Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
PROYEK PENJERNIHAN AIR

ADHI Gandeng Investor Korsel

Yodie Hardiyan Senin, 13/03/2017 07:31 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya.

JAKARTA — Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., berencana membentuk perusahaan patungan di bidang investasi penjernihan air senilai Rp3,5 triliun dengan korporasi Korea Selatan K-Water.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan perseroan tengah mengkaji mengenai rencana investasi tersebut. Penandatanganan pembentukan perusahaan patungan diharapkan dapat dilakukan pada tahun ini.

“Kami mengirim surat ke PU untuk investasi air,” kata Budi di kantor pusat perseroan pada akhir pekan lalu.

Menurutnya, sejauh ini belum diputuskan komposisi kepemilikan saham dalam perusahaan patungan itu. Salah satu kemungkinannya adalah Adhi Karya dan K-Water masing-masing memiliki 50% saham perusahaan patungan itu.

Seperti diketahui, investasi adalah kegiatan usaha sampingan Adhi Karya selain bisnis konstruksi yang telah dijalankan oleh perusahaan selama bertahun-tahun. Sampai saat ini, emiten berkode saham ADHI itu memiliki saham di dua perusahaan.

Perusahaan yang dicatatkan sebagai entitas asosiasi di laporan keuangan Adhi Karya antara lain PT Jasamarga Bali Tol di mana perseroan memiliki 1% saham dan PT Trans-Pacific Petrochemicals Indotama 0,14%. Total investasi Adhi Karya di dua perusahaan itu mencapai Rp9,7 miliar.

LEPAS SAHAM

Pada tahun lalu, Adhi Karya sebenarnya juga memiliki saham di dua perusahaan lain yaitu PT Lamong Energi dan PT Timah Adhi Wijaya. Namun, perusahaan melakukan divestasi saham di dua perusahaan itu.

Berdasarkan laporan tahunan 2016, Adhi Karya menarik penyertaan modal sebesar Rp14,7 miliar dari Timah Adhi Wijaya, perusahaan patungan yang dibentuk oleh tiga BUMN termasuk PT Timah (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Sementara itu, pada Desember 2016, perusahaan juga menarik penyertaan modal sebesar Rp4,45 miliar dari Lamong Energi Indonesia, perusahaan patungan yang dibentuk oleh Adhi Karya bersama sejumlah perusahaan lain.

Pada tahun ini perusahaan membidik penjualan senilai Rp14,5 triliun, atau meningkat 27,1% dibandingkan dengan Rp11,44 triliun pada 2016. Dari penjualan itu, Adhi Karya menargetkan laba bersih Rp505 miliar pada 2017.

Perseroan membukukan kontrak baru senilai Rp21 triliun sampai akhir Februari 2017. Realisasi kontrak baru itu paling banyak berasal dari proyek light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi senilai Rp19,5 triliun yang sedang digarap oleh perseroan.

Kontrak lainnya berasal dari proyek TBS Asiana senilai Rp250 miliar yang diperoleh dari anak usaha perusahaan PT Adhi Perseada Gedung serta proyek pembangunan pabrik obat (Pharma II) PT Kimia Farma (Persero) Tbk. senilai Rp117,2 miliar

Berdasarkan lini bisnis, kontrak baru itu didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 99,3% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Adapun, berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari swasta atau lainnya berkontribusi 3%, BUMN 3,3%, dan APBN atau APBD sebesar 93,7%, sedangkan menurut tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari pekerjaan gedung sebesar 4,6%, jalan dan jembatan 1,6%, dan infrastruktur lainnya 93,8%.

 

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More