Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017

Tahun Baru di Mata Mereka

Redaksi Senin, 02/01/2017 12:11 WIB
Ariel Noah

Setiap kali pergantian tahun, hampir sebagian besar orang biasanya membuat resolusi untuk mencapai tujuan yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Resolusi tersebut biasanya berisi daftar keinginan dan mimpi yang ingin dicapai selama setahun mendatang. Simak resolusi Tahun Baru 2017 dari beberapa tokoh di industri kreatif.

Cosmas D. Gozali, Arsitek
Banyak hal yang harus kita perbaiki di 2016, terutama pengetahuan kami yang harus semakin luas, semangat kompetitif sesuai standar internasional dan disiplin terhadap target, waktu, dan kejujuran secara profesional. Pada 2017 ini saya berkeinginan dapat membuat dunia pendidikan arsitektur Indonesia semakin baik dan kompetitif di dunia internasional, mengingat pendidikan itu sangat penting dan dapat mengubah wajah serta karakter suatu bangsa. Di samping itu menjadikan arsitek Indonesia lebih kompetitif secara global. Untuk mencapai target tersebut saya akan membuat diskusi-diskusi secara berkala untuk publik dan khususnya mahasiswa arsitektur atau arsitek muda, sharing pengalaman dan tuntutan global serta memotivasi mereka untuk menjadi yang terbaik. dan dapat mengubah wajah serta karakter suatu bangsa. Di samping itu menjadikan arsitek Indonesia lebih kompetitif secara global. Untuk mencapai target tersebutsaya akan membuat diskusi-diskusi secara berkala untuk publik dan khususnya mahasiswa arsitektur atau arsitek muda, sharing pengalaman dan tuntutan globa serta memotivasi mereka untuk menjadi yang terbaik.

Chand Parwez Servia, Produser Film

Tahun lalu merupakan kebangkitan perfi lman nasional . Dengan kondisi ini, kami memiliki harapan, bisa membuat fi lm lebih baik lagi dengan bujet lebih tinggi. Kami tentu membuat produksi fi lm dengan lebih baik, mulai dari pemilihan naskah, kru, eksekusi , dan promosi lebih ditingkatkan. Kami tidak lagi bermain di wilayah aman, dan kami optimistis masyarakat semakin menyenangi fi lm-fi lm nasional. Evaluasinya, kami masih harus menampilkan fi lm-fi lm berkualitas pada tahun depan. Yang sekarang kami butuhkan, jelas bukan lagi kuantitas tetapi kualitas fi lm.

Dzawin Nur Ikram, Komika

Harapannya , tahun depan kualitas dari materi dan para komika bisa lebih baik lagi. Peminat dan penikmatnya juga makin banyak. 2011 peminat masih sedikit , komika juga masih sedikit, tetapi makin ke sini makin ramai.

Dewi Kharisma Michellia, Penulis

Saya berharap ada serikat penulis seperti PEN International. Lalu ada juga agen penerbitan dan kritikus yang tajam semacam Michiko Kakutani. Serikat penulis penting untuk jamiman kesejahteraan penulis dan profesionalitas. Agen penerbitan memungkinkan karya-karya bagus untuk dijaring dan kerja sama dengan agen lain di luar negeri sehingga karya bagus itu bisa diterjemahkan ke bahasa asing. Kritikus yang asyik juga perlu supaya karya-karya tidak mandeg dan menghindari penulis untuk puas diri dengan karyanya.

Gatot Pujiarto, Seniman Kontemporer

Harapan saya pameran seni rupa skala internasional lebih digalakkan lagi di Indonesia. Tanpa disadari pameran skala internasional itu mempengaruhi pola berpikir para seniman. Lewat pameran internasional tersebut, kami para seniman bisa melihat langsung perkembangan seni rupa di luar negeri seperti apa, sehingga hal itu bisa jadi masukan untuk menghasilkan sebuah karya. Indonesia harus mampu terlibat dalam perhelatan akbar seni rupa dunia. Indonesia harus menjadikan seni rupa sebagai salah satu tujuan wisata.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif

Pada 2017 ini, saya berharap ada keputusan pemerintah yang bisa memungkinkan lembaga pemerintah untuk mengintervensi permodalan startup. Jadi pemerintah dalam hal ini Bekraf bisa menyuntikkan dana ke para startup. Bekraf selama ini hanya sebatas membuka akses permodalan kepada para startup, belum mengintervensi secara langsung permodalan tersebut. Sejauh ini startupstartup tersebut mengalami kendala di permodalan. Harapan kami melalui keputusan tersebut akan melahirkan potensipotensi pemain baru di berbagai bidang industri kreatif. Keputusan ini yang paling saya cita-citakan sebagai Kepala Bekraf.

Steven Eric Lazuardi, Pakar Fengshui

Di tahun Ayam Api, drama politik masih terus berkembang, dan situasinya menimbulkan ketidakjelasan. Jadi momentum-momentum itu dilihat orang akhirnya jadi ada spekulannya. Nah karena ada spekulannya, kecenderungan masyarakat itu wait and see, tetapi di satu sisi Amerika Serikat itu kan membaik ekonominya dan The FED menaikkan suku bunga. Kalau kita bicara di Indonesia, situasi-situasi di sini seperti ayam diadu. Jadi perpindahan dari tahun shio Monyet ini 2016. Kalau 2016 itu kan gayanya gaya Sun Go Kong, kecenderungan berontak segala macam. Sementara itu, kalau di 2017, pemimpin -pemimpinnya yang diadu, sedangkan orang-orangnya nonton seperti sabung ayam. Kalau Indonesia ini masalah politiknya tidak jelas, sehingga orang-orang kalau mau berbisnis itu jadi mikir, wait and see dulu. Dari faktor bisnis, ada kecenderungan faktor iri, makanya bagi pebisnis jangan terlalu show off. Untuk Indonesia di 2017 akan booming agrobisnisnya, kayak hortikultura. Jadi faktor-faktor bawaan tanah itu akan booming

Nazriel Ilham (Ariel Noah)

Saya berharap pada tahun depan, musik harus bisa lebih maju lagi, bisa beragam lagi, lebih menghibur lagi dari segi sound dan sebagainya. Karena, menurut saya, industri musik Indonesia itu perlu gotong royong untuk bisa naik lagi dari sebelumnya. Yang ingin diperbaiki dari tahun sebelumnya adalah profesionalisme karena banyak musisi di Indonesia dalam sebuah job desk atau karier, orang itu kurang profesional menjalaninya, termasuk saya dan teman-teman juga merasakan itu. Jadi sejauh ini yang paling terlihat yang bisa kita perbaiki adalah profesionalisme di musik itu sendiri

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More