Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 25 Januari 2017
PENAMBAHAN GERAI RITEL

Emiten Kebut Ekspansi

Novita S. Simamora & Lingga S. Wiangga Rabu, 11/01/2017 07:06 WIB
Gerai KFC di Bandara Sepinggan yang pembukaannya berlangsung pada Kamis (8/12/2016).

JAKARTA — Meningkatkan jumlah gerai menjadi tema utama ekspansi dua emiten pada tahun ini, seiring dengan upaya perluasan jaringan distribusi untuk memacu kinerja usaha.

Kedua emiten tersebut berasa dari dua sektor berbeda, yaitu PT Fast Food Indonesia Tbk. yang bermain di bisnis makanan cepat saji dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. di sektor farmasi.

Fast Food Indonesia yang merupakan pemegang lisensi makanan cepat saji asal Amerikat Serikat, yaitu Kentucky Fried Chicken (KFC), mengalokasikan belanja modal senilai Rp350 miliar untuk ekspansi 30 gerai baru pada 2017.

Direktur Fast food Indonesia J.D Juwono mengungkapkan belanja modal pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan 2016. Selain untuk ekspansi gerai, katanya, capital expenditure (capex) akan digunakan untuk memperluas jaringan distribusi.

“Kami akan menambah 30 cabang baru, menambah armada angkutan dan merenovasi gerai yang sudah beroperasi sekitar 5 tahun-6 tahun," ungkapnya baru-baru ini.

Dia mengungkapkan belanja modal emiten berkode saham FAST tersebut pada tahun ini berasal dari kas internal perusahaan. Sepanjang 2016, pihaknya telah berhasil membuka 35 gerai baru dan merenovasi 45 gerai.

Pada tahun ini, pihaknya juga akan membuka 20 KFC box. Menurutnya, skema KFC box akan menciptakan efisiensi dalam pembukaan gerai baru.

“Investasi di KFC Box akan jauh lebih murah, jumlah karyawan lebih sedikit. KFC Box akan berada di sekitar area perkantoran, stasiun kereta,” katanya.

Pada 2017, FAST mematok target pertumbuhan penjualan sekitar 8%-10% menjadi Rp5,4 triliun. Adapun, pendapatan bersih FAST per Oktober 2016 mencapai Rp3,99 triliun, tumbuh 9,3% secara tahunan.

Sementara itu, laba kotor perseroan per Oktober 2016 tercatat mencapai Rp2,49 triliun, tumbuh 12,16% dibandingkan dengan posisi sama pada tahun lalu senilai Rp2,22 triliun.

Hingga Oktober 2016, FAST berhasil membukukan laba bersih Rp156,9 miliar, melejit hingga 96,8% dari posisi Rp79,7 miliar pada periode sama pada tahun sebelumnya.

Sepanjang 10 bulan pertama tahun ini, pihaknya telah membuka 195 gerai di Jabodetabek, 140 di Jawa, 26 gerai di Bali, NTB dan NTT, 108 gerai di Sumatra, 42 gerai di Sulawesi, 35 gerai di Kalimantan, 6 gerai di Maluku, dan 7 gerai di Papua.

TAMBAH APOTEK

Secara terpisah, BUMN farmasi Kimia Farma akan menambah minimal 100 apotek pada tahun ini dengan investasi sekitar Rp200 miliar. Pada tahun lalu, emiten bersandi saham KAEF itu melalui anak usahanya di bidang jaringan penjualan ritel yaitu PT Kimia Farma Apotek (KFA) telah menambah sekitar 175 apotek di seluruh Indonesia.

Hingga akhir 2016, apotek yang dimiliki KAEF mencapai 900 unit. “Itu minimal, dan harapan kami jumlah apotek tahun ini mencapai 1.000 unit,” kata Pujianto, Direktur Pengembangan Kimia Farma, belum lama ini

Dia mengatakan, dana untuk perluasan jaringan ritel berada di luar belanja modal perseroan pada 2017. Sebelumnya, KAEF menganggarkan belanja modal sekitar Rp1,2 triliun pada tahun ini.

Pujianto menyebut, anak usaha tersebut sudah mapan sehingga tidak membutuhkan suntikan dana dari KAEF. Bahkan, lanjut dia, bukan hal mustahil jika ke depan anak usaha KAEF tersebut akan go public.

“Mungkin nanti jika holding perusahaan farmasi BUMN sudah dilakukan kami akan pikirkan agar KFA bisa go public,” katanya.

Di sisi lain, dengan perluasan jaringan, target penjualan dari apotek diharapkan bisa naik 21% hingga 22% pada tahun ini. Pada 2016 penjualan KFA mencapai Rp3,1 triliun, atau sesuai target yang dipatok KAEF sebesar Rp3 triliun.

Sebelumnya, pendapatan konsolidasian KAEF diperkirakan lebih dari Rp6,2 triliun pada 2016. Adapun target penjualan KAEF pada 2017 mencapai Rp7 triliun.

Rencana KAEF menambah jaringan melalui anak usahanya itu bukan tanpa alasan. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa lebih dan wilayah yang luas, setidaknya dibutuhkan sekitar 26.000 apotek baru. Terlebih pemerintah memacu program jaminan kesehatan nasional (JKN) ke depan.

Sementara itu, terkait JKN, pihaknya pun berharap meraup penaikan penjualan dari program kesehatan pemerintah tersebut. Pada tahun lalu, program tersebut berkontribusi sekitar 30% terhadap pendapatan perseroan.

Selain itu, pihaknya juga akan gencar menerbitkan produk baru. Pujianto mengatakan setidaknya ada sekitar 12 produk anyar pada tahun ini. Dari jumlah tersebut 50% merupakan produk kosmetik dan sisanya obat generik serta etikal.  

More From Makro Ekonomi

  • OJK Rancang Instrumen Investasi Baru

    07:28 WIB

    Besarnya kebutuhan dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur nasional mendorong Otoritas Jasa Keuangan menyusun produk investasi khusus yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur publik.

  • Beban Emiten Properti Berpotensi Naik

    07:14 WIB

    Wacana pemerintah menerapkan kebijakan pajak progresif untuk objek lahan diperkirakan dapat mengerek beban emiten properti. Emiten menilai, penerapan pajak progresif bakal membuat biaya pengembangan menjadi lebih tinggi sehingga mengerek harga jual.

  • Reksa Dana Terproteksi Kian Seksi

    07:06 WIB

    Reksa dana terproteksi diproyeksi semakin menarik seiring dengan lampu hijau penggunaan surat utang jangka pendek (medium term notes/MTN) sebagai aset dasar produk investasi tersebut.

  • Jurus Menceker & Mematuk Cuan

    06:58 WIB

    Tahun Monyet Api segera berlalu dan berganti menjadi tahun Ayam Api. Kendati bisnis yang bakal diuntungkan tidak akan jauh berbeda, tetapi ayam merupakan elemen logam sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Pasalnya, elemen logam dan api sering kali tidak harmonis.

News Feed

  • Jangan Cuma Bicara SARA Melulu

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:25 WIB

    Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta perlu memperdalam materi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat.

  • Kreditur Minta Daftar Aset Perusahaan

    Selasa, 24 Januari 2017 - 11:20 WIB

    PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan sejumlah kreditur lain meminta PT Kembang Delapan Delapan Multifinance segera menyerahkan daftar aset agar diketahui prospek perusahaan yang tengah dalam PKPU tersebut.

  • Mengawinkan Investasi & Kearifan Lokal

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:55 WIB

    Kala penguasa di negeri ini mulai agresif memetakan pulau-pulau kecil terluar sebagai komoditas penerimaan negara, masyarakat pesisir justru kian tersingkir.

  • Pengusaha Bisa Ajukan Judicial Review

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:42 WIB

    Pemprov DKI mempersilakan pelaku usaha di Jakarta untuk mengajukan judicial review terhadap UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang bila keberatan dengan minimnya jangka penyesuaian lokasi industri kepada Mahkamah Konstitusi.

  • BUMD Dituntut Proaktif

    Selasa, 24 Januari 2017 - 10:24 WIB

    Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia meminta Badan Usaha Milik Daerah proaktif untuk menyertakan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

Load More