Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
KINERJA BANK

Awal Tahun Kredit Menggeliat

Farodlilah Muqoddam, Krizia P. Kinanti, & Rope Jum'at, 24/02/2017 09:10 WIB
Pasar Kredit.

JAKARTA—Penyaluran kredit perbankan pada Januari 2017 tercatat tumbuh sebesar 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kredit tumbuh merata di seluruh segmen usaha.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan penyaluran kredit pada Januari cenderung meningkat karena terbawa efek Januari, yang menyebabkan naiknya penarikan kredit pada awal tahun.

Muliaman memproyeksikan penyaluran kredit perbankan akan terus meningkat hingga akhir tahun ini, dan membukukan pertumbuhan kredit mencapai lebih dari 10%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit pada 2016 yang tercatat 7,9%.

“Kredit kami harapkan bisa double digit, tanda ke situ sudah mulai kelihatan,” ujarnya, Kamis (23/2).

SVP Corporate Banking 1 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Yusak L.S. Silalahi optimistis tahun ini mampu membukukan pertumbuhan kredit korporasi lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu, juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan.

Menurutnya, penyaluran kredit korporasi berpotensi tumbuh ke semua sektor ekonomi, meskipun bank harus tetap berhati-hati agar tidak terjadi bubble. “Sektor yang menarik seperti perdagangan tetap kita ambil, dan ada macam-macam sektor lain. Kami punya kriteria,” ujarnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo memproyeksikan realisasi penyaluran kredit infrastruktur akan melambung pada tahun ini, karena proyek infrastruktur utama sudah memasuki fase pembangunan hingga penyelesaian.

Sepanjang 2016, emiten perbankan berkode saham BMRI itu telah menyiapkan komitmen kredit infrastruktur senilai Rp104,6 triliun, naik 47,5% dibandingkan dengan komitmen yang disiapkan pada tahun sebelumnya.

Dari total nilai komitmen kredit itu, sebanyak Rp57,3 triliun di antaranya telah ditarik untuk membiayai sejumlah proyek seperti pelabuhan Kuala Tanjung, Makassar New Port, bandara
Yogyakarta, pembangunan pembangkit listrik, dan jalur kereta api.

“Seharusnya tahun ini penarikannya lebih besar lagi sehingga kami juga akan menambah komitmen,” katanya.

Penyaluran kredit korporasi ke sektor perkebunan sawit dan pertambangan mineral juga dinilai akan kembali menggeliat seiring dengan meningkatnya permintaan dan harga yang terus mengalami rebound.

Di sisi lain, lanjut Kartika, membaiknya harga komoditas turut mengerek daya beli masyarakat, sehingga diyakini akan memberikan peluang untuk menggenjot penyaluran kredit konsumer di segmen ritel yakni kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).

RENCANA BISNIS

Sementara itu, Direktur Utama BPD Sumut Edie Rizliyanto optimistis penyaluran kredit pada tahun ini sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB). “Sesuai RBB tahun ini, pertumbuhan kredit kami sekitar 9%, DPK naik 7%, dan laba naik 5%,” ujarnya.

Edie menjelaskan, penyaluran kredit  akan difokuskan ke segmen konsumer dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan porsi 60%, sedangkan untuk kredit produktif mendapatkan porsi sebesar 40%.

Direktur Utama Bank Mayapada Haryono Tjahriadi mengatakan perseroan berharap target yang sudah disusun dalam RBB dapat tercapai.

“Pertumbuhan satu tahun sesuai rencana kerja bank kurang lebih 18%-20% sehingga pada kuartal I diharapkan pertumbuhannya bisa mencapai kurang lebih 7%,” ujarnya.

Optimisme yang sama juga disampaikan Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja yang tetap percaya diri mematok target dua digit atau sebesar 10%, kendati realisasi penyaluran kredit pada tahun lalu hanya sebesar 7,7%. 

Dia menyampaikan, pertumbuhan kredit tahun lalu melambat karena faktor lesunya perekonomian dan industri. Pihaknya telah berusaha menaikkan plafon kredit, tetapi jumlah penyalurannya tidak terkerek. 

"Kalau tahun ini harusnya bisa lebih bagus karena industri semakin berkembang, meskipun belum kayak dulu tahun 2011-2013, tetapi saya sih optimis sekali ekonomi tahun ini akan lebih bagus dibandingkan tahun lalu," katanya.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More