Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
SPEKTRUM BISNIS

Cincin dari Presiden

Saeno Jum'at, 17/03/2017 08:00 WIB
Saeno

Berita tentang artis yang datang ke Istana dan mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi membuat saya teringat kisah teman lama yang diundang ke Istana dan mendapat hadiah cincin.

Tgl 19 Februari lalu aku bersama 845 orang lainnya dari seluruh Indonesia dipanggil Presiden untuk dianugerahi Satyalancana Kebaktian Sosial karena sdh mendonorkan darah 100x lebih secara sukarela,” ujar kawan lewat pesan singkat yang ditulis dengan penyingkatan khas bahasa SMS.

Di sana aku menjumpai orang yang ikhlas dan tidak berharap untuk dihargai atau mau disebut sebagai ‘pahlawan kemanusiaan’. Hati kecilku juga malu disebut ‘pahlawan kemanusiaan’ oleh Presiden karena bagiku, sebutan itu, lencana dan piagam tanda kehormatan tidak berarti apa-apa. Makanya, awalnya aku enggak mau difoto-foto selfi pada acara itu. Hanya karena anakku minta aku difoto, akhirnya aku paksakan diri minta tolong teman pendonor pinjam HP-nya dan fotoin aku (karena HP-ku hanya bisa SMS dan telepon aja). ‘Nanti minta tolong teman papah WA-in ke nomer teteh ya’, pesan anakku. Yah, akhirnya dia upload ke fb ku yang mati suri itu. Ah, itu mah buat kenangkenang saja, enggak lebih. Matur suwon ...” begitu kisah lanjutan kawan lama pada sms berikutnya. Kalimat aslinya tentu masih menggunakan singkatan gaya pesan singkat masa kini.

Dulu kami sama-sama menjadi penyiar di sebuah radio di Bandung. Saya merantau ke Jakarta, dia tetap di Bandung. Tiba-tiba kami bisa saling berkomunikasi kembali. Kawan yang suka melukis ini sekarang dalam kondisi ekonomi kurang menguntungkan plus mendapat bonus sakit syaraf kejepit.

Aku sudah mendingan Sen, cuma masih agak sakit kalau dipakai duduk. Waktu ke Jakarta kemarin itu, aku sangat tersiksa duduk di bus,” tutur kawan saya mengisahkan perjalanannya bertemu Presiden Jokowi.

Dia juga menceritakan bagaimana anaknya bertanya soal hadiah dari Presiden. Kawan saya menyebutkan soal medali dan piagam dari Presiden. Sontak anaknya membandingkan dengan hadiah batik, peci dan uang Rp750.000 dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, juga batik dan uang Rp250.000 dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Pak Jokowi gak ngasih uang atau sepeda yang kayak di tivi itu ya pah,” tulis kawan saya menuturkan respons Ye, putrinya. Ye ini murid SMP yang terbilang cerdas. Rapornya juga bagus. Dia aktif di teater serta pintar bercerita plus menyanyi tembang Sunda.

Selain medali dan piagam, Pre - siden juga menghadiahkan cincin emas. Namun, kata teman saya, cincin itu tak diberikan langsung.

Kali lain kawan saya menyambung ceritanya. “Oh iya uang dari Walikota tak sempat dikasih ke anak-anak karena habis bayar utang, yang dari gubernur buat bekal ke Jakarta. Jadi anak-anak sekarang lagi nunggu cincin emas yang dijanjikan Presiden.”

Tapi itu nanti pasti kujual, karena kasian Ye perlu HP. Maklum dari kelas 5 sampe saat ini dia gak punya HP. Dia memang gak minta, tapi akunya gak tega anak segede itu gak punya HP. Di kelas cuma Ye yang gak bisa dihubungi. Tapi gak tau kapan cincin itu dikirim.”

SMS di hari lain, kawan saya memberi alasan soal perlunya HP untuk Ye. “Kalau ada kerja kelompok, dan pulang telat dia gak bisa dihubungi. Kalau Ye punya HP itu tentu bukan untuk gaya. Bukan barang mewah tapi tetap saja untuk Ye belum kebeli karena uangnya buat beras dulu, hehe...” ujar kawan saya tanpa nada merengek minta dikasihani.

Untuk beli HP aku nunggu kiriman cincin emas. Mungkin buat teman-teman donor lain itu akan jadi kenang-kenangan, tapi buatku eta mah keur jualeun (itu untuk dijual) hehe. Gak apa-apa, yang penting anak senang,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan betapa Ye kesulitan kalau ada tugas yang harus dicari di Internet. “Dia gak bisa apa-apa kecuali ke warnet. Waktu ujian kemarin dia juga ngeluh karena banyak soal yang ada di Google dan gak ada di buku paket. Aku hanya bisa menghibur dia agar sabar sampai terima cincin,” tutur kawan saya pada SMS berikutnya.

SMS terakhir, dia mengabarkan soal penyerahan hadiah cincin dari Presiden. “Aku sudah tanya PMI, cincin dikasihnya bulan April nanti,” begitu tulisnya.

Saya membayangkan, betapa bahagianya kawan saya itu jika akhirnya bisa menjual cincin dari Presiden Jokowi untuk dibelikan sebuah telepon seluler.

Dengan begitu Ye tak kesulitan lagi mencari bahan pelajaran dari Internet. Ye juga tak perlu menunggu kakaknya yang di Cirebon pulang ke Bandung agar bisa meminjam laptopnya.

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Gubernur BI Siap Bersaksi

    Rabu, 29 Maret 2017 - 16:42 WIB

    Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardoo dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Kamis (30/3), dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugoharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

  • Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

    Rabu, 29 Maret 2017 - 14:05 WIB

    Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

  • RI Bersiap Hadapi AS

    Rabu, 29 Maret 2017 - 12:11 WIB

    Indonesia bersiap menghadapi tudingan dumping dan subsidi dari Amerika Serikat atas produk biodiesel Tanah Air, setelah sebelumnya Uni Eropa menyampaikan tuduhan serupa

  • “Koperasi Bisa Menjadi Kekuatan Dahsyat”

    Rabu, 29 Maret 2017 - 11:52 WIB

    Pemerintah sejak awal sepakat menjadikan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dan berupaya terus menumbuhkan pelaku usahanya dengan berbagai kebijakan. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan upaya yang selama ini dilakukan pemerintah untuk koperasi dan UKM. Berikut ini petikan wawancaranya.

  • KKP Bidik Pemilik Kapal Jumbo

    Rabu, 29 Maret 2017 - 10:02 WIB

    Kementerian Kelautan dan Perikanan membidik perusahaan-perusahaan yang menjadi pemilik 16.000 kapal perikanan di atas 30 gros ton lulus sertifikasi hak asasi manusia sebagai parameter penilaian perpanjangan izin usaha.

Load More