Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
GAS INDUSTRI

Pabrikan Tagih Diskon

Redaksi Rabu, 08/03/2017 10:20 WIB
Ilustrasi

JAKARTA — Pelaku industri mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga gas sesuai dengan beleid yang telah dirilis. Berdasarkan Keputusan Presiden, terdapat tujuh industri yang akan menikmati harga gas murah sesuai dengan PaketKebijakan Ekonomi Jilid III  yakni pupuk, petrokimia, baja, kaca, keramik, sarung tangan karet dan olefi n. Kendati demikian, baru tiga industri yang merasakan penurunan harga gas, yakni pupuk, petrokimia dan baja.

Sekretaris Jenderal Indonesian Aromatic, Olefi n, and Plastic Industry Association (Inaplas) Fajar Budiyono menyebutkan pelaku industri nasional telah mengajukan penurunan bahan bakar gas untuk menekan biaya produksi yang saat ini terbilang tinggi. Fajar mencontohkan saat ini harga gas yang harus ditanggung oleh 70 anggota asosiasi tersebut masih di level US$8,5—US$10 per MMBtu. Penurunan harga gas merupakan hal mendesak dan sudah bertahun-tahun lalu diajukan agar harganya dapat lebih ditekan.

“Kami mengajukan penurunan harga menjadi US$7 per MMBtu. Terakhir, pekan lalu Kemenperin minta daftar pengajuan lagi dan kami selalu update setiap minggu. Seluruh persyaratannya sudah dipenuhi anggota Inaplas,” jelas Fajar, di sela-sela Indonesia Refi ning and Petrochemical Forum di Jakarta, Selasa (7/3). Sementara itu, Direktur Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan pihaknya telah mengusulkan secara total lima sektor agar mendapat harga gas lebih murah.

Meskipun tiga di antaranya telah mengalami penurunan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.40/2016 tentang Harga Gas Bumi untuk Industri Tertentu dengan penurunan maksimum US$1,5 per MMBtu, dia menyebut usulan tersebut perlu dilakukan secara formal. Usulan ini dapat ditambah dari  sektor lainnya yang belum menikmati harga gas murah.

“Jumlah industri yang diusulkan baru 86 perusahaan dalam lima sektor yaitu pupuk, petrokimia, baja, kaca dan keramik,” ujarnya usai menghadiri Indonesia Refi ning and Petrochemical Forum di Jakarta, Selasa (7/3). Menurutnya, dua industri lain yakni kaca dan keramik pun harus segera mendapat harga gas murah kendati gas
tak digunakan sebagai bahan baku. Dia juga akan mengusulkan agar dari tujuh bisa ditambah lagi menjadi 11 seperti yang telah diusulkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto untuk meningkatkan daya saing industri.

Tambahan industri lainnya adalah tekstil, makanan, ban dan kawasan industri.

SANGAT KOMPLEKS
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan pihaknya telah
menerima surat permohonan dari Kementerian ESDM. Dia menilai harga gas sangat kompleks karena melibatkan banyak sumber dan banyak konsumen. Secara bertahap, pihaknya pun menurunkan harga gas termasuk yang sudah dilakukan yakni penurunan harga gas industri di Medan, Sumatra Utara.

Harga gas di Medan, katanya, sudah turun dari US$13,38 per MMBtu menjadi US$9,95 MMBtu. Penurunan itu dilakukan dengan penyesuaian harga gas di hulu dan biaya penghantaran gas atau toll fee dan penggantian sumber dari gas alam cair (liquefi ed natural gas/LNG) menjadi gas pipa untuk menghindari biaya regasifi kasi.
“Sekarang kami sedang bahas, kami verifi kasi produsen dari mana, karena sistemnya kan rada kompleks ya, multi source, multi user,” katanya.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More