Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
BELEID BARU DAPEN

Bisnis DPLK Makin Dilirik

Oktaviano DB Hana Kamis, 16/03/2017 09:36 WIB

JAKARTA — Sejumlah perusahaan asuransi berminat masuk ke bisnis dana pensiun seiring dengan penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.5/POJK.05/2017 tentang Iuran, Manfaat Pensiun, dan Manfaat Lain Yang Diselenggarakan Oleh Dana Pensiun Wakil Ketua Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (P – DPLK) Nur Hasan
Kurniawan menjelaskan regulasi anyar yang ditetapkan OJK pada 1 Maret 2017 itu membuka peluang baru bagi pelaku usaha dana pensiun (dapen).

Menurutnya, saat ini sejumlah perusahaan asuransi jiwa telah mempersiapkan diri untuk mendirikan DPLK untuk menangkap peluang bisnis baru  yang muncul dengan adanya
aturan tersebut. “Banyak hal yang lebih positif. Ini menye bab kan sudah ada empat asuransi jiwa yang tertarik bikin DPLK,” ujarnya
kepada Bisnis, Selasa (14/3).

Nur Hasan mengatakan sejumlah poin baru dalam aturan tersebut bakal meningkatkan daya saing sektor DPLK dan dana pensiun pemberi kerja  (DPPK) yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti (PPIP), di industri keuangan nonbank (IKNB). Dia menyatakan POJK itu memperkenalkan program pengelolaan manfaat pensiun
sesuai usia kelompok peserta atau life cycle fund bagi DPLK dan DPPK PPIP. Menurutnya, hal tersebut sampai saat ini belum ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa.

DPLK dan DPPK PPIP, ujarnya, juga diminta untuk menggunakan metode nilai aset neto per unit atau unit pricing dalam penilain investasi. Ketetapan itu akan memberikan  kesetaraan dalam hal penilaian investasi bagi peserta. BERSAING Nur Hasan meyakini produk DPLK dan program yang dijalankan DPPK PPIP menjadi pilihan menarik bagi masyarakat dan dapat bersaing dengan produk unit-linked yang dipasarkan perusahan asuransi jiwa.

Apalagi, POJK No.5/ POJK.05/2017 juga memberikan opsi manfaat lain yang dapat dikembangkan baik oleh DPPK maupun DPLK. “Ditambah dengan program manfaat lainnya  yang tidak ada di asuransi, DPLK bisa menjadi unit-linked killler. DPLK bisa menjadi game changer di IKNB,” ujarnya.

Nur Hasan mengatakan peraturan itu juga menetapkan bahwa DPLK dan DPPK PPIP bisa membayarkan manfaat pensiun berkala, layaknya produk anuitas yang dipasarkan asuransi jiwa. peluang baru itu semakin potensial lantaran aturan yang sama menyesuaikan skema dan besaran nilai manfaat pensiun yang dapat diterimakan secara
sekaligus atau lum-sum. Menurutnya, manfaat pensiun di atas Rp500 juta dan di bawah Rp1,5 miliar dapat dikelola DPLK dan DPPK PPIP untuk dibayarkan secara berkala kepada pensiunan.

“Jadi yang dana itu musti ke annuity atau manfaat pensiun berkala.” Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Mudjiharno M. Sudjono menjelaskan
hadirnya opsi penyelenggaraan manfaat lain menjadi potensi baru bagi pengelola dapen. Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pertemuan dengan seluruh pengelola dapen untuk membahas hal itu.

Menurutnya, ADPI akan mendiskusikan opsi manfaat lain dalam focus group discussion untuk menghasilkan rekomendasi umum yang akan disebarkan kepada seluruh  anggotanya. “Jangan sampai bertindak sendiri-sendiri, menerapkan program itu dan bisa salah dan malah merugikan,” katanya. Adapun terkait dengan manfaat pensiun, Mudjiharno menilai penyesuaian batasan yang terlalu signifi kan berpotensi untuk mendorong semakin banyak pensiunan mengambil dananya secara lum sum.

Hal itu akan menyebabkan aset dapen menyusut secara signifi kan. “Bagi dana pensiunnya sendiri, asetnya menurun, karena diambil tunai.”

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More