Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017

Membidik Korupsi di Tubuh TNI

Edi Suwiknyo Jum'at, 02/12/2016 12:50 WIB
Gedung KPK.

“Sekarang bisa dibayangkan, saat kami melakukan penyidikan korupsi di tubuh kepolisian, muncul kisah cicak versus buaya dengan berbagai jilidnya, bayangkan kalau di dalam militer?’

Nukilan kalimat itu muncul dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo  saat bertemu jajaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) akhir November lalu. Dia seolah ingin menunjukkan, pemberantasan korupsi di tubuh militer bukan pekerjaan mudah dan penuh risiko.

Meski penuh tantangan, aparat penegak hukum bukannya tak bisa berbuat banyak. Undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor) tidak mengenal batasan. Mereka hanya perlu siasat supaya langkah pemberantasan korupsi berlangsung secara optimal.

Barangkali kasus Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Teddy Hernayadi bisa menjadi celah untuk membersihkan tubuh institusi militer dari skandal rasuah.

Seperti diketahui, Rabu (30/11), Pengadilan Militer Tinggi II memvonis oknum perwira tinggi TNI itu terbukti menyelewengkan dana pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai US$12 juta.

Hakim Pengadilan Militer, Brigjen TNI Deddy Suryanto kemudian menghukum bekas Kepala Bidang Pelaksanaan Pembiayaan (Kemhan) periode 2010—2014 dengan hukuman kurungan seumur hidup.

Sesuai catatan mereka, vonis tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tuntutan oditur militer yang sebelumnya menuntut oknum jendral bintang satu itu selama 12 tahun penjara.

Tak pelak penuntasan perkara korupsi itu dianggap cerminan positif untuk mewujudkan transparansi di dalam lingkungan militer. Seperti pernah disinggung Agus Rahardjo, sektor militer khususnya di bidang pengadaan alutsista dianggap cukup rawan.

Potensi kerawanannya muncul lantaran, anggaran yang digukan untuk membeli peralatan tempur itu tidak sedikit.  Badan Anggaran DPR telah menyetujui anggaran Kemhan pada 2017 bakal naik menjadi Rp108 triliun.

Sebagai langkah pencegahan, KPK pun sebenarnya sudah mulai menjalin kerja sama dengan pihak Kemhan. Misalnya dengan melakukan koordinasi dan supervisi untuk mencegah terjadinya penyimpangan anggaran di tubuh militer.

Tak hanya itu khusus penindakan, lembaga antirasuah tersebut juga telah bekerja sama dengan Polisi Militer (POM) untuk menindak oknum militer yang terindikasi melakulan perbuatan korupsi.

Sistem kerja sama, lembaga antikorupsi akan membantu penanganan perkaranya, namun setelah masuk ke ranah penyidikan, mereka bakal menyerahkannya ke POM.

Pintu makin terbuka, kala Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan dukungannya terhadap pemberantasan korupsi di lingkungan militer. Pengungkapan perkara Teddy pun dia anggap tak lepas dari peran mereka.

Memang tak bisa dipungkiri, selama ini pemilihan alutsista diserahkan ke masing-masing angkatan. Kemhan hanya memberikan anggaran kepada tiap kesatuan untuk pengadaan piranti tempur tersebut.

Kendati demikian, mereka bukan berarti lepas tangan. Purnawirawan jenderal bintang empat itu mengaku tetap menyeleksi rekanan pengadaan alutsista. Rekanan yang memiliki riwayat tidak baik bakal dihentikan kerjasamanya.

“Saya sudah bilang di Kemhan dan TNI, beli apa harga berapa, kita cek siapa rekanannya. Kalau fee di atas 10% hingga 30% itu merampok, enggak boleh itu,” tegas Menhan beberapa waktu lalu.

Tantangan lainnya justru berada di lingkungan TNI. Mereka mengakui, jika selama ini kondisi peradilan di institusi yang tahun ini genap berumur 71 tahun itu cenderung tertutup.

Bahkan, muncul kesan bahwa militer seringkali melakukan intervensi. Sejumlah elemen masyarakat sipil tercatat beberapa kali mendesak supaya oknum militer bisa dijerat di sistem peradilan umum.

Namun demikian, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayor Jendral TNI Wuryanto menganggap, putusan terhadap Brigjen TNI Teddy menunjukkan proses reformasi hukum di lingkungan militer telah berjalan.

TNI, kata dia, tidak akan mentolerir setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk korupsi.  Momentum itu juga dia anggap sebagai celah untuk bersih-bersih di lingkungan militer, semua oknum yang melakukan pelanggaran bakal ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. (Dewi A. Zuhriyah)

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More