More