Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
PENYALURAN KUR

Pelat Merah Lirik Sawit

Surya Rianto Jum'at, 10/03/2017 08:45 WIB
Ilustrasi

JAKARTA – Tiga bank pelat merah berkomitmen menyalurkan kredit usaha rakyat ke sektor perkebunan kelapa sawit sebagai upaya mendorong sektor produktif. Apalagi, sektor perkebunan kelapa sawit dinilai memiliki kualitas kredit yang baik.

General Manager Divisi Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Anton Siregar mengatakan, dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun ini, perseroan akan fokus pada sektor produktif.

Sektor usaha yang menjadi prioritas yakni, pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan.

“Untuk perkebunan kelapa sawit, sejak tahun lalu, kami sudah menyalurkan ke perkebunan plasma,” ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (9/3).

Anton menuturkan, perseroan pada tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit usaha kecil sebesar 25%.

Untuk KUR, bank dengan kode emiten BBNI itu mendapatkan porsi senilai Rp12 triliun dengan rincian, KUR ritel sebesar Rp11,5 triliun, KUR mikro Rp300 miliar, dan KUR tenaga kerja Indonesia (TKI) senilai Rp200 miliar.

Dia menyebutkan, dalam penyaluran KUR sektor perkebunan kelapa sawit, perseroan menggunakan strategi supply chain financing dengan segmen korporasi. Jadi penyalurannya bisa lebih tepat sasaran dan adanya pembinaan serta off taker dari perusahaan inti.

“Dari segi kualitas kredit, untuk KUR sektor usaha kelapa sawit pun cenderung bagus dan terkendali. Kualitas yang baik itu didukung oleh pola pembiayaan dengan inti plasma,” sebutnya.

Di sisi lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga cukup ambisius untuk menyalurkan porsi KUR ke sektor usaha perkebunan kelapa sawit pada tahun ini.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, sektor usaha perkebunan kelapa sawit, terutama perkebunan rakyat atau plasma sangat membutuhkan dana untuk mengembangkan usahanya.

Apalagi, dalam proses usahanya itu membutuhkan proses penanaman kembali atau re-planting yang membutuhkan dana cukup besar.

“Untuk itu, kami tengah mengajukan skema pembiayaan untuk sektor perkebunan kelapa sawit ini dengan KUR. Tahun ini, kami ekspektasi dapat tambahan KUR senilai Rp1 triliun dibandingkan dengan tahun lalu yang sekitar Rp13 triliun,” ujarnya.

Tiko, sapaan akrab Kartika, memaparkan, untuk skema pembiayaan KUR sektor perkebunan kelapa sawit akan diberikan grace period selama lima tahun hingga pohonnya mulai bisa berbuah.

Selain itu, dalam pembiayaannya, perseroan juga akan memberikan untuk kebutuhan living cost debitur kelapa sawit dalam proses menanam tanamannya.

“Dalam proses penanaman kembali itu, pelaku usaha biasanya membutuhkan banyak pendanaan. Namun, ketika sudah berbuah, pelaku usaha sektor itu sudah tidak terlalu membutuhkan banyak pendanaan karena sudah ada penjualan,” paparnya.

Dia menyebutkan, bank dengan berkode BMRI itu memilih fokus pada sektor perkebunan kelapa sawit karena dari segi permintaan, produk kelapa sawit itu cukup besar. Apalagi, produk hilirnya bisa bermacam-macam dan merupakan kebutuhan sehari-hari.

“Dari segi kualitas kredit pun juga cukup rendah. Kami mencatatkan NPL di sektor perkebunan kelapa sawit sekitar 0,07%,” sebutnya.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pun mengaku akan memprioritaskan penyaluran KUR lebih tinggi pada sektor pertanian, termasuk perkebunan kelapa sawit.

Direktur UMKM Bank Rakyat Indonesia Mohammad Irfan mengatakan, sampai saat ini perseroan menyalurkan KUR ke sektor produktif sudah sebesar 30%, sedangkan pemerintah mengharapkan penyaluran kredit bersubsidi itu ke sektor produktif bisa menjadi 40%.

“Kami pun berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan KUR sektor produktif lebih tinggi lagi. Pada tahun ini, target penyaluran KUR kami senilai Rp71,2 triliun, lebih tinggi 3% dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More