Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
SAHAM BUMI MEROKET

Antara Sentimen dan Fundamental

Yodie Hardiyan Jum'at, 06/01/2017 07:36 WIB
Ilustrasi

JAKARTA — Setelah mengalami tren penurunan pada akhir Desember 2016, harga saham PT Bumi Resources Tbk., kembali mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 14,29% menjadi Rp304 per lembar pada penutupan perdagangan, Kamis (5/1).

Belum terkonfirmasi apakah melejitnya saham emiten berkode BUMI itu akibat sentimen aksi restrukturisasi utang perseroan atau prospek kinerja perseroan ke depan?

Kemarin, saham BUMI mencatatkan rekor tertinggi dalam hal frekuensi transaksi yang mencapai 13.537 lot dan volume transaksi 16,07 miliar dengan nilai perdagangan Rp476,32 miliar. BUMI berada di peringkat kesembilan sebagai emiten dengan peningkatan harga saham tertinggi.

Pada akhir 2016, harga saham BUMI mencapai titik tertingginya sebesar Rp318 pada 11 November. Berdasarkan data Bloomberg, kapitalisasi pasar BUMI mencapai Rp11,06 triliun dengan imbal hasil year to date (ytd) sebesar 9,36%.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, peningkatan harga saham BUMI itu tidak hanya bisa dicermati dari peningkatan harga dalam sehari, melainkan sejak harganya Rp60.

William mengatakan, sebagian investor menganggap Bumi Resources merupakan perusahaan yang berpotensi memiliki kinerja yang baik pada masa mendatang. “BUMI juga merupakan perusahaan yang memiliki cadangan batu bara cukup besar,” katanya, Kamis (5/1).

Bukan tidak mungkin, ujar William, sebagian investor berharap adanya perbaikan kinerja Bumi Resources setelah adanya perbaikan harga batu bara dalam beberapa waktu terakhir. Bumi Resources, jelasnya, perlu menjaga kepercayaan investor yang mulai menguat belakangan ini.

“Investor kan sebenarnya benci tapi rindu dengan saham BUMI. Benci karena harganya turun terus, tapi rindu karena harganya diharapkan naik,” kata William.

POSISI TRADING

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, saham BUMI sebaiknya dianggap untuk posisi trading, bukan investasi. Menurutnya, trader sebaiknya tidak berpatokan kepada pergerakan harga saham menuju harga rights issue BUMI. Level psikologis berikutnya untuk harga saham BUMI adalah Rp500, setelah sebelumnya telah melewati Rp300.

"Kalau harga naik sampai ke Rp500, trader sebaiknya follow the trend saja. Tapi kalau turun, ya sudah, dilepas saja. Jangan terlalu berpatokan sampai ke harga rights issue," kata Satrio ketika dihubungi.

Sementara itu, BUMI berencana menerbitkan 37,88 miliar saham baru dengan target dana Rp35,1 triliun. Saham baru itu akan diterbitkan dalam proses penawaran umum terbatas dan pelaksanaan obligasi wajib konversi (OWK). Rencana itu akan dibahas dalam RUPBS Luar Biasa pada 7 Februari 2017.

Dalam pengumuman yang dibuat oleh perseroan pada akhir Desember 2016, manajemen BUMI berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterima dari penambahan modal itu untuk pelunasan kewajiban utang kepada para kreditur sesuai keputusan PKPU.

"Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya dan tidak mengambil posisinya atas saham baru maka pemegang saham tersebut akan mengalami dilusi persentase kepemilikan sahamnya kurang lebih sebesar 50,8%," papar pengumuman itu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, perusahaan akan memproduksi dan menjual lebih banyak 5%-7% pada 2017 dibandingkan dengan realisasi 2016. Sepanjang 2016, BUMI memperkirakan dapat menjual 88 juta ton dan memproduksi sekitar 86 juta ton batu bara.

Hingga September 2016, penjualan batu bara BUMI meningkat 10,7% year on year menjadi 64,6 juta ton dari 58,4 juta ton.

"Harga rata-rata penjualan sepanjang 2017 diperkirakan setidaknya 30% di atas estimasi 2016," paparnya ketika dihubungi, Kamis (5/1).

Sebelumnya, Dileep menyatakan, perseroan lebih optimistis membidik target pada tahun ini seiring dengan rampungnya restrukturisasi utang BUMI dan tren rebound harga batu bara.

Pada kuartal III//2016, harga rata-rata penjualan sebesar US$40,5 per ton dan diharapkan lebih tinggi pada kuartal IV/2016. Harga sepanjang 2016 masih dihitung dan diperkirakan sebesar US$42-US$43 per ton.

Menurutnya, pendapatan kotor BUMI secara konsolidasi diperkirakan sekitar US$5 miliar pada 2017. BUMI meraup laba senilai US$73,04 juta pada kuartal III/2016 dari periode yang sama tahun sebelumnya yang rugi US$627,99 juta. Lompatan itu mencapai US$701 juta dalam waktu setahun.

Pendapatan perseroan terkoreksi 46,04% menjadi US$18,07 juta. Padahal, selama periode Januari-September 2015, perseroan mampu meraup pendapatan US$33,49 juta.

 

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More