Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
JALAN TOL

JORR II Kembali Dilanjutkan

Deandra Syarizka Jum'at, 17/03/2017 08:56 WIB
ilustrasi

JAKARTA — Setelah sempat tertunda sekian lama, pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road II menemukan titik cerah setelah PT Jasa Marga Tbk. menyatakan bahwa perseoan segera memulai proses konstruksi dua ruas tol miliknya, yaitu Cinere—Serpong dan Kunciran—Cengkareng.

JORR II sepanjang total 263 kilometer merupakan jalan tol yang menghubungkan area padat penduduk seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Jaringan jalan itu ini terdiri atas beberapa ruas yaitu Cengkareng—Kunciran, Kunciran—Serpong, Serpong—Cinere, Cinere—Jagorawi, Depok—Antasari, Cimanggis—Cibitung, Cibitung—Cilincing hingga Akses Tanjung Priok dengan total investasi mencapai Rp78 triliun.

Dari ruas tersebut, setidaknya ada empat ruas yang belum memasuki masa konstruksi karena masih menunggu kesiapan lahan. Keempat ruas itu adalah Cengkareng—Batu Ceper—Kunciran, Kunciran—Serpong, Serpong—Cinere, dan Cibitung—Cilincing.

Konstruksi seluruh proyek tersebut wajib dimulai selambat-lambatnya pada 2018 untuk tetap terdaftar sebagai proyek strategis nasional.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadie Moerwanto mengakui, proses pengadaan lahan untuk tol JORR II selama ini sempat terhambat lantaran keterbatasan anggaran.

“Kalau dilihat dari kebutuhan kita sangat butuh, tapi dari keuangan kita agak keberatan juga kalau pengadaan tanahnya tidak didorong,” ujarnya, Kamis (16/3).

Dia berharap agar dengan adanya alokasi dana sebesar Rp13,20 triliun dari Lembaga  Manajemen Aset Negara (LMAN) pada tahun ini dapat mendorong proses pengadaan lahan tol yang termasuk ke dalam proyek strategis nasional, termasuk JORR II.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) Desi Arryani mengungkapkan, pihaknya berencana mempercepat proses konstruksi tiga proyek yang masuk dalam JORR II. Ketiga ruas tol itu adalah Cengkareng—Batu Ceper—Kunciran, Kunciran—Serpong, dan Serpong—Cinere.

“Dua ruas sudah siap untuk tanda tangan kontrak konstruksi dan satu akan dikejar proses pembebasan lahannya,” ujarnya.

Proyek jalan tol Cengkareng—Batu Ceper—Kunciran yang dikelola oleh PT Marga Kunciran Cengkareng akan dibangun sepanjang 14,19 km dengan investasi sekitar Rp3,50 triliun. Hingga akhir Januari lalu, progres pengadaan lahan ruas ini mencapai 23%, dengan kebutuhan biaya tanah sebesar Rp1,20 triliun.

Adapun, jalan tol Kunciran—Serpong sepanjang 11,19 km senilai Rp2,62 triliun akan dibangun oleh PT Marga Trans Nusantara. Sejauh ini progres pengadaan tanah telah mencapai 71,25% dengan estimasi kebutuhan biaya tanah mencapai Rp989 miliar.

Sementara itu, ruas Serpong—Cinere sepanjang 10,14 km senilai Rp2,21 triliun akan dibangun oleh PT Cinere Serpong Jaya. Progres pengadaan tanah telah mencapai 30,40% untuk Seksi I Serpong—Pamulang.

Untuk itu, Desi menargetkan proses konstruksi dapat segera dimulai pada titik-titik yang menjadi fokus penyelesaian, antara lain Cengkareng—Kunciran seksi I Kunciran—Tirtayasa sepanjang 2,04 km, dan seksi 4 H Sastranegara—Benda sepanjang 2,06 km, ruas Kunciran—Serpong 11,20 km, dan ruas Serpong—Cinere Seksi I Serpong—Pamulang 6,73 km. (Deandra Syarizka)

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More