Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Februari 2017
INVESTASI REKSA DANA

Pilih-pilih Produk Baru

Ana Noviani Selasa, 10/01/2017 07:22 WIB
/Bisnis

JAKARTA — Awal tahun menjadi momentum bagi para manajer investasi merancang produk-produk baru untuk menarik investor. Hingga Senin (9/1), sebanyak 10 produk reksa dana baru dicatat oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Berdasarkan data KSEI, reksa dana terproteksi menjadi jenis produk yang paling banyak diluncurkan oleh sejumlah manajer investasi. Produk tersebut, yakni reksa dana terproteksi Bahana Core Protected Fund 132, Bahana Premium Protected Fund 134, Bahana Premium Protected Fund 135, reksa dana terproteksi RHB Capital Protected Fund 36, reksa dana terproteksi Aberdeen Proteksi Pendapatan Berkala USD, dan reksa dana terproteksi Aberdeen Proteksi Pendapatan Berkala.

Direktur Utama Aberdeen Asset Management Indonesia Sigit Pratama Wiryadi menuturkan, sejak merampungkan akuisisi NISP Asset Management pada 2014, Aberdeen tidak menerbitkan reksa dana terproteksi. Pasalnya, reksa dana terproteksi merupakan produk khas pasar modal Indonesia dan tidak masuk dalam klasifikasi produk investasi MI global yang bermarkas di Inggris itu.

"Sebenarnya kami kalau ditanya apakah regional dan global sudah memberikan approval untuk produk terproteksi, jawabannya antara yes and no. Produk terproteksi sifatnya case by case. Kami bikin karena ada permintaan dari nasabah institusi yang sudah lama berbisnis dengan Aberdeen," kata Sigit kepada Bisnis, Senin (9/1).

Aberdeen AM, lanjutnya, tetap fokus untuk mengembangkan produk open end dan tidak secara eksplisit terbuka untuk mengembangkan produk reksa dana terproteksi. Kendati berpotensi mendongkrak dana kelolaan, Aberdeen tetap mengandalkan produk-produk open end untuk mengembangkan asset under management.

"Reksa dana terproteksi bisa meningkatkan dana kelolaan, karena batas minimal yang kami ajukan sebesar Rp100 miliar. Tapi kami tidak terus menerus menerbitkan terproteksi," imbuhnya.

Reksa dana  terproteksi Aberdeen Proteksi Pendapatan Berkala USD dan reksa dana terproteksi Aberdeen Proteksi Pendapatan Berkala berbasis instrumen fixed income dengan tenor sampai 10 tahun. "Dalam pipeline, kami rencana tambah 2-3 produk open end baru tahun ini," pungkas Sigit.

Selain itu, RHB Asset Management juga merancang produk reksa dana RHB TM Indo-Asia Equity Fund. Adapun, Yuanta Asset Management meracik reksa dana pendapatan tetap Yuanta USD Fixed Income dan Indopremier Asset management segera meluncurkan reksa dana Premier Pasar Uang III.

 

RDPT

Tak hanya reksa dana konvensional, awal tahun juga menjadi momentum untuk meluncurkan produk reksa dana tersetruktur. Salah satunya, reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) Mandiri Infrastruktur Ekuitas.

Director of Sales & Product Mandiri Manajemen Investasi Endang Astharanti menuturkan, RDPT tersebut berinvestasi pada proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan. Menurut Endang, dana kelolaan RDPT tersebut ditargetkan mencapai Rp350 miliar-Rp400 miliar.

"Fokusnya investasi pada 10 proyek minihidro berkapasitas sekitar 30 MW dengan akuisisi 60% saham perusahaan sasaran sehingga RDPT ini menjadi majority shareholder," ungkapnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (9/1).

Pada tahun bershio Ayam Api ini, Mandiri Manajemen Investasi berencana untuk menerbitkan sekitar sepuluh produk reksa dana baru. Produk tersebut terdiri dari satu produk reksa dana open ended, dua produk RDPT, dan tujuh produk reksa dana terproteksi. "Kalau ada permintaan dari investor, kami bisa tambah produk baru lagi," imbuhnya.

Hingga akhir 2016, Mandiri Manajemen Investasi mengelola reksa dana berdenominasi dengan total dana kelolaan sebesar Rp31,23 triliun dan reksa dana berdenominasi dolar AS sebesar US$47,79 juta.

Sementara itu, PG Asset Management sedang meracik produk reksa dana campuran dan Panin Asset Management berencana untuk menerbitkan reksa dana indeks pada 2017. "Kami juga dalam tahapan kerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk membuat produk baru," kata Direktur Panin AM Rudiyanto.

Direktur Utama Syailendra Capital Fajar R. Hidajat mengatakan, pada 2017 manajer investasi lokal ini akan menerbitkan 5-10 produk reksa dana baru, yang terdiri dari tiga reksa dana saham, satu reksa dana fixed income, dan RDPT.

"RDPT kami fokus infrastruktur. Ada beberapa produk dalam pipeline, yang berbasis equity non-listed juga ada. AUM kami harap tumbuh 30% jadi sekitar Rp9,5 triliun," kata Fajar.

Sepanjang tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan pernyataan efektif untuk 437 produk reksa dana baru. Dengan begitu jumlah reksa dana yang beredar di pasar mencapai 1.425 produk hingga 29 Desember 2016. 

More From Makro Ekonomi

  • Tren Cost of Fund Turun

    07:49 WIB

    Tren penurunan yield surat utang global yang terjadi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merilis surat utang berdenominasi valas. Penurunan yield tersebut akan berdampak pada penurunan biaya dana alias cost of fund emisi global bond.

  • Pendapatan Berulang Jadi Penopang

    07:35 WIB

    Sejumlah emiten properti berupaya menggenjot porsi pendapatan berulang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah penjualan yang cenderung fluktuatif.

  • Asing Tak Gubris Polemik Freeport

    07:53 WIB

    Meski terjadi gesekan antara pemerintah dan Freeport McMoran, faktor politik dalam negeri dinilai lebih dominan menjadi sentimen negatif di mata investor asing dalam berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

  • DMAS Jual Lahan 28 Hektare

    07:41 WIB

    Pengelola lahan industri di bawah Grup Sinarmas, PT Puradeltas Lestari Tbk., telah menjual 28 hektare lahan pada awal tahun ini sehingga target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini kian realistis.

News Feed

  • Rasa dan Estetika Kudapan Sehat

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:22 WIB

    Beberapa tahun belakangan, semakin banyak kaum urban yang mengalihkan kebiasaan makan mereka ke diet sehat dari bahanbahan nabati organik atau yang lebih ngetren disebut sebagai metode clean eating.

  • Menikmati Fuji dari Kawaguchi

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 14:21 WIB

    Gunung Fuji atau Fujiyama merupakan salah satu simbol dan ikon Jepang, selain bunga Sakura.

  • Mengukir Waktu dari Jam Tangan Kayu

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:34 WIB

    Aplikasi kayu-kayuan kini tak lagi terbatas pada furnitur rumah tangga. Di tangan orang-orang kreatif, material kayu bisa dimodifikasi menjadi jam tangan unik dengan tetap memberikan kesan eksklusif.

  • Napas Romantis Busana Pengantin Retro

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:27 WIB

    Dari masa ke masa, busana pengantin bergaya internasional terus mengalami evolusi tren, mulai dari potongan yang megar dan penuh detail rumit ala putri negeri dongeng, hingga siluet press body nan simpel dan minim aksen.

  • Penularan Demam Kuning

    Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:50 WIB

    Nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dari manusia ke manusiaNyamuk boleh jadi merupakan salah satu musuh utama manusia di bidang kesehatan.

Load More