Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
INDUSTRI FARMASI

Realisasi Investasi Asing Meroket

Demis Rizky Gosta Selasa, 14/03/2017 10:57 WIB
Industri farmasi

JAKARTA — Realisasi investasi asing di sektor bahan baku farmasi naik nyaris sepuluh kali lipat sejak sektor tersebut dikeluarkan dari daftar negatif investasi
pada awal 2016. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) me nunjuk kan terdapat enam proyek penanaman modal asing di sektor bahan farmasi yang terealisasi sepanjang 2016 dengan total nilai investasi US$27,35 juta.

Realisasi investasi asing di sek tor ini naik nyaris 10 kali lipat dibandingkan dengan realisasi investasi 2015 senilai US$2,8 juta dan lebih besar sekitar 33 kali lipat dibandingkan dengan realisasi investasi 2014 yang cuma mencapai US$815.000. Peningkatan signifikan juga terjadi pada realisasi penanaman modal dalam negeri. PMDN di sektor bahan farmasi naik dari Rp57,19 miliar pada 2015 men jadi Rp661,27 miliar pada 2016.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea mengatakan investasi di sektor bahan farmasi adalah salah satu sasaran utama
pemerintah. Investasi di sektor bahan far masi berdampak krusial kare na bisa mengurangi ketergantungan industri farmasidi Tanah Air terhadap bahan baku impor.
“Pemerintah mendorong terus industri substitusi impor se perti industri farmasi,” kata Tam b a kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

GP Farmasi memperkirakan 95% dari bahan baku yang digu nakan dalam proses produksi obat-obatan di Indonesia harus di impor, terutama dari China,
Kanada, dan Amerika Serikat. Ketergantungan Indonesia atas produk farmasi impor menghabiskan US$739 juta devisa negara sepanjang 2015 dan menciptakan defisit neraca per dagangan sekitar US$149,6 juta.

Investasi pembangunan pab rik bahan baku farmasi me ngucur deras setelah pemerin tah memutuskan untuk menge luarkan sektor tersebut dari daftar negatif investasi lewat Peraturan Presiden No. 44/2016. Perusahaan asing mulai awal 2016 dapat berinvestasi di sektor bahan baku farmasi sebagai pemilik tunggal setelah
se belumnya kepemilikan asing di batasi maksimal 85%.

Beberapa investasi yang terealisasi dalam setahun terakhir adalah pembangunan pabrik obat biologis PT Kalbe Farma Tbk. senilai Rp500 miliar dan pembangunan pabrik bahan farmasi senilai Rp132 miliar oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan Sungwun Pharmacopia asal Korea Selatan.

“Kami harap perusahaan bahan baku farmasi dari China, India, Jepang, dan Korea Selatan mau berinvestasi di Indonesia,” kata Tamba.

9 RENCANA INVESTASI
Direktur Eksekutif GP Farmasi Dorodjatun Sanusi mengatakan saat ini paling tidak ada sembilan rencana investasi di sektor bahan baku farmasi. Nilai investasi ke sektor bahan baku farmasi akan terus bertambah seiring dengan realisasi proyek-proyek tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Namun, dia menilai perubahan
aturan soal batasan ke pemi likan asing tidak berdampak be sar pada minat asing di sektor ba han baku farmasi Indonesia.

“Dari seluruh proyek investasi di sektor bahan farmasi, ti dak ada yang 100% kepemilikan asing. Ini artinya belum ada perusahaan asing yang ber investasi karena perubahan atur an tersebut,” kata Dorodjatun. 

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More