Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
INVESTASI REKSA DANA

Pilih-pilih Produk Baru

Ana Noviani Selasa, 10/01/2017 07:22 WIB
/Bisnis

JAKARTA — Awal tahun menjadi momentum bagi para manajer investasi merancang produk-produk baru untuk menarik investor. Hingga Senin (9/1), sebanyak 10 produk reksa dana baru dicatat oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Berdasarkan data KSEI, reksa dana terproteksi menjadi jenis produk yang paling banyak diluncurkan oleh sejumlah manajer investasi. Produk tersebut, yakni reksa dana terproteksi Bahana Core Protected Fund 132, Bahana Premium Protected Fund 134, Bahana Premium Protected Fund 135, reksa dana terproteksi RHB Capital Protected Fund 36, reksa dana terproteksi Aberdeen Proteksi Pendapatan Berkala USD, dan reksa dana terproteksi Aberdeen Proteksi Pendapatan Berkala.

Direktur Utama Aberdeen Asset Management Indonesia Sigit Pratama Wiryadi menuturkan, sejak merampungkan akuisisi NISP Asset Management pada 2014, Aberdeen tidak menerbitkan reksa dana terproteksi. Pasalnya, reksa dana terproteksi merupakan produk khas pasar modal Indonesia dan tidak masuk dalam klasifikasi produk investasi MI global yang bermarkas di Inggris itu.

"Sebenarnya kami kalau ditanya apakah regional dan global sudah memberikan approval untuk produk terproteksi, jawabannya antara yes and no. Produk terproteksi sifatnya case by case. Kami bikin karena ada permintaan dari nasabah institusi yang sudah lama berbisnis dengan Aberdeen," kata Sigit kepada Bisnis, Senin (9/1).

Aberdeen AM, lanjutnya, tetap fokus untuk mengembangkan produk open end dan tidak secara eksplisit terbuka untuk mengembangkan produk reksa dana terproteksi. Kendati berpotensi mendongkrak dana kelolaan, Aberdeen tetap mengandalkan produk-produk open end untuk mengembangkan asset under management.

"Reksa dana terproteksi bisa meningkatkan dana kelolaan, karena batas minimal yang kami ajukan sebesar Rp100 miliar. Tapi kami tidak terus menerus menerbitkan terproteksi," imbuhnya.

Reksa dana  terproteksi Aberdeen Proteksi Pendapatan Berkala USD dan reksa dana terproteksi Aberdeen Proteksi Pendapatan Berkala berbasis instrumen fixed income dengan tenor sampai 10 tahun. "Dalam pipeline, kami rencana tambah 2-3 produk open end baru tahun ini," pungkas Sigit.

Selain itu, RHB Asset Management juga merancang produk reksa dana RHB TM Indo-Asia Equity Fund. Adapun, Yuanta Asset Management meracik reksa dana pendapatan tetap Yuanta USD Fixed Income dan Indopremier Asset management segera meluncurkan reksa dana Premier Pasar Uang III.

 

RDPT

Tak hanya reksa dana konvensional, awal tahun juga menjadi momentum untuk meluncurkan produk reksa dana tersetruktur. Salah satunya, reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) Mandiri Infrastruktur Ekuitas.

Director of Sales & Product Mandiri Manajemen Investasi Endang Astharanti menuturkan, RDPT tersebut berinvestasi pada proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan. Menurut Endang, dana kelolaan RDPT tersebut ditargetkan mencapai Rp350 miliar-Rp400 miliar.

"Fokusnya investasi pada 10 proyek minihidro berkapasitas sekitar 30 MW dengan akuisisi 60% saham perusahaan sasaran sehingga RDPT ini menjadi majority shareholder," ungkapnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (9/1).

Pada tahun bershio Ayam Api ini, Mandiri Manajemen Investasi berencana untuk menerbitkan sekitar sepuluh produk reksa dana baru. Produk tersebut terdiri dari satu produk reksa dana open ended, dua produk RDPT, dan tujuh produk reksa dana terproteksi. "Kalau ada permintaan dari investor, kami bisa tambah produk baru lagi," imbuhnya.

Hingga akhir 2016, Mandiri Manajemen Investasi mengelola reksa dana berdenominasi dengan total dana kelolaan sebesar Rp31,23 triliun dan reksa dana berdenominasi dolar AS sebesar US$47,79 juta.

Sementara itu, PG Asset Management sedang meracik produk reksa dana campuran dan Panin Asset Management berencana untuk menerbitkan reksa dana indeks pada 2017. "Kami juga dalam tahapan kerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk membuat produk baru," kata Direktur Panin AM Rudiyanto.

Direktur Utama Syailendra Capital Fajar R. Hidajat mengatakan, pada 2017 manajer investasi lokal ini akan menerbitkan 5-10 produk reksa dana baru, yang terdiri dari tiga reksa dana saham, satu reksa dana fixed income, dan RDPT.

"RDPT kami fokus infrastruktur. Ada beberapa produk dalam pipeline, yang berbasis equity non-listed juga ada. AUM kami harap tumbuh 30% jadi sekitar Rp9,5 triliun," kata Fajar.

Sepanjang tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan pernyataan efektif untuk 437 produk reksa dana baru. Dengan begitu jumlah reksa dana yang beredar di pasar mencapai 1.425 produk hingga 29 Desember 2016. 

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More