Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017

Menikah Bisa Mengurangi Stres?

Nindya Aldila Minggu, 05/03/2017 11:32 WIB
Ilustrasi

Belakangan ini status jomblo atau lebih tepatnya single sering menjadi bahan olok-olokan di berbagai lini media sosial. Status tersebut menempatkan seseorang pada posisi yang melas dan menyedihkan. Namun, kenyataannya menikah memang memiliki beberapa manfaat.

Laporan yang ditulis oleh Reuters menyebutkan bahwa dalam studi yang dilakukan oleh peneliti di Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Pennsylvania, pasangan menikah terbukti lebih terjamin kesehatannya dibandingkan dengan orang yang tidak dalam hubungan pernikahan.

Hal itu disebabkan oleh kurangnya tingkat stres pada pasangan menikah. Dalam penelitian sebelumnya, pernikahan dihubungkan dengan masa hidup yang lebih lama yang dimungkinkan didukung oleh beberapa faktor seperti pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi atau mudahnya akses kesehatan.

Yang berbeda pada studi tersebut, para peneliti menguji hormon yang produksinya semakin tinggi ketika sedang stres atau biasa disebut kortisol. Pengujian dilakukan pada 572 laki-laki dan perempuan yang berumur 21 tahun–55 tahun.

Hasilnya, menunjukkan bahwa individu yang telah menikah memiliki tingkat kortisol yang lebih rendah. Brian Chin, penggagas penelitian di Carneige Mellon University mengatakan penelitian tersebut juga mencoba mengusut benang merah bagaimana hubungan sosial dapat berdampak pada kesehatan secara fisik.

“Kami tidak bisa menggambarkan kesimpulan yang cukup kuat dari studi ini untuk menjelaskan bagaimana ini bisa terjadi, tetapi kami mampu menyimpulkan dugaan yang ilmiah dari penelitianpenelitian sebelumnya,” ungkapnya. Dengan memiliki pasangan, seseorang akan lebih memiliki mengakses kesehatan yang lebih terjamin karena biasanya pasangan menikah akan mengurus dengan serius asuransi kesehatan dan tentunya didukung dengan biaya yang lebih memadai.

Seorang istri atau suami akan memberikan dorongan kepada pasangannya untuk menjaga gaya hidup yang sehat seperti melarang merokok dan mengonsumsi alkohol. Sebanyak 292 responden yang belum pernah menikah dengan umur berkisar 29 tahun dibandingkan dengan responden umur 37 tahun yang jumlahnya sekitar 160 orang berstatus sudah menikah dan dibandingkan lagi dengan responden umur 40 yang jumlahnya sekitar 56 orang yang sudah tidak menikah lagi.

Menurut Chin, kadar hormon kortisol akan naik ketika seseorang bangun dari tidur. Sementara itu, pasangan yang telah menikah hormon kortisolnya lebih cepat turun, terutama saat malam hari, sebuah tanda yang berdampak positif terhadap kesehatan, seperti terhindar dari penyakit jantung dan daya tahan terhadap penyakit kanker.

“Perbandingan kadar kortisol pada siang hari di antara orang yang sudah menikah dan yang belum bukanlah disebabkan oleh perbedaan level kortisol saat pagi hari,” jelasnya.

KEPUASAN

Hal itu terjadi pada pasangan yang telah menikah, karena mereka memiliki kepuasan dalam hubungan mereka sehingga hormon kortisol jauh lebih rendah ketika siang hari dibandingkan dengan orang yang memiliki hubungan yang buruk dengan pasangannya atau yang memang tidak menikah. Kendati demikian, peneliti mencatat bahwa studi sebelumnya belum mampu menjelaskan hubungan antara kualitas hubungan pernikahan seseorang dan tingkat kortisol.

Kira Birditt, peneliti di University of Michigan yang tidak berhubungan dengan riset ini menilai bahwa penemuan tersebut menarik. Kortisol menjadi ukuran terjadinya respons stres yang dapat menunjukkan bagaimana hubungan dapat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang.

“Sayangnya, studi ini tidak menindaklanjuti penilaian terkait terjadinya stres atau interaksi sosial sehari-hari untuk memahami efek dari bermacam pengalaman pada orang yang telah menikah dan yang belum menikah.” Sejatinya, penelitian ini tidak didesain menjadi eksperimen untuk membuktikan bahwa pernikahan memengaruhi tingkat stres untuk mengukur benefit bagi kesehatan.

Terlepas dari penelitian-penelitian tersebut, terjadinya stres dapat dipicu oleh faktor yang bervariasi. Satu penelitian tentu tak cukup untuk menggeneralisasi bahwa orang yang belum menikah tidak bahagia, bukan

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More