Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
SAHAM BUMI MEROKET

Antara Sentimen dan Fundamental

Yodie Hardiyan Jum'at, 06/01/2017 07:36 WIB
Ilustrasi

JAKARTA — Setelah mengalami tren penurunan pada akhir Desember 2016, harga saham PT Bumi Resources Tbk., kembali mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 14,29% menjadi Rp304 per lembar pada penutupan perdagangan, Kamis (5/1).

Belum terkonfirmasi apakah melejitnya saham emiten berkode BUMI itu akibat sentimen aksi restrukturisasi utang perseroan atau prospek kinerja perseroan ke depan?

Kemarin, saham BUMI mencatatkan rekor tertinggi dalam hal frekuensi transaksi yang mencapai 13.537 lot dan volume transaksi 16,07 miliar dengan nilai perdagangan Rp476,32 miliar. BUMI berada di peringkat kesembilan sebagai emiten dengan peningkatan harga saham tertinggi.

Pada akhir 2016, harga saham BUMI mencapai titik tertingginya sebesar Rp318 pada 11 November. Berdasarkan data Bloomberg, kapitalisasi pasar BUMI mencapai Rp11,06 triliun dengan imbal hasil year to date (ytd) sebesar 9,36%.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, peningkatan harga saham BUMI itu tidak hanya bisa dicermati dari peningkatan harga dalam sehari, melainkan sejak harganya Rp60.

William mengatakan, sebagian investor menganggap Bumi Resources merupakan perusahaan yang berpotensi memiliki kinerja yang baik pada masa mendatang. “BUMI juga merupakan perusahaan yang memiliki cadangan batu bara cukup besar,” katanya, Kamis (5/1).

Bukan tidak mungkin, ujar William, sebagian investor berharap adanya perbaikan kinerja Bumi Resources setelah adanya perbaikan harga batu bara dalam beberapa waktu terakhir. Bumi Resources, jelasnya, perlu menjaga kepercayaan investor yang mulai menguat belakangan ini.

“Investor kan sebenarnya benci tapi rindu dengan saham BUMI. Benci karena harganya turun terus, tapi rindu karena harganya diharapkan naik,” kata William.

POSISI TRADING

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, saham BUMI sebaiknya dianggap untuk posisi trading, bukan investasi. Menurutnya, trader sebaiknya tidak berpatokan kepada pergerakan harga saham menuju harga rights issue BUMI. Level psikologis berikutnya untuk harga saham BUMI adalah Rp500, setelah sebelumnya telah melewati Rp300.

"Kalau harga naik sampai ke Rp500, trader sebaiknya follow the trend saja. Tapi kalau turun, ya sudah, dilepas saja. Jangan terlalu berpatokan sampai ke harga rights issue," kata Satrio ketika dihubungi.

Sementara itu, BUMI berencana menerbitkan 37,88 miliar saham baru dengan target dana Rp35,1 triliun. Saham baru itu akan diterbitkan dalam proses penawaran umum terbatas dan pelaksanaan obligasi wajib konversi (OWK). Rencana itu akan dibahas dalam RUPBS Luar Biasa pada 7 Februari 2017.

Dalam pengumuman yang dibuat oleh perseroan pada akhir Desember 2016, manajemen BUMI berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterima dari penambahan modal itu untuk pelunasan kewajiban utang kepada para kreditur sesuai keputusan PKPU.

"Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya dan tidak mengambil posisinya atas saham baru maka pemegang saham tersebut akan mengalami dilusi persentase kepemilikan sahamnya kurang lebih sebesar 50,8%," papar pengumuman itu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, perusahaan akan memproduksi dan menjual lebih banyak 5%-7% pada 2017 dibandingkan dengan realisasi 2016. Sepanjang 2016, BUMI memperkirakan dapat menjual 88 juta ton dan memproduksi sekitar 86 juta ton batu bara.

Hingga September 2016, penjualan batu bara BUMI meningkat 10,7% year on year menjadi 64,6 juta ton dari 58,4 juta ton.

"Harga rata-rata penjualan sepanjang 2017 diperkirakan setidaknya 30% di atas estimasi 2016," paparnya ketika dihubungi, Kamis (5/1).

Sebelumnya, Dileep menyatakan, perseroan lebih optimistis membidik target pada tahun ini seiring dengan rampungnya restrukturisasi utang BUMI dan tren rebound harga batu bara.

Pada kuartal III//2016, harga rata-rata penjualan sebesar US$40,5 per ton dan diharapkan lebih tinggi pada kuartal IV/2016. Harga sepanjang 2016 masih dihitung dan diperkirakan sebesar US$42-US$43 per ton.

Menurutnya, pendapatan kotor BUMI secara konsolidasi diperkirakan sekitar US$5 miliar pada 2017. BUMI meraup laba senilai US$73,04 juta pada kuartal III/2016 dari periode yang sama tahun sebelumnya yang rugi US$627,99 juta. Lompatan itu mencapai US$701 juta dalam waktu setahun.

Pendapatan perseroan terkoreksi 46,04% menjadi US$18,07 juta. Padahal, selama periode Januari-September 2015, perseroan mampu meraup pendapatan US$33,49 juta.

 

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More