Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
SAHAM BUMI MEROKET

Antara Sentimen dan Fundamental

Yodie Hardiyan Jum'at, 06/01/2017 07:36 WIB
Ilustrasi

JAKARTA — Setelah mengalami tren penurunan pada akhir Desember 2016, harga saham PT Bumi Resources Tbk., kembali mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 14,29% menjadi Rp304 per lembar pada penutupan perdagangan, Kamis (5/1).

Belum terkonfirmasi apakah melejitnya saham emiten berkode BUMI itu akibat sentimen aksi restrukturisasi utang perseroan atau prospek kinerja perseroan ke depan?

Kemarin, saham BUMI mencatatkan rekor tertinggi dalam hal frekuensi transaksi yang mencapai 13.537 lot dan volume transaksi 16,07 miliar dengan nilai perdagangan Rp476,32 miliar. BUMI berada di peringkat kesembilan sebagai emiten dengan peningkatan harga saham tertinggi.

Pada akhir 2016, harga saham BUMI mencapai titik tertingginya sebesar Rp318 pada 11 November. Berdasarkan data Bloomberg, kapitalisasi pasar BUMI mencapai Rp11,06 triliun dengan imbal hasil year to date (ytd) sebesar 9,36%.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, peningkatan harga saham BUMI itu tidak hanya bisa dicermati dari peningkatan harga dalam sehari, melainkan sejak harganya Rp60.

William mengatakan, sebagian investor menganggap Bumi Resources merupakan perusahaan yang berpotensi memiliki kinerja yang baik pada masa mendatang. “BUMI juga merupakan perusahaan yang memiliki cadangan batu bara cukup besar,” katanya, Kamis (5/1).

Bukan tidak mungkin, ujar William, sebagian investor berharap adanya perbaikan kinerja Bumi Resources setelah adanya perbaikan harga batu bara dalam beberapa waktu terakhir. Bumi Resources, jelasnya, perlu menjaga kepercayaan investor yang mulai menguat belakangan ini.

“Investor kan sebenarnya benci tapi rindu dengan saham BUMI. Benci karena harganya turun terus, tapi rindu karena harganya diharapkan naik,” kata William.

POSISI TRADING

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, saham BUMI sebaiknya dianggap untuk posisi trading, bukan investasi. Menurutnya, trader sebaiknya tidak berpatokan kepada pergerakan harga saham menuju harga rights issue BUMI. Level psikologis berikutnya untuk harga saham BUMI adalah Rp500, setelah sebelumnya telah melewati Rp300.

"Kalau harga naik sampai ke Rp500, trader sebaiknya follow the trend saja. Tapi kalau turun, ya sudah, dilepas saja. Jangan terlalu berpatokan sampai ke harga rights issue," kata Satrio ketika dihubungi.

Sementara itu, BUMI berencana menerbitkan 37,88 miliar saham baru dengan target dana Rp35,1 triliun. Saham baru itu akan diterbitkan dalam proses penawaran umum terbatas dan pelaksanaan obligasi wajib konversi (OWK). Rencana itu akan dibahas dalam RUPBS Luar Biasa pada 7 Februari 2017.

Dalam pengumuman yang dibuat oleh perseroan pada akhir Desember 2016, manajemen BUMI berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterima dari penambahan modal itu untuk pelunasan kewajiban utang kepada para kreditur sesuai keputusan PKPU.

"Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya dan tidak mengambil posisinya atas saham baru maka pemegang saham tersebut akan mengalami dilusi persentase kepemilikan sahamnya kurang lebih sebesar 50,8%," papar pengumuman itu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, perusahaan akan memproduksi dan menjual lebih banyak 5%-7% pada 2017 dibandingkan dengan realisasi 2016. Sepanjang 2016, BUMI memperkirakan dapat menjual 88 juta ton dan memproduksi sekitar 86 juta ton batu bara.

Hingga September 2016, penjualan batu bara BUMI meningkat 10,7% year on year menjadi 64,6 juta ton dari 58,4 juta ton.

"Harga rata-rata penjualan sepanjang 2017 diperkirakan setidaknya 30% di atas estimasi 2016," paparnya ketika dihubungi, Kamis (5/1).

Sebelumnya, Dileep menyatakan, perseroan lebih optimistis membidik target pada tahun ini seiring dengan rampungnya restrukturisasi utang BUMI dan tren rebound harga batu bara.

Pada kuartal III//2016, harga rata-rata penjualan sebesar US$40,5 per ton dan diharapkan lebih tinggi pada kuartal IV/2016. Harga sepanjang 2016 masih dihitung dan diperkirakan sebesar US$42-US$43 per ton.

Menurutnya, pendapatan kotor BUMI secara konsolidasi diperkirakan sekitar US$5 miliar pada 2017. BUMI meraup laba senilai US$73,04 juta pada kuartal III/2016 dari periode yang sama tahun sebelumnya yang rugi US$627,99 juta. Lompatan itu mencapai US$701 juta dalam waktu setahun.

Pendapatan perseroan terkoreksi 46,04% menjadi US$18,07 juta. Padahal, selama periode Januari-September 2015, perseroan mampu meraup pendapatan US$33,49 juta.

 

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More