Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
JALAN TOL

Gempol—Pasuruan Dikebut

Yanita Petriella Jum'at, 17/03/2017 08:12 WIB

JAKARTA — PT Transmarga Jatim Pasuruan memacu pembangunan jalan tol Gempol—Pasuruan sehingga proyek tersebut dapat selesai dan beroperasi pada 2018.

Direktur Utama PT Transmarga Jatim Pasuruan Agus Purnomo mengatakan, jalan tol Gempol—Pasuruan sepanjang 34,15 kilometer tersebut menghubungkan Gempol dengan Kota Pasuruan di Jawa Timur hingga berakhir di Simpang Susun (SS) Grati.

Jalan bebas hambatan yang termasuk salah satu proyek prioritas yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional ini menghubungkan antarkota utama di Jawa Timur, yakni Surabaya—Banyuwangi.

Ruas tol Gempol—Pasuruan dibagi menjadi tiga seksi, yakni seksi I Gempol—Rembang sepanjang 13,90 kilometer, seksi II Rembang—Pasuruan panjang 6,60 kilometer, dan seksi III Pasuruan—SS Grati sepanjang 13,65 kilometer.

"Pengoperasian ini bertahap, seksi I A2 Bangil—Rembang dioperasikan akhir Maret ini, lalu keseluruhan seksi I Gempol—Rembang beroperasi sebelum Lebaran, lalu seksi II beroperasi akhir tahun ini, dan keseluruhannya hingga Simpang Susun Grati bisa dilewati akhir 2018," ujarnya saat peninjauan tol Gempol-Pasuruan, Rabu (15/3).

Agus menuturkan untuk kemajuan fisik pada seksi I saat ini telah mencapai 98% dimana masih terdapat permasalahan pembebasan lahan sebanyak 14 bidang sehingga belum dapat tersambung seluruhnya.

Permasalahan lahan ini berada di seksi I A1 ruas tol Gempol—Bangil, sedangkan ruas tol Bangil—Rembang proses kontruksinya telah mencapai 100% dan siap dioperasikan.

"Ada 14 bidang yang belum bebas dengan total luas sekitar 4.000 meter. Tujuh bidang masih konsinyasi di Pengadilan Negeri, tujuh lagi masih proses sengketa. Jadi belum bisa nyambung seluruhnya," katanya.

Progress konstruksi seksi II saat ini baru mencapai 1,56% dan pembebasan lahan sudah mencapai 90%. Hal tersebut dikarenakan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang baru dikeluarkan pada awal Februari kemarin.

Sementara, untuk seksi III saat ini masih dalam tahap pengadaan lahan dan baru bebas sekitar 35%.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More