Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017

Gempuran Martial Arts

Redaksi Minggu, 12/03/2017 06:16 WIB
Martial Arts

Sejumlah seni bela diri yang masih asing atau tidak populer sebelumnya kini beramai-ramai menyerbu Indonesia.

Apalagi, gerakan bela diri eksotis tersebut banyak digunakan di film-film aksi Hollywood, seperti Star Wars: The Force Awakens yang melejitkan bojutsu Jepang.

Sejumlah bela diri asing kekinian yang sedang naik daun di Indonesia a.l. krav maga dari Israel, bojutsu dan chanbara dari Jepang, muay thai dari Thailand, arnis/eskrima dari Filipina, thifan pokhan dari China, silambam dari India, serta brazilian jiu jitsu dan capoeira dari Brazil.

Sejalan dengan itu, berbagai tempat kursus dan komunitas bela diri asing juga semakin menjamur di berbagai kota besar di Indonesia. Menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tafsil Rimsal, dengan maraknya bela diri asing di Indonesia tidak serta merta menggeser posisi pencak silat di Indonesia.

“Soal pamor sih kalau kita ke luar negeri, yang patut kita banggakan adalah karena pencak silat itu mencerminkan budaya kita,” katanya. Bagaimanapun, bela diri Indonesia tidak hanya menyangkut teknis, tetapi ada aspek seni, filosofi, dan kultural. Hal itulah yang mungkin membedakannya dengan bela diri dari negara lainnya.

Apalagi, IPSI juga selalu konsisten untuk pengembangan dan pembinaan pencak silat baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini pencak silat sudah berkembang di 54 negara, dan sangat pesat di Asia tengah, negara pecahan dari Uni Soviet seperti Kazakstan, Uzbekistan, atau Singapura.

Banyaknya bela diri asing yang masuk ke Indonesia malah menambah semarak dunia olahraga karena masyarakat juga mem punyai banyak pilihan. “Kalau saya me lihat pencak silat dari semua umur dan bisa dilaksanakan dari usia dini, tua, dan ini tidak terbatas,” ungkap Tafsil.

Hanya saja, masih ada beberapa tantangan dalam mempromosikan silat terutama menyangkut masalah anggaran. Namun demikian, IPSI menargetkan pencak silat terdaftar sebagai anggota NOC sehingga bisa dipertandingkan di olimpiade. Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto. Menurut dia, agar bela diri Indonesia bisa bertahan, minimal harus terus tetap dipertandingkan di Sea Games dan Asian Games.

Pencak silat memang belum dipertandingkan di olimpiade karena syaratnya harus ada 70 negara yang mengusulkan. “Kita tidak hanya berprestasi di Sea Games, tapi kami punya target juga diakui di Unesco. Jangan sampai pencak silat kita diakui Malaysia,” ujarnya.

GAYA HIDUP

Dalam masyarakat urban, mempelajari bela diri dari negeri orang seolah telah menjadi gaya hidup. Tujuannya bermacam-macam, baik yang benarbenar menggunakannya untuk bela diri atau sekadar melatih kebugaran jasmani. Salah satu bela diri asing yang saat ini sedang naik daun di Indonesia adalah krav maga, yang berasal dari Isreal.

Di hampir seluruh kota besar Tanah Air, seni bela diri yang masuk dan populer di Indonesia sejak 2006 telah tersebar begitu pesatnya dan komunitas/organisasinya juga kian menjamur. Salah satu orang yang turut memopulerkan seni bela diri tersebut adalah Randy Tumewa.

Melalui organisasinya, Unicombat yang berbasis di Surabaya, dia juga memperkenalkan seni bela diri asing lain seperti muay thai dari Thailand. Unicombat sendiri adalah organisasi pertama yang membuka pelatihan krav maga di Surabaya sejak 2010. Mereka menggunakan pelatih profesional dan berpengalaman dalam melatih anggota militer, kepolisian, jasa pengamanan, dan jasa pengawalan.

Pendiri krav maga di Unicombat adalah pemegang setifikat dan lisensi internasional krav maga yang pertama di Indonesia, serta pemilik satusatunya buku teori dan praktik krav maga yang ditulis oleh pencipta seni bela diri tersebut, yaitu Grandmaster Imrich Lichtenfeld. Menurut Randy, krav maga adalah bela diri yang paling praktis dan efisien. Tidak ada jurus yang harus dihafalkan, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menguasainya.

Selain itu, krav maga juga tidak terbatas untuk segala postur tubuh, usia, dan gender. “Sebenarnya, krav maga menjadi populer karena Hollywood. Bela diri ini sering sekali dipakai untuk film-film Hollywood, salah satu yang memopulerkannya adalah Jennifer Lopez di film Enough pada 2002,” katanya.

Di Indonesia sendiri, krav maga menjadi populer karena mudah dipelajari. Krav maga bukanlah olah raga atau seni bela diri, tetapi murni teknik pertahanan diri (self defense). Itu pula sebabnya krav maga tidak dipertandingkan seperti martial arts lainnya. Pada awalnya krav maga adalah program pelatihan yang digunakan oleh tentara infanteri Israel. Jadi, tidak butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajarinya.

Saat ini, penggemar krav maga sudah berasal kalangan umum, bahkan anggota aktif di Surabaya sudah 60 orang. Selain bela diri dari dari Israel, muay thai yang lebih dulu masuk ke Indonesia juga sangat populer bahkan peminatnya masih lebih tinggi ketimbang krav maga. Dibandingkan dengan krav maga yang mengharuskan peserta bela diri dengan skenario seperti kejadian sebenarnya, gaya latihan muay thai lebih ketimur-timuran.

Untuk krav maga sendiri, sudah ada komunitasnya yakni Indonesian Krav Maga yang fokus pada bela diri asal Israel itu. Founder Indonesian Krav Maga Jason Kamadjaja—yang merupakan pelatih generasi ke-8 dari keluarga Kamadjaja—menjelaskan krav maga bisa diterima dengan cepat oleh orang Indonesia karena di olahraga ini semua orang didorong untuk merasa yakin bahwa mereka bisa.

Tak hanya krav maga dan muay thai, masyarakat di dalam negeri juga menyenangi bela diri asal Filipina, yakni eskrima. Menurut Abraham Nugroho, salah seorang pelopor eskrima sekaligus pendiri kelas eskrima di Kelapa Gading, eskrima itu mulai dikenali di Indonesia sekitar 2011-2012. “Eskrima juga sebenarnya banyak diadaptasi dalam koreografi filmfilm Hollywood,” jelasnya. Secara gerakan, sebenarnya eskrima mirip-mirip dengan silat.

Ada beberapa kuda-kuda yang memang mirip, tetapi eskrima dari awal sudah langsung menggunakan senjata. Untuk pemula tingkatannya adalah sinawali, alias pegang dua stik rotan dengan panjang 70 cm dan diameter 1 inci. Setelah itu, naik ke tingkatan selanjutnya yaitu satu stik. “Konsep dasar eskrima adalah belajar soal jarak. Pembagiannya adalah jarak pendek, medium, dan jarak jauh. Dari situ kita bisa tahu ukuran senjata yang tepat,” ujarnya.

Benyamin Wirawan, Dewan Sabuk Hitam Cassasai Indonesia, menjelaskan eskrima lebih menitikberatkan pada penggunaan senjata sehingga tidak cocok untuk semua orang. Yang paling susah dalam mempelajari eskrima itu adalah menghafal gerakannya.

Selain itu, eskrima melibatkan dua tangan sehingga koordinasi otak kanan dan kiri sangat diperlukan. Itu sebabnya mengajarkan eskrima kepada anak muda justru akan berbahaya karena emosi yang masih labil. 

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More