Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
JALAN TOL

Jasa Marga Garap Kediri—Kertosono

Anitana W. Puspa & Deandra Syarizka Jum'at, 02/12/2016 11:10 WIB

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menerbitkan surat terkait dengan penambahan lingkup bagi PT Jasa Marga Tbk. untuk mengerjakan ruas baru Kediri—Kertosono sepanjang 27,90 kilometer dibandingkan melelang ruas tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna mengatakan dengan terbitnya surat Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, emiten berkode saham JSMR itu akan melakukan kajian rute untuk ruas itu. Selesai melakukan kajian rute, JSMR segera melakukan pembahasan dengan BPJT.

Dia menyatakan, opsi penambahan lingkup kepada JSMR dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa BUMN jalan tol itu juga sebagai pemilik konsesi untuk ruas Solo—Ngawi serta Ngawi—Kertosono. Apalagi, tuturnya, ruas itu secara lalu lintas harian rata-rata kurang layak jika dilelang

Dengan demikian, nilai investasi untuk ruas itu akan dibebankan dalam ruas Ngawi—Kertosono. Amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Ngawi—Kertosono akan dilakukan setelah JSMR menyerahkan studi kelayakan/persiapan.

Menurutnya, dasar hukum penambahan ruang lingkup dimungkinkan karena sesuai dengan Perpres No. 38/2015 tentang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

“Pak Menteri PUPR sudah memerintahkan untuk penambahan lingkupnya. Maka, kalau persiapannya sudah jadi selanjutnya kami akan bahas dan turun ke daerah. Amendemen PPJT kalau bisa ya, secepatnya. Namun, intinya kami mau studi persiapannya rampung dulu,” katanya kepada Bisnis, Rabu (30/11).

Herrry menegaskan, penyelesaian Kediri—Kertosono tidak ditargetkan rampung bersamaan dengan konstruksi fisik ruas Ngawi—Kertosono lantaran pembebasan lahan ruas tersebut juga belum dipersiapkan.

Adapun, pengerjaan penambahan lingkup itu berbeda dengan penambahan ruas tambahan jalan tol Trans-Sumatra yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya. Dalam kasus Hutama Karya, penugasan diberikan karena keterbatasan APBN dengan kelayakan yang rendah, serta penting dilakukan dalam pengembangan wilayah ekonomi.

Secara prinsip, pembangunan jalan tol Kediri—Kertosono memungkinkan karena secara potensi volume kendaraan, diyakini akan bertumbuh dengan sendirinya. Apalagi, sejauh ini jaringan tol Trans-Jawa cenderung lebih banyak ke wilayah Utara, sedangkan di Selatan relatif tertinggal.

Menurutnya, pembangunan jalan tol Kediri—Kertosono akan membantu akses wisatawan menuju destinasi wisata yang ada di bagian Selatan Trans-Jawa. Dengan demikian, pembangunan jalan tol itu diyakini akan membantu aktivitas pariwisata di Selatan Jawa.

JSMR juga merasa ruas Kediri—Kertosono penting untuk dikerjakan untuk menjadi ruas yang potensial bagi perusahaan. Sepanjang tahun ini, perseroan telah meraih ruas-ruas tol yang  ditender pemerintah dan rusulan ruas tol baru yang diprakarsainya.

Ruas tol yang ditender pemerintah, antara lain Batang—Semarang, Balikpapan—Samarinda, Manado—Bitung, dan Pandaan—Malang. Sementara itu, ruas tol yang diprakarsai perusahaan tersebut, antara lain  Jakarta—Cikampek II.

 

DANA TALANGAN

Selain itu, Jasa Marga segera melakukan koordinasi internal dengan anak usaha jalan tol terkait dengan persoalan lambatnya pembayaran lahan yang menggunakan dana talangan perusahaan.

AVP Corporate Communication JSMR Dwimawan Heru mengatakan, koordinasi internal dilakukan guna menemukan persoalan yang menghambat pembayaran dana lahan sehingga realisasi pembayaran ruas milik perseroan dapat dipercepat.

“Kami akan lakukan itu karena kami mendukung sepenuhnya program dan kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan jalan tol, termasuk kebijakan dana talangan tanah,” katanya.

Dia menyampaikan hal itu menanggapi permintaan BPJT agar JSMR mempercepat pembayaran lahan yang menggunakan dana talangan badan usaha jalan tol supaya mencapai target pembayaran sebesar Rp16 triliun hingga akhir tahun ini.

Hingga akhir bulan ini, dana talangan lahan yang terhimpun telah mencapai Rp32 triliun. Dari jumlah sebanyak itu, dana talangan yang telah ditagihkan mencapai Rp9,40 triliun, tetapi yang baru terbayarkan sejumlah Rp7,9 triliun.

Herry mengungkapkan, masih terdapat margin senilai Rp1,50 triliun yang belum dibayarkan dan Rp1,10 triliun di antaranya merupakan ruas-ruas milik Jasa Marga.

Dia pun mengharapkan agar perusahaan pelat merah itu segera melakukan pembayaran lahan yang telah ditagihkan sehingga Badan Pertanahan Nasional bisa secepatnya melakukan eksekusi.

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More