Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 20 Oktober 2018

Berkaca dari Krisis Italia

Bayu Kariastanto* Jum'at, 27/01/2017 07:49 WIB
Beberapa pekan ke depan, perhatian investor di seluruh dunia akan tertuju pada UniCredit, bank terbesar di Italia yang akan melakukan rights issue 13 miliar euro (Rp186 triliun), hampir senilai dengan seluruh harga pasarnya saat ini. Pada Desember 2016, bank terbesar ketiga Italia, Monte dei Paschi di Siena (MPS) gagal menghimpun dana dari pasar sebesar 5 miliar euro (Rp71 triliun), sehingga meningkatkan keraguan atas solvabilitas MPS dan bankbank Italia lainnya.

More From Opini & Analisis

  • OPINI : Kontradiksi Megahub Soekarno-Hatta

    02:00 WIB

    Bandara Soekarno-Hatta yang dinobatkan sebagai megahub ke-2 se Asia Pasifik, justru tidak menguntungkan bagi Indonesia. Terutama dalam hal pemerataan pembangunan di Indonesia timur dan persaingan dengan Singapura yang jadi hub nomor wahid. Target pemerintah untuk mendatangkan 20 juta turis asing pada 2019 juga akan sangat mungkin terganggu.

  • SURAT PEMBACA : Lapangan Tembak yang Baru

    02:00 WIB

    Terlepas dari kasus insiden sejumlah peluru nyasar yang mengenai gedung DPR, Senayan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau pemerintah pusat perlu memindahkan lokasi Lapangan Tembak yang bersebelahan dengan lahan parkir Hotel Mulia Senayan.

  • TAJUK : Lampu Kuning Pengawasan Industri Keuangan

    02:00 WIB

    Dalam situasi seperti ini, sudah semestinya bila OJK pasang mata lebih tajam dalam melakukan pengawasan. Tiga kasus keuangan lintas industri keuangan di atas semestinya menjadi bahan pelajaran untuk lebih keras dalam pengawasan.

  • INDUSTRI HASIL TEMBAKAU : Upaya Menyelamatkan Kretek Tangan

    02:00 WIB

    Industri Hasil Tembakau/IHT (rokok) masih menjadi salah satu primadona bagi ekonomi Indonesia. Betapa tidak, melihat dari penerimaan cukainya saja, industri rokok mampu menyumbangkan Rp147,7 triliun atau sebesar 96,4% dari keseluruhan cukai pada tahun lalu.

Berita Terkini Lainnya:


Load More