Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
TRANSAKSI SAHAM

BJTM, KREN, & WSBP Terungkit Fasilitas Margin

Ana Noviani Senin, 09/01/2017 07:29 WIB
/Ilustrasi

JAKARTA — Tiga saham masuk dan dua saham terdepak dari daftar efek margin terbaru yang berlaku efektif mulai Januari 2017. Kini, sebanyak 61 saham dapat dibeli investor dengan menggunakan fasilitas margin dari perusahaan sekuritas.

Tiga saham yang masuk dalam daftar efek margin, yakni saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., PT Kresna Graha Investama Tbk., dan PT Waskita Beton Precast Tbk. Adapun saham PT Intiland Development Tbk. dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. tersingkir dari daftar efek margin terbaru.

Satu pekan setelah menyandang status sebagai saham margin, saham KREN, WSBP, dan BJTM makin sering ditransaksikan. Transaksi saham BJTM tercatat mencapai 12.799 kali sebanyak 501,6 juta lembar dengan total nilai transaksi sebesar Rp306,7 miliar. Pada Rabu (4/1) dan Kamis (5/1), saham BJTM sempat masuk dalam jajaran 20 saham yang paling aktif diperdagangkan di lantai bursa.

Sementara itu, saham KREN diperdagangkan 5.303 kali dengan volume sebanyak 495,8 juta lembar dan nilai transaksi sebesar Rp226,5 miliar. Adapun frekuensi perdagangan saham WSBP pada pekan lalu mencapai 9.785 kali sebanyak 363 juta lembar senilai Rp204,5 miliar.

Kendati begitu, kinerja tiga saham baru yang masuk daftar efek margin bervariasi. Pada pekan pertama perdagangan saham tahun ini, harga saham KREN terkoreksi 2,55% ke level Rp458 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat (6/1).

Di sisi lain, saham BJTM dan WSBP justru kompak menanjak. Pada perdagangan Jumat (6/1), saham BJTM ditutup pada level Rp610 per lembar saham atau naik 5,17% year to date. Adapun, saham WSBP naik 3,6% ytd dan ditutup pada level Rp575 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat (6/1).

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menuturkan, suatu saham harus memenuhi kriteria likuiditas dan fundamental sebelum ditetapkan sebagai saham margin. Dengan masuknya tiga saham itu diharapkan nilai transaksi margin akan meningkat dari sekitar 5% total transaksi harian.

"Ada saham baru dalam daftar margin, investor akan tertarik untuk masuk dengan fasilitas margin sehingga ada likuiditas baru di pasar," ucapnya, Jumat (6/1).

Seiring dengan meningkatnya likuiditas, Edwin berharap emiten yang masuk daftar efek margin terus memperbaiki fundamental dan kinerja sehingga frekuensi perdagangan terus meningkat dan kepercayaan investor terus terjaga.

PENAMBAHAN

Budi Frensidy, pengamat pasar modal UI, juga menyambut langkah otoritas bursa untuk menambah daftar efek margin dari 50-60 saham menjadi sekitar 200 saham. Untuk mendongkrak transaksi margin, SRO segera mengefektifkan peran PT Pendanaan Efek Indonesia untuk menjalankan fungsi securities financing kepada perusahaan efek anggota bursa yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sebesar lebih dari Rp250 miliar.

"Kalau relaksasi transaksi margin jalan target bursa rerata transaksi harian Rp8 triliun optimistis tercapai. Tapi kalau ke batas Rp10 triliun per hari mungkin masih sulit," ucapnya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio menuturkan, tambahan jumlah saham margin menjadi sekitar 200 saham masih menunggu relaksasi aturan BEI yang harus disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan.

"Sekarang perusahaan yang di-margin-kan perusahaan bagus-bagus, LQ45, orang beli semua. Nanti, kalau direlaksasi monitoring-nya lebih ketat, per saham, per perusahaan, karena kami beri financing," ucap Tito.

Berdasarkan data BEI, rata-rata frekuensi transaksi harian perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 3-6 Januari 2017 mencapai 251.090 kali atau naik 12,41% dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Kendati begitu, rerata volume dan nilai transaksi harian turun menjadi 8,04 miliar unit saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp5,26 triliun. 

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More