Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
PENANAMAN MODAL ASING

Kolaborasi dengan Korsel Digenjot

Demis Rizky Gosta Kamis, 09/03/2017 12:15 WIB

JAKARTA — Pemerintah terus mendorong peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia. Investasi dari Negeri Ginseng dinilai strategis karena berdampak besar
pada struktur industri dan penyerapan tenaga kerja.Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir merupakan negara utama asal penanaman modal asing di Indonesia.

Dia mengatakan investasi asal Korsel tidak hanya masuk dalam nilai besar. Investasi asal negara tersebut juga masuk ke sektorsektor yang berdampak besar
pada perkembangan industri dan ekonomi Indonesia. “Saya apresiasi investasi dari Korea, bukan hanya jumlahnya tapi kualitasnya. Sangat strategis, dan juga inovatif,” kata Thomas, Rabu (8/3).

Pada periode 2012—2016, investasi Korea Selatan mencapai US$7,5 miliar yang terdiri atas 7.607 proyek. Jumlah investasi tersebut membuat posisi Negeri
Ginseng ini berada di peringkat ketiga setelah Singapura dengan investasi US$30,4 miliar dan Jepang US$18 miliar. Investasi Korsel berperan dalam membangun kekuatan
industri hulu utama, yaitu baja dan plastik. Kedua produk tersebut, jelasnya, adalah komponen utama yang digunakan dalam proses produksi hampir seluruhmindustri manufaktur.

Korsel masuk ke sektor baja lewat kerja sama Posco dengan PT Krakatau Steel Tbk (Persero). Perusahaan patungan keduanya, Krakatau Posco, telah merealisasikan investasi US$3 miliar untuk mendirikan blast furna ce di Cilegon yang telah beroperasi sejak 2013. Perusahaan asal Korsel yang lain, Lotte Petrochemical, saat ini
sedang dalam tahap perencanaan pembangunan naphta cracker di Cilegon dengan kapasitas produksi 1 juta etilena per tahun.

Selain itu, investasi asal Korsel juga berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja lewat pembangunan industri tekstil dan alas kaki. “Perkiraan saya, lewat pabrik
sepatu, kaus kaki, tekstil, garmen. Investor Korsel mempekerjakan sekitar 900.000 tenaga kerja Indonesia,” kata Thomas.

Kelanjutan investasi di sektor hulu tersebut merupakan salah satu sasaran utama BKPM dalam acara Indonesia—Korea Business Summit yang akan digelar pekan
depan. Dua sasaran utama lainnya adalah investasi di sektor industri kreatif dan pariwisata. Thomas mengatakan industri kreatif dan pariwisata menjadi
sasaran utama karena merupakan industri yang padat karya.

CARI MITRA
Kenneth Choi, dari Chosun Ilbo yang menjadi mitra BKPM dalam acara tersebut, mengatakan acara tersebut akan dihadiri oleh 450 pelaku usaha asal Korea
termasuk pucuk pimpinan Posco, Lotte, Korean Air, dan CJ Group.

Indonesia-Korea Business Summit juga akan dihadiri oleh sebuah perusahaan investasi asal Korea yang mencari mitra wirausaha muda asal Indonesia. “Tadinya kami kira sekitar 200 orang yang akan datang. Ternyata sampai 450 orang. Antusiasme pelaku usaha asal Korsel ini menunjukkan potensi yang besar kerja sama antar kedua negara,” kata Choi.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, mengatakan Korsel adalah sumber investasi dan pengetahuan yang penting bagi perkembangan industri kreatif.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More