Navigasi Bisnis Terpercaya

Selasa 28 Maret 2017
TRANSAKSI SAHAM

BJTM, KREN, & WSBP Terungkit Fasilitas Margin

Ana Noviani Senin, 09/01/2017 07:29 WIB
/Ilustrasi

JAKARTA — Tiga saham masuk dan dua saham terdepak dari daftar efek margin terbaru yang berlaku efektif mulai Januari 2017. Kini, sebanyak 61 saham dapat dibeli investor dengan menggunakan fasilitas margin dari perusahaan sekuritas.

Tiga saham yang masuk dalam daftar efek margin, yakni saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., PT Kresna Graha Investama Tbk., dan PT Waskita Beton Precast Tbk. Adapun saham PT Intiland Development Tbk. dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. tersingkir dari daftar efek margin terbaru.

Satu pekan setelah menyandang status sebagai saham margin, saham KREN, WSBP, dan BJTM makin sering ditransaksikan. Transaksi saham BJTM tercatat mencapai 12.799 kali sebanyak 501,6 juta lembar dengan total nilai transaksi sebesar Rp306,7 miliar. Pada Rabu (4/1) dan Kamis (5/1), saham BJTM sempat masuk dalam jajaran 20 saham yang paling aktif diperdagangkan di lantai bursa.

Sementara itu, saham KREN diperdagangkan 5.303 kali dengan volume sebanyak 495,8 juta lembar dan nilai transaksi sebesar Rp226,5 miliar. Adapun frekuensi perdagangan saham WSBP pada pekan lalu mencapai 9.785 kali sebanyak 363 juta lembar senilai Rp204,5 miliar.

Kendati begitu, kinerja tiga saham baru yang masuk daftar efek margin bervariasi. Pada pekan pertama perdagangan saham tahun ini, harga saham KREN terkoreksi 2,55% ke level Rp458 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat (6/1).

Di sisi lain, saham BJTM dan WSBP justru kompak menanjak. Pada perdagangan Jumat (6/1), saham BJTM ditutup pada level Rp610 per lembar saham atau naik 5,17% year to date. Adapun, saham WSBP naik 3,6% ytd dan ditutup pada level Rp575 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat (6/1).

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menuturkan, suatu saham harus memenuhi kriteria likuiditas dan fundamental sebelum ditetapkan sebagai saham margin. Dengan masuknya tiga saham itu diharapkan nilai transaksi margin akan meningkat dari sekitar 5% total transaksi harian.

"Ada saham baru dalam daftar margin, investor akan tertarik untuk masuk dengan fasilitas margin sehingga ada likuiditas baru di pasar," ucapnya, Jumat (6/1).

Seiring dengan meningkatnya likuiditas, Edwin berharap emiten yang masuk daftar efek margin terus memperbaiki fundamental dan kinerja sehingga frekuensi perdagangan terus meningkat dan kepercayaan investor terus terjaga.

PENAMBAHAN

Budi Frensidy, pengamat pasar modal UI, juga menyambut langkah otoritas bursa untuk menambah daftar efek margin dari 50-60 saham menjadi sekitar 200 saham. Untuk mendongkrak transaksi margin, SRO segera mengefektifkan peran PT Pendanaan Efek Indonesia untuk menjalankan fungsi securities financing kepada perusahaan efek anggota bursa yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sebesar lebih dari Rp250 miliar.

"Kalau relaksasi transaksi margin jalan target bursa rerata transaksi harian Rp8 triliun optimistis tercapai. Tapi kalau ke batas Rp10 triliun per hari mungkin masih sulit," ucapnya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio menuturkan, tambahan jumlah saham margin menjadi sekitar 200 saham masih menunggu relaksasi aturan BEI yang harus disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan.

"Sekarang perusahaan yang di-margin-kan perusahaan bagus-bagus, LQ45, orang beli semua. Nanti, kalau direlaksasi monitoring-nya lebih ketat, per saham, per perusahaan, karena kami beri financing," ucap Tito.

Berdasarkan data BEI, rata-rata frekuensi transaksi harian perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 3-6 Januari 2017 mencapai 251.090 kali atau naik 12,41% dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Kendati begitu, rerata volume dan nilai transaksi harian turun menjadi 8,04 miliar unit saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp5,26 triliun. 

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Asuransi Pelat Merah Makin Pede

    Senin, 27 Maret 2017 - 14:59 WIB

    Sejumlah BUMN di sektor jasa keuangan nonbank mematok target pertumbuhan laba bersih signifikan pada tahun ini lantaran disokong strategi ekspansi yang agresif

  • Harga Tembaga Sulit Naik

    Senin, 27 Maret 2017 - 14:01 WIB

    Harga tembaga diperkirakan sulit terdorong untuk menembus level US$6.000 per ton seiring dengan proyeksi bertumbuhnya suplai dari tambang terbesar di dunia

  • Memprediksi Pundi -Pundi AALI

    Senin, 27 Maret 2017 - 13:54 WIB

    Sebagai emiten pemasok minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, pemasukan PT Astra Agro Lestari Tbk. diprediksi semakin menggemuk seiring dengan membaiknya produksi perkebunan.

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    Senin, 27 Maret 2017 - 13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    Senin, 27 Maret 2017 - 13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

Load More