Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
SUKUK GLOBAL RI

Pemerintah Naikkan Plafon Jadi US$15 Miliar

Ana Noviani Rabu, 15/03/2017 09:22 WIB

JAKARTA — Pemerintah mengerek target emisi surat berharga syariah negara (SBSN) global dari US$10 miliar menjadi US$15 miliar guna menyesuaikan kebutuhan pembiayaan APBN.

Diharapkan, pencatatan sukuk global 2017 dapat dilakukan pada Maret. Nilai emisi sukuk global 2017 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari realisasi 2016, yakni senilai US$2,5 miliar.

Suminto, Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, me ngatakan bahwa sejak 2012 pemerintah memiliki program penerbitan sukuk global atau Islamic Global Medium Term Notes (GMTN) dengan plafon emisi senilai US$10 miliar. Sejak 2012-2016 sudah diterbitkan global sukuk di bawah Islamic GMTN itu sebesar US$8,5 miliar sehingga tersisa US$1,5 miliar. Untuk itu, saat ini kami meningkatkan program Islamic
GMTN dari US$10 miliar menjadi US$15 miliar,” ucapnya ketika dihubungi Bisnis, Selasa (14/3).

Berdasarkan data DJPPR, nilai emisi sukuk global mencapai US$1 miliar pada 2012, US$1,5 miliar pada 2013, senilai US$1,5 miliar pada 2014, senilai US$2 miliar pada 2015, dan senilai US$2,5 miliar pada 2016. Dengan demikian, lanjut Su minto, pemerintah masih me miliki plafon emisi sukuk global senilai US$6,5 miliar. Plafon tersebut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pem biayaan APBN tanpa batas waktu tertentu.

“Yang available US$6,5 miliar itu bisa digunakan untuk penerbitan global sukuk anytime. Tidak ada batasannya, tahun ini dan tahun-tahun berikutnya sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Menurut Suminto, program Islamic GMTN memudahkan pe merintah untuk menerbitkan sukuk global sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di pasar. Moody’s Investors Service menyematkan peringkat Baa3 untuk program emisi trust certifi cate berdenominasi dolar Amerika Serikat yang akan diterbitkan oleh pemerintah Indonesia melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III dengan plafon yang telah diperbesar dari US$10 miliar menjadi US$15 miliar. Christian de Guzman, VP - Senior Credit Offi cer Sovereign Risk Group Moody’s Investors Service Singapore Pte. Ltd., menuturkan rating tersebut sejalan dengan peringkat surat utang pemerintah Indonesia Baa3. Peringkat tersebut juga tidak mencerminkan opini terhadap kepatuhan struktur surat utang ter hadap aturan syariah

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More