Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
REKOMENDASI SAHAM

BUMN Konstruksi Menarik

Yodie Hardiyan Senin, 09/01/2017 07:20 WIB
Pekerja mengerjakan proses pemindahan balok beton milik PT Wika Beton (Wika) ke kapal pengangkut di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/1).

JAKARTA — Saham emiten BUMN sektor konstruksi dianggap menjadi salah satu pilihan investasi pada 2017 mengingat perusahaan konstruksi diperkirakan masih mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemerintah dalam peningkatan pembangunan infrastruktur.

BUMN tersebut antara lain PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (kode saham WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT PP (Persero) Tbk., (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).

Sepanjang 2016, saham WSKT meningkat sebesar 52% menjadi Rp2.550 pada penutupan hari terakhir perdagangan BEI dibandingkan dengan Rp1.670 per 30 Desember 2015. Peningkatan tersebut tertinggi dibandingkan dengan tiga emiten konstruksi lainnya.

Heldy Arifien, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan sektor infrastruktur seperti perusahaan konstruksi masih diharapkan memberikan hasil yang positif.

Menurutnya, berbagai kontrak proyek yang diperoleh perusahaan konstruksi milik negara menjadi salah satu katalis positif bagi saham tersebut. “Beberapa BUMN juga sudah melakukan rights issue, itu juga katalis positif,” katanya ketika dihubungi, akhir pekan lalu.

Sebagai pengingat, empat BUMN konstruksi tersebut telah melakukan penambahan modal dengan cara rights issue dalam kurun 2015-2016 setelah masing-masing mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dianggarkan dalam APBN.

Adhi Karya dan Waskita Karya melakukan rights issue pada 2015 dan Wijaya Karya serta PTPP melakukan rights issue pada 2016. Penambahan modal itu memungkinkan perusahaan melakukan perluasan usaha.

BUMN konstruksi itu juga menggarap berbagai proyek skala besar. Selain sebagai kontraktor, BUMN tersebut juga bertindak sebagai investor dalam berbagai proyek seperti jalan tol, moda transportasi massal, pembangkit listrik, dan sebagainya.

Dihubungi terpisah, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, setiap sektor perusahaan memiliki ceritanya masing-masing. Menurutnya, sektor saham perusahaan yang terkait dengan infrastruktur layak untuk dicermati oleh trader. “Saham-saham konstruksi sepertinya akan bergerak,” katanya, ketika dihubungi.

SEKTOR PERBANKAN

Sementara itu, sektor lain yang perlu diperhatikan adalah perbankan. Heldy mengatakan, kebijakan Presiden AS Donald Trump, terkait suku bunga juga ditunggu oleh investor karena akan berpengaruh terhadap perbankan Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, saham BUMN yang mengalami peningkatan tertinggi sepanjang 2016 adalah saham PT Indofarma (Persero) Tbk. (INAF) sebesar 2.865% menjadi Rp4.680 per 30 Desember 2016 dibandingkan dengan Rp168 pada periode yang sama 2015.

Setelah INAF, saham BUMN lain yang mengalami peningkatan tertinggi adalah PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) sebesar 858,76% menjadi Rp2.790 pada 30 Desember 2016 dibandingkan dengan Rp291 pada 30 Desember 2015.

Belum dapat diketahui secara pasti katalis yang mendorong peningkatan harga saham INAF dan SMBR yang jauh mengungguli saham-saham BUMN lain. Secara kinerja keuangan, sampai kuartal III/2016, Indofarma masih mengalami rugi bersih.

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More