Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
OBLIGASI KORPORASI

Realisasi Penerbitan Masih Sepi

Maftuh Ihsan Selasa, 14/03/2017 07:26 WIB
obligasi

JAKARTA — Nilai penerbitan obligasi korporasi sepanjang dua bulan pertama tahun ini tercatat mencapai Rp10,34 triliun, atau cenderung tetap dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp10,5 triliun.

Budi Susanto, Director of Debt Capital Market PT Danareksa Sekuritas, menjelaskan terdapat perubahan signifikan dari sisi sektor penerbit obligasi korporasi sepanjang Januari-Februari 2017.

“Pada awal tahun ini, sektor penerbit obligasi korporasi lebih bervariasi dibandingkan dengan awal tahun lalu,” paparnya melalui riset yang diterbitkan belum lama ini.

Dia mengungkapkan bahwa dari total nilai penerbitan obligasi korporasi pada awal tahun ini senilai Rp10,34 triliun, kontribusi terbesar masih berasal dari sektor perbankan senilai Rp6,63 triliun, atau berkontribusi sebesar 64%.

Kontribusi kedua terbesar berasal dari sektor properti dan konstruksi sebesar Rp1,66 triliun, disusul oleh perusahaan pembiayaan sebesar Rp1,55 triliun, dan perusahaan konsumer sebesar Rp500 miliar. (Lihat grafis)

Sementara itu, pada periode sama tahun lalu, penerbitan obligasi korporasi hanya berasal dari dua sektor yaitu perbankan dan perusahaan pembiayaan dengan proporsi masing-masing sebesar 91% dan 9%.

Dari sektor konsumer, menurut data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, PT Mayora Indah Tbk. menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar pada bulan lalu dengan tenor 5 tahun dan menawarkan bunga sebesar 9,25%.

Di sektor infrastruktur, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. juga telah menerbitkan obligasi senilai total Rp1,65 triliun yang terdiri dari Rp747 miliar bertenor 3 tahun dan Rp910 miliar bertenor 5 tahun dengan bunga masing-masing 8,5% dan 9%.

Kendati masih sepi pada awal tahun ini, penerbitan obligasi korporasi hingga akhir tahun ini diyakini masih lebih besar dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu.

Pada paruh pertama tahun ini saja, ada 54 obligasi korporasi yang jatuh tempo senilai Rp31,37 triliun. Adapun sepanjang tahun ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat nilai obligasi korporasi yang jatuh tempo mencapai Rp79 triliun, atau paling tinggi sejak 2009.

Kementerian BUMN memperkirakan jumlah surat utang seperti obligasi dan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) dapat mencapai Rp65 triliiun sepanjang 2017, atau meningkat signifikan dibandingkan dengan realisasi pada 2016 senilai Rp33 triliun.

Korporasi konstruksi dan investasi milik negara PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berencana menawarkan obligasi Rp3,5 triliun kepada investor pada semester I/2017.

Direktur Keuangan Adhi Karya Harris Gunawan mengatakan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi tersebut mencapai Rp5 triliun.

“Untuk tahun ini rencana Rp3,5 triliun, targetnya semester I, sisanya tahun depan Rp1,5 triliun,” ujarnya belum lama ini.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More