Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
REKOMENDASI SAHAM

BUMN Konstruksi Menarik

Yodie Hardiyan Senin, 09/01/2017 07:20 WIB
Pekerja mengerjakan proses pemindahan balok beton milik PT Wika Beton (Wika) ke kapal pengangkut di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/1).

JAKARTA — Saham emiten BUMN sektor konstruksi dianggap menjadi salah satu pilihan investasi pada 2017 mengingat perusahaan konstruksi diperkirakan masih mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemerintah dalam peningkatan pembangunan infrastruktur.

BUMN tersebut antara lain PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (kode saham WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT PP (Persero) Tbk., (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).

Sepanjang 2016, saham WSKT meningkat sebesar 52% menjadi Rp2.550 pada penutupan hari terakhir perdagangan BEI dibandingkan dengan Rp1.670 per 30 Desember 2015. Peningkatan tersebut tertinggi dibandingkan dengan tiga emiten konstruksi lainnya.

Heldy Arifien, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan sektor infrastruktur seperti perusahaan konstruksi masih diharapkan memberikan hasil yang positif.

Menurutnya, berbagai kontrak proyek yang diperoleh perusahaan konstruksi milik negara menjadi salah satu katalis positif bagi saham tersebut. “Beberapa BUMN juga sudah melakukan rights issue, itu juga katalis positif,” katanya ketika dihubungi, akhir pekan lalu.

Sebagai pengingat, empat BUMN konstruksi tersebut telah melakukan penambahan modal dengan cara rights issue dalam kurun 2015-2016 setelah masing-masing mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dianggarkan dalam APBN.

Adhi Karya dan Waskita Karya melakukan rights issue pada 2015 dan Wijaya Karya serta PTPP melakukan rights issue pada 2016. Penambahan modal itu memungkinkan perusahaan melakukan perluasan usaha.

BUMN konstruksi itu juga menggarap berbagai proyek skala besar. Selain sebagai kontraktor, BUMN tersebut juga bertindak sebagai investor dalam berbagai proyek seperti jalan tol, moda transportasi massal, pembangkit listrik, dan sebagainya.

Dihubungi terpisah, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, setiap sektor perusahaan memiliki ceritanya masing-masing. Menurutnya, sektor saham perusahaan yang terkait dengan infrastruktur layak untuk dicermati oleh trader. “Saham-saham konstruksi sepertinya akan bergerak,” katanya, ketika dihubungi.

SEKTOR PERBANKAN

Sementara itu, sektor lain yang perlu diperhatikan adalah perbankan. Heldy mengatakan, kebijakan Presiden AS Donald Trump, terkait suku bunga juga ditunggu oleh investor karena akan berpengaruh terhadap perbankan Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, saham BUMN yang mengalami peningkatan tertinggi sepanjang 2016 adalah saham PT Indofarma (Persero) Tbk. (INAF) sebesar 2.865% menjadi Rp4.680 per 30 Desember 2016 dibandingkan dengan Rp168 pada periode yang sama 2015.

Setelah INAF, saham BUMN lain yang mengalami peningkatan tertinggi adalah PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) sebesar 858,76% menjadi Rp2.790 pada 30 Desember 2016 dibandingkan dengan Rp291 pada 30 Desember 2015.

Belum dapat diketahui secara pasti katalis yang mendorong peningkatan harga saham INAF dan SMBR yang jauh mengungguli saham-saham BUMN lain. Secara kinerja keuangan, sampai kuartal III/2016, Indofarma masih mengalami rugi bersih.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More