Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017

Ini Kebiasaan yang Dapat Merusak Pendengaran

Rezza Aji Pratama Sabtu, 11/02/2017 13:11 WIB
Ilustrasi

Apakah anda termasuk orang yang hobi mendengarkan musik? Jika iya, bagaimana cara anda menikmati musik tersebut? Banyak orang mengandalkan earphone untuk mendengarkan alunan musik melalui perangkat bergeraknya.

Kebiasaan memakai earphone ini umumnya dilakukan bersama dengan aktivitas lain, mulai dari olahrga hingga ketika bekerja. Bahkan ketika tertidur tidak sedikit orang yang masih menggunakan earphone di telinganya. Kalau anda termasuk orang yang sering mendengarkan musik lewat earphone ketika tidur, ada baiknya mengubah kebiasaan tersebut. Pasalnya, perilaku semacam ini justru tidak baik bagi telinga.

Harim Priyono, Dokter spesialis THT dan Kepala Leher dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengatakan ketika tertidur organ telinga yaitu koklea atau rumah siput sebenarnya sudah berhenti bekerja. Hal inilah yang membuat ketika tertidur, kita tidak bisa mendengar suara yang muncul. “Mendengarkan musik ketika tidur akan memaksa rumah siput bekerja terus menerus,” ujarnya

Rumah siput sendiri merupakan bagian dalam telinga berbentuk tabung yang berisi cairan yang mengelilingi tulang. Harim menambahkan perangkat seperti earphone akan menyuplai suara yang tinggi sehingga memicu kerusakan saraf pada telinga. Akibatnya bisa fatal. Jika kebiasaan ini sering dilakukan bukan tidak mungkin akan terjadi ketulian permanen.

Menurut Harim, perkara earphone ini termasuk dalam gangguan akibat pendengaran bising. Bukan hanya penggunaan earphone,kebiasaan mendengarkan suara yang bising seperti saat konser atau di lantai disko juga bisa menurunkan fungsi pendengaran.

Tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, anak-anak juga sangat rentan dengan suara bising dengan tingkat desibel yang bervariasi. “Jadi kalau mau anak anaknya nonton bioskop harus dipastikan bukan film action,” ujarnya.

EAR CANDLE

Kebiasaan lain yang bisa mengganggu fungsi telinga adalah terapiear candle yang biasa dilakukan untuk membersihkan telinga. Harim menjelaskan tidak ada penelitian yang menguatkan manfaat dari ear candle ini.

Adapun kotoran yang tersedot saat melakukanear candle sebenarnya adalah campuran lilin dan abu dari kertas di dalam ear candle itu sendiri. “Telinga itu punya mekanisme alami untuk membersihkan kotorannya sendiri,” ujarnya.

Harim menjelaskan ear candle juga berbahaya karena berisiko menimbulkan luka bakar di telinga. Kebiasaan lain yang menurutnya harus dihindari adalah mengorek kuping dengan cotton bud.

Kebiasaan ini akan menyebabkan kotoran menumpuk di belakang telinga sehingga semakin sulit dibersihkan. Organ pendengaran memang menjadi salah satu organ yang cukup sensitif. Di Indonesia, penderita gangguan pendengaran cukup besar.

World Health Organization (WHO) juga menunjukkan 4,6% penduduk Indonesia mengalami ganggaun pendengaran. Sementara itu, setiap tahun sekitar 5.000 bayi di Indonesia lahir dalam keadaan tuli.

Kondisi ini memberikan dampak yang buruk berupa kesulitan berkomunikasi kepada penderita, keluarga, hingga masyarakat. Tidak heran jika penderita gangguan pendengaran biasanya agak terisolasi. Selain menghindari kebiasaan yang dapat merusak telinga, hal penting lainnya adalah mendeteksi sejak dini gangguan pendengaran. Semakin cepat ditangani, semakin cepat juga bisa disembuhkan

Gejala Gangguan Pendengaran pada Anak  Sumber: Kasoem Hearing and Speech Center

Usia 3 bulan Usia 9 bulan Usia 12 bulan Tidak bereaksi pada suara keras

Tidak dapat menirukan suara

Tidak menoleh ke arah suara

Tidak menunjuk ke arah orang atau objek yang dikenal saat diminta

Tidak memahami frase sederhana dengan mendengar saja, seperti ‘daa-daa’ atau tepuk tangan

Tidak menirukan dan menggunakan kata sederhana kepada seseorang yang dikenal dan hal-hal sekitar rumah

Pada saat berbicara tidak terdengar seperti anak-anak lainnya

Tidak menunjukkan pertumbuhan pada pemahaman dan penggunaan kosa kat

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More